Nov 252018
 

dok. Pasukan TNI dalam penanggulanagn bencana di Indonesia

Nairobi, Kenya,  Jakartagreater.com    –   Kenya dapat belajar mengenai penanggulangan bencana dari Indonesia, mengingat Kenya juga merupakan negara yang rawan bencana alam, ungkap Sekjen Palang Merah Kenya Abbas Gullet, dirilis Antara, Sabtu, 24-11-2018.

“Dalam satu dekade terakhir Indonesia telah mampu mengembangkan sistem manajemen bencana yang efektif, baik dari segi kesiapan teknis maupun dari regulasi,” ujar Abbas Gullet dalam keterangan tertulis dari KBRI Nairobi pada Sabtu 24-11-2018 di Jakarta.

Pernyataan tersebut diungkapkan Abbas Gullet di hadapan seluruh perwakilan negara-negara ASEAN di Nairobi dalam acara “ASEAN Charity Donation 2018” pada Senin 19-11-2018 di Nairobi.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh Kepala Perwakilan negara-negara ASEAN di Nairobi, yang terdiri dari Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Thailand menyerahkan bantuan senilai Ksh 576 ribu (sekitar USD 5.770) kepada Palang Merah Kenya. Dana tersebut akan dipergunakan untuk pembelian berbagai alat kesehatan untuk Pusat Pelayanan Kesehatan terpadu di Kaloboiyei, Kenya.

Abbas Gullet mengatakan Indonesia juga mampu menjalankan peran sebagai koordinator yang efektif dalam menangani bantuan-bantuan asing. “Dalam beberapa waktu belakangan Indonesia telah menjadi koordinator baik bagi berbagai aktor internasional, termasuk NGO internasional yang datang memberikan bantuan,” ujar Dr. Abbas Gullet.

Pria yang telah menjabat sebagai Sekjen Palang Merah Kenya sejak 2001 ini menambahkan pengalaman Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sangat berharga untuk dipelajari oleh Kenya.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI Nairobi, Soehardjono Sastromihardjo mengatakan Indonesia dengan senang hati akan berbagi pengalaman dalam penanggulangan bencana, baik dengan Palang Merah Kenya, maupun Palang Merah Internasional.

Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia telah belajar banyak dari bencana tsunami yang melanda Aceh dan sekitarnya tahun 2004. Pengalaman tersebut dijadikan landasan Indonesia dalam membangun berbagai instrument penanggulangan bencana, seperti dengan pembangunan sistem peringatan dini tsunami.

“Hari ini merupakan kontak pertama antara perwakilan Indonesia di Nairobi dengan Palang Merah Kenya, saya harap di masa mendatang kerja sama kita dapat terus ditingkatkan,” ujar Dubes RI Nairobi, Soehardjono Sastromihardjo .

Bagikan:

  9 Responses to “Kenya Ingin Belajar Penanggulangan Bencana dari Indonesia”

  1.  

    Maka dari itu beli lah kapal SSV buatan indonesia, penanggulangan bencana menjadi lebih mudah.
    Beli satu gratis huha, silakan bawa warjager yg satu itu ke habitat asalnya….. 😆 😀

  2.  

    Harusnya Kenya belajar mitigasi bencana dari Jepang atau USA, bukan dari Indonesia.

  3.  

    RI telah banyak mengalami pengalaman penanganan bencana, tapi untuk memperoleh itu berapa banyak duka dan kesedihan menerpa!

  4.  

    KENYA PATUT DI BANTU… NEGARA AFRIKA 80% SEKUTU DEKAT INDONESIA

  5.  

    bencana yg sering melanda afrika adalah kelaparan.
    distribusi dan penyaluran bahan makanan menjadi kendala.
    maka dari itu kapal2 kargo dan macam ssv bisa dibeli dari indonesia dengan harga asia, bukan harga eropa atau amerika 😀

 Leave a Reply