Feb 062019
 

JakartaGreater.com – Jenderal David Goldfein, Kepala Staf Angkatan Udara AS, telah mengkonfirmasi bahwa cabang layanan kini sedang menjajaki pembelian F-15X baru, seperti dilansir dari laman Defense News pada hari Senin.

Secara khusus, Goldfein mengatakan bahwa biaya untuk program akuisisi F-15X tak akan menghabiskan dana dari anggaran untuk pembelian lebih banyak F-35. Poin ini menggemakan kembali komentar yang dibuat oleh Chief Executive Officer (CEO) dari Lockheed Martin Marillyn Hewson selama pengumuman pendapatan hari Kamis lalu.

Dalam kesempatan itu dia berkata, “Jika mereka [U.S. Air Force] memilih memesan F-15X, itu tidak akan mengorbankan kuantitas F-35. Saya mendengar itu langsung dari petinggi di Pentagon. Ini bukan cuma dugaan kami, tetapi saya telah diberitahu secara langsung”.

Penambahan lebih banyak F-15X yang ditingkatkan, dengan avionik tingkat lanjut dan muatan senjata yang lebih besar, kemungkinan besar akan menaikkan “alis” di Washington. Penjabat Menteri Pertahanan A.S. Patrick Shanahan adalah kontraktor pertahanan yang hampir seumur hidupnya untuk Boeing sebelum bergabung dengan pemerintahan Trump.

Shanahan juga bekerja dalam program rotorcraft Boeing, yang mana telah membawa helikopter Apache dan Chinook ke Pentagon, dan membantu mengembangkan V-22 Osprey selama tiga dekade bersama perusahaan tersebut.

Pada tanggal 2 Januari, Shanahan mengundurkan diri dari semua transaksi Pentagon yang melibatkan Boeing. Sebuah laporan oleh Bloomberg pada bulan Desember 2018 menyatakan bahwa ide Departemen Pertahanan adalah untuk membeli 12 jet tempur F-15X seharga $ 1,2 miliar.

Sementara itu, Presiden A.S. Donald Trump mengatakan bila ada banyak orang yang tertarik untuk menjadi Menteri Pertahanan tetap selanjutnya, meski mungkin terlalu dini untuk memperhitungkan Shanahan akan keluar dari balapan.

Gedung Putih melihat Shanahan ikut berpartisipasi dalam audisi panjang untuk peran permanen, menurut laporan Wall Street Journal pada hari Minggu.

Perusahaan Boeing mendapatkan untung besar dibawah anggaran pertahanan besar pemerintahan Presiden Trump. Selama setahun pertama Presiden Trump menjabat, perusahaan yang berbasis di Chicago ini menghasilkan $ 93,8 miliar pendapatan dan memperoleh sekitar $ 8,9 miliar laba menurut catatan perusahaan – naik dari $ 5,6 miliar laba yang diperoleh perusahaan pada tahun terakhir Presiden Barack Obama menjabat.

Boeing melanjutkan untuk “memecahkan target” dan “memberikan hasil ledakan” pada 2018, menurut laporan CNBC. Jika Boeing memang tidak mendapatkan kontrak F-15X dalam anggaran 2020, tapi perusahaan mengatakan Oktober lalu memiliki $ 491 miliar dalam pesanan, “termasuk lebih dari 5.800 pesawat komersial”.

Program F-35 A.S. telah menderita dari ketersediaan terbatas setelah meluncurkan jalur produksi, menurut para ahli. F-35 yang diberikan siap untuk terbang hanya 50 persen sejak pesawat itu duduk di hanggar, menurut direktur pengujian operasional Pentagon dalam sebuah laporan kepada Kongres A.S. tahun lalu.

Terlebih lagi, Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) yang didanai Kongres A.S. telah melaporkan bahwa mempertahankan armada F-35 membutuhkan biaya lebih dari $ 1 triliun. Ellen Lord, petinggi Departemen Pertahanan untuk akuisisi dan keberlanjutan, mengatakan kepada wartawan tahun lalu bahwa Washington “tak mampu” membiayai pemeliharaan F-35.

Spesifikasi Teknis F-15X

  • Panjang: 63.8 kaki (19.45 meter)
  • Tinggi: 18.5 kaki (5.65 meter)
  • Bentang Sayap: 42.8 kaki (13.05 meter)
  • Propulsi:
    – 2x P&W F100 atau
    – 2x GE F110
    dengan daya dorong afterburning 29,000 pon (13,154 kg)
  • Berat:
    – Kosong: 45,000 pon (20, 411 kg)
    – Maksimum: 81,000 pon (36, 700 kg)
  • Kecepatan 1,875 mph (3,017 km/jam)
  • Persenjataan:
    – Kanon 20 mm
    – Rudal AIM-120 (AMRAAM)
    – Rudal AIM-9 (Sidewinder)
    – Rudal AIM-7 (Sparrow)
    – Precision guided munitions
  • Kapasitas Angkut Senjata:
    – 12 rudal udara-ke-udara
    – 24 amunisi udara-ke-permukaan

  6 Responses to “Kepala Angkatan Udara AS Mengakui Tertarik F-15X”

  1.  

    Lebih baik F-15X diperbanyak. F-35 dikurangi penggunaannya.

  2.  

    Ibarat Varian Jet Tempur Made In Amerika,
    Saya mah milihnya sambil nutup mata saja nggk apa2…

    Mau dapat F15 kek,F18 Super Hornet kek,F22Raptor kek,F35 Lighting kek,nggk bakal rugi atau nyesel,secara teknologi yg di usung semua Jet Tempur Made In Amerika ialah Teknologi paling mutakhir saat ini!!

    •  

      Tapi ada kekurangan
      Yaitu kurang bermanuver dan persyaratan nya berbelit serta sulit mendapat transfer of technology

    •  

      Kurasa semua jet tempur buatan eropa, rusia ataupun as memiliki teknologi paling mutakhir
      Semua jet tempur buatan 3 negara tersebut memiliki kelebihan masing masing
      Jet tempur rusia dari dulu menekankan kemampuan manuver yang lincah
      Sedangkan jet tempur buatan barat memiliki sistem yang lebih banyak dan bervariasi serta lebih battle proven dibandingkan dengan buatan rusia
      Kalau secara teknologi kurasa setara setiap pesawat tempur buatan 3 negara tersebut, tinggal kemampuan dan keberuntungan pilotnya yang menentukan

  3.  

    Bagus beli f15 aja, jauhi LM jauhi f22 dan f35, belum proven belum perang aja sudah berjatuhan Mulu….

    😎