Sep 202018
 

An anti-aircraft guided missile on an S-200V launcher in Patriot Park outside Moscow  (Vitaly Kuzmin / Wikimedia Commons) (CC BY-SA 4.0)

Moskow/Yerusalem, Jakartagreater.com – Presiden Vladimir Putin mengatakan pada Selasa 18-9-2018 bahwa penembakan sebuah pesawat militer Rusia hingga jatuh dekat pesisir Suriah merupakan hasil dari rantai keadaan tragis dan kebetulan, dirilis Antara, Selasa 18-9-2018

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sebelumnya bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh sistem antipesawat Suriah, tetapi menuding Israel secara tidak langsung menyebabkan insiden tersebut, dengan menyatakan Jet-Jet tempur Israel yang terbang di dekat wilayah itu telah menempatkan pesawat Rusia tersebut dalam jalur yang berbahaya.

Kementerian tersebut mengancam akan membalas terhadap apa yang disebutnya sebuah aksi bermusuhan. Komentar-komentar Putin itu, yang disampaikan setelah pembicaraan dengan perdana menteri Hungaria di Moskow, tampaknya meredakan situasi walau dia mengatakan Rusia perlu meneliti lebih jauh atas apa yang terjadi.

“Saya lihat paling mungkin dalam kasus ini terjadi rangkaian yang tragis dan kebetulan, sebab 1 pesawat Israel tidak menembak jatuh pesawat kami. Tetapi, tanpa keraguan kami perlu meneliti secara serius apa yang terjadi,” kata Putin kepada wartawan.

Presiden Rusia itu mengatakan tanggapan Moskow atas insiden tersebut akan bertujuan menjamin keselamatan personel militer Rusia dalam perang saudara di Suriah, yang rumit dan berbagai kekuatan dari luar telah mendukung pihak-pihak yang beroposisi.

“Terkait langkah-langkah pembalasan, tujuan pertama dan utama adalah menjamin lebih jauh keselamatan personel militer dan fasilitas kami di Suriah. Dan inilah langkah-langkah yang diambil dan orang akan memperhatikannya,” ujar Putin.

Kemhan Rusia mengatakan pesawat pengintaian Il-20, dengan 15 personel di dalamnya, ditembak jatuh oleh sistem antipesawat Suriah, sekutu Moskow, dalam insiden “penembakan ramah”.

Tetapi kementerian itu mengatakan pihaknya berpendapat Israel bertanggung jawab karena, pada saat insiden terjadi, Jet-Jet tempur Israel melancarkan serangan-serangan udara atas sasaran Suriah dan hanya mmeberikan Moskow peringatan satu menit, menempatkan pesawat Rusia dalam bahaya karena berada di dalam lingkaran baku tembak.

“Kami memandang aksi-aksi militer Israel bermusuhan,” kata juru bicara Kemhan Rusia Igor Konashenkov kepada televisi negara Rusia. “Akibat dari aksi-aksi tak bertanggung jawab militer Israel, 15 personel Rusia yang bertugas gugur.”

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyampaikan kesedihan atas kematian tersebut tapi menyalahkan pemerintah Suriah dan sekutunya Iran dan Hizbullah. “Israel menunjuk rezim Bashar, yang militernya menembak jatuh pesawat Rusia, bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut,” kata IDF dalam sebuah pernyataan.

Dikatakan, penyelidikan pendahuluan Israel atas insiden tersebut menemukan bahwa penembakan antipesawat permukaan-ke-udara Suriah “yang ekstensif dan tidak akurat” menyebabkan pesawat Rusia terkena serangan dan jatuh.

“Sistem antiserangan udara Suriah menembak tanpa pandang bulu dan dari apa yang kami pahami, tidak perlu repot-repot untuk memastikan bahwa tak ada pesawat-pesawat Rusia di udara,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Ditambahkan bahwa pada waktu pesawat Rusia itu dihantam, Jet-Jet Israel sudah di luar wilayah udara Suriah dan kembali ke wilayah udara mereka. Pesawat Rusia tersebut “tidak dalam kawasan operasi” yang dilancarkan oleh Jet-Jet Israel, ujarya. Satu sumber diplomatik Israel mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan berbicara singkat dengan Putin.

Setelah insiden itu, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan kepada rekan sejawatnya dari Israel, Avigdor Lieberman, bahwa Moskow memandang Israel bertanggung jawab sepenuhnya, demikian dilaporkan kantor-kantor berita Rusia.

Duta Besar Israel di Moskow dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Rusia mengenai hal itu, kata wanita juru bicara Maria Zakharova.

  10 Responses to “Kemhan Rusia Ancam Balas Penembakan Pesawat Rusia”

  1.  

    mungkin ini yg dinamakan : teman makan teman…..

    lagipula s-200 kan masih pakai pulse radar untuk mengunci target. bukannya radar activ dengan mid course guidance.
    ketika operator mengetahui ada objek diradar, dia tidak mengidentifikasi terlebih dahulu. tpi langsung menembak membabababa buta, sama seperti pernyataan diatas…..

    “Sistem antiserangan udara Suriah menembak tanpa pandang bulu dan dari apa yang kami pahami, tidak perlu repot-repot untuk memastikan bahwa tak ada pesawat-pesawat Rusia di udara,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

    •  

      so satu pertanyaan saya untuk bang iwan… bang iwan percaya buatan manusia sempurna?…hihihihihi…piss

    •  

      Bukan itu masalahnya… Israel melakukan serangan saat ada pesawat Russia yang sedang terbang… dan mereka tahu persis itu, dengan kemampuannya dengan radar yang mereka miliki dan saluran informasi dengan pihak Russia yang mereka miliki jelas apa yang dilakukan Israel sangat sembrono…
      Memasukan pesawat militer dengan mesin baling2 dalam situasi serangan rudal adalah tindakan yang sangat berbahaya… dan terbukti hal itu membuat sistem pertahanan Suriah justru selain mengenai rudal yang ditembakan dari pespur Israel juga mengenai pesawat Russia…
      Israel pasti tahu kalau yang dimiliki Suriah salah satunya adalah S-200 yang kemungkinan belum memiliki teknologi modern yang bisa membedakan lawan dan kawan… itu juga salah satu kesembronoan Israel
      Saya yakin, maksud utama Israel adalah serangan rudal mereka akan mulus karena sistem pertahanan tidak berani diaktifkan karena ada pesawat militer Russia yang masih terbang… ternyata sistem pertahanan tetap aktif dan terjadilah insiden yang jelas saja dari sisi manapun penyerang adalah pihak yang paling dituduh dan harus di mintai pertanggung jawaban…

  2.  

    Nah, kalo yg sebelumnya jatuh kena rudal sendiri, nah yg ini jatuh sendiri loh. Masih mau nyalahin Israel juga??? Hhhhhhhhhh

    https://international.sindonews.com/read/1339674/41/jet-tempur-mig-31-rusia-jatuh-2-pilot-terlontar-1537377593

    Itu pespur gak pake sujud tapi langsung jatuh. Betul kan Bung Bamboo…. Hhhhhhhhhh

    •  

      Ralat, Rusia kena rudal temen sendiri…. Hhhhhhhhhh

      •  

        lieur saya mah. sama si aa ini..sebenernya ini komen ini di tujukan untuk bung yuli apa bung bamboo sih.. kan bung bamboo g ada di sini.. aya aya wae…hihihi

      •  

        Saya tambahkan lagi…

        “lagipula s-200 kan masih pakai pulse radar untuk mengunci target. bukannya radar activ dengan mid course guidance.”

        pernyataan dari bung “Iwan And Root Beer”

        Jadi Israel memang membiarkan pesawat Russia dalam bahaya karena ulahnya… bahkan pihak Russia sewot berat karena mereka memberikan informasi 1 menit sebelum serangan sehingga tidak sempat untuk memindahkan pesawat Russia ke wilayah yang aman…

    •  

      Sepele, kalau Israel tidak melakukan serangan rudal maka pesawat militer Russia tdak akan tertembak… itulah mengapa Israel harus di salahkan…

      Kalau pesawat jatuh, F-15 juga ada yang jatuh… Thypoon juga jatuh… F-16 juga jatuh… F-18 juga jatuh…

      •  

        kalau israel tdk serang maka pesawat rusia tdk jatuh,kalau begitu bisa panjang urutan ke belakang jawabanya
        kata israel krn ada iran dan hisbulah jawab iran hisbulah asad teman gw di serang peberontak kata peberontak kami di bantai assad waktu demo damai ……..dan seterusnya
        perang suriah perang yg paling aneh dlm sejarah saling bermusuhan tapi saling membutuhkan satu sama lain

  3.  

    Menurut prediksi. Presiden Putin itu orang yang memiliki dendam sejarah permasalahan revolusi bolsevik yang didalangi yahudi. Nantikan saja kelanjutannya.

 Leave a Reply