Kendaraan Penyerbu Ringan Buatan Indonesia

35
339
ILSV, Kendaraan Penyerbu Ringan Buatan Indonesia
ILSV, Kendaraan Penyerbu Ringan Buatan Indonesia

Jakarta – Dua perusahaan lokal, PT Jala Berikat Nusantara Perkasa (PT Jala) dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) meyakini, kendaraan penyerbu ringan Indonesia (Indonesian Light Strike Vehicle/ILSV) yang mereka produksi mampu memperkuat armada militer nasional, sehingga menambah keunggulan pertahanan negara.

“Ada empat parameter jika suatu negara ingin menjadi negara yang kuat, diantaranya adalah memiliki pertahanan yang unggul. Salah satu syarat pertahanan suatu negara dikatakan unggul antara lain harus memiliki SDM profesional, fasilitas produksi, peralatan mutakhir, sistem dan metode yang mengikuti perkembangan tekhnologi serta dapat mengayomi keutuhan wilayah, keselamatan bangsa dan kedaulatan negara,” ujar Direktur Utama PT Jala Berikat Nusantara Perkasa Johny Tanoto dalam diskusi “Membangkitkan Produk Pertahanan Dalam Negeri” di Jakarta, Senin (2/3). Hadir pada kesempatan itu, tim pelaksana Teknik Manufaktur PT DI Udjang Hasan Subekti.

Johny menjelaskan, memiliki peralatan mutakhir turut ditentukan oleh kemampuan industri pertahanan dalam memenuhi kebutuhan pengadaan dan pemeliharaan alat utama sistem senjata (alutsista) secara mandiri. Salah satunya, memiliki kendaraan taktis yang unggul di segala medan buatan dalam negeri.

Hal itulah yang memacu PT Jala dan PT DI bekerja sama dalam menciptakan kendaraan multifungsi, ILSV. Johny Tanoto memang dikenal sebagai pengusaha yang lama bergelut dalam dunia industri pertahanan. Perusahaannya memproduksi berbagai produk peralatan militer seperti helm tempur dan rompi anti peluru. Kini, PT Jala merambah pada kendaraan militer.

image

“ILSV merupakan sebuah kendaraan multiguna jenis Jeep yang bisa digunakan sebagai kendaraan taktis serta kendaraan khusus,” kata dia.

Selain itu, tambah Johny, ILSV bisa dilengkapi sistem persenjataan roket dari darat ke udara, darat ke darat, dan jenis senjata lainnya.

Kendaraan itu juga sempat dipamerkan PT Jala di Indo Defence 2014 lalu. Ketika itu, ruang pamer mereka menjadi ruang pamer terbaik selama pameran. Sebab, mendapat perhatian tinggi dari masyarakat.

Johny berharap di hari-hari besar TNI, Indonesia sudah bisa mempersembahkan parade alutsista buatan dalam negeri. “Pintar tidak menggurui, cepat tidak mendahului. Kehadiran kita untuk saling melengkapi, jayalah Indonesia,” ujar dia. (beritasatu.com).

35 KOMENTAR

  1. Apakah produk tersebut laku kalau di jual ?

    Kalau menurut saya, kok serba nangung, karena kalau dipakai TNI untuk keperluan sipil non tempur, kesannya terlalu gahar dan pemborosan tetapi kalau dipakai TNI untuk keperluan bertempur, kualitasnya terlalu ringkih. Di hadang pakai peluru 7.62 mm, bisa amblas semua itu prajurit.

    Akan lebih efisien jika TNI meminta Pindad menyediakan 1 jenis kendaraan operasional TNI untuk keperluan sipil non perang, misalnya dipakai sebagai kendaraan dinas untuk SEMUA perwira TNI baik itu TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

    Pindad mungkin bisa melakukan karoseri kendaraan bermesin diesel (berbahan bakar solar), mesin handal, irit bahan bakar, dan spare part dibuat melimpah. mungkin bisa menjiplak model ini. http://www.autoblog.com/photos/sema-2010-jeep-grand-cherokee-off-road-edition/#image-1

    hanya ada 1 jenis kendaraan yang dipakai ribuan perwira TNI yaitu made in Pindad. efisien to ?? pasarnya juga melimpah karena bakalan laris manis, ada banyak perusahaan tambang yang butuh kendaraan semacam itu, kepolisian dan kendaraan operasional pemda di daerah.

    Kalau mau memproduksi kendaraan militer serbu ringan, mingkin bisa pakai jurus ATM ( Amati, Tiru, Modifikasi ) Produk cadillac v150/200 commando series. kalau tidak salah, Indonesia mempunyai 200 unit cadillac v150 commando. http://en.wikipedia.org/wiki/Cadillac_Gage_Commando#V-150

    kalau mau yang paling gress bisa jiplak produk textron commando https://www.youtube.com/watch?v=NiAz_4hnP4Y.

    1 sasis bisa dipakai untuk berbagai keperluan.