Kenaikan Tipe Lanud Natuna, untuk Jawab Tantangan

22
140
F-16 TNI AU
F-16 TNI AU

Padang – Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) I TNI-AU, Marsekal Pertama Yuyu Sutisna menyatakan personel TNI AU mesti siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi terkait sengketa di Laut China Selatan.

“Kita tidak terlibat konflik, namun kita harus siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi,” katanya usai upacara serah terima jabatan Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Padang, Selasa (12/1/2016).

Saat ini di Pangkalan Udara (Lanud) Natuna yang menjadi daerah dekat dengan Laut China Selatan dinaikkan tipenya menjadi tipe B.

“Dengan naiknya tipe Lanud Natuna, akan ada pembangunan sarana dan prasarana secara bertahap dan memungkinkan adanya pergelaran pasukan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Kenaikan tipe Lanud Natuna diikuti oleh enam lanud lain diantaranya: Lanud Padang, Lanud Palembang, Lanud Tarakan, Lanud Lombok, Lanud Marotai dan Lanud Marauke. dinaikkannya tipe tujuh lanud ini sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan per wilayah, diantaranya pesatnya pembangunan, perkembangan teknologi serta ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.

selain pertimbangan pembangunan, teknologi dan ancaman perubahan tipe lanud juga difokuskan untuk pendistribusian bantuan apabila terjadi bencana.

Dengan adanya pembangunan secara bertahap termasuk diantaranya landasan udara, akan mempermudah pendaratan pesawat terbang untuk mendistribusikan bantuan apabila terjadi bencana.

peningkatan tipe beberapa lanud ini juga upaya yang dilakukan TNI khususnya TNI AU dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Sumber : Antara

22 KOMENTAR

  1. mungkin di Natuna tidak akan 1 Skuadron full (1 jenis pespur) tapi dibagi 3 Flight berbeda jenis (1 Flight ada 4 pespur), karena terlalu rawan pespur utama di plot di Natuna. Selain itu, masih ada dukungan berupa 30 pesawat tempur yang terdiri atas 18 pesawat tempur dari Lanud Supadio, Pontianak dan 12 pesawat tempur dari Lanud Roesmin Nurjadin di Riau.
    Runway akan di rubah, Overlay dan pelebaran rencananya akan dilakukan, lebar 30 jadi 45 meter, sementara panjangnya dirasa sudah mencukupi 2,5 Km. Maksudnya jika keadaan darurat, mungkin pesawat bisa dua sekaligus terbang. Belum lagi di P. Sekatung akan ditempatkan Drone.
    Dari TNI AD akan ada penempatan Apache di Natuna ditambah pembangunan Lanal untuk kekuatan Laut.