Nov 072018
 

Jet tempur J-10B China dilengkapi 3D TVC melakukan manuver Super Kobra di Zhuhai Airshow 2018 漏 Kemenhan China via Youtube

JakartaGreater.com – Fakta bahwa sebuah jet tempur ringan J-10B China telah membuat manuver “super kobra” dengan mulus bukanlah sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh pesawat tempur buatan Rusia saja.

Pada ajang Zhuhai Airshow 2018, China meluncurkan jet tempur bermesin tunggal J-10B pertama, menggunakan mesin WS-10B3 yang dilengkapi dengan daya dorong vektor tiga dimensi (3D TVC), seperti dilansir dari laman Alert5.com.

China memang telah lama berniat untuk mengintegrasikan teknologi mesin 3D TVC-nya pada jet tempur domestik dan jet tempur J-10B adalah yang pertama mereka pilih karena membawa konten teknologi domestik. Teratas dibandingkan dengan jet tempur lainnya.

Perlu dicatat bahwa mesin WS-10 telah dilengkapi alat kontrol arah longitudinal yang telah dipelajari secara ekstensif oleh China sejak lama. Pada dasarnya China telah melakukan pemurnian ini sejak akhir tahun 2017, jadi ini bukanlah salinan mesin AL-41F1S yang terpasang pada Su-35SK yang telah diekspor ke negara ini.

Dengan dilengkapi mesin WS-10B3 3D TVC, jet tempur J-10B diharapkan dapat berkinerja lebih baik daripada yang ada saat ini karena juga dilengkapi avionik dan struktural yang sangat canggih untuk membantu meningkatkan mobilitas.

Baru-baru ini, jet tempur ringan J-10B dengan 3D TVC ini memberikan penampilan yang sangat mengesankan pada pembukaan China Airshow 2018. Dengan mesin WS-10B3 baru ia pun melakukan akrobat udara yang sangat terkenal, dan bahkan melebihi kemampuan dari Su-35 atau bahkan MiG-35.

Mesin WS-10B3 dengan 3D TVC buatan China 漏 Hysplan

Menyaksikan kinerja jet tempur J-10B tentu Rusia harus merasakan fitur ini. Perlu dicatat bahwa dalam eksekusi manuver serupa yang digunakan oleh Rusia adalah pesawat tempur bermesin ganda.

Melakukan manuver “super kobra” pada jet tempur ringan dan bermesin tunggal dianggap jauh lebih sulit daripada melakukan manuver serupa pada pesawat tempur mesin ganda, yang membutuhkan perangkat lunak kontrol penerbangan mutakhir.

Rusia saat ini tak memiliki jet tempur ringan bermesin tunggal yang memiliki fleksibilitas yang sama seperti J-10B China, jika dimasa depan mereka berencana untuk melakukan pengembangan produk serupa, tentu saja itu akan memakan waktu untuk mengejar J-10B atau J-10C saat ini.