JakartaGreater.com - Forum Militer
Mar 122015
 
Wartawan berdiri di seberang Pulau Nusakambangan, tempat pelaksanaan eksekusi mati di Cilacap, 7 Maret 2015. Duo Bali Nine dan sejumlah terpidana mati telah berada di pulau ini. REUTERS/Darren Whiteside

Wartawan berdiri di seberang Pulau Nusakambangan, tempat pelaksanaan eksekusi mati di Cilacap, 7 Maret 2015. Duo Bali Nine dan sejumlah terpidana mati telah berada di pulau ini. REUTERS/Darren Whiteside

 

TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah Presiden Jokowi segera mengeksekusi mati sejumlah warna negara asing dan warga negera Indonesia akibat terlibat narkoba. Rencana eksekusi mati ini mendapatkan reaksi keras dunia. Berikut ini adalah salah satunya, seperti tercantum dalam surat dari komisi global kebijakan narkoba. Surat ditulis dalam bahasa Inggris dan dalam bahasa Indonesia:

Menghadapi hukuman mati di Indonesia.

Saya benar-benar prihatin atas keadaan orang-orang yang sekarang sedang menunggu dieksekusi oleh regu tembak di tahanan Indonesia di Pulau Nusakambangan setelah mereka terbukti bersalah atas pelanggaran narkoba.

Karena adanya proses banding berjalan yang sepertinya telah membuat jadwal eksekusi ditunda untuk sementara, saya dan anggota komisi global kebijakan narkoba lainnya bersedia untuk datang ke Indonesia dalam beberapa hari ke depan untuk berbicara dan mendiskusikan penelitian kami dengan Presiden Indonesia. Penelitian selama beberapa tahun telah menunjukkan bahwa memperlakukan masalah narkoba sebagai masalah kesehatan dan bukan sebagai masalah pidana dapat memperbaiki masalah narkoba Indonesia secara drastis, sebagaimana telah terbukti di negara lain seperti Portugal.

Sebagaimana telah saya tulis baru-baru ini, hukuman mati adalah sebuah bentuk hukuman yang barbar dan tidak manusiawi yang sudah sejak lama terbukti tidak menghasilkan apa pun dalam hal memberi rasa takut melakukan tindak pidana atau mencegah tindakan pidana. Penting sekali bagi kita untuk tetap menyuarakan aspirasi bagi orang-orang yang menghadapi hukuman mati.

Dalam kapasitas kami sebagai anggota komisi narkoba global, saya bersama mantan presiden Fernando Henrique Cardoso (Brazil) dan Ruth Dreifuss (Swiss) telah menuliskan sebuah surat kepada Presiden Indonesia Widodo untuk memohon pengampunan para pidana yang dijatuhi hukuman mati. Anda dapat membaca surat yang kami tuliskan secara lengkap di bawah ini.

Kepada Yang Terhormat Presiden Widodo,

Sebagai anggota komisi global dalam kebijakan narkoba, yang melibatkan sepuluh mantan kepala negara dan pemerintahan, serta ahli-ahli dalam kebijakan narkoba, HAM, penegakan hukum, dan kesehatan masyarakat, kami menuliskan surat ini untuk meminta pengampunan atas dua warga Australia, yaitu Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, seorang warga Brazil yaitu Rodrigo Gularte, seorang warga Prancis yaitu Serge Atlaoui, seorang warga Ghana yaitu Martin Anderson alias Belo, seorang warga Nigeria yaitu Raheem Agbaje Salami, dan empat orang warga Indonesia yaitu Iyen bin Azwar, Harus bin Ajis, Sargawi alias Ali bin Sanusi, dan Zainal Abidin yang sedang menunggu saat eksekusi oleh pemerintah Indonesia sehubungan dengan hukuman yang dijatuhkan kepada mereka karena melakukan pelanggaran narkoba.

Kami tidak berniat untuk ikut membahas rincian yudisial kasus-kasus tersebut. Kami juga tidak menyatakan bahwa nama-nama di atas tidak melakukan tindakan pidana sehubungan dengan hukuman yang dijatuhkan atas mereka, dan kami juga tidak menyatakan bahwa mereka tidak perlu ditahan atas pelanggaran mereka.

Akan tetapi, kami benar-benar merasa bahwa hukuman mati adalah sebuah bentuk hukuman yang tidak manusiawi yang telah terbukti berkali-kali gagal digunakan sebagai sarana pemberi rasa takut melakukan tindak pidana. Negara-negara yang masih menjalankan eksekusi atas pelanggaran narkoba belum dapat melihat adanya perbedaan antara permintaan dan penawaran. Perdagangan narkoba masih tetap tidak terpengaruh oleh adanya ancaman hukuman mati.

Tambahan lagi, hukuman mati mencabut adanya kesempatan pengampunan bagi pidana yang bertobat. Setahu kami ada beberapa terdakwa yang kebanyakan masih baru menginjak dewasa ketika terbukti bersalah, yang telah menyatakan rasa penyesalan yang mendalam atas pelanggaran mereka, dan berniat untuk menjalani hidup dengan lebih baik dan penuh tujuan.

Kami sangat menghargai hukum Indonesia dan menghargai adanya tanggung-jawab Bapak sebagai presiden untuk menjaga agar negara dan penduduk Indonesia aman dari pidana dan bahaya. Akan tetapi, sebagai advokat reformasi kebijakan-narkoba-berdasarkan-bukti, kami telah meneliti berbagai pendekatan yang berbeda dari berbagai negara secara sangat mendalam. Penelitian kami menemukan bahwa memperlakukan narkoba sebagai masalah kesehatan dan bukan sebagai masalah pidana dapat membantu menurunkan angka kematian karena narkoba, membatasi penyebaran penyakit menular seperti HIV/AIDS atau Hepatitis, menurunkan angka pidana terkait narkoba, dan memberi kesempatan bagi orang-orang yang bergumul dalam kecanduan untuk dapat menjadi orang-orang yang berguna bagi nusa dan bangsa lagi.

Apabila memang hal ini dapat membantu, kami dengan senang hati dapat datang ke Indonesia untuk membahas hal ini dengan Bapak Presiden dan administrasi Bapak.

Bapak Presiden, kami berharap Bapak akan mempertimbangkan permohonan kami untuk mengampuni orang-orang yang namanya kami sebut di atas dari hukuman mati yang tidak dapat diubah lagi ini. Pemberian grasi merupakan sebuah tindakan yang manusiawi dan adil adanya, dan merupakan langkah pertama menuju reformasi yang bijaksana yang dapat menjadi percontohan baik bagi seluruh wilayah Asia.

Dengan ini kami menyampaikan rasa penghargaan kami yang sedalam-dalamnya.

Dengan hormat,

Sir Richard Branson
Pendiri Virgin Group
Anggota Komisi, Komisi Global Kebijakan Narkoba

Fernando Henrique Cardoso
Mantan Presiden Brazil
Ketua, Komisi Global Kebijakan Narkoba

Ruth Dreifuss
Mantan Presiden Swiss dan Menteri Dalam Negeri
Anggota Komisi, Komisi Global Kebijakan Narkoba

Sumber : TEMPO.CO

Bagikan :
 Posted by on March 12, 2015

  71 Responses to “Kepada Jokowi, Eks Presiden Brasil Tulis Surat Mohon Ampunan”

  1.  

    Pertamax

    •  

      Akhirnya aku berhasil.Dan akhirnya dri negri samba menyadari kesalahannya walaupun cuma mantan.

    •  

      Kata Org Brazil :”Perdagangan narkoba masih tetap tidak terpengaruh oleh adanya ancaman hukuman mati”..
      ======================
      Saya Sgt Setuju, Karena memang tidak Efektif , Sebaiknya Diganti Hukuman RAJAM saja,
      dengan cara dilempari batu Oleh MASSA.
      Saya Kira Lebih Efektif sbg Deterence Effect,
      Kalau Cuma Ditembak mati, mrk jadi Mati Terhormat? Padahal mereka Bukan musuh dari perang fisik, Jadi GR bgt mereka Jadinya. “Better Die Young” spt Billy The Kid.

      Prosesi rajam dilakukan dengan cara tubuh pelanggar hukum ditanam berdiri di dalam tanah setinggi dada, lalu dilempari batu hingga mati. Hukuman rajam berbeda dengan hukuman mati lainnya karena eksekusi rajam lebih lambat, di mana pelaku akan disiksa dengan lemparan batu yang bertubi-tubi ke arah kepalanya hingga pelakunya tewas.

      Mereka Yg belum tertangkap, Akan Berfikir 1000x untuk berbisnis sbg “Death Dealer”.

      Kalau itu belum Juga memberikan Deterence Effect, serahkan Lagi saja ke MASSA.
      Para Tukang Ojek Dan Supir Angkot akan senang sekali Menymbang BBM dlm proses Eksekusi tsb. 😛

      •  

        kayaknya ini bandar narkoba internasional terbesar ni ampe sigitunya bela penjahat,,jaringanya ampe mr baut,mantan president brasil,,

        jaringan internasional dibeck up pemerintah,.memang ingin menjatuh kan,merusak generasi bangsa indonesia,,biar jadi pecandu,,sama kayak barang militer negeri disuruh beli padahal barang embargo semua,..biar tidak bisa maju bangsa indonesia..

        udah tegakkan saja hukuman mati,demi kedaulatan,,walau nanti siap siap kenak damprat hukum nato,,embargo ekonomi,,embargo militer,,

    •  

      KATA BANG NATO : KALO AJA GA ADA LCS…UDAH ANE EMBARGO AN. PELANGGARAN HAM…

    •  

      Lah di brazil aja uda kerepotan sama pengedar…

    •  

      dihapus

  2.  

    pertamax

  3.  

    saya mulai galau, takut pak presiden melonggarkan kebijakannya. mudah2an suara rakyat lebih di dengar

  4.  

    Ini baru namanya diplomasi…
    Contoh-lah wahai Abott

  5.  

    Ayo pak..jangan bimbang……tetep lanjutkan eksekusi, keputusan sudah di buat………..tunjukan konsistensi anda sebagai kepala negara…..( kl memberi ampunan nanti juga bunda yg bilang….sudah telpon saya, tak suruh mengampuni )……..capeeek dehhhh…

  6.  

    Ini kekuatan dunia mencoba melihat seberapa konsisten Pak Jokowi.. langsung dor saja

    •  

      Dunia Narkoba memang bisa seperti konspirasi global bung falm, saling melindungi utk tujuan bersama yaitu menghancurkan suatu bangsa yaitu rakyat NKRI ini yg 50% nya adalah generasi muda usia produktif. Kita harus ingat jas merah yaitu perang Candu di China, dimana kolonial Inggris memperdagangkan narkoba jenis Candu di negeri China utk merusak dan melemahkan rakyat China hingga malas produktif juga utk berperang. Hasilnya adalah 1 generasi bangsa China rusak hingga kaisar China marah dan mengusir inggris dari daratan China, tetapi Inggris menyerbu China hingga terjadilah perang Candu. Sayangnya China kalah dan di paksa utk menanda tangani perjanjian utk membuka kembali perdagangan Candu di China di tambah membayar biaya perang yg telah terjadi setiap tahun kepada inggris sebagai akibat kekalahan China dalam perang Candu dan inggris menguasai China secara penuh. Yang jadi pertanyaan adalah apa dibalik niat yg di lakukan oleh Sir Richard Branson pemilik Virgin Group (Virgin Airlines,Virgin Record dll) dimana setiap orang inggris yg berada di luar negeri terindikasi sebagai mata-mata seperti yg sekarang dilakukan inggris menyebar banyak mata-mata di Rusia. Semoga pemerintah lebih peka dalam kasus narkoba internasional ini

      •  

        Anda keren Bung, saya setuju dan lagi sewaktu Pahlawan Nasional Usman dan Harun, Inggrislah yg paling ngotot nge push Lee Kwan Yew agar eksekusi tetap dilakukan, sekarang kita balas, makan tu pencarian 😛

  7.  

    knapa ketika Indonesia melaksanakan hukuman mati pada heboh
    sedangkan us, malay, arab juga masih melaksanakan hukuman mati pada cuek

  8.  

    kalau pertimbangannya akan berdampak pada ekonomi, china telah menawarkan bantuannya sebesar usd 40b pak presiden. jangan galau pak. mayoritas rakyat mendukung keputusanmu. semakin ditunda semakin banyak bertingkah itu lsm2 ham. hasil penelitian bisa diatur lewat program komputer seperti spss atau minitab. malaysia saja yang telah menerapkan hukuman sejenis begitu juga dengan us, mereka saja bungkam tuh mulutnya. kalau presidennya mencla-mencle pastilah akan direndahkan dan dipermainkan. jika presiden diberlakukan demikian apalagi anak bangsa yang lain akan semakin direndahkan. contoh sepele dengan banyaknya tki dan tkw di malaysia, begitu tahu kita dari indonesia banyak yang memandang sebelah mata.

  9.  

    sudah eksekusi saja biar jangan jdi polemik..

  10.  

    Paling menyangkut HAM lgi…kalo keberatan dng cara hukuman matinya mending diganti dri Ditembak Mati menjadi Suntik Mati saja yg penting sama

  11.  

    jangan mundur pak,lihat kami rakyat mu yg lebih sengsara akibat narkoba!

  12.  

    besok2nya pengedar narkoba yang ketangkap langsung di dor saja,biar ga jadi polemik politik

  13.  

    saya setuju klo dihukum gantung kyak malay

  14.  

    ane mah setujua banget jika Hukuman Mati bagi pengedar narkoba di hapus. sebagai gantinya, jika pengedar dan bandar ketangkep tangan dengan barbuknya, ntu barang harus di habiskan semuanya sama ntu bandar dan pengedar. diberi waktu 10 menit buat ngabisin, kalo masih ada sisa, baru di DOR.. biar ntu bandar dan pengedar ngerasain cengap2 ngabisin barang.. kalo ternyata dlm 10 menit ntu barang udah habis dan ntu bandar/pengedar kaga cengap2 juga.. baru di bebasin dgn syarat selama 10 menit harus sembunyi, kalo ketemu lgsg di DOR.

  15.  

    Iya pak…jangan ditembak, kasian matinya kecepetan. GANTUNG aja….!!!!!!!!!!!!!!

  16.  

    wartawan di harapkan fokus ke arah laut, siapa tau ada penampakan

  17.  

    Semoga Presiden dan para pemimpin negeri ini bisa bijak dalam mengambil keputusan. Korban kejahatan narkoba terbanyak adalah rakyat. Dan Presiden sebagai peminpin rakyat dan DPR sebagai simbol wakitl rakyat harus bisa melindungi rakyat dari kejahatan apapun. Sebagai pemipin rakyat dan pemiliki hak ampunan, mungkin tak ada salahnya jika seorang Presiden memberikan “AMPUNAN” kepada orang2 yg dipandang layak mendapatkannya. Sebagaimana terdakwa hukuman mati WNI di Arab Saudi yg akhirnya diampuni oleh Raja, karena permohonan ampun dari presiden saat itu (SBY). Asalkan pemberian ampunan bukan merupakan tekanandari negara2 lain ttp karena permohoan, permohonan (dg rendah hati da merendahkan diri) dan atau karena alasan kemanusiaan, mungkin masih layak terdakwa diampuni. IMHO

  18.  

    Orang yg meminta maaf (ampun) adalah orang yg mulia, tetapi lebih mulia orang yg memberi maaf (ampunan). Kembali lagi, semua hak prerogatif presiden.

    •  

      IMHO

      Kalau begitu kita tanya saja satu per satu Kriminal yang di penjara… pada mau minta maaf nggak? saya yakin 98% pada mau minta maaf…. sungguh mulia mereka…… dan lebih mulia lagi negara ini memaafkan (membebaskan) mereka yang dipenjara itu…..

      WAKE UP BROO!!!!

      ini bukan soal NAIF seperti itu..

    •  

      apakah kita mau habis muka kita diludahi orang selanjutnya orang yang meludahi muka kita itu minta maaf. kemudian kita dengan wajah riang gembira memaafkan orang tersebut bahkan memberi makan gratis seumur hidup. alangkah bahagianya hidup ini hahahahaha.

  19.  

    SARAN sayaaa.. TUKER TOT Kasel Nuklir yang baru….. ATAUUUU DIHUKUM MATI dengan kesempatan di Bail Out.. 1 Orang US$ 500 Juta……

    Duitin ajaaa….

    •  

      Sepakat Bail Out…
      Sebisa mungkin bentuk valuta asing sebagai cadangan devisa. Modal bagi Bank Indonesia perbaiki nilai tukar rupiah. Targetnya USD 1 = IDR 5.000

  20.  

    Y Udah Ngalah dech kasih dua opsi aja para terpidananya….Kasih 2 Pilihan:

    1. Hukuman Mati Secepatnya

    2. Hukuman Seumur Hidup dipenjara di Nusakambangan sampe mati..

    Suruh tanda tangan Notaris + materai disertai dari saksi wakil masing-masing negara terpidana…bers dach

  21.  

    Kayanya permohonan maaf nya ditambah … Mereka harus minta maaf pada keluarga korban akibat narkoba yang meninggal rata rata 50 orang perhari dan 4,5 juta orang yang menjadi korban narkoba (perlu direhabilitasi) dikalikan dengan orang tua, anak, keponakan dan orang tercinta …
    4,5 juta dikalikan minimal 6 orang keluarga terdekat hasilnya mereka harus minta maaf dan cium tangan mereka sebanyak kurang dari 30 juta orang indonesia …
    Setelah itu bayar biaya kerugian akibat narkoba trilyunan baru kita ngobrol masalah HAM … IMHO

  22.  

    Balik lagi keberita pesawat tempur hawk TNI-AU pensiun digantikan T-50 Golden eagle belian jokowi

  23.  

    ANE SETUJU, COBA AJA PENELITIAN DULU SBLM DIPUTUSKAN. COBA SIRAM TUH SI BANDAR NARKOBA PAKE BENSIN 1/2 LITER AJA JGN TERLALU BNYK. TERUS SULUT PAKE KOREK API. TERUS DILIAT APA PERKEMBANGAN YG TERJADI. JIKA BAGUS REAKSINYA BISA DILANJUTKEN BUAT BANDAR2 YG LAEN.

  24.  

    memang susah ini mah
    sederhana namun dalam bgt isinya

    hukuman mati
    Di Indonesia

    Tergantung

    PRESIDEN nya

    Bukan karena
    rakyatnya….

    Rakyat teriak2
    Hukum mati, dor ,tembak gantung !!!

    PRESIDEN bilang
    Jangan

    Rakyat bisa apa?????????????

    untuk pak Jok
    Adalah

    keputusan mencabut nyawa !!??!!

    maka jgn terlalu lama
    Kasian orang ny
    Sbenernya
    Kasian jg anda galau

  25.  

    Saya setuju bila hukuman mati untuk terpidana mati dari Brazil di beri grasi bila terbukti memang mengalami gangguan jiwa. Kemudian di ektradisi ke negara asalnya.

  26.  

    tidak berani mengambil keputusan = telah mengambil keputusan tetapi keputusan yang salah….Tegas dong bos biar tidak menjasi polemik yang berkepanjangan lieur lah…

  27.  

    kalo d negara arab jika keluarga korban memaafkan dgn di iringi uang segeplok terhukum mati bisa di ringankan hukuman nya.
    Kalo d indonesia gak mungkin semua keluarga korban narkoba mau memaafkan bandar narkoba.jd presiden tdk bisa dgn mudah memberi pengampunan.

  28.  

    Segitu gencarnya orang luar minta penjahat narkoba diampuni…?
    Gak lihat kh mereka hancur nya bangsa ini karena narkoba…?
    Atau mungkin para penjahat itu adalah anggota intelejen asing yg sengaja dikirim untuk menghancurkan bangsa kita..?

  29.  

    Balas pak 40 -50 warga kami meninggal tiap hari, 1 tahun hampir 18rb warga kami meninggal, 4 jt warga kami harus direhabilitasi..apakah anda tidak melihat itu…

  30.  

    jadi presiden Kok LOYO…. ya kalo dh diputuskan hukuman Mati.. ya tinggal eksekusi kan gampang..
    ngapain CAPER nunggu waktu yang bikin suasana makin rumit…

    pemerintahan LOYO….!!!!

  31.  

    Caranya lebih bagus dan elegran daripada petinggi Brasil yang kemarin menolak duta besar RI.

  32.  

    Horeee …. su 35 deal …

    •  

      Konspirasi asing yang ingin menghancurkan generasi muda Indonesia sungguh luar biasa. Mahasiswa sekarang sepertinya loyo krn dicekoki dng narkoba. Bahkan kampus ada yang sudah menjadi sarang peredaran narkoba. Itulah kenapa Mahasiswa sekarang mulai lupa dengan AMPERA. Indonesia darurat narkoba. Jangan kalah dengan konspirasi asing.

  33.  

    Konspirasi asing yang ingin menghancurkan generasi muda Indonesia sungguh luar biasa. Mahasiswa sekarang sepertinya loyo krn dicekoki dng narkoba. Bahkan kampus ada yang sudah menjadi sarang peredaran narkoba. Itulah kenapa Mahasiswa sekarang mulai lupa dengan AMPERA. Indonesia darurat narkoba. Jangan kalah dengan konspirasi asing.

  34.  

    hukum memang kejam .seperti kenyataan .manusia hanya melemah kan hukum atau menguwat kan hukum .jadi tegak kan hukum setegak tegak nya .kami berdaulat atas hukum indonesia .

  35.  

    He…he.. Mantap… Kirim bung surat balasan ini ke sana

  36.  

    Tuker aja ama ASTROS ….

  37.  

    tinggal eksekusi aja kok repot. org indo dhukum mati dluar negri…mereka diem aja…prett….

    kalau sampai indonesia tdk jadi eksekusi….siap2 jaman kelam ordebaru kembali. indo bkal gampang dikontrol…

  38.  

    Boleh dibatalkan dengan syarat seluruh terpidana narkoba dicabut sebagai wni dan diserahkan ke negara brasil dan australia… biaya transportasi! Akomodasi serta tuntutan keluarga korban narkoba ditanggung pebuh kedua negara tersebut

  39.  

    tolak….tolak…..!

  40.  

    betul tuh, padahal gimana kalau amrozi cs juga menyesal dan bertobat apa ga ada kesempatan ke 2 ? Barat memang lucu selalu standar ganda. Sejak cina menerapkan hukuman mati kenyataannya angka korupsi turun. Kalau hukum mati dihapus semakin berani orang berbuat kejahatan atau bagaimana jika para penjahat dijadikan pekerja saja ,buat disuatu pulau yang diisolir tempat industri atau pertanian dan para penjahat ini yang bekerja seumur hidup jadi lumayan ketika banyak yang ogah jadi petani kita bisa rekrut dari para penjahat ,lumayan buat ketahanan pangan jadi ga rugikan biar ga dihukum mati tapi kita peras tenaganya dan mereka udah ga bisa berbuat kriminal lagi karena terkurung dipulau tapi sayangnya aparat kita masih mudah dibeli

 Leave a Reply