JakartaGreater.com - Forum Militer
Jul 302017
 

Jakarta – Dalam meningkatkan kemampuan industri pertahanan nasional dan kemandirian teknologi nasional terkait dengan kemampuan memelihara dan mengembangkan pesawat tempur, Pemerintah Indonesia melalui Kementeria Pertahanan RI dan Pemerintah Republik Korea bekerjasama pengembangan pesawat jet tempur generasi 4.5.

Pengembangan pesawat jet tempur KF-X/IF-X merupakan implementasi kerjasama strategis antara Pemerintah RI dalam hal ini PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI) dan Pemerintah Korea Selatan, yang ditandatangani pada 2006 lalu. Hal tersebut terungkap dalam acara jumpa pers antara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemhan RI Dr. Ir. Anne Kusmayati, M.Sc di Balai Media Kemhan, Jumat (28/7/2017).

Pengembangan pesawat tempur secara mandiri lebih menguntungkan karena desain pesawat yang dibuat dapat menyesuaikan dengan persyaratan operasional dari PT DI.

Kini, program tersebut masih dalam tahap peningkatan kesiapan teknologi PT DI untuk melakukan Engineering Manufacture Development (EMD).

Rencananya, KF-X/IF-X akan diluncurkan pada tahun 2021 untuk mendapat sertifikasi rancang bangun. Paling lambat pada tahun 2026, prototype atau purwarupa akan dioperasikan untuk memastikan pesawat dapat terbang dan bermanuver dengan baik, sesuai spesifikasi operasional.

Program pengembangan pesawat jet tempur KF-X/IF-X akan menjadi titik bangkit Indonesia dalam kemandirian industri pertahanan karena secara langsung akan mempengaruhi peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM), fasilitas dan infrastruktur PT. DI selaku industri pertahanan nasional dalam bidang kedirgantaraan.
Saat ini PT. DI telah mengirimkan 81 tenaga ahli ke Korean Aerospace Industry (KAI) di Sacheon City untuk mendapatkan pembekalan tentang sistem dan standar prosedur kerja di KAI.

Disamping memperkuat PT. DI selaku industri pertahanan nasional yang akan terlibat langsung sebagai sub bagi KAI, Kemhan RI juga melakukan kerjasama dengan ITB dan Cranfield University untuk program post graduate dan program doktoral dalam rangka untuk melakukan pengembangan dan prototype.

KFX Project (Photo : Mildom)

Saat ditemui awak media dalam jumpa pers yang dimoderatori Kapuskom Publik Brigjen TNI Totok Sugiharto, S.Sos, Kabalitbang mengungkapkan dari segi biaya reparasi, memproduksi pesawat tempur sendiri lebih murah. Karena dapat menekan biaya operasional yang mencakup biaya produksi dan komponen, selain itu, akan lebih mudah dalam urusan perawatan (maintenance), perbaikan (repair), dan pembaharuan (upgrade) karena dapat dilakukan sendiri.

Urusan modifikasi dan integrasi persenjataan juga mudah karena tidak perlu menunggu persetujuan dari produsen pesawat dan rencananya pesawat tempur ini nantinya akan dipasarkan ke negara-negara Asia Pasifik, dirilis Kemhan.go.id, 28/7/2017.

Bagikan:

  27 Responses to “Kemhan Libatkan ITB Kembangkan Jet Tempur KFX/IFX”

  1.  

    Oke deh … 😀

    •  

      Jika PT. DI kelak bisa memproduksi jet tempur sendiri sudah pasti biaya perawatan, pembetulan dan penbaharan lebih murah dan pastinya bisa lebih untung ,karena bisa kita jual ke negara berkembang lainya!! Yaah, seperti yang di sebutkan diatas!!

      Bissmillah, selalu optimis demi bangsa!!

    •  

      Kalo lihat gambar no.2 kayaknya proyek KFx benar-benar mau nyaingi F-22 raptor walaupun blm tentu benar, pantesan mamarika ogak ngasi 4 teknologi sensitif mereka padahal dulu udah janji mungkin CIA berhasil menyadap petinggi militer korsel-indo.

  2.  

    Gak sabar ingin mendengardan melihat keberhasilanya putra putri bangsa membuat pesawat tempur, kalau ini semua bisa terjadi alangkah damainya Almarhum PAK Sukarno di pembaringanya, mungkin hanya bisa menyaksikan dari jauh di sana hhhhh

    •  

      Ia…kerja keras yang kita lakukan terus menerus sudah pasti akan berbuah hasil..seperti yang diinginkan alhmarhum Ir.Soekarno, negara kita akan menjadi negara mandiri!!!

  3.  

    Kenapa hanya melibatkan ITB saja… pdhal kalo pemerintah mau mengumpulkan pakar2 dr kalangan akademisi akan sangat besar hasilnya…

  4.  

    Wuih mantep.. Ajak PT. DI jg.. Klo bisa jangan pake lama

  5.  

    Joss,kami akan tetap sabar menunggu

  6.  

    krenan mana ama yang satu ini

    https://www.youtube.com/watch?v=A1Mwuisodvw

  7.  

    russsia

  8.  

    sory sumbernya agak lambat

  9.  

    Kita siap komandan

  10.  

    kalau aku dilibatkan itu pesawat bakal tak kasih canard didepanya biar tambah super manuver, sayang aku tidak dilibatkan….. kwak kwak kwak

  11.  

    KFX-IFX itu produk yg dibuat dr transfer technologi dr perusahaan pespur mamarica, dn sdh pasti sangat sesuai dgn kepentingan tni-au, apalagi di lautcina selatan ato area udara batas brunei-indonesia,
    gw suka produk aesa, desainnya masuk akal, apalagi korea pasti mengembangkan desain ini lebih dr yg kita kira, kalo tdk ngirim peneliti dr ITB udh pasti kita dapet yg standar doank

  12.  

    Pas mau beli su35 kok malah banyak dagangan yg di tawarkan..jangan”..malah tergoda dg yg laen..ujung” beli gak su35.

  13.  

    Mantaap gan….TNI AU dari jmn dulu udah pandai pusing2 jungkir balik di udara…kalau malontot baru dasar2 sja…

  14.  

    Pasukan garis depan tentara eliet TNI yg mematikan…maju terus tni..

  15.  

    Kenapa ITS gak dilibatkan juga..??

  16.  

    LFX kembangkan jd jet fighter dunks…

  17.  

    Tinggal mengmbangkan varian rudal untung jet tempur ini ya!!

  18.  

    nyimak

 Leave a Reply