Oct 272018
 

Peluncuran sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia © Russian MoD

Jakartagreater.com – Meskipun Washington mengancam untuk menjatuhkan sanksi pada negara-negara yang membeli peralatan militer dari Moskow, banyak dari mereka, seperti Turki, India dan Indonesia, masih lengket dengan persenjataan Rusia, yang menandakan kualitasnya yang luar biasa.

Deputi Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin menjelaskan dalam sebuah wawancara dengan Sputnik mengapa banyak negara di seluruh dunia lebih memilih untuk membeli sistem pertahanan udara S-300 dan S-400 Rusia dibanding Patriots buatan AS atau bahkan sistem Patriot PAC-3 + yang ditingkatkan.

Menurutnya, tidak ada sistem pertahanan udara di dunia yang bisa mendekati sebagian besar parameter S-300 dan S-400, dirilis Sputniknews.com, Kamis, 25-10-2018.

“Semua orang mengerti bahwa tidak Patriot, bahkan versi PAC-3 +, dapat lebih baik daripada S-300, tidak berbicara tentang S-400. Tidak ada sistem yang lebih baik [daripada yang Rusia] baik oleh jangkauan efektif, atau dengan jumlah target yang dapat diserang secara bersamaan, atau dengan jumlah target yang dilacak, atau dengan kecepatan target. Dalam semua parameter tersebut, kami mengalahkan Patriot PAC-3 +, “katanya.

Fomin lebih lanjut mencatat bahwa sementara sistem Patriot dapat mencapai target dengan kecepatan hingga 2.000 meter per detik, sistem pertahanan udara Rusia dapat menembak jatuh sasaran yang terbang pada 4.700 meter per detik. Wakil menteri pertahanan menjelaskan bahwa target tersebut belum dikembangkan dan mungkin baru akan dibuat pada 2040-2050.

“Semua orang memahami ini dan dengan demikian meskipun rasa takut [sanksi] menyadari bahwa tidak ada [sistem pertahanan udara] lebih baik dari kita,” ia menyimpulkan.

Beberapa negara telah menghadapi risiko terkena sanksi AS atas kontrak mereka untuk membeli peralatan militer Rusia. Yakni, Turki dan India menghadapi ancaman seperti itu atas kontrak mereka untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia.

Indonesia juga berisiko atas kontraknya untuk pengiriman Su-35. Kecuali negara-negara ini menerima surat pernyataan melepaskan tuntutan dari Departemen Keuangan AS, mereka dapat dikenakan sanksi di bawah the Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act.

  33 Responses to “Kemhan Rusia: S-400 Lebih Baik Daripada Patriot”

  1.  

    kok begitu..kok begini…ahh mana mungkin

  2.  

    produk senjata dan alutsista buatan rusis memang TOP.
    pilot si amer yg pengin mencicipi dan mengetahui pswt sukhoi sj sampai di buat tewas di buatnya.
    itu krn pilot si amer biasa naik pesawat cakep buatan si amer.cakep cm menang di penampilan saja.tp jeroanya weleh weleh.masih kalah jauh dgn buatan rusia.
    ini baru pswt.belum lagi yg lain ya.
    kl rudal jgn di tanya.

  3.  

    Rusia jualan alutsista murni bisnis ( customer service mohon diperbaiki om)

    Klo Uni eropa dan Amrik jualan alutsista kebanyakan drama

    Klo China jualan alutsista haiyaaa ini ploduk implessive numba wan mulni made in china klo lusak jangan ditanya

    •  

      karena sebab itulah tembok raksasa cina masuk keajaiban dunia

      karena cuma itu produk cina yg bertahan lama
      hhhhhu

      •  

        dimana2 bangunan batu bertahan lama non beda dong di jaman modern dimana beton diisi styrofoam

        lgipula membangun tembok juga utk keperluan strategis mencegah serangan bangsa mongol dari utara
        lucunnya di jaman dinasti kiminis mongolia malah bersyukur dgn adanya tembok china ya itung sendiri lah populasinya besaran mana

      •  

        tembok raksasa yang didaerah dengan kondisi geografis bagus dan di buat dari bahan yang bagus jelas awet… tetapi dibeberapa bagian juga ada yang sudah rusak berat… terutama yang didaerah gurun, apalagi beberapa bagian tembok dibuat hanya mengandalkan bahan disekitarnya dan bukan dari batubata atau bahan yang lebih kokoh…
        yang paling saya ingat adalah, setiap kali membaca tentang tembok China atau tentang Jengish Khan dan suku nomaden dari utara China yang biasa disebut kaum tatar atau kaum barbar maka akan menunjukan sisi kesia-siaan dari tembok besar China…
        ekspansi besar2an mongolia tidak pernah bisa dibendung dengan pembangunan tembok raksasa… bahkan suku mongol menggunakan celah2 yang ada untuk mengekspansi China…
        pada akirnya tembok besar China menjadi warisan dunia karena ukuran dan umurnya tetapi bukan karena fungsinya…
        mirip dengan ironisnya kapal perang terbesar Yamamoto, yang terkenal karena ukuranya dan bukan karena kesaktianya meskipun dibutuhkan jauh lebih banyak torpedo dan bom untuk membuatnya tenggelam…

        •  

          sebagian besar tembok besar cina dibangun pada masa dinasti Ming seusai serangan membabi buta suku mongol semasa jengis khan sampai cucu2nya yg menghasilkan sinifikasi mongol yaitu dinasti yuan yg akhirnnya dikalahkan dinasti Ming.

          Yamamoto itu jenderal angkatan laut kekaisaran jepang yg mungkin bung maksud kapal perang Yamato yg cetak birunya dihilangkan jepang sendiri setelah sekutu mendarat di jepang

          •  

            wah terima kasih koreksinya bung Anu…

            Yamato… bahkan oleh angkatan laut Jepang disebut Hotel Yamato karena lebih banyak digunakan untuk pelayaran safari, terlalu takut rusak jika dipakai perang….

            dan benar sekali kalau tembok besar China dibangun beberapa dinasti berbeda dan Ming adalah dinasti terakir yang melanjutkan pembangunan setelah China diobrak abrik oleh suku mongol di era Jengish khan yang dilanjutkan sampai ke Kubilai Khan…
            Karena bangsa Mongol sejatinya adalah bangsa no maden, mereka tidak mampu mempertahankan dominasi dan akirnya mereka kalah di era dinasti Ming… dan pada saat itu pulalah berakirnya kejayaan bangsa mongol…

    •  

      Keadaan status negara(pringkat ekonomi politik) menentukan cara dagang dan bisnis suatu negara…tapi dengan pemerataan status bisa jadi perubahan juga terjadi.
      Contoh produk sista sekutu yang dulu terkesan hanya peruntukan negara negara sekutu kini bisa dimiliki negara non sekutu….karna bukan hanya sisi ekonomi semata politik ikut serta memainkan peran penting dalam suatu perdagangan…
      Jadi kata monopoly perdagangan istimewa sukar dilakukan bila banyak nya persaingan atau prodak serupa…
      Seperti yuluantoro menganalisa penjualan produk sista usa yang terkesan mewah lalu ditawarkan pada kita…tapi dia hanya melihat itu karna kita membeli produk rusia….tanpa mempertimbangkan nilai ekonomi dan politik nya…

      •  

        “Seperti yuluantoro menganalisa penjualan produk sista usa yang terkesan mewah lalu ditawarkan pada kita…tapi dia hanya melihat itu karna kita membeli produk rusia….tanpa mempertimbangkan nilai ekonomi dan politik nya…”

        kapan saya membuat analisa seperti yang anda tuliskan???

        Saya tidak suka karena cara politik USA yang selalu mengikuti dalam setiap kebijakan penjualan senjata…
        1. dibutuhkan persetujuan senat untuk ijin pembelian senjata
        2. USA selalu menyertakan persyaratan dalam penggunakan alutista dari USA

        Saya mendukung jika Indonesia membeli F-16 baru (bung Agato tahu ini), tetapi bukan yang bekas seperti F-16 Block 52id… saya mendukung Indonesia membeli Apache, saya juga tidak masalah Indonesia membeli AMRAAM karena itu dibutuhkan sayap tempur Indonesia terutama untuk versi pespur barat dimana pespur buatan Russia sudah komplit rudalnya…

        •  

          Maaf kalo bung tidak pernah komen kayak gitu…saya sering pikun sih maklum dah remaja…
          Kata democrazy kadang malah buat ribet…termasuk prosedur penjualan sista…dan itu ada baik dan buruk nya…!!!
          Satu meminimalisir penyalahan penjualan senjata termasuk korupsi…kedua meminimalisir penyalahan pengunaan senjata…termasuk penjualan senjata pada pihak pihak yang bermasalah…!!!
          Tapi itu semua teori…pada kenyataan nya semua berdasar pada politik amerika dan penguasa di amerika…!!!
          Jadi tidak mutlak harus ribet bila penjualan mendukung dan sejalan dengan negara penjual…dan itu semua berlaku pada setiap negara produsen senjata…bohong bila semua hanya untuk bisnis semata mata…apa lagi berkenaan dengan sista strategis…
          Contoh turki dengan S400 nya…orang hanya tau turki memesan $400 tapi tidak tau proses panjang didalam nya termasuk lobi loby politik dan perjanjian perjanjian…dan itu banyak melibat kan negara ketiga…!!!

          •  

            nah…

            S-400 dibeli Turki… justru pertanyaanya mengapa Turki membeli S-400?? padahal USA sudah menawarkan Patriot… dan USA setengah mati berusaha menjegal pembelian S-400 oleh Turki…

          •  

            Turki membeli S-400 sebagai bargaining power penggertak, seperti kita tahu Turki bermaslah dgn pemberontakan etnis kurdi, dan elit2 politik As terutama dari kalangan demokrat dgn sistem liberal demokrasinya yg mendukung berdirinya negara kurdistan sebgai penyeimbang geopolitik Isreal dgn tetangga2nya, ini belum menyanggkut ambisi Erdogan sendiri dgn kebijakan luar negerinya yg terkesan agresif juga jdi alasan adanya kudeta 2016

          •  

            Kan russia pernah menawarkan s400 ke pada amerika, yaa wajar saja kemenhan russia mengatakan s400 lbh baik dr pd patriot, lagian supaya amerika tdk ngampret itu teknologi, makanya russia pernah menawarkn s400 ke pada amerika
            😆 😆

          •  

            s-400 memang lebih baik dibanding patriot yg beda kelas

            Amerika udah punya seri S rusia yaitu S-300 dari tahun 1990an
            https://www.nytimes.com/1994/12/24/us/in-a-shadowy-marketplace-america-buys-russian-arms.html

          •  

            seperti yang di tuliskan bung Anu…

            Turki banting haluan membeli S-400 setelah kudeta yang gagal, sepertinya Erdogan sadar kalau dia menjadi incaran untuk di gulingkan…
            jika menilik dari kisah Saddam Husein dan Gadafi maka cara terbaik untuk mempertahankan diri adalah dengan membeli sistem pertahanan terbaik dari Russia…
            padahal sebelumnya Turki adalah sekutu utama NATO dan USA di konflik Suriah… bahkan saat terjadi insiden penembakan Su-24 oleh F-16 Turki, NATO dan USA lah yang justru di lapori oleh Erdogan sehingga membuat berang Russia…

        •  

          Anda jangan lupa, bahkan sampai saat ini, rudal yang dimiliki untuk mendukung operasi udara F-16 paling moncer hanya rudal jarak pendek sidewinder AIM-9 P4

          dan baru ditahun 2017 Indonesia membeli AIM-9X dan AMRAAM AIM-120C…

          https://jakartagreater.com/rudal-maut-jet-tempur-f-16-tni-au/

          •  

            Yang tidak sejalan dan bermasalah bukan hanya dari sisi produsen senjata semata bung…seperti amerika menawarkan F35 pada kita…xaxaxa…jelas kita tidak akusisi…mungkin nunggu versi hibah nya saja…!!!

          •  

            F-35… apa hebatnya pespur ini???

            kenapa tidak pernah turun dalam medan operasi militer???

          •  

            F35 apa hebat nya pespur ini…???
            Yang jelas ini pesat gen lima yang sudah operasional sepenuhnya…kalo yang lain entah lah…
            Kedua. konsep pesawat yang jadi contoh dan patokan pesat gen 5 lainya…walau mungkin sulit diakui…!!!

          •  

            sindrom tank Tiger terlalu menguras sumberdaya dan biaya produksinya

            bahkan trump sendiri ngasih petunjuk bahwa f-18 peswat idolanya yg bekerja optimal

          •  

            Mmng sulit diakui maka dirahasiakan aming lee itu sipria
            😆 😆

        •  

          Panjang bener nih komentar. Gini Bung Yuli. Pembelian F-16 blok 52 ID itu dilakukan untuk mencapai MEF 1, tujuan MEF 1 adalah menambah daya tempur dan kalo bisa memperkuatnya. Masalahnya jaman segitu, hanya cukup buat beli F-16 Viper enam unit aja. Walaupun canggih dan baru, mana cukup untuk memperbanyak dan memperkuat daya tempur TNI AU. Makanya USA datang dg hibah F-16 tadi. Cukup dg ongkos senilai 6 F-16 Viper, bisa dapat 34 F-16 yg udah diupgrade. Kan lumayan tuh. Jadi ya, bukan salah USA atau LM dong.

          Buktinya Rusia juga pernah nawarin Kilo project 887 bekas AL Rusia sepuluh unit. Namun karena rekondisinya butuh biaya yg lebih besar dari budgetnya dan konon kata Pak Pur, dibilang sudah tak layak pake makanya ditolak. So, apa salahnya kalo nerima alutsista bekas yg diupgrade. Kan kedua pihak juga sama-sama diuntungkan. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

          •  

            nah…. coba baca lagi komen saya…

            saya tidak menyalahkan USA… tetapi saya menyalahkan pemilihan pembeliannya… karena pesawat tempur itu sangat sensitif, pesawat semakin tua akan semakin rentan, entah itu rusak karena sudah tua atau kemampuanya yang memang sebenarnya memang secara fisik peruntukanya untuk generasi Block 25…

            ga masalah beli bekas, tetapi ya jangan yang terlalu ekstrem… Block 25 itu diatas Block 15 sedikit… kenapa bukan mengejar Block 30/40??? meskipun dapatnya lebih sedikit…
            atau memang sebenarnya hanya akan dijadikan sebagai pesawat sela untuk menambah jam terbang pilot, dan kemudian menggantungkan asa kepada kemampuan Flanker sebagai kekuatan udara utama???

            Membeli Kilo jauh lebih strategis daripada Cangbodo… jelas berbeda perbandinganya dengan kasus F-16 hibah… Kilo class dikenal dengan black hole dan dilengkapi dengan kemampuan menembakan rudal, dengan mengoperasikan kapal selam tua sekalipun China bisa menembus gugus pertahanan kapal induk tanpa terdeteksi… apakah pespur F-16 hibah bisa melakukanya??? Kilo class dikenal dengan “Black Hole” saking sulitnya dideteksi, hla kalau F-16 Block 52id???

          •  

            maaf ikut nimbrung

            Kasel Kilo yg dimaksud bung agato adlah Kilo project 887 yg bangun di tahun 80an semasa uni soviet

            refurbishnya jelas mahal karena pernah tergadaikan oleh angkatan laut rusia karena ekonomi rusia sendiri yg jeblok di tahun 90an

  4.  

    Memang joos ini S400, sdh terbukti dgn S300 saja israel sdh mingkem hee

  5.  

    Sekarang ini yg terbaik masih tetap S400 itu bagi pengamat yang jujur yang masih menggunakan akal

    😎 huehuehue

    •  

      kalau S-400 tidak sekuat itu, USA tidak akan sampai repot2 memberikan sangsi kepada semua negara yang berniat membelinya… sepertinya ke India mereka mikir2 karena potensi besar yang dimiliki India sebagai tempat jualan alutista…

  6.  

    perbedaan doktrin militer dimana yg satu supremasi udara harus dicapai dlm bentuk apapun dn kunci sukses pertempuran.
    dan yg satu fokus mengembangkan antidotnya tolak bala supremasi udara

 Leave a Reply