Des 262018
 

Jet tempur multiperan F-16 buatan Amerika Serikat © Lockheed Martin via Alert5

JakartaGreater.com – Angkatan Udara Taiwan (RoCAF) dilaporkan telah menghentikan upaya untuk memperoleh pesawat tempur siluman generasi kelima F-35 milik Lockheed Martin dan sebaliknya akan memperbanyak armada F-16 Fighting Falcon dengan akuisisi varian F-16V terbaru, seperti dilansir dari laman Military Watch.

F-16 saat ini menjadi tulang punggung armada tempur Taiwan bersama F-CK Ching Kuo asli,  platform generasi keempat yang berasal dari era Perang Vietnam F-5E Tiger yang diproduksi sendiri dalam jumlah besar oleh Taiwan.

Angkatan bersenjata Taiwan pada saat ini merencanakan program peningkatan besar-besaran untuk armada F-16, dengan F-16A Fighting Falcon yang diperoleh pada era 1990-an semakin usang dalam menghadapi jet tempur elit yang dikerahkan China daratan seperti J-16 ataupun J -10C. RoCAF berencana untuk memodernisasi jet tempur F-16A ke standar F-16V di dalam negeri dengan bantuan AS dan memastikan mereka tetap setidaknya bisa bertahan melawan pejuang modern dan secara signifikan memperpanjang usia mereka.

Jet tempur multiperan F-16 Fighting Falcon Angkatan Udara Taiwan (RoCAF) © Military Watch

RoCAF pada awalnya berusaha untuk memperoleh F-35, analog generasi berikutnya dengan F-16 dengan peran yang sama, keengganan AS untuk memasok para pejuang tingkat lanjut yang dikombinasikan dengan biaya operasional serta persyaratan pemeliharaan yang tinggi dan rendahnya tingkat serangan kejutan dari pejuang kompleks ini memimpin militer untuk akhirnya mengubah keputusannya.

F-16V mempertahankan sistem peperangan elektronika, radar AESA dan avionik yang dalam banyak hal sebanding dengan F-35, dan mampu mengerahkan amunisi udara-ke-udara jarak jauh AIM-120C yang sama. Pesawat tempur yang lebih tua lebih unggul dalam muatan enam misil udara-ke-udara yang lebih besar, dimana F-35 terbatas empat dan F-16 jauh lebih cepat, lebih tahan lama dan lebih mudah dirawat.

Varian F-16 elit terbang perdana tahun 2015, tahun ketika jet tempur F-35A pertama mulai beroperasi di Angkatan Udara AS. Dan tersedia baik sebagai paket upgrade untuk airframe F-16 lama atau sebagai jet tempur yang sama sekali baru keluar dari rak. Dengan lebih dari 4.000 Fighting Falcon yang beroperasi di seluruh dunia, paket upgrade yang hemat biaya ini diharapkan akan sangat populer di sejumlah operator, termasuk Indonesia.

Fitur siluman jet tempur F-35 Lightning II akan hilang bila dilengkapi senjata eksternal © Military Watch

Terlepas dari kecanggihannya F-16V pun memiliki sejumlah kekurangan relatif terhadap F-35 terutama karena penampang radar yang kurang profil siluman dalam bentrok di Selat Taiwan. Pesawat tempur ini dapat dideteksi dan ditargetkan dari jarak yang lebih jauh daripada F-35, dan rudal modern akan dapat mempertahankan kuncian ke airframe tanpa kesulitan.

Hal ini memiliki implikasi yang sangat mengerikan mengingat amunisi anti pesawat kelas atas dan sangat jauh yang digunakan oleh Tentara PLA China yang mampu menargetkan pesawat dari jauh di luar wilayah udara Taiwan. Banyak dari amunisi ini dipasangkan dengan sensor canggih, seperti yang ada pada sistem pertahanan udara S-400, dan dirancang menargetkan pesawat stealth kelas atas.

Sementara F-35 mempertahankan beberapa tingkat kemampuan bertahan terhadap sistem seperti itu pada jarak jauh, F-16V akan tetap sangat rentan. Amunisi seperti 48N6DM serta 48N6E3 yang digunakan oleh S-400 misalnya akan dapat menargetkan F-16 dengan andal dari jarak hingga 250 km dengan kecepatan hipersonik, memberikan cakupan lebih banyak dari wilayah udara Taiwan ketika dikerahkan dari daratan China.

Jet tempur siluman J-20 buatan China © Military Watch

Pejuang modern China seperti J-10C dan J-20 pun bisa dengan mudah mendeteksi F-16 dari beberapa ratus kilometer jauhnya dan terlibat dengan rudal udara-ke-udara jarak jauh seperti PL-15, yang dapat menargetkan dengan baik F-16V di luar jangkauan pembalasannya.

Sementara F-16V merupakan upgrade yang cukup besar dibandingkan F-16A asli, F-16V tetap kalah bersaing dengan pesawat tempur canggih di Angkatan Udara PLA. Apakah Taiwan akan bergerak untuk berinvestasi pada pesawat tempur kelas berat dan yang lebih mampu di masa depan, mungkin saja jet tempur bermesin kembar F-15X yang baru-baru ini dipesan Angkatan Udara AS bisa menjadi pengubah permainan untuk keseimbangan kekuatan di Selat Taiwan, masih harus dilihat lagi, tetapi tetap merupakan kemungkinan yang cukup besar mengingat ketidakmampuan F-16V untuk melawan jet modern yang dimiliki oleh PLA.

Bagikan: