Nov 212018
 

Kapten Andrew “Dojo” Olson menampilkan “high-speed pass” dari jet tempur F-35A Lightning II © US Air Force

JakartaGreater.com – “Ketika kami menerapkan teknologi generasi kelima, ini bukan lagi tentang platform, namun ini tentang keluarga sistem”, tutur Kepala Staf Angkatan Udara AS, Jenderal David Goldfein kepada para wartawan di Pentagon pada tanggal 10 Agustus, seperti dilansir dari laman National Interest.

“Ini tentang jaringan dan itulah yang memberi kita keuntungan asimetris, jadi mengapa ketika saya mendengar tentang F-35 AS versus J-20 China, tentunya itu pertanyaan yang tidak relevan”, terang Goldfein.

Memang, seperti yang disebutkan Goldfein, Angkatan Udara AS kemungkinan akan terus melanjutkan fokusnya dalam pendekatan keluarga sistem di mana jaringan dan berbagi data sebagai kuncinya daripada hanya berfokus kepada kinerja masing-masing platform.

Pesawat siluman F-117 Nighthawk Angkatan Udara AS © USAF via Wikimedia Commons

Perbandingan langsung Lockheed Martin F-35 dan Chengdu J-20 menurut pandangan Goldfein, akan mengingatkan kembali pada masa-masa menerbangkan pesawat tempur siluman F-117A Nighthawk yang hampir terputus sama sakali dari kontak luar ketika itu turun untuk menembus wilayah udara musuh.

“Anda akan melihat bila kami memfokuskan jauh lebih banyak pada keluarga sistem dan bagaimana kami menghubungkan mereka bersama dan jauh lebih sedikit pada platform individu”, kata Goldfein.

Sementara Goldfein menggunakan F-117 Nighthawk sebagai pembanding, dia mungkin tak bermaksud menyatakan bahwa sistem J-20 cukup mendasar seperti F-117 era 1980-an. Terutama karena informasi akurat tentang J-20 sangatlah langka, ada indikasi bahwa jet tempur generasi kelima China dilengkapi dengan radar array bertahap (AESA), sistem peperangan elektronika yang kuat dan sensor elektro-optik atau infra-merah yang serupa dalam konsep sistem jet tempur siluman F-35.

Jet tempur generasi kelima, Chengdu J-20 buatan China © Wikimedia Commons

Namun, meskipun ada kemungkinan bahwa jet tempur J-20 China tersebut dilengkapi dengan sensor yang layak, pejabat Angkatan Udara AS telah mengklaim bahwa J-20 tak memiliki “sensor fusion” dan jaringan yang sama efektifnya dengan F-22 atau F-35.

Salah satu wilayah yang hampir pasti tak dimiliki  J-20 China adalah seperti apa yang di sebutkan oleh Kepala Komando Angkatan Udara Jenderal Herbert “Hawk” Carlisle yang pernah digambarkan pada “manajemen spike”.

Jet tempur generasi kelima seperti F-22 dan F-35 buatan Amerika Serikat diperlengkapi tampilan kokpit yang menunjukkan kepada pilot berbagai sudut dan rentang dari mana pesawat mereka dapat dideteksi dan dilacak oleh berbagai radar musuh.

F-22 Raptor, jet tempur superioritas Angkatan Udara AS © USAF via Wikimedia Commons

Para pilot menggunakan informasi tersebut untuk menghindari musuh agar memastikan dapat menghindari zona di mana mereka dapat dideteksi dan diserang. Ini semua adalah teknologi yang membutuhkan waktu hingga puluhan tahun bagi Amerika Serikat untuk dapat menguasainya, melalui banyak uji coba dan kegagalan.

Sementara itu, pada konferensi pers yang sama, sekretaris Angkatan Udara Deborah Lee James menyebut kemungkinan akan menghadapi satu tahun lagi di mana Kongres gagal meloloskan anggaran.

Pentagon, gedung Departemen Pertahanan AS © USAF via Wikimedia Commons

Dan bahkan jika Kongres AS meloloskan resolusi berkelanjutan setahun penuh (CR) yang mempertahankan tingkat pengeluaran seperti tahun sebelumnya, itu akan secara besar-besaran mengganggu upaya pengadaan Angkatan Udara AS karena layanan tersebut tak akan dapat memberikan kontrak program baru.

“Kami tentu berharap tidak akan terjadi, kami tahu staf Kongres AS bekerja sangat keras bahkan ketika anggota mereka kembali ke rumah musim panas ini, tetapi kami mendengar bahwa CR enam bulan atau CR satu tahun lagi, setidaknya ada sebuah kemungkinan”, kata James.

Memang, sumber-sumber Kongres AS tidak optimis tentang prospek anggaran baru di musim gugur. Dengan demikian, Pentagon menghadapi turbulensi anggaran tambahan bahkan ketika mereja tengah bergulat dengan krisis kesiapan armada udara.

Bagikan:

  30 Responses to “Kenapa Duel F-35 AS vs J-20 China Tak Relevan?”

  1.  

    MUNGKIN BUTUH 20TH LAGI BAGI PLA MENGEJAR KETINGGALAN…..

    •  

      Cina dengan waktu singkat maju begitu pesat …bila diberi waktu lagi sangat berbahaya…sudah seharusnya usa dan uni eropa mengalihkan segala nya pada indonesia atau india…tapi saya rasa mustahal…karna mereka juga mau untung dan tak mau rugi…jadi selama cina memberi keuntungan pada mereka maka akan sulit bagi kita mendapat dukungan mereka disegala bidang…seperti awal era si mbah piye kabare…memimpin….

    •  

      Itu dia kalo cina jadi ancaman mereka…mengapa hanya omong kosong semata…era perang dingin masih bisa terasa persaingan dan permusuhan nya…naa kalo jaman now…ancaman kok yaa dadi komoditas ekonomi…too…

  2.  

    bagi yg penasaran dengan manajemen spike

    http://www.f-16.net/forum/viewtopic.php?f=22&t=52221

  3.  

    Masuk akal,,,analisis yang mendasar dengan urayan lengkap tanpa membesar besarkan performa sista…dan sudah jarang orang seperti ini…setidaknya yang masuk media…kecuali huha….yang begitu wow… 😉 😮 :mrgreen:

    •  

      namun sebagian masih ada yg dirahasiakan 😆 wkwkwkwwk 😛

      •  

        OH KASIHAN DENGAN DIK HU HA…….. SETELAH DI CAMPAK SI BOWO KINI SEMAKIN TAK DE LAWANG…………HAHAHAAAA

        •  

          Memang huha jadi lawang gitu bung…???

          •  

            Lah nama gue disebut sebut lg, nama aming saja loe sebut, tapi aming lg menyamar mnjd jimmy kalilivan,

            aming yg msh merahasiakn pria trsebut, karna blm diakui, jika tdk demikian bisa rusak cita² aming hanya krna mslh perbedaan & mslh lainnya, oleh karna itu msh dirahasiaknnya, sambil menunggu istri sipria % keluarganya tdk ada lg,
            begitu juga sipria yg msh merahasiakn aming lee dr keluarganya & istrinya

            Tapi peristiwa kemarin kasus angel lelga digrebek suaminya brsama warga, tapi entah lh mengenai aming lee jk blm trjadi penggrebekn oleh istri sipria, tapi yaa mudh²an aming lee tdk adu speed ama istri sipria

    •  

      Lah nama gue disebut sebut lg, nama aming saja loe sebut, tapi aming lg menyamar mnjd jimmy kalilivan,

      aming yg msh merahasiakn pria trsebut, karna blm diakui, jika tdk demikian bisa rusak cita² aming hanya krna mslh perbedaan & mslh lainnya, oleh karna itu msh dirahasiaknnya, sambil menunggu istri sipria % keluarganya tdk ada lg,
      begitu juga sipria yg msh merahasiakn aming lee dr keluarganya & istrinya

      Tapi peristiwa kemarin kasus angel lelga digrebek suaminya brsama warga, tapi entah lh mengenai aming lee jk blm trjadi penggrebekn oleh istri sipria, tapi yaa mudh²an aming lee tdk adu speed ama istri sipria
      😆 😆

    •  

      Ini bahas apa? Artikel ini menyatakan lebih bagus keroyokan ketimbang main sendirian antara aming dan huha … 😀

  4.  

    Masing2 seperti botol kecap, duel udara sesungguhnya yg bs membuktikan!

  5.  

    Kenapa Swedia tidak tertarik pada ide Macron untuk membentuk pasukan uni eropa? 😀 sebab takut diembargo AS, bakal terganggu proyek Gripen-NG mereka 😆 wkwkwkwk ini salah satu dampak klo sebatas bisa merakit, namun suku cadang masih “impor” 😛 😆

    https://sputniknews.com/military/201811201069968045-sweden-eu-army/

  6.  

    Su-57 vs J-20 vs F-35 vs F-22?

  7.  

    Chengdu J-20 China’s Stealth Jet Fighter

    https://www.youtube.com/watch?v=SVWGVTZT4-s

 Leave a Reply