Mei 032018
 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., mengharapkan kerjasama antara Indonesia dan Korsel dapat ditingkatkan dan diperluas pada bidang lainnya, antara lain kemampuan cyber dan bidang kerjasama strategis.

Jakarta, Jakartagreater. com – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menerima kunjungan kehormatan Menteri Bidang Pengelolaan Perlengkapan Pertahanan atau Defense Acquisition Program Administrations (DAPA) Korea Selatan Yang Mulia Mr. Jeon Jei Guk pada Rabu 2 Mei 2018 di ruang tamu Panglima TNI Jl. Merdeka Barat, Jakarta.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menyampaikan ucapan selamat datang dan memberikan apresiasi kepada Menteri Bidang Pengelolaan Perlengkapan Pertahanan Korea Selatan Mr. Jeon Jei Guk atas kunjungan yang merupakan kehormatan bagi Panglima TNI dan juga bagi segenap jajaran TNI dimanapun berada dan bertugas.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan telah lama terjalin dalam berbagai bidang khususnya kerjasama bidang industri pertahanan dalam pembuatan Alutsista. Kerjasama kedua Angkatan Bersenjata meliputi matra darat, laut, dan udara dalam berbagai interaksi dan kolaboratif yang dapat memberikan manfaat saling menguntungkan kedua pihak.

Selain itu, ke tiga matra juga memiliki kerjasama erat antara TNI AD dengan Republic of Korea (RoK) Army dalam Forum Army to Army Talks, antara TNI AL dan RoK Navy pada Forum Navy to Navy Talks, dan antara kedua angkatan udara pada Forum Airman to Airman Talks.

Dimasa mendatang diharapkan forum antar ke tiga matra dari kedua Angkatan Bersenjata dapat ditingkatkan sebagai forum untuk dapat saling memberikan informasi dan pemahaman guna meningkatkan hubungan dan kerjasama kedua Angkatan Bersenjata, kata Marsekal Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan apresiasi kerjasama Indonesia dan Korsel atas terwujudnya pengadaan Alutsista TNI AL antara lain Kapal Cepat Rudal KRI Mandau-621 Class, Kapal Angkut Tank kelas KRI Teluk Penyu-512, Kapal selam jenis U-209 KRI Nagapasa-403 telah diterima Indonesia.

Kapal selam kedua KRI Ardadedali-404 masih dalam operasi penyeberangan menuju Indonesia dan bulan ini direncanakan tiba di Armatim Surabaya. Kapal selam ketiga KRI Alugoro-405 merupakan tahap joint section yang pembuatannya dikerjakan di Indonesia oleh para ahli PT PAL Indonesia Persero dan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Korea Selatan.

TNI Angkatan Udara juga menggunakan Alutsista buatan Korea Selatan antara lain pesawat latih KT-1 Wong Bee digunakan sebagai tim aerobatik TNI AU Jupiter dan pesawat latih tempur T-50i Golden Eagle. Selain itu TNI Angkatan Darat juga menggunakan sejumlah kendaraan taktis tempur darat buatan Korea Selatan, tambahnya.

Panglima TNI mengharapkan kerjasama antara Indonesia dan Korsel dapat ditingkatkan dan diperluas pada bidang lainnya, antara lain kemampuan cyber dan bidang kerjasama strategis. Kunjungan Kehormatan Menteri DAPA Mr. Jeon, ke Indonesia dan yang pertama kali berkunjung ke TNI diharapkan akan lebih mempererat hubungan bilateral serta memperluas kerjasama antara TNI dan AB Korsel.

Pada kesempatan yang sama Menteri DAPA Korea Selatan Yang Mulia Mr. Jeon Jei Guk menyampaikan pada era abad ke 21 dalam menjaga keamanan wilayah sangatlah penting adanya kerjasama di bidang keamanan. Lebih lanjut Yang Mulia Mr. Jeon Jei Guk menyampaikan kerjasama industri pertahanan Indonesia dan Korea Selatan berada di tingkat yang paling atas.

Lebih 30 tahun kedua negara telah menjalani kerjasama di bidang industri pertahanan yang dilakukan berdasarkan prinsip saling menguntungkan kedua belah pihak. Menteri DAPA Korsel juga mendengar kunjungan Panglima TNI beserta jajarannya ke Korsel beberapa waktu lalu dalam rangka meninjau secara langsung proses perkembangan pembangunan kapal selam kedua KRI Ardadedali-404.

Yang Mulia Mr. Jeon Jei Guk juga mengatakan upacara penyerahan kapal selam kedua telah dilaksanakan dan KRI tersebut sudah berangkat dari Korea Selatan tanggal 30 April 2018 ke Indonesia dan diperkirakan tiba di Surabaya tanggal 15 Mei 2018. Selanjutnya mengharapkan produksi kapal selam ketiga di Indonesia akan meningkatkan kemampuan militer Indonesia, ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut Panglima TNI didampingi Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P., Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, S.I.P., Aslog Panglima TNI Laksamana Muda TNI Ir. Bambang Nariyono, M.M., Kapuspen TNI Mayjen TNI M.S. Fadhilah dan Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko Witjaksono, S.E., M.Tr (Han).

Turut hadir mendampingi Menteri DAPA Korea Selatan yaitu Dirjen Grup Program KFX Brigadier General (Ret) Jung Kwang Sun, Direktur Tim Kerjasama Internasional (Kersin) Grup Program KFX Mr. Lee Jong Hun, Wakil Direktur Tim Kersin Grup Program KFX Mr. Heo Kwang Bum, Wakil President Eksekutif GM KAI Mr. Ryu Kwang Su, dan Penasehat Kedubes Republik Korea Mr. Jeong Gi Young. (Puspen TNI).

Bagikan:

  11 Responses to “Kerja Sama Industri Pertahanan RI-Korsel di Tingkat Paling Atas”

  1.  

    Sedang membujuk/merayu.agar jangan ditinggal.

  2.  

    Sales Gripen Deg degan Apa Renegosiasi Sukses Atau Gagal !

  3.  

    Tinggal ditambahkan sendiri rudal jelajah

  4.  

    Kalau sudah gini, Indonesia butuh pelatihan sarana pengembangan riset dan teknologi militer….lancrutkan saja….

  5.  

    Beli juga dari korut rudal jarak jauh mumpung lagi butuh fulus jika gak rudal yakhont,c 802 di bantu korut dimodifikasi daya jangkaunya lebih jauh lagi masa kalah sama yaman

    •  

      Kalau soal rudal, terkadang buatan China boleh juga C802 yg berhasil merobek lambung kapal milik AS yg di sewa Arab Saudi, tapi saya lebih percaya diri kalau rudal itu di bikin sendiri saja….mosok bisa bikin pesawat, ndak bisa bikin rudal…

      •  

        Soal rudal antar benua icbm,satelit,pesawat luar angkasa china bisa cepat kejar usa tw ga mas fajr? Ternyata bapak roket usa dan china orangnya itu2 juga prof Qian xuesin yang th 40 an sebagai kepala roket militer usa dengan von braun dari jerman yg jadi cikal bakal icbm dan pesawat luar angkasa ,itu semua tekno supersonic asalnya diambil dari nazi jerman ,th 1955 prof qian xue sin diusir dari usa dgn tuduhan komunis,dlm tempo 15 th china bisa kirimkan satelit,buat rudal icbm ya mbah roketnya dari beliau mas fajr ,makanya china cepat bisa buat icbm,satelit,pesawat luar angkasa ya dari prof jenius Qian xue sin ,ya pasti hasilnya bagus wong yg buat dia juga

  6.  

    masalah rudal tetap Rusia jagonya

  7.  

    Kalau bisa pt DI juga kerjasama bikin desain baru helikopter transport/tempur sama korsel dan gurunya Eurocopter (airbus)

 Leave a Reply