Apr 162019
 

Tank Harimau Pindad-FNSS, di Indo Defence 2018

Bandung, Jakartagreater.com    – Kementrian Pertahanan RI menandatangani kontrak pengadaan Alat Utama System Senjata (Alutsista) dengan nilai total USD 1,4 miliar serta Rp 2,1 triliun , dengan beberapa BUMN serta pihak swasta, di PT. Pindad Persero, Bandung, Jawa Barat, pada Jumat, 12-4-2019, dirilis situs RRI. Selain itu juga ditandatangani proyek infrastruktur.

Penandatangan kontrak kerja yang disaksikan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu. Masing-masing untuk PT.Pindad pengadaan kendaraan tempur (Ranpur) Infantri senilai USD 82 juta, Ranpur Kavaleri USD, 135 juta, senjata ringan Infantri Rp.147,5 miliar dan munisi kaliber kecil Rp.184,49 miliar.

PT. PAL, kapal selam elektrik USD 1,2 miliar. PT. Dirgantara Indonesia kontrak pengadaan Helikopter NAS-332C1 USD 236,987 miliar, PT. Len untuk pengadaan infrastruktur simulator Sukhoi hampir Rp.1 miliar, Comm Tactical Datalink System Rp.340 miliar dan pengadaan Radar Medium Range senilai Rp.375 miliar.

Kontrak kerjasama juga ditandatangani dengan PT Dahana, pengadaan Bomb P -250 live Rp.104,7 miliar. Sedangoan kontrak kerjasama yang ditandatangani dengan pihak swasta diantaranya pengadaan Alsus Nubika, Jihandak serta kapal angkut tank 8 dan 9.

“Ini merupakan terobosan, disatukan semuanya. Kita jangan sampai permintaan pak Joko Widodo yang pertama ini harus selesai semua. Dengan demikian kita transparan dan professional tersebut merupakan cerminan dari reformasi birokrasi,”ucap Ryamizard usai acara penandatangan kerjasama.

Selain itu juga ungkapnya, kerjasama dengan BUMN, itu untuk mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional. Karena saat ini Indonesia sendiri sudah diperhitungkan oleh dunia, mengenai industri pertahanan.

“Harapan kita ini harus dipegang terus. Dan semuanya sudah komitmen, jadi betul-betul kita akan profesional, nanti kedepan dan Insya Allah tidal lama lagi akan menjadi industri pertahanan yang mandiri,”ungkapnya.

 

Lebih lanjut mantan perwira tinggi militer TNI AD itu mengatakan, dengan era globalisasi baru, Indonesia harus berubah dari bangsa konsumen menjadi produsen.

“Komitmen mengggunakan produksi dalam negeri untuk penuhi keperluan aparat TNI dan Polri. Agar industri pertahanan dapat mengembangkan teknologi dan kedepannya dapat penuhi kebutuhan Alutsista,”ujarnya.

Ryamizard juga menegaskan, saat ini Indonesia sudah masuk urutan 10 pertahanan dunia, yang sebelumnya menempati urutan 19 dunia. Dengan adanya reformasi birokrasi, Ryamizard berharap dapat mempercepat pengadaan Alutsista yang maju dan modern serta diperhitungan di dunia.

Selain pengadaan Alutsista pada kesempatan itu juga ditandatangani kontrak kerjasama, pembangunan infrastruktur fasilitas TNI di Indonesia.

  9 Responses to “Kemhan RI Teken Kontrak Kerja Sama untuk Kebutuhan Alutsista”

  1.  

    BAGI-BAGI SEMBAKO KONTRAK NILAI NYA SANGAT FANTASTIS UNTUK DISANDINGKAN DENGAN DOMPET WARGA JAKARTA GREATHER…………. HAHAHAHAAAA

  2.  

    Masuk urutan 10 besar itu ..ukuran nya pakai apa pak RR …? Kalau dilihat Dari jumlah personnel tentara sih iya ..ok ..setuju …
    Kalau dilihat Dari jumlah assets AlUtSisTa yang Kira punya …yang jelas sedikit ..ringan ..kuno Dan standard ….Kira masuk urutan berapa ? Kalau masuk urutan 100 besar saja sudah bagus …

    •  

      Maaf bung. Masih banyak Alutsista TNI yang tidak dipublish ke media. Karena ini menyangkut asas Kerahasian yang sudah disepakati antar G to G. Dan mungkin baru 5-7 tahun kedepan dipublishnya, atau mungkin bisa lebih cepat jika tiba-tiba ada konflik dengan negara lain seperti Ambalat dulu. Contohnya Yakhont yang dibeli sejak tahun 2003-2004 dan baru muncul ke publik tahun 2011. dan masih banyak rahasia lain pada alutsista kita.

    •  

      Acuannya mungkin global firepower

  3.  

    industri pertahanan kita masih kurang, belum yakin yang ke 10, mungkin hanya klaim saja

  4.  

    Berita bagus, menambah alutsista sekalian memajukan industri dalam negeri

  5.  

    Jangan bilang kalo acuannya adalah Global Firepower. 🙂

  6.  

    Makin banyak TNI AD memiliki tank Harimau makin baik karena luasnya tanah air dan medium tank mobilitasnya lebih tinggi dibanding MBT Leopard, tidak terlalu berat lebih lincah tetapi tetap lethal, amunisinya sanggup melumatkan APC Stryker, semoga pesanan bertambah dan perbanyak di daerah perbatasan seperti Merauke, Jayapura, Biak, Maluku, Manado, Tarakan, Kaltara, Pontianak, Natuna, Batam, Aceh, Kupang…semoga

  7.  

    Dulu kita punya program jangka pendek jangka panjang, sekrg saya liat kita hanya tertuju PaDa jangka pendek karena ganti kebijakan. Ganti presiden ganti kebijakan,ganti presiden ganti menteri. saya berharap walaupun ganti presiden ganti menteri orang yg pinter jgn d singkirkan karena alasan tidak mendukung si a atau si b tp berjiwalah besar demi NKRI.. walaupun pemimpin di ganti menter di ganti gubernur di ganti bupati di ganti kepala dinas di ganti lurah di gantiii orang yg punya kompenten jgn di singkirkan Mari kita membangun bangsa kita menjadi bangsa yg besar tampa memadang suku agama dan parpol..