Kemhan Rusia Ancam Balas Penembakan Pesawat Rusia

25
An anti-aircraft guided missile on an S-200V launcher in Patriot Park outside Moscow  (Vitaly Kuzmin / Wikimedia Commons) (CC BY-SA 4.0)

Moskow/Yerusalem, Jakartagreater.com – Presiden Vladimir Putin mengatakan pada Selasa 18-9-2018 bahwa penembakan sebuah pesawat militer Rusia hingga jatuh dekat pesisir Suriah merupakan hasil dari rantai keadaan tragis dan kebetulan, dirilis Antara, Selasa 18-9-2018

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sebelumnya bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh sistem antipesawat Suriah, tetapi menuding Israel secara tidak langsung menyebabkan insiden tersebut, dengan menyatakan Jet-Jet tempur Israel yang terbang di dekat wilayah itu telah menempatkan pesawat Rusia tersebut dalam jalur yang berbahaya.

Kementerian tersebut mengancam akan membalas terhadap apa yang disebutnya sebuah aksi bermusuhan. Komentar-komentar Putin itu, yang disampaikan setelah pembicaraan dengan perdana menteri Hungaria di Moskow, tampaknya meredakan situasi walau dia mengatakan Rusia perlu meneliti lebih jauh atas apa yang terjadi.

“Saya lihat paling mungkin dalam kasus ini terjadi rangkaian yang tragis dan kebetulan, sebab 1 pesawat Israel tidak menembak jatuh pesawat kami. Tetapi, tanpa keraguan kami perlu meneliti secara serius apa yang terjadi,” kata Putin kepada wartawan.

Presiden Rusia itu mengatakan tanggapan Moskow atas insiden tersebut akan bertujuan menjamin keselamatan personel militer Rusia dalam perang saudara di Suriah, yang rumit dan berbagai kekuatan dari luar telah mendukung pihak-pihak yang beroposisi.

“Terkait langkah-langkah pembalasan, tujuan pertama dan utama adalah menjamin lebih jauh keselamatan personel militer dan fasilitas kami di Suriah. Dan inilah langkah-langkah yang diambil dan orang akan memperhatikannya,” ujar Putin.

Kemhan Rusia mengatakan pesawat pengintaian Il-20, dengan 15 personel di dalamnya, ditembak jatuh oleh sistem antipesawat Suriah, sekutu Moskow, dalam insiden “penembakan ramah”.

Tetapi kementerian itu mengatakan pihaknya berpendapat Israel bertanggung jawab karena, pada saat insiden terjadi, Jet-Jet tempur Israel melancarkan serangan-serangan udara atas sasaran Suriah dan hanya mmeberikan Moskow peringatan satu menit, menempatkan pesawat Rusia dalam bahaya karena berada di dalam lingkaran baku tembak.

“Kami memandang aksi-aksi militer Israel bermusuhan,” kata juru bicara Kemhan Rusia Igor Konashenkov kepada televisi negara Rusia. “Akibat dari aksi-aksi tak bertanggung jawab militer Israel, 15 personel Rusia yang bertugas gugur.”

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyampaikan kesedihan atas kematian tersebut tapi menyalahkan pemerintah Suriah dan sekutunya Iran dan Hizbullah. “Israel menunjuk rezim Bashar, yang militernya menembak jatuh pesawat Rusia, bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut,” kata IDF dalam sebuah pernyataan.

Dikatakan, penyelidikan pendahuluan Israel atas insiden tersebut menemukan bahwa penembakan antipesawat permukaan-ke-udara Suriah “yang ekstensif dan tidak akurat” menyebabkan pesawat Rusia terkena serangan dan jatuh.

“Sistem antiserangan udara Suriah menembak tanpa pandang bulu dan dari apa yang kami pahami, tidak perlu repot-repot untuk memastikan bahwa tak ada pesawat-pesawat Rusia di udara,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Ditambahkan bahwa pada waktu pesawat Rusia itu dihantam, Jet-Jet Israel sudah di luar wilayah udara Suriah dan kembali ke wilayah udara mereka. Pesawat Rusia tersebut “tidak dalam kawasan operasi” yang dilancarkan oleh Jet-Jet Israel, ujarya. Satu sumber diplomatik Israel mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan berbicara singkat dengan Putin.

Setelah insiden itu, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan kepada rekan sejawatnya dari Israel, Avigdor Lieberman, bahwa Moskow memandang Israel bertanggung jawab sepenuhnya, demikian dilaporkan kantor-kantor berita Rusia.

Duta Besar Israel di Moskow dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Rusia mengenai hal itu, kata wanita juru bicara Maria Zakharova.

10 KOMENTAR

  1. mungkin ini yg dinamakan : teman makan teman…..

    lagipula s-200 kan masih pakai pulse radar untuk mengunci target. bukannya radar activ dengan mid course guidance.
    ketika operator mengetahui ada objek diradar, dia tidak mengidentifikasi terlebih dahulu. tpi langsung menembak membabababa buta, sama seperti pernyataan diatas…..

    “Sistem antiserangan udara Suriah menembak tanpa pandang bulu dan dari apa yang kami pahami, tidak perlu repot-repot untuk memastikan bahwa tak ada pesawat-pesawat Rusia di udara,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

    • Bukan itu masalahnya… Israel melakukan serangan saat ada pesawat Russia yang sedang terbang… dan mereka tahu persis itu, dengan kemampuannya dengan radar yang mereka miliki dan saluran informasi dengan pihak Russia yang mereka miliki jelas apa yang dilakukan Israel sangat sembrono…
      Memasukan pesawat militer dengan mesin baling2 dalam situasi serangan rudal adalah tindakan yang sangat berbahaya… dan terbukti hal itu membuat sistem pertahanan Suriah justru selain mengenai rudal yang ditembakan dari pespur Israel juga mengenai pesawat Russia…
      Israel pasti tahu kalau yang dimiliki Suriah salah satunya adalah S-200 yang kemungkinan belum memiliki teknologi modern yang bisa membedakan lawan dan kawan… itu juga salah satu kesembronoan Israel
      Saya yakin, maksud utama Israel adalah serangan rudal mereka akan mulus karena sistem pertahanan tidak berani diaktifkan karena ada pesawat militer Russia yang masih terbang… ternyata sistem pertahanan tetap aktif dan terjadilah insiden yang jelas saja dari sisi manapun penyerang adalah pihak yang paling dituduh dan harus di mintai pertanggung jawaban…