Jan 162017
 

Suasana upacara peringatan Hari Dharma Samudera di atas geladak KRI Makassar-590, di Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya Jawa Timur, Minggu (15/1). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru/ama/17)


Prajurit TNI Angkatan Laut dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) memperingati Hari Dharma Samudera, di atas geladak KRI Makassar-590 di Dermaga Koarmatim Surabaya, Minggu (15/1).

Upacara Tabur Bunga dipimpin oleh Kepala Staf Koarmatim (Kasarmatim) Laksamana Pertama (Laksma) TNI I.N.G. Ariawan, mewakili Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto.

“Hari Dharma Samudera kita peringati untuk mengenang peristiwa heroik yang terjadi di perairan Laut Aru, Maluku, pada 15 Januari 1962,” kata Laksma Ariawan.

Pada peristiwa itu, tiga kapal cepat torpedo TNI Angkatan Laut, yaitu KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang, dan KRI Harimau, bertempur melawan dua kapal jenis destroyer, serta pesawat jenis Neptune dan Frely milik Belanda demi mempertahankan Irian Barat.

“Komodor Yos Sudarso gugur bersama awak KRI Macan Tutul dalam pertempuran ini, sedangkan KRI Macan Kumbang dan KRI Harimau selamat,” kenang Laksma Ariawan.

Pesan terakhir Komodor Yos Sudarso yang memimpin Armada RI dalam pertempuran itu, “Kobarkan semangat pertempuran”, terus dikenang sampai sekarang.

Kepala Staf Koarmatim Laksma TNI Irawan I.N.G. Ariawan melarung bunga ke laut saat upacara peringatan Hari Dharma Samudera di atas geladak KRI Makassar-590, di Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya Jawa Timur, Minggu (15/1). Peringatan tersebut untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan laut yang gugur pada pertempuran Laut Aru 15 Januari 1962. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru/ama/17)


Melalui Hari Dharma Samudera, menggambarkan bahwa prajurit TNI Angkatan Laut akan selalu mengenang jasa para pahlawan dan siap melanjutkan perjuangan di setiap penugasan dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Usai upacara dan tabur bunga, Koarmatim memberikan tali asih kepada ahli waris keluarga awak KRI Macan Tutul yang gugur, serta pelaku sejarah pertempuran Laut Aru.

Sumber: Antara

  13 Responses to “Kenang Pertempuran Laut Aru, Koarmatim Peringati Hari Dharma Samudera”

  1. Pocong merem udah ditaburi bunga blum..xixixixi..

  2. Hadehh jam segini udah pada ngorok….paling kenceng pocong merem..xihh xihh xihh..joget dangdut yuk..perut maju, panta* mundur..haahaha haiii..

  3. Tes pocong merem…xixixi

  4. Bangga ma pahlawan kita.

  5. kesalahan kita hanya ketiga KRI tidak di pasang torpedo padahal senjata itulah yang
    di takuti belanda waktu itu. dalam konfrontasi tersebut NKRI telah mendaratkan 15.000
    marinir dan 30.000 pasukan infanteri di papua.

    • pengintai udara dan bantuan udara tni AU juga termasuk

    • @perseketuan

      Gak segitu juga jumlahnya kale bung cataprak…sebenarnya jumlah pasukan kita yang berhasil menyusup ke papua lebih sedikit dibanding jumlah tentara belanda, tapi hebatnya dg jumlah yang sedikit bisa mengikat pergerakan tentara belanda yang jumlahnya lebih besar

  6. kri macan kumbang dan kri harimau apakah mash di gunakan kalo masih di gunakan TERLALUU…dan ada yang tau speknya dan buatan mana NI KAPAL

  7. Itu buatan jerman

  8. KRI Harimau sekarang ada di Museum Purna Bhakti Pertiwi TMII. pengunjung bisa naik ke kapal buat foto foto..

 Leave a Reply