Apr 172018
 

Sistem peluncur rudal THAAD Amerika Serikat. © U.S. Army via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pemerintah AS telah mendesak Korea Selatan agar berbagi biaya rotasional penggelaran aset strategis dan militer AS di sekitar Semenanjung Korea, kata pejabat AS kepada Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.

Pernyataan tersebut telah memicu ketakutan lokal tentang beban keuangan yang lebih tinggi karena pemerintahan Donald Trump mendorong sekutu untuk membayar lebih banyak demi pertahanan mereka, seperti dilansir dari Korea Joongang Daily.

Pejabat itu, yang berbicara kepada wartawan tanpa menyebutkan nama, mengatakan pada hari Jumat bahwa pernyataan itu dibuat selama putaran kedua diskusi untuk pembaruan perjanjian pembagian biaya untuk mempertahankan pasukan AS di Korea Selatan. Pertemuan itu diadakan di Pulau Jeju pada hari Rabu hingga Kamis lalu.

“Pemerintah [Korea Selatan] menekankan bahwa perjanjian pembagian biaya adalah tentang mempertahankan pasukan AS di Korea Selatan”, menurut sumber itu saat ditanya bagaimana Korea Selatan menjawab permintaan Washington atas pengerahan aset strategis.

Militer AS secara rotasional menyebarkan aset strategis termasuk kapal induk dan kapal selam bertenaga nuklir ke Korea Selatan untuk menahan provokasi dari Korea Utara, dengan biaya yang ditanggung oleh Amerika Serikat.

Pejabat pemerintah Korea Selatan yang lainnya mengatakan bahwa Seoul menentang gagasan pemisahan tagihan karena pengerahan aset strategis Washington itu adalah demi melayani kepentingan Amerika untuk mendapatkan pengaruh di Asia Timur Laut dan bukan hanya melindungi sekutunya, Korea Selatan.

Kapal induk USS Ronald Reagen (CVN-76) © US Navy via Wikimedia Commons

Tidak diketahui secara pasti berapa banyak anggaran yang disediakan oleh pemerintah AS untuk penyebaran tersebut, tetapi para ahli lokal memperkirakan bahwa biayanya sekitar $ 5,6 juta untuk pesawat pembom strategis yang terbang ke Korea Selatan.

Mengenai apakah AS juga meminta Korea Selatan agar membayar lebih banyak untuk perisai rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang ditempatkan didaerah Seongju County, Gyeongsang Utara, sumber Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan bahwa masalah itu tidak dibahas minggu lalu.

Kedua negara telah bersepakat bahwa AS akan menanggung biaya penyebaran THAAD sementara Korea Selatan akan menyediakan lahan dan infrastrukturnya.

Namun, Menteri Pertahanan Korea Selatan Song Young-moo pada bulan Februari lalu berkata bahwa Seoul sedang “menyiapkan strategi” jika Washington mencoba untuk membalikkan keadaan dan meminta negaranya menutupi biaya penyebaran THAAD.

Special Measures Agreement (SMA), kesepakatan pembagian anggaran multi-tahun di bawah Status of Forces Agreement (SOFA), ditetapkan bahwa Seoul harus berkontribusi terhadap biaya non-personil yang terkait dengan menjaga pasukan AS di sana.

Sejak tahun 1991 silam, kedua negara telah melakukan negosiasi untuk memutuskan kontribusi Seoul. Berdasarkan perjanjian lima tahun saat ini yang akan berakhir pada 31 Desember, Seoul telah setuju untuk membayar sekitar $ 860 juta per tahun.

Berbagi

  45 Responses to “Kerahkan Alutsista dan Pasukan, AS Minta Seoul Berbagi Biaya”

  1.  

    Kena loe.?????

  2.  

    Yaa..yaa..there,s no free lunch…

  3.  

    Kenapa korsel takut lawan korut jika tak di ketek amriki? Senjata canggih dan pasukan terlatih kenapa takut ya korsel???? Ga ush ada amriki juga sanggup lawan korut yg senjatanya kuno

    •  

      Karena bukan Korut yang menakut-nakuti Korsel, melainkan AS “mengancam dan mengintimidasi” Kosel secara militer dan politik

      #pakaitandapetik

      •  

        Setuju sama bung Lingkar…
        Di baltik mereka juga melakuka hal yang sama… dibikin ketakutan akut supaya membeli banyak alat perang USA… di Kawasan Asia pasific juga sama, Korsel dan Japan dibikin ketakutan level tingkat dewa…
        Kalau kawasan adem dibikin ramai sama mereka, kalau sudah pamin baru di tawari senjata…

  4.  

    Akhirnya amerika jadi pengemis, sok gaya sih

    😎 huehuehue

  5.  

    Pamer dan uji coba senjata, semua harus dibayar oleh sekutunya 😆 termasuk latihan pasukannya… enak yaa

  6.  

    ah, itukan hanya sekedar corat-coret manipulasi para jenderal dan industri pertahanan AS, faktanya uji coba AEGIS ya bolak-balik gagal

  7.  

    Kapan yah kita punya rudal kaya tomahawk tapi kecepatanya kaya rudal brahmos,dan kapan ya kita punya s500 tapi radarnya kaya milik swedia,kapan ya kita punya kita satelit moncer dan super mata mata kaya israel tapi banyak seperti amerika,kapan ya kita punya banyak pesawat dan produksi1 tahun bisa 20jet tempur,kapan ya pulau pulau kita yang kecil 2 di lengkapi rudal darat udara laut kaya china kapan ya kita punya banyak tank kaya russia hmmmmmm

  8.  

    katanya AS nihh juragan gede….lha kok suruh bayar, malah ngajak anak buah ikutan bayar separo-separo, ini gimana se

  9.  

    ASU gak takut ama KORUT tapi takut KORUT dan KORSEL bersatu menjadi negara yg akhirnya membuat Kekuasaan ASU berkurang menghadapi RUSIA

  10.  

    kemarin malak saudi sekarang malak korsel..mungkin raja dan presidenya kurang tejas ni sama us

  11.  

    email saya yg lama ditolak berkomentar di jkgr hihihi seharian sama sekali tidak masuk komenya

  12.  

    Preman minta jatah

  13.  

    Hehe… gelar alutsista ibarat ngadain konser .. bayar dulu baru konsernya dilanjutin..

  14.  

    Nggak ada baso yg gratisan.

  15.  

    AEGIS versi NATO,AEGIS ala russia S300,S400,S500,….versi mini ala russia S350 Vityas,dipakai korsel,..nah pilih yg mana,…sesuai standart keamanan atau sesuai kantong,standart keamanan lebih “gila”,AEGIS ala nato+ala russia..dicampur,..turki kayakna yg bakal punya duluan…

  16.  

    Test

  17.  

    AEGIS ala NATO= ala russia S300,S400,S500,…versi mini ala rusia S350 vityas,..yg dipakai korsel,..nah pilih mana?..sesuai kantong atau sesuai stardart keamanan (SNI ..wkwkwk)…kalo yg pengen “gila”..ala NATO+ala rusia…dan kedepannya TURKy yg punya…

  18.  

    Test

  19.  

    eeeeeaaaaalaaaaa
    nagih biaya rotasional
    perangnya batal
    nagihnya jalan terus
    bila saja jadi perang
    bakalan bangkrut itu negara ditagih biaya perang
    di mana mana bandar memang pegang aturan
    melongo

  20.  

    Ternyata oh ternyata gak ada yg geratis bagi AS untuk menempatkan centeng dgn kelengkapan mainannya!he3

  21.  

    Hmm..ikut nya kaprang amrik patroli di LCS,se Asean bkal di tagih jg.

  22.  

    ISTILAH KASARNYA UANG KEAMANAN

    ATAU KASARNYA JATAH PRAMEN.WKKK

  23.  

    Akhirnya… d palak jg dia…. xixixixixi

  24.  

    Salah satu program presiden donal terum adalah memotong anggaran karena pengeluaran menjadi defisit karena perubahan angka inflasi yg diakibatkan dari angka pertumbuhan ekonomi……..

    jadi wajar saja jika ia ingin meminta utk memotong anggaran salah satunya adalah keluar dari konflik syria…..

    di indonesia juga sama kan presiden jokowi menghentikan 14 proyek strategis utk memotong pengeluaran……..wajar lha……

    cuma bagi fanas boy ya ga wajar………..mereka otaknya perlu di getok pake gagang cangkul……..

    tapi apa macam gagang cangkul aja di sangka dil-do sama fanas boy………hahahaha

 Leave a Reply