Jul 082017
 

Konsep Pesawat Tempur Siluman TAI TF-X Turki

Ankara – Apa yang dilakukan Turki terhadap Indonesia merupakan cara baru dalam memandang sebuah pengembangan konsep kerja sama bilateral. Negara yang berada tepat di perlintasan Eropa dan Asia itu, selalu memiliki cara dalam mengembangkan ekonominya.

Ankara, sebagai Ibu Kota Negara, wilayah itu sama sekali tidak sesubur tanah Jawa di Indonesia, yang kaya dengan gunung vulkanik aktif. Sementara Ankara lebih mirip sebagai stepa dengan rumput kering dan tanah yang tandus. Namun, sebagai ibu kota negara yang pernah dikuasai Dinasti Ottoman, Ankara merupakan pusat pemerintahan sekaligus kota bisnis, yang sangat nyaman bagi investor asing.

Konsep-konsep kerja sama yang berbeda ditawarkan mereka kepada Indonesia, mengiringi hubungan kedua negara yang memiliki cerita kesejarahan yang amat panjang.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi setuju bahwa ada banyak hal yang membedakan kerja sama ekonomi dengan Turki.

“Yang membedakan kerja sama industri strategis antara Indonesia dengan Turki adalah dengan Turki kita mampu melakukan kerja sama yang sifatnya ‘joint development’ dan ‘joint production’,” ujar Retno.

Turki tidak mau membangun sebuah kemitraan yang sekadar pepesan kosong, melainkan konsep kerja sama yang konkret dan berwujud nyata.

Sederet kemitraan khususnya di bidang industri strategis sudah mulai terealisasi secara konkret, lihat saja dalam hal pengembangan power ship atau kapal pemasok listrik antara PT PAL dengan Karadeniz Holding yang sudah membangun 4 “power ship” pertamanya dengan kapasitas 36-80 MW.

Kerja sama ini memungkinkan terpenuhi pasokan listrik di wilayah-wilayah “byar pet” di Tanah Air.

Lebih jauh, dengan Turki, Indonesia juga sudah memiliki “agreement on defense industry cooperation” sejak 2010.

“Dan pada saat 2015 kita sudah ada kerja sama komunikasi pertahanan HF Software Defined Radio, antara PT LEN dengan Aselsan Turkish, Alat itu untuk memenuhi kebutuhan peralatan komunikasi terutama di wilayah-wilayah perbatasan,” kata Menlu Retno.

Selain itu, ada kerja sama antara PT Pindad dengan FNNS untuk joint development dan production tank medium modern dengan kapasitas 30 ton.

Sebuah tank tempur skala menengah yang sudah mulai dikerjakan oleh kedua perusahaan, bahkan telah diluncurkan pada Mei 2017. Prototipe-nya akan didemonstrasikan pada saat HUT TNI, Oktober 2017.

Kemitraan Konkret

Turki tidak ingin berlama-lama dengan sebuah dokumen tanpa kerja nyata. Negara yang mengalami revolusi paling bersejarah di masa pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk itu, benar-benar mengagungkan kemitraan yang konkret.

Kerja sama joint development antara PT Dirgantara Indonesia dengan Turkish Aerospace Industries untuk pengembangan pesawat CN generasi terbaru menambah daftar panjang, yang membuktikan nyatanya kerja sama yang ingin diwujudkan Turki dengan Indonesia.

Selain pengembangan pesawat untuk CN 245, dua perusahaan yang bermitra itu juga memulai pengembangan pesawat nirawak alias drone kelas “medium altitude long endurance” untuk kepentingan patroli di wilayah perbatasan.

“Dari data tadi ada beberapa kerja sama yang dilakukan dengan Turki, dan tampak sekali kita cukup maju untuk kerja sama industri strategis dengan Turki. Kita sudah banyak melakukan kerja sama untuk development dan production,” ujar Menlu Retno.

Tak hanya sampai di situ, Turki bahkan menginginkan kerja sama dikembangkan lebih jauh hingga menjangkau ke level pemasaran.

Untuk produk-produk industri strategis yang dihasilkan dari kemitraan perusahaan dari dua negara, Turki menyatakan berkomitmen memasarkannya di wilayah Timur Tengah dan Eropa. Sementara Indonesia diharapkan memegang pasar di wilayah Asia Pasifik khususnya kawasan ASEAN.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pun turut membenarka potensi perdagangan sektor industri strategis Indonesia-Turki sangat besar dalam beberapa tahun terakhir ini.

“Saya juga surprise, mereka ternyata ‘advance’ untuk industri strategis. Saya yakin pesawat F-35 milik Amerika dan pesawat serupa yang dikembangkan oleh Turki tidak kalah teknologinya,” kata Enggartiasto.

Oleh karena itulah, peluang itu akan digarap Enggartiasto dalam sebuah kerja sama di bidang alutsista untuk meningkatkan volume perdagangan dua negara.

Ingin Akselerasi

Turki menjadi bukti betapa sebuah kerja sama alias kemitraan, bukan sekadar menjadi bahan bahasan di meja diplomasi, melainkan diwujudkan dalam hal yang riil di lapangan.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani, melihat Turki sebagai peluang pengembangan pasar dan sumber investor yang besar dalam berbagai bidang.

Hanya saja Rosan P. Roeslani meminta perlunya bagi Pemerintah Indonesia untuk mulai menghapus hambatan perdagangan, termasuk tarif atau bea masuk sejumlah komuditas strategis antara kedua negara.

“Sebagian besar masalah soal harmonisasi kebijakan. Pelaku usaha Turki cukup puas dengan beberapa investasi di Indonesia tapi mereka ingin akselerasinya lebih cepat,” ujar Rosan.

Serupa disampaikan Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan yang ingin meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara secara konkret.

“Pada 2016 naik menjadi 6 miliar dolar, angka baik tapi tak cukup memadai karena kita mempunyai potensi besar. Kita telah memliki target untuk memiliki volume perdagangan 10 miliar dolar AS,” ujar Erdogan, dilansir ANTARA, 7/7/2017.

Barangkali Presiden Turki memiliki banyak kesamaan dengan Presiden Joko Widodo yang selalu ingin sebuah kerja nyata.

Wajar jika kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke Turki menjadi harapan yang besar, khususnya bagi sebagian pelaku industri strategis untuk mewujudkan rencana besarnya, mengkontribusikan kinerjanya bagi perekonomian Indonesia.

Bagikan:

  28 Responses to “Kemitraan Strategis Indonesia – Turki, Dahsyat”

  1.  

    Ini baru sahabatttt

  2.  

    Ada ni hanya mendengar komen sahaja

  3.  

    Seharusnya indonesia harus memperbanyak bersahabat dgn negara spt turki yg kerjasamanya saling menguntungkan dan hasilnya konkret

  4.  

    Turki dalam benaknya ingin mempersatukan Islam di seluruh dunia ,dan kita orang Indonesia harus dukung itu sampai mati ,Turki mantap

  5.  

    Waooww.

  6.  

    Turki maju pesat d bidang militer karna menjadi anggota NATO dan ketika mendapat ToT mampu m3ngembangkan industri militer scra mandiri.
    Kasus terbaru ketika Turki ingin membeli S400 dan Rudal hanud China yg d tentang eropa. Sampai sekarang Turki msh sulit keluar dari kemitraan dg NATO

  7.  

    indonesia lebih mantab kalau selalu dekat dengan KORSEL , TURKEY , INDIA , RUSIA ,

  8.  

    Pak Erdogan top…

  9.  

    seandainya kita cuekin bangsa barat. fokus dengan turki dan timteng serta afrika. mereka bangsa barat bakal kelimpungan. coba deh.

  10.  

    Bang toyib emng mantap

  11.  

    Turkey Itu Sekutu Nato Bung, Malaysia Juga Sama Sukutu Amerika Hehe

  12.  

    Nama pesawatnya aduhhh…..

  13.  

    Suatu saat bangsa indonesia akan mandiri n berdikari.seperti negara lain yg selalu berada diketiak negara lain yg selalu diatur n diurusin negara y tanpa ada harga diri lagi seperti kacung dinegara sendiri

  14.  

    TAi kg ada yg lebih keren ge
    nm tai klw masyArat indonesia
    Dah lah kg usah di sebutin ha ha

  15.  

    gitu dulu waktu f16 turki nembak sukoi rusia, es degan selalu dicemo’oh. Eh skrang dipuja-puja 😛

  16.  

    Sabtu, 08 Juli 2017 – Nasional

    TNI AU akan Uji Tembak Rudal Chiron terbaru di Laut Bulukumba

    TNI AU akan meluncurkan 4 rudal terbaru buatan LIG Nex1 Korea Selatan dari perairan Bulukumba pada hari Kamis tanggal 13 Juli 2017.

    Peluncuran 4 rudal jenis Chiron ini dalam rangka uji coba persenjataan baru milik TNI. Rudal tersebut merupakan salah satu rudal generasi terbaru di kelasnya. Selain itu akan diujicobakan penembakan 200 butir peluru dari meriam penangkis serangan udara Oerlikon merupakan senjata buatan Swiss dan diproduksi tahun 2014. Senjata ini memperagakan serangan musuh dengan menembak drone sebagai sasarannya.

    Meriam itu bekerja efektif sejauh empat kilometer, dan mampu menghancurkan sasaran udara berupa pesawat jenis apapun, serta bisa menghancurkan rudal, roket dan mortir yang datang menyerang. “Kita memasang Radar yang mampu mendeteksi serangan musuh, sehingga penembak akan menyerang jika ada hal-hal yang mengancam Indonesia,” ujar Dan Yunit Radar, Komando Operasi Angkatan Udara II, Lettu Pasukan Hari P disela rapat persiapan di ruang rapat Bupati, Jumat (7/7/2017). Ujicoba ini digelar Paskhas Komando Operasi Angkatan Udara II di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Bonto Bahari.

    Sedikitnya 150 personil TNI AU dan 14 Jenderal dari Mabes TNI Angkatan Udara akan hadir menyaksikan ujicoba untuk pertama kalinya di Bulukumba itu. “Pemilihan Bulukumba sebagai lokasi uji coba dikarenakan wilayahnya yang luas dan strategis. Serta wilayahnya masih kurang dilewati kapal ataupun pesawat sehingga menurutnya aman dilakukan uji coba,”kata Hari.

    Untuk satu peluru, Hari mengaku Indonesia harus mengeluarkan biaya tinggi yang perkiraan mencapai puluhan juta untuk satu amunisinya saja. Namun hal tersebut merupakan hal yang murah untuk menjaga keamanan negara. Bupati Bulukumba, A.M Sukri Sappewali mengaku bangga pelaksanaan ujicoba dilakukan di Bulukumba. “Bulukumba adalah bagian dari NKRI, ini adalah uji coba pertama untuk senjata baru tersebut,” ujar AM Sukri Sappewali.

    Sukri meminta kepada aparat pemerintah kecamatan dan desa kelurahan untuk mensosialisasikan rencana uji coba senjata pertahanan tersebut kepada masyarakat. Termasuk kepada para nelayan untuk tidak melaut di areal sekitar PPI Bontobahari.

  17.  

    Klo oerlikon jangkauannya cm 4km gmn bisa ngejangkau pespur yg trbang diatas 4000m ya? Apa gk ada yg jangkauan diatas 5rb?

  18.  

    Klo oerlikon jangkauannya cm 4km gmn bisa ngejangkau pespur yg trbang diatas 4000m ya? Apa gk ada yg jangkauan diatas 5rb?

  19.  

    Tank medium & UAV MALE sudah, tinggal kasel U-214 yg blm deal

  20.  

    Empat jempol untuk kemitraan INDONESIA-TURKI, bisa jadi ini akn mnjadi kemitraan paling strategis dan terbaik, mengingat kesamaan pola pikir turki dan indonesia.

  21.  

    Mantap kerjasamanya!

  22.  

    Tolong helikopter sekalian, kasian gandiwa nya

 Leave a Reply