Mar 042015
 
Kendaraan Tempur Pasukan Unifil Indonesia di Lebanon

Kendaraan Tempur Pasukan Indobatt di Lebanon

2

3

7

Lebanon – Ada yang menarik dari kunjungan Tim COE (Contingent Owned Equipment) ke Pos Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-I/Unifil (Indobatt/Indonesian Battalion), di UN Posn 7-1, Adchit Al Qusayr Lebanon Selatan, Senin (2/3/2015). Kendaraan Tempur Satgas Indobatt di Pos ini berupa BTR 80 buatan Rusia.

Indobatt UN Posn 7-1 dipimpin Komandan Satgas Letkol Inf Andreas Nanang Dwi P. S.I.P, Wadan Satgas Mayor Inf Eko Handono. Di lokasi ini Tim CEO memeriksa Markas Batalyon, Kompi Delta dan Kompi Bantuan UN Posn 7-1, dilanjutkan ke Kompi C UNP 9-2 yang berada di desa Az Ziqiyah. Selanjutnya, Tim COE melakukan pemeriksaan ke Kompi B yang berada UN Posn 7-2 di Marjayoun dan Kompi A yang berada di El Adaisse UN Posn 9-63 serta UN Posn 9-15 di Kafarkilla.

Obyek pemeriksaan oleh dari Tim COE adalah Major Equipment dan Self Sustainment. Untuk Major Equipment meliputi kendaraan tempur, kendaraan pendukung, alat berat Zeni, senjata, generator, peralatan kesehatan serta peralatan anti huru-hara. Sedangkan Self Sustainment, antara lain meliputi pelayanan catering, komunikasi, perlengkapan kantor, pelayanan listrik, pemeliharaan bangunan, pelayanan laundry dan kebersihan compound.

UNIFIL sebagai perwakilan PBB di wilayah Lebanon menuntut seluruh satuan yang dikirimkan oleh negara-negara pengirim atau Troops Contributing Country (TCC) memiliki kesiapan operasional sesuai standar yang telah ditetapkan, baik kesiapan personel, materiil maupun perlengkapannya. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan pemberian reimbursement benar-benar sesuai dengan kemampuan operasional Major Equipment dan Self Sustainment satuan yang ada, termasuk Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-I/Unifil (Indobatt).

Pada akhir pemeriksaan dilaksanakan debriefing, dimana Ketua Tim ORI Mr. Stanislav Tarasov menyampaikan apresiasi atas peningkatan kesiapan / readiness Satgas saat ini, dan berpesan agar melakukan pemeliharaan dan perawatan juga perbaikan secara terus menerus.

Bagikan Artikel :

  51 Responses to “Kendaraan Tempur 8×8 Indobatt Lebanon”

  1. Pertamax

  2. rusia stroong numero uno……..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  3. Pertamax lagi

  4. Bukannya yg kita punya 8×8 itu btr80?

  5. keduax dink…………!!!!!!!!!!!!!!1

  6. dapat mainan baru dari mmana tuch…………? mudah mudahan buatan PINDAD……!!

  7. Admin tampilin artikel atau foto FPU dong, keliatannya FPU professional sekali, dilihat dari uniform, peralatan dan kesiapan…

  8. Adaa tuuh di kulkaas ,,
    Hehehee 😀 ,, pies !

  9. Alhamdulillah ternyata banyak juga BTR 80 kita di Indobat. Apalagi di dalam negeri, pasti lebih banyak yang tersebunyi….Jangan2 kilo dan Su35 udah nongkrong dari lama juga. Amien….

  10. ternyata memang banyak alutsista tni yang ghoib , tni memang stroooong !!!

  11. BTR-80 > BTR-90
    Su27/30 > Su35/PAKFA
    209 > Amur mas bro
    :mrgreen:

  12. Ada 6×6 ada 8×8, dilambung namanya tetap Anoa….

    maaf kalo ngayal..hehehe….

  13. coba d hitung itu hanya sktr 12 unit. itu kan sdh lama d taruh d libanon. itu milik marinir; memang kita cma ada 12 dan d tempatkan d libanon. blm ada tambahan lg… btr 4 blm datang

  14. aneh ko baru pada tau sih brt 80 milik TNI, padahal udah lama banget dimualinya pengiriman pasukan PBB di seluruh komplik, dan brt 80 khusus dipesan untuk iindobatt

  15. punya siapa?

  16. bagusan terrex kemana-mana, untung dipakenya cuma buat tugas pbb doang

    • @super b, bagusan anoa bung dr pd terex

    • Terrex lebih modern pastinya. BTR 80 dalamannya masih banyak yg manual. Kalau Terrex sdh full otomatis, prajurit lebih ringan beban kerjanya….tapi kalo pas system otomoatisnya hang ya kacau juga. Tinggal pilih ya mana sama saja

      • yang paling penting bisa mengoperasikan secara efektif sesuai fungsinya.. dan yang paling penting bisa maintenence sendiri…
        syukur syukur bisa mengembangkannya sendiri panser roda 8×8 pindad yang mengadopsi terrex atau BTR rusia/ ukraina. soalnya panser 6×6 badak kelihatannya platform-nya sudah mentok untuk dikembangkan karena keterbatasan dimensinya..

  17. Wuik….

  18. BTR 80A kata nya cuma punya 8 biji dan semua di kirim ke Lebanon tapi nyata nya di Lebanon ada lebih dari 8 biji BTR 80A -___-“

  19. Emang TNI nggak bisa dipercaya.Bilang lontong cuma 2,ternyata + angka 1 didepan.Bilang sdh ada sukoi 1skd,ternyata tambah 0 dibelakang.Bilang nggak perlu kapal induk,ternyata pesan hms queen,beli su-33.Bilang nggak perlu pembom,ternyata pesen tu-160,tu-95ms.Tapi bagus juga bikin spy asing mumet.Ajiib…ajib.

  20. Banyak amat,setau saya kita cuma punya 12 biji entah kalau beranak pinak.

  21. ga keliatan gambarnya bosss?

  22. he.he.he.. kalo kawan kawan punya kesempatan mampir aja di Brigif 1 Marinir Gedangan – Sidoarjo.. disitu berderet deret panser BTR baik yang pakai rantai maupun yang pakai roda 8 dengan warna camo khas marinir.. mungkin di Pasmar 2 – Jakarta juga ada..

  23. gambar yang ke 2

  24. Judul sama uraian materinya kok gak nyambung ya ???

    Apa saya yang salah baca….???

  25. Ada BTR80 kok kaget & ghoib, kan punya udah lama bingits!

    Disitu kadang saya merasa sediih… 😥

    • yg bikin kaget jumlah nya kan yg di publish cuma 8’an…..

      • Satrio says:
        March 26, 2014 at 12:59 am
        BTR-4 versi dasar lebih tepatnya masuk kategori APC murni.
        Sedangkan BTR-4 versi yang kita pesen untuk marinir adalah yang menggunakan dudukan kubah serbaguna yang dapat dipasang berbagai jenis modul senjata (diantaranya MANPADS, canon 30 mm, dan rudal anti tank).

        Marinir mempunyai 12 biji BTR 80 yang produk rusia asli
        BTR -4 ini untuk melengkapi jumlah yang 12 unit itu.

  26. Hehehehe….tni mantap….disitu saya sering bangga

  27. yang pertamax itu klo teknologi asu,rusia,jerman & jepang itu di mix dgn pemikir hebat indonesia d buatkan sebuah tot inhan yakin & percaya indonesia pasti pertamax

 Leave a Reply