May 042014
 

Ken bersama teman-teman di ITB-nya membangun Roket

Liem Kengkie atau Ken Liem Laheru dilahirkan pada tanggal 23 Agustus 1935 di Kadugede, Kuningan, Jawa Barat dari ayah bernama Liem Swie Ho dan ibu bernama Tan Pin Nio. Beliau lulusan Sekolah Menengah Kristen. Beliau pernah kuliah satu tahun di Jurusan Mesin, Institut Teknologi Bandung, sebelum akhirnya diterima di program studi Teknik Mesin di RWTH Aachen, Jerman Barat, untuk mengejar impian menjadi seorang insinyur aeronautika yang mampu merancang dan membangun pesawat terbang. Beliau mendapatkan gelar Diplom Ingineur (Dipl.-Ing) bidang aeronotika pada tahun 1960. Selanjutnya, beliau bekerja sebagai peneliti di Berlin Charlottenburg University. Ken Laheru sendiri studi di Jerman dengan biaya DAAD (pertukaran mahasiswa Indonesia-Jerman).

Keinginan yang kuat untuk mendidik generasi muda Indonesia membuatnya kembali ke Bandung, dan mengajar di Jurusan Mesin ITB bersama Oetarjo Diran pada 1961. Bersama sahabat terbaik dan koleganya Dr. B.J. Habibie, beliau mendirikan Sekolah Pengembangan Industri. Sekolah ini didedikasikan untuk pengembangan dan kemajuan industri pesawat terbang Indonesia, dan pelatihan insinyur penerbangan. Beliau dan Prof. Diran adalah salah satu pendiri Sekolah Teknik Mesin dan Dirgantara ITB.

Beliau bertemu Hilda pada bulan Mei 1962, dan keduanya menikah pada 16 Desember 1963 di Bandung. Pasangan ini memiliki tiga anak bernama Joshua, Daniel dan Suenya (Wenny). Keluarga beliau pindah ke Amerika Serikat pada 1 Mei 1969 pada saat terjadi kerusuhan politik di Indonesia.

Sedikit cerita Prof. Diran tentang kepergian Dr. Kiem ke Amerika.

Beberapa tahun kemudian, setelah adanya kerusuhan terhadap kelompok masyarakat keturunan (sekitar tahun 1969), Pak Liem Kengkie datang kepada saya. Dengan agak tersendat beliau menyatakan bahwa beliau terpaksa harus hijrah ke Amerika Serikat dengan alasan bahwa masa depan keluarganya memerlukan jaminan keselamatan, kenyamanan dan kesempatan hidup yang layak, yang diperkirakannya tidak mungkin akan diperolehnya di Indonesia. Keputusan pergi ini berat sekali bagi beliau dan keluarganya karena mereka adalah orang Indonesia yang lahir di Indonesia. Beliau mengatakan filosofi jus soli (kewarganegaraan berdasar tanah kelahiran) dan jus sanguine (kewarganegaraan berdasar keturunan).

Beliau biasanya menjadikan pegangan jus soli: dilahirkan di Indonesia, dus, orang Indonesia. Namun dalam keadaan ini, beliau terpaksa berpegangan pada jus sanguini, bahwa beliau adalah keturunan non-pribumi. Dan, keterkaitan daerah menjadi penting adanya ketika itu. Sekedar sebagai penguat diri yang saat itu tengah tertekan keadaan, beliau minta maaf dan merangkul saya, dan berkata, “Verzeihen sie mir, ich musse gehen.” Yang berarti maafkan saya, saya harus pergi. Beliau juga mengucapakan sepatah dua patah kata karya Goethe yang berbunyi kira-kira, “Was is das herz des menschens, dich (Indonesia) zu verlassen, den ich so liebe, und froh zu sein.” Artinya, bagaimana hati seorang manusia (yang) meninggalkan Indonesia, yang ku cinta yang (sebenarnya), senang menjadi (orang Indonesia).

Ken Laheru (Kanan) bersama temannya yg tergabung dalam DAAD

Saat itu saya tidak mencoba menghalanginya karena memang agaknya keputusan hijrah ini sudah mutlak dijadikan arah jalan hidup beliau dan keluarga. Beliau kemudian keluar dari ruangan saya, dan menutup pintu. Sisanya tinggal sejarah.

Pada 1980an, saya bertemu kembali dengan Kengkie setelah 20 tahun hanya berhubungan melalu isurat dan temu muka pada saat-saat yang langka. Beliau masih merasa berterima kasih kepada masyarakat dan tempat kelahirannya. Namun, dengan keluarga yang besar, dan kemampuan serta pengalamannya yang diperoleh di Morton Thiokol, beliau terpaksa mengambil keputusan logis bahwa kebutuhan Indonesia (dan kepentingan keluarga dengan anak-anaknya yang menjelang remaja) mengharuskannya untuk tidak kembali ke Indonesia. Dengan demikian, kita berpisah kembali, di kamar kerja saya yang saya huni selama puluhan tahun lamanya, dan kali ini, ternyata untuk selama-lamanya.

Penuturan Hilda, Isteri Dr. Ken…..

Ken bersama Hilda menghadiri acara Kenegaraan Prof. Habibie saat menjabat sebagai Presiden

Ken sama sekali tidak tertarik dengan politik, dan beliau sama sekali bukan anggota partai apapun. Beliau hanya tertarik dalam pendidikan. Tetapi, politik Indonesia pada pertengahan 60an mulai kacau balau. Ketidakpastian politik disebabkan juga oleh kesehatan Bung Karno terus memburuk. Gerakan pro dan anti Soekarno ada di mana-mana, dan ada kabar angin bahwa Bung Karno akan digulingkan (coup-d’etat). Puncak dari kekacauan politik terjadi pada tanggal 30 September 1965. Itu merupakan awal mula pembunuhan berdarah tujuh perwira TNI, dan awal mula ’perburuan tukang sihir’ (witch hunting) di semua institusi pemerintahan, termasuk ITB.

Ken sayangnya tidak menyadari bahwa institusi tempat dia mengajar (sekolah transisi untuk siswa Tionghoa dan Universitas Trisakti) didanai oleh Badan Permusjawaratan Kewarganegaraan Indonesia atau Baperki. Baperki dituduh sebagai anak organisasi Partai Komunis Indonesia oleh pemerintahan orde baru (Pemerintah Orba).

Sangat jelas dalam ingatan bahwa pada satu senja pukul 6, kolega Ken dari ITB bernama Mas Kamaludin datang ke rumah. Kamaludin adalah dosen yang lugas, dan beliau jelas-jelas tidak suka dengan gerakan anti-Soekarno. Beliau mengatakan kepada Ken bahwa beliau diinterogasi, dan beliau harus menyebutkan bahwa Ken mengajar di dua institusi yang didanai Baperki. Beberapa waktu kemudian, Ken mengetahui bahwa Mas Kamaludin ditangkap dan dibuang ke pulau Buru di Maluku.

Karena khawatir dengan keselamatan keluarga, Ken segera menghubungi teman dekatnya B.J. Habibie (Ken memanggilnya Rudi), yang saat itu masih bekerja di Jerman Barat. Ken meminta bantuan Rudi untuk dicarikan pekerjaan di sana. Rudi berhasil mendapatkan dua tahun kontrak untuk Ken di Hamburger Flugzeugbau (kemudian berubah nama menjadi Messerschmitt Bölkow Blohm) tempat Rudi bekerja.

B. J. Habibie dan Ken saat belajar di Jerman Barat

Dengan surat kontrak yang dikirimkan Rudi itu, Ken pergi ke Kementerian Pendidikan di Jakarta (dulu namanya P dan K), dan dapat surat persetujuan. Tetapi, Ken masih harus mendapat surat persetujuan dari ITB. Kemudian, ketahuan bahwa di ITB, surat Ken ditolak dengan dua suara. Sejak saat itu, saya selalu membayangkan ini: seandainya Ken diijinkan terbang ke Jerman dan bekerja dengan Rudi saat itu, saya yakin Ken akan kembali pulang ke Indonesia bersama Rudi pada 1974 untuk mendirikan industri penerbangan. Tetapi, keberuntungan masih belum berpihak kepada Ken.

Setelah gagal pergi ke Jerman dan kenyataan bahwa keluarga kami berada dalam situasi bahaya, Ken mencari kemungkinan lain, yaitu imigrasi ke Amerika Serikat. Ken mengatakan kepada kami bahwa meninggalkan ITB dan negerinya adalah saat paling menyedihkan dalam hidupnya. Tetapi, itu semua karena keadaan politik yang tidak menentu, dan kekhawatiran akan keselamatan keluarganya.

Menjalani hidup baru di AS

Ken menjadi warga negara AS pada 1974, dan dinyatakan ’meninggal’ di Indonesia (menurut kabar dari teman-temannya di ITB). Dengan pemikiran yang mendalam, Ken mengubah namanya sendiri dari Liem Kengkie menjadi Laheru (Lahir-Baru). Nama keluarganya, Liem, menjadi nama tengahnya. Nama barunya adalah ’Ken Liem Laheru’.

Seperti disebutkan sebelumnya, Ken sangat berminat dalam pendidikan dan beliau adalah guru yang berdedikasi tinggi. Kecintaannya adalah mengajar, bukan politik. Bahkan, ketika bekerja di Thiokol Aerospace (sekarang bernama ATK), salah satu hobinya adalah memberikan tutorial bagi siswa SMA untuk pelajaran-pelajaran yang mereka paling perlukan.

Kembali lagi ke awal cerita…

Beliau diterima dalam program doktoral di teknik mesin di University of Utah di Salt Lake City, Utah. Beliau mendapat gelar Ph.D. dalam bidang mekanika retak dengan disertasi berjudul: “Thermomechanical Coupling in Visco-Elastic Fracture”. Dr. Laheru aktif menulis jurnal ilmiah internasional. Sebagian diterbitkan sebagai laporan teknik di NASA (misalnya: Thermomechanical coupling in fatigue fracture of viscoelastic materials, NASA Technical Report, 1975).

Morton Thiokol (Sekarang ATK)

Setelah menyelesaikan program Ph.D., beliau dan keluarganya pindah ke Brigham City, Utah, di mana beliau bekerja sebagai insinyur senior atau ilmuwan bidang desain di Morton Thiokol (kini bernama ATK). Selama 30 tahun karirnya, beliau membantu pengembangan suatu metode untuk memprediksi perambatan retak pada struktur roket serta mengembangkan model baru untuk memahami dan memprediksi perilaku roket propelan padat. Beliau pensiun dari Morton Thiokol pada bulan September 2001. Beliau dan istrinya kemudian pindah ke North Salt Lake, Utah.

Sejak kecil beliau gemar belajar, dan mempunyai banyak hobi termasuk kecintaan terhadap Bahasa asing. Beliau adalah penutur asli bahasa Indonesia dan Sunda. Beliau fasih berbahasa Belanda dan Jerman, dan memahami percakapan dalam bahasa Norwegia, Spanyol, Italia, Prancis dan Jepang. Selain itu, beliau memiliki apresiasi mendalam terhadap musik, dan senang bermain tenis serta ski bersama anak-anaknya atau teman. Beliau juga suka berbagi pengalaman hidup dengan keluarganya dan teman-teman dan untuk menemukan makna dan positif dalam segala hal. Beliau orang yang baik dan lembut.

Dr. Ken L. Laheru wafat pada 2 Mei 2011. Disemayamkan di Saint Olaf Gereja Katolik, Bountiful, Utah pada hari Sabtu, 7 Mei, 2011.Selamat Jalan Dr. Ken L. Laheru terima kasih sudah membantu membangun bangsa ini, semoga arwah beliau diterima disisi Tuhan YME.

(Sumber : 50 Tahun (1962-2012) Aeronautika & Astronautika ITB dan Friend)

  68 Responses to “Ken Liem Laheru, antara “Jus Soli dan Jus Sanguine””

  1. Ijin share sejarah lagi bung Admin, Kalau ada salah mohon Koreksi ya warjager… 😀
    Bung Lare, janji saya lunas ya 😀

    • Tolong juga bung jalo di ulas tentang bapak helikopter indonesia kayaknya di jkgr blm pernah di posting
      Matur nuwun

    • bung sekalian buat naikin nasionalisme dan cinta produk INA bisa di angkat berita tentang ekonomi INA yg kabarnya meroket dari peringkat 10 dari 16 serta kesadaran pemerintah yg agak terlambat tentang subsidi BBM untuk MEA 2015 nanti… hehe

    • Tidak ada lagi Cina bung!!!!… Yang ada Tiongkok… Nerd!!!!

    • ya bang, mereka emang orang2 pekerja keras n pinter..ampe2 dibuatin hadisnya ma kanjeng nabi..carilah ilmu ampe negri cina..

    • ane kagak bilang semua ato sebagian ato oknum, silahkan aja ente peratiin orang2 sekitar ente..

      betul, tapi maksud ane bukan disitunya..
      penekanan ane pada ajaran yg dibawa oleh agama salah satunya kayak yg ente bilang, dihadapan tuhan semua sama, kenapa kita yg hanya manusia masih membeda2kan antar manusia..geto..

    • Maaf teman2 semua, dalam diskusi di warjag ini, sudah jelas bahwa Landasan Ideologi Warjag adalah Pancasila.
      dan di dalamnya juga ada Motto kita “Bhineka Tunggal Ika”.

      Kami kira sudah jelas , terima kasih.

    • coba bung lare panggil koko/cici dg sebutan mas/mba klo tdk didamprat(pengalaman pribadi karena saya dari jawa).saya puterin lokalisasi 3 puteran..

    • He he bung semut geni…saya manggil orang cungkuo yg jadi control unit di kantor saya dgn sebutan mbak :mrgreen: gmana coba? 😀

    • Assalamualaikum wr.wb
      @bung lare 🙂
      @bung jalo keren banget artikelnya sampai-sampai bisa membakar semangat para pembacanya 😀
      ow ya bung jalo, request emotion ya, saya cuma bisa emotion 🙂 sama 😀 doang yang lainnya gimana, kasih tau dong wehehehe

  2. keduax..thx bung jalo artikelnya mencerahkan membahana bung..

  3. Mengharukan….. terkadang politik memang kejam…makanya ada yang mengakan…poly-tick (poly=banyak, tick=kutu).

  4. saya yg awam dengan sejarah sangat terbantu dengan artikel semacam ini bung Jalo, terus munculkan tokoh2 yg lain yg jarang ter-ekpose yg dengan jiwa raganya telah memberikan yg terbaik buat ibu pertiwi,
    Terus berkarya bung…..
    senggol bung Nara ah(mana nih hoaxxnya)

  5. Pertamax

  6. Sangat menyentu & mengaharukan itula kejamnya politik sampai sekarang, harusnya pemerintah memikirkan aset yg begini ini kan sayang oerang pintar sangat cinta almamater itb & indonesia hanya karena politik akhirnya negara lain yang memakai ilmunya semoga bisa menjadi cerita teladan buat anak cucu kita salam thank

  7. Sangat menggugah perasaan … Mohon ditulis cerita tentang pahlawan Jhon Lie dong … Nah ngomong-ngomong pada tau ga bang pitung juga keturunan tionghoa loh … Ini jagoan ane … He he he …

    • Kalau Jhon Lie sudah banyak Bung Sea, di wikipedia juga ada…
      Ini saya bantu link-nya, http://id.wikipedia.org/wiki/John_Lie semoga terbantu….

      Nah saya gak tahu Bang Pitung keturunan Tionghoa, mungkin Bung Sea mau membantu kita memberikan gambaran siapa beliau… 😀

      • usman harun adalah pahlawan ok saya pernah berceerita dgn alm akbp hank tanin bahwa keluarga ada yang korban sebagai marinir di saat konfortasidiwaktu itu sehingga saat singapure menpermasalahkan ini saya teringatt akan cerita tsb dan kalau melihat foto dari kedua pahlawan tsb justru harun lebih mirip dgn saudara yang lain ditimor karna diwaktu itu begitu banyak sukarelawan yang berangkat sebagai taruna taruna bangsa yang siap melakukan tugas negara tapi saya tidak berani karna tidak ada bukti bahwa dia salah seorang yang dimaksud anak keturunan dari timor yang berangkat melakukan tugas negara munkin ada yang tau asal uasul usman harun tsb untuk menambah wawasan

  8. Saya cuman bisa bilang Alhamdulillah, dengan ini modal untuk membangun kemandirian negara kita Insyallah bisa terlaksana… 😀

  9. Trenyuh bung Jalo, Prihatin sekali membaca kisah yang bung Jalo sampaikan. Kesannya selalu ada saja potensi warga negara yang disia-siakan negara. Yang nampak saja cukup banyak apalagi yang tidak berbilang. Semoga ke depan negara tidak melakukan kekeliruan yang sama pula, nasib diaspora Indonesia yang bermukim di luar negara agar dapat segera diserap sumbangsihnya. Amien.

  10. Terimakasih Bung Jalo, jujur baru dengar salah seorang putra bangsa macam beliau. Sepertinya banyak potongan potongan sejarah yang belum kami ketahui.

    • banyak bung, ada Prof. Said yg jago dalam teknologi kontra aerodinamis (F-117 Night Hawk), manuver Sukhoi F-27 Pugachev Cobra, F-16, HiMat (Pesawat eksperimen tanpa awak bermanuver tinggi buatan NASA), pesawat Stealth, X-perimental Aircrat, RPV (Remotely Piloted Vehicle) atau UAV dll. Lalu ada Prof. Sulaiman Kamil yg skrg di Boeing, Prof. Josaphat, Prof. Surya, Ir. Sulistyo Atmadi, Liem Tiang Gwan, Dr. Yogi Ahmad erlangga, dan masih banyak lagi… :mrgreen:

  11. Artikel yang bagus om Jalo.. kalau Liem Tiang Gwan sang ahli radar pantas diangkat ke JKGR tidak om ? Kalau bisa diulas dong om.. Puluhan temuannya diakui berstandar internasional, kini sudah dipatenkan.
    Terimakasih.

  12. Begitu hebatnya generasi ORBA mengharu-birukan kehidupan dan potensi bangsa ini. Bahkan saat ini masih sempat berusaha bangkit dengan motto masih penak jamanku tho? Bagi anda yang masih kagum dengan kehebatan generasi orba, dan ingin menciptakan Laheru-laheru yang lain, orang-orang hebat yang terpaksa minggat dari negeri yang dicintainya, ada tuh penerus dinastinya, lagi cari-cari partai menengah untuk mendukung jadi capres sambil naik tunggangan mahal dan memamerkan kekayaan yang entah dari mana asalnya….

    • ANDA TERBAWA ARUS NAHI MUngKAR BUKANKAH LAHERU LAHERU SAAT ORLA/ JADI MASA LAH ORBA JUGA ADALAH RANCANGAN ASING TERHADAP NEGRI INI /maka renungkan dulu semua artikel baru ulasan di angkat sehingga tidak terjadi perpecahan atau saling menyalahkan baik buruk suatu kepemimpinan tentu ada tujuan demi nkri

    • ..cari dulu dong sumber kekayaan dari mana. Baru nulis komentar, jangan bikin opini, yang kita sendiri tidak tahu pasti, paling hanya dari katanya-katanya. Kalau tidak betul sangkaan kita jadi fitnah.

    • hhmmm siapa tuh?

  13. Mantap artikelnya Bung Jalo…… Two Thumbs 🙂

  14. pelajaran sejarah 2 SKS,, suwun pak Dosen 🙂

  15. Terima kasih Bung Jalo. Tambah perbendaharaan saya.

  16. Artikelnya bagus banget Bung Jalo, request sering-sering yang kayak begini ini ditampilin yah Bung… :mrgreen:

    • Siap bung PS, saya juga menunggu artikel2 sejarah dari Bung PS terkait masalah KS juga. 😀
      Hari ini tentang Ken Laheru yg berhasil memasukan laporan teknik menjadi jurnal di NASA. nanti kedepan saya mau buat Prof. Said yg jago dalam teknologi kontra aerodinamis (F-117 Night Hawk), manuver Sukhoi F-27 Pugachev Cobra, F-16, HiMat (Pesawat eksperimen tanpa awak bermanuver tinggi buatan NASA), pesawat Stealth, X-perimental Aircrat, RPV (Remotely Piloted Vehicle) atau UAV dll.

      Biar teman2 tahu kualitas ilmuwan kita, 😀

      • Siip Bung, ditunggu lho yah…. :mrgreen:

      • adalagi seorang dari ntt yang berkarya di nasa yang didalam artikel 28 oktober dot com disertasi nya dikuasai militer yang nota bene tidak boleh ikut terlibat produksinya semoga penggemar jkgr bisa kenbangkan kisahnya

        • orang tersebut ariston tanone yang saat itu persiapan rektor uksw masa depan dan hal tsb mengambil gelar DR di us tapi entah mengapa nasa merekrutnya sebagai ahli di bidang aplikasi laser dan pernah melakukan interaktif dengan mahasiswa mipa unwira kupang saat berlibur di ntt

          • Wah terima kasih infonya bung, saya coba telusuri… terima kasih ya 😀

          • Yang saya tahu ahli laser kita namanya Prof Nelson Tansu, PhD yg mendapat gelar Profesor di Universitas Lehigh di umur 32 tahun. Kalau boleh tahu namanya siapa ya bung ??

      • Hasil karya prof said keren bgt bung jalo dan cukup membuat penasaran krn ilmu2 tsb memang sgt dibutuhkan skg oleh negara kita.

        • Iya bener bung Ihsan, Prof. Said sudah kembali kesisi yg maha kuasa pada bulan Juli 2008. Tapi beliau sudah mengajarkan ilmu penelitian2 tersebut kepada anak2 didiknya. Sayangnya sekarang mereka banyak tersebar di luar negeri dan membantu pengembangan negara lain.

    • bung ps kalau soal astuti itu bnr ada ya?maaf oot.cuma minta pencerahan

  17. bung jalo@terima kasih artikelnya.
    membuat kita tahu bahwa indonesia ini adalah bangsa yang besar.
    dengan banyaknya suku bangsa di negara ini merupakan SDM yang seyogyanya bisa dipersatukan demi kemajuan bangsa.

    • Sama2 Bung Syaiful. Kayaknya kita perlu merubah sinofobia turunan penjajah yg sudah lama menghancurkan negara kita. Mari kita lestarikan kembali “Bhineka Tunggal Ika” 😀

  18. menambah wawasan mbah bowo; ang hau lang dikota ende flores dengan julukan anak soekarno semoga anak keturunan mau menanggapi dengan kisah kisah heroiknya atau warga kota ende tanpa ada unsur agama suku dan etnis Dikupang sendiri buah karya sukarno sebagai arsitek ada dijalan garuda dengan bangunan pebrik es balok minervanya yang telah kemakan usia ini merupakan hasil dari tjung kung seong yang mana anak keturunan nya tinggal di kota kembang mau membuka sejarah masa lalu yang berhubungan dana revolusi atau apapun itu sebagai sejarah perjuangan bangsa sehingga baik itu usaha marga tjung / PEGADAIAN PLN MINYAK BUMI YANG KEMUDIAN MENJADI BUMN sehingga dari kisah ini mungkin yang ada disumbawapun dengan usah tanone jaya yang bergerak dibidang bbm akan menangapi dengan sejarah masa lalu bukan mencari masalah tapi fakta sejarah saja

  19. nyimak biar tambah pinter kaya bung jalo..

  20. Betul bung kecik.bos saya aslinya tio hiap ngi. Tp di ktp di pake nama sariman widjaja.

    • ANDA BERUNTUNG BISA MENDAPATKAN NAMA TSB KARNA YANG NGURUS TIDAK MEMPERMASALAHKAN TAPI ADA PETUGAS YG MAU MENGIGATKAN KITA TENTANG SEBAB AKIBAT DARI IDENTITAS DIRI SEHINGGA GENERASI YANG AKAN DATANG TIDAK SALING MELAKUKAN PERKAWINAN KARNA PERNAH TERJADI ANTARA PEMUDA DARI PULAU ROTE BERTEMU WANITA DARI SULAWESI USUT PUNYA USUT TERNYATA KEKEK BERDUA MASIH SATU TURUNAN BERARTI KISAH TERSEBUT BERAKHIR DGN PENYESALAN CINTA TELAH MENDALAM TAPI STATUS KAKAK BERADIK APA DILANJUTKAN ATAU DI AKHIRI NAH LU PUSISNGKAN HA HA HA

  21. sebaiknya sebelum memberi saran. sebaiknya anda tour keliling nkri dari pesisir sampai puncak gunung anda survei, kami sendiri kadang kadang tertawa dgn pro kontra masalah ini koq bisa ya /entalah sejak abad ke berapa sehingga asimilasi ini terjadi, mulai dari wali songo sampai saat ini ; pro kontra tidak berakhir jangan sampai tidak memahami sejarah perjuangan bengsa seutuhnya, kalau versi orde baru ya mau apalagi untung adanya alm gusdur setidaknya rasis ini bisa mencair diantara kaumnya, bagi saudara yang mengalami trauma atau rasis yang menimpa mereka kita tidak bisa menyalahkan satu pihak saja seperti kasus 98 sampai mati pun mereka memgalami kegoncangan jiwa takut bertemu dgn kaum yg lain SALAH SIAPA

  22. saya generasi ke 8 yg lahir makan dan minum dari tanah dan air indonesia,jadi ini tanah air saya ,kami dikeluarga diajarkan bahwa ini tanah air kamu,tiongkok itu tanah leluhurmu,klo ditanya saya bisa bahasa asli leluhur saya.saya pastikan tidak bisa sama sekali.saya cuma bisa bahasa indonesia plus bahsa daerah sunda .BHINEKA TUNGGAL IKA.JAYALAH NKRI

  23. @bang maliq..
    ane quot diatas njepat terus, dimari aja yah..
    kelompok eksklusip ne sebenere yg harus dikikis, tapi susah kale ya, masak orang beli rumah ato mo tinggal didaerah mana harus di atur2 juga..

    kelompok masarakat eksklusip sebenere lebih riskan n rentan konplik, masarakat ekslusip ntu sebuah desa ato kampung ato daerah yg hanya diisi oleh 1 golongan ato etnis tertentu/sejenis aja didalam lingkungan masarakat yg beda..kalo senggolan ma kelompok eksklusip laen ato masarakat sekitar maka akan terjadi keributan sara kayak yg udah2..

    tempat bang kian udah top ntu, kuncinya emang cuman membaur..kagak kenal maka kagak sayang, kelompok eksklusip->kagak kenal->saling curiga->sentimen->benci->salah paham->rusuh sara..
    rumus pasti ntu..

  24. Sudah lama gak lihat komen dan analisis dari bung @Satrio, Bung Nowyoudont. Kemanakah beliau berdua?

  25. Terima kasih dan mari kita belajar sama2…
    Semoga kedepan Menteri Pendidikan yg baru bisa membantu masalah wawasan dan pemahaman kepada masyarakat kita. 😀

  26. dominasi politik dan ekonomi etnis tionghoa di singapore tidak membuat mereka menepuk dada mengatakan bahwa mereka “chinese”..
    Justru mereka bangga menjadi bagian dari singapore,mereka singapore bukan chinese!
    satu kali lee kuan yew pernah membuat murka beijing kerena statement nya yg mengatakan “jika china ingin maju,belajarlah dgn singapore”
    Jika saja sejak dulu etnis tionghoa di indonesia mendapatkan tempat yang sama sebagaimana wni “original”..
    Mungkin indonesia saat ini memiliki kekuatan ekonomi setara dengan amerika/barat,japan dan china..bahkan bisa saja dilevel teratas ekonomi dunia!

  27. figur egois and ndak patriotik babablas, di tempat saya ada contoh dokter keturunan, karena sekolahnya di bayari rakyat, nggak pernah beliau ngutip uang ke orang, dihormati oleh msayrakat, nggak pernah denger keluarganya atau dia kena rusuh, masalahnya rusuhnya slama ini kan motifnya lebih karna politik , bukan ras

  28. ane malah lebih kagum sama pak markus (bos maspion) , ini orang sumbangannya luar biasa buat rakayat

  29. Menurut ane indonesia itu bisa gampang terprovokasi karna pendidikanya kurang,kebnyakan masyarakat bawah itu tergoda dengan paham “kesetaraan” mereka salah mengartikannya,atau terlalu takut dan malas menghadapi dirinya kalah dari orang lain yg bekerja lebih keras dari diri mereka…….apa mungkin karena pembelajaran ideologi pancasila di sekolah sulit atau kurang di pahami ya? dan akhirnya berganti ideologi yg “rasis”

  30. pada saat itu memang tidak kondusif untuk tinggal di indonesia bagi minoritas

  31. seneng bisa baca artikel kaya gini lagi, seneng juga diskusinya jadi menarik, yg paham berbagi dengan yg tdk tau, dah lama kayaknya gak ada diskusi ky gini lg..
    salm bung Jalo, Ndan PS cak satrio..

 Leave a Reply