Jul 032013
 
Kapal Selam KSS 500A yang sedang dibangun Korea Selatan untuk operasi garis pantai hingga kedalaman 350 m (ssbn.pl)

Kapal Selam KSS 500A yang sedang dibangun Korea Selatan untuk operasi garis pantai hingga kedalaman 350 m (ssbn.pl)

Komitmen pemerintah untuk mewujudkan hubungan kerja sama dengan Korea Selatan di bidang industri pertahanan semakin menguat. Kedua negara Asia ini segera merealisasikan pembangunan kapal selam bersama untuk Indonesia di tahun depan.
Juru Bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Silmy Karim menuturkan, pemerintah telah melakukan berbagai persiapan demi merealisasikan proyek alat utama sistem persenjataan (alutsista) ini. Diantaranya dengan menyediakan fasilitas untuk keperluan produksi kapal selam di PT PAL Indonesia, Surabaya.

Sejumlah tenaga ahli Indonesia juga diberangkatkan ke Korea untuk dibekali dengan pelatihan dan transfer of technology (ToT). Langkah ini dilakukan sebagai bagaian dari modernisasi alutsista TNI, khususnya Angkatan Laut. Sebelumnya, sempat berkembang pandangan yang menilai kerja sama alutsista ini bakal merugikan kepentingan nasional Indonesia, lantaran tenaga-tenaga ahli yang dikirim pemerintah ke negeri ginseng hanya sebataslearning by seeing (belajar dengan cara mengamati), bukan learning by doing (belajar dengan cara mempraktikkan).

Namun, Silmy membantah hal tersebut. Ia menjamin pemerintah Korea tidak akan setengah hati dalam mentransfer teknologi kapal selamnya kepada Indonesia. Kalau pun ada perbedaan metodologi dalam klausul kontrak kerja sama, menurutnya masih wajar-wajar saja. Apalagi, hubungan Indonesia dan Korea Selatan selama ini sudah terjalin baik.

“Sejauh ini, hubungan kedua negara tidak hanya pada ruang lingkup kecil industri pertahanan. Tapi lebih dari itu, Indonesia dan Korea punya hubungan yang lebih erat dalam kerja sama yang lebih besar,” kata Silmy.

Kapal Selam KSS 500A yang sedang dibangun Korea Selatan untuk operasi garis pantai hingga kedalaman 350 m (IHS Global Limited)

Kapal Selam KSS 500A yang sedang dibangun Korea Selatan untuk operasi garis pantai hingga kedalaman 350 m (IHS Global Limited)

Kapal Selam KSS 500A yang sedang dibangun Korea Selatan untuk operasi garis pantai hingga kedalaman 350 m (IHS Global Limited)

Kapal Selam KSS 500A yang sedang dibangun Korea Selatan untuk operasi garis pantai hingga kedalaman 350 m (IHS Global Limited)

Kementerian Pertahanan menyatakan sedikitnya dibutuhkan 150 Juta dollar Amerika atau Rp 1,5 triliun untuk membangun fasilitas galangan kapal selam ketiga, yang akan dibangun di PT PAL, Surabaya. “Galangan kapal selam akan dibangun di Surabaya melalui PT PAL sesuai yang direncanakan. Pembangunan tahap awal membutuhkan sekitar 1,5 triliun rupiah,” kata Juru Bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Kementerian Pertahanan, Silmi Karim, di Jakarta.

Pemerintah membutuhkan fasilitas galangan yang memadai sebagai konsekuensi dari pemesanan tiga kapal selam ke Korea Selatan. Pasalnya, kapal ketiga akan dibangun di Indonesia setelah dua kapal selam pertama dibangun di Korea Selatan melalui skema alih teknologi. Agar pembangunan galangan tak membutuhkan biaya banyak, KKIP berencana memanfaatkan perlengkapan yang ada di sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Indonesia sedikitnya membutuhkan sebanyak 12 kapal selam untuk menjaga wilayah perairan. Kapal selam pertama hasil kerja sama dengan Korea Selatan ditargetkan selesai pada 2014. Kapal selam kedua juga akan diselesaikan di galangan kapal Korea Selatan. “Sedangkan pembuatan kapal selam ketiga rencananya dilakukan di Indonesia pada awal 2015. Kami menargetkan pada 2018 kapal selam buatan Indonesia sudah selesai,” kata Silmi.

Saat ini, Kemhan berusaha mengirimkan sebanyak 200 teknisi ke Korea Selatan untuk menyelesaikan pembangunan kapal selam pertama, namun baru 190 teknisi yang disetujui. Teknisi tersebut antara lain dari TNI Angkatan Laut sebagai pengguna, Kementerian Riset dan Teknologi, dan industri-industri terkait dalam pembangunan kapal selam. (JKGR).

  41 Responses to “Kerjasama Kapal Selam dengan Korea Selatan Berlanjut”

  1. Ini yg ngawur narasumbernya apa wartawannya sih.. Mosok 2018 KS bikinan PAL udah jadi, mulai buat 2015 sedangkan sekarang galanggannya aja belum bikin. Trus KS yg dibikin di Korea itu KS apaan? Begitu cepatnyakah 2014 udah jadi, padahal awal tahun 2013 DSME bilang baru menyelesaikan Basic Design. KS baru Jerman yg bikin aja 3-4 tahun baru jadi. Jangankan KS, kapal permukaan kayak PKR kita aja 4 tahunan baru jadi.. Jadi jangan salahkan ane klo bilang “CBG Refurbish”..

  2. Lama pengerjaan ditentukan juga oleh banyaknya jumlah skilled manpower yang dimiliki, KS bisa dikerjakan serentak dalam bentuk segmen/modul2 terpisah,kemudian disatukan. Mirip Airbus yang bagian2nya diangkut Super Guppy / Beluga dari berbagai plant di Eropa ke final assembly plant di Toulouse.

  3. om 39 kapal selam, itu seriusan om,,, wong 3 biji changbogo aj udah 1milyard dolar.. terus kalu 39 biji = 13 milyard dolar = Rp. 129,245,350,000,000.. weh nolnya segambreng om.. hehehe…

    terus bikinnya 39 biji berapa taun om, 3 biji katanya 3 tahun, terus kalu 39 biji = 39 tahun.. heheheheheh..

    kayaknya setelah changbogo yang ke 39 jd, musuh kita udah ga pake kapal selem lagi.. hehehe karena pake pesawat bisa nyelem dan bisa terbang. heheheheheh

  4. smng smua planingnya berjalan baik..

  5. jadi bingung yang mana sih yang benar ini ? kemaren katanya kerja sama pembangunan kapal selam ini merugikan pihak indonesia duh galau jadinya ..

    • Tak usah ikut bingung mas, yang kemarin itu sumbernya dari orang yang sok ngerti tapi banyak omong.

      namun yang ini sudah jelas dari orang yang bener-bener terlibat langsung, saya harap Korsel terus mau kerjasama dengan Indonesia, karena efek positifnya akan kemana-mana, misal ketenaga-kerjaan dengan merelokasi industri Hi-Tech nya ke Indonesia.

      • BETUL mr meleckteck
        EFEK POSITIFnya yang akan kemana kemana dan itu dipikirkan banget oleh kita juga Korea selatan.
        KORSEL pastinya mempunyai plant B dimana harus punya Area Industri Hiteck cadangan untuk menyelamatkan dan meneruskannya bila worst scenario hubungan dengan Korut terus memburuk.

        Jepang sudah banyak merelokasi pabriknya dari china dan jepang sendiri ke Indonesia dengan pertimbangan bahan baku,potensi konflik dll.
        Ancaman terutama bagi jepang selain china juga korut.

        Indonesia harus CERDIK menangkap peluang ini.

      • maaf saya orang awam , mo nambahin … sekarang lagi make banyak produk korea , dan nyatanya make sams*** ga**x* tab lebih gengsi dari make buatan barat…. berarti buatan korea dah jauh ngalahin produk barat… maaf kalo agak jauh dan gak nyambung dari tread… tapi inikan sebagai contoh kecil dari produk yang bakal kita jadikan joint production dengan korea tetap semangat …. jaya nkri

    • “Meningkatnya anggaran belanja alutsista tidak dibarengi keputusan politis belanja alutsista modern dan gahar. Pembelian tiga kapal selam kelas Chang Bogo, sebelumnya ditolak keras oleh pihak TNI AL, lebih memilih kelas Kilo. Rencana pembelian 12 kelas Kilo menimbulkan kepanikan di kawasan Asia Tenggara dan Oceania. Hadirnya tiga kapal selam Chang Bogo baru ditanggapi dingin oleh kawasan, dipandang tidak mempengaruhi konstelasi kekuatan militer di kawasan”.(beritahankam).,

      dibanding negara kecil singapura & vietnam,Kita adalah negara maritim terbesar di asia tenggara, kalau saja ambalat & LCS memanas lagi, barulah semua berubah pendapat lagi.

      • kita boleh bangga dengan si kilo, namun rakyat indonesia juga butuh MAKAN dan sejahtera.

        mungkin TNI akan kecewa (hanya sementara), namun yang difikirkan oleh pemerintah ngak boleh hanya TNI saja, namun seluruh rakyat Indonesia, kalau kita ngajak berlomba-lomba persenjataan, pasti kalah dengan Singa pura-pura dan Maling-sia karena mereka negara yang banyak duit (cash).

        kita beli kilo, tapi apa timbal balik Rusia untuk rakyat Indonesia ?
        Rusia itu termasuk negara yang PELIT, berapa duit India untuk dapat teknologi Rusia ? itu pun banyak tech yang disembunyikan

        Sedang dengan Korsel kita udah dapat teknologi LPD, Tank dan KFX dengan duit yang menurut saya sangat-sangat murah untuk ukuran Super Hi-Tech.

        • MUDAH-MUDAHAN OMONGAN JUBIR CBG JUJUR & BENAR, KARENA KALAU KITA MAU DAMAI HARUS SIAP PERANG, SIAP PERANG BERARTI ALUTSISTA HARUS GAHAR, PAPUA,ACEH & PERBATASAN DI ACAK2 NEGARA LAIN KARENA ALUTSISTA KITA MIDLE MELULU JADI GAK BERANI BERTINDAK TEGAS.

  6. Insaallah, dlm waktu 1 tahun ke depan, negara Indonesia yang digdaya dan perkasa ini akan mampu membuat 1000 kapal selam yg lebih hebat dr kapal selam Kilo Rusia. MERDEKA !!!!

  7. Kan sudah dibilang dalam bidang TOT Kapal seaml ini Korsel yang dijadikan bahan Ulet dan Mbulet,oleh petinggi kita.,karena itu bagian dari langkah taktis untuk tujuan strategis..dan untungnya Korsel paham dan rela untuk dibegituin.

    Saya termasuk jamaah optimisiah yang berharap kemandirian Indonesia segera terwujud.
    Kalau Jamaah Pesimisiah bahan berita apa aja bisa dibuat bahan untuk melemahkan dan menggembosi sebuah kebijakan pemerintah menuju maju.

    Kalau punAWALnya kita hanya diajari membuat/menjahit kapal selam dari senior Tukang Jahit,
    Suatu saat kita akan minta diajari ke tukang disign,,nggak lucu kalau kita belajar disign tapi gak ngerti gimana njahitnya,,bisa bisa hanya sebatas bikin Mockup doang tanpa bisa dimplementasikan ketahap produksi.

    Soo tetap optimis agar kemandiarian bangsa ini segera terwujud.

    • Mempertanyakan hal2 yg validitasnya meragukan dalam pemberitaan bukan termasuk pesimis lho bang. Beda jauh malah, klo dipaksakan kok kesannya malah aneh. Contoh:
      1. Masuk akal nggak pertengahan tahun 2013 baru dibikin tuh KS tapi tahun 2014 udah jadi 2 biji? Klo KS-nya udah ada bentuknya aka udah pernah diproduksi ane nggak bakalan banyak ngomong kok. Ini KS baru dan awal 2013 baru selesai basic design ( pihak DSME sendiri yg lansir beritanya lho), masuk akal nggak launching secepat itu? Makanya ane diatas bilang, ini yg ngawur narasumbernya apa wartawannya..
      2. Ane ingat kasus S-80A Spanyol, dimana merubah design Scorpen jadi lebih besar pun akhirnya trouble nggak mau ngambang. Itu cuman ngerubah existing Scorpene yg udah ada loh, maslah utamanya ada di imbalance karena pembesaran tanpa perpanjangan badan KS. DSME bikin baru (ngakunya) dan ane liat baru sebatas mock up doang dipajang, spec teknis nggak pernah dirilis dan penuh misteri (cuman katanya mo diisi A,B,C dsb) hingga sampai saat ini ane gagal membayangkan bentuk KS kita seperti apa. Salahkah ane mempertanyakan yang beginian?

      Ane disini cuman military fans, klo salah persepsi ya wajar aja. Tinggal yg berkompeten aja tolong diluruskan beritanya. Tugas PR/jubir adalah menjelaskan ke media dengan benar, kesalahan informasi pasti membuat publik jadi misinterpretasi, betul nggak bang. Ane orangnya optimis, melakukan segala sesuatu ane selalu optimis. Cuman ane orangnya frontal, kadang liat yg beginian gatel klo nggak komen/kritik. Begitu kira2…

      • lha wong itu ceremony aja bung..
        Ente bisa nikah thn 2012 dan resepsinya ditahun 2013 bisa saja kan yang penting nikahnya sudah duluan dan sudah dikerjakan,
        ITU bukan acuan untuk bisa mengatakan DSME hanya merefurbish cbg bekas mirik korsel tuk diberikan ke indonesia.

        ngomong dunia militer mau segalanya gamblang ??
        Tidak mungkin kan

        anda mual pada saya gak masalah asal masyarakat saya bias cerdas menilai suatu berita.
        .gak enak kan dituduh yang tidak tidak,,mungkin perasaan kemenhan juga gak enak dituduh macam macam oleh rakyatnya yg belum tentu tau persis pokok masalahnya.(saya kok jadi ingat LSM yang mengungkit ungkit pembelian sukhoi batch terakir)

        berpikir postif adalah salah satu menyehatkan badan ini biar gak mual mual hehehe
        salam

    • Ada pepatah lama yang di ucapkan oleh jenderal Charles Gaule seorang perwira Prancis yang cemerlang semasa PD II, ia mengatakan bahwa lebih mudah merebut benteng walau setangguh apapun tempat itu dari pada merubah pemikiran jendral-jendral kolot yang tak mampu melihat perubahan dunia. Semoga ini bisa menjadi renungan kita bersama.

  8. jika memantau perihal ks harus mengikuti perkembangan minimal dari tahun 2007, jangan sepotong-sepotong. jumlah yang banyak bisa disiasati dengan skenario misalnya : type 209 itu ke kroya, type kilo dan amur bisa ke papa bear, sedangkan hitech u boat series bisa ke jerman yang dibantu oleh turki. estimasi pengerjaan pembuatan ks secara intensif adalah 1 unit/2 tahun. Dengan sistem modul kemungkinan akhirnya bisa dicapai 2 unit/2 tahun. Mengenai dananya mungkin bisa dengan perjanjian (alias nyicil)

  9. Saya merasa Korsel jadi gerah dan protes karena lansiran berita yang gak jelas juntrungannya, sehingga dihujani tudingan miring di berbagai blog yang mulai merembet ke pabrik/industri mereka di sini/PMA.

    >Dari ‘ToT Changbogo dan Banjir di Arab Saudi’:

    -Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro: Korea Selatan meminta Indonesia tidak terlibat langsung pembuatan kapal selam, melainkan cukup melihat proses pembuatannya.

    -Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemenhan Laksda Rachmad Lubis: dalam perjanjian alih teknologi itu, Indonesia meminta perwakilan PT PAL ikut serta dalam perakitan kapal selam, tapi pihak Korea Selatan tidak setuju.

    >Dari ‘Transfer Teknologi Kapal Selam Changbogo’:

    -Direktur Utama PT PAL Indonesia M. Firmansyah: ToT kapal selam Korea Selatan ke Indonesia cenderung merugikan kepentingan nasional.

    -Ketua Pusat Kerja Sama dan Promosi IPTEKS-ITS, Raja Oloan Saut Gurning: Realisasi penguatan alutsista Indonesia dalam dua tahun terakhir, lebih menguntungkan kepentingan asing.

    >Terakhir:

    Sempat berkembang pandangan yang menilai kerja sama alutsista ini bakal merugikan kepentingan nasional Indonesia, lantaran tenaga-tenaga ahli yang dikirim pemerintah ke negeri ginseng hanya sebatas learning by seeing, bukan learning by doing.
    Namun, Silmy Karim, Juru Bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan membantah hal tersebut. Ia menjamin pemerintah Korea TIDAK AKAN SETENGAH HATIi dalam mentransfer teknologi kapal selamnya kepada Indonesia.

    Bantahan jubir KKIP ini mementahkan pernyataan2 sebelumnya, mulai dari Menhan hingga pejabat ITS, mungkin karena ada yang protes keras.
    Memang gak mudah membuat disinformasi, bilang A publik meradang dan menggugat pejabat gak becus bikin kontrak, bilang B negara lain protes. Maju kena mundur kena…

    • YUPP anda cerdas bung Danu, juga bung Aluguro.
      MENCERNA berita itu jangan sepotong sepotong dan jangan langsung ditelan mentah mentah dikunyah dulu dirasain pait ,asin,manis,gurih,renyahnya,teksturnya dll baru ditelan.
      Jamaah pesimisiah sih paling seneng kalau lihat rakyat ini pesimis dan makin dikomporin.

      TATA CANGKEM memang harus diselaraskan dengan watak bangsa kita yang pancasilais.
      Kan sudah diberi pedoman sama para leluhur kita
      Ojo Kagetan,,Ojo Gumunan,,lan OJO DUMEH

      • Setuju bung satrio, akhirnya gatel juga dengan jamaah pesimisme. Saya berkeyakinan bahwa tanda2 jaman keemasan itu telah nampak walaupun samar2. Dengan bersikap optimis, mawas diri dan kembali ke jati diri bangsa kita maka semuanya akan cepat tercapai.’bantu indonesia dengan membeli produk indonesia’

  10. Mudah2an kerjasama sama kroya lancar amin ya robal Allamin, klau ngak boikot kratauPosco di cilegon yang pabriknya segede buanget gitu lo nanti cilegon jadi kota kroya kali benar yang di katakan bung melekteck dan bung satrio

  11. Utk pesawat :
    Sukhoi 27/30 << deterjen/qualitas
    F 16 (sambil Kerjasama KFX/IFX)<< workhorse/ quantitas

    Utk darat :
    Leopard << deterjent/qualitas
    Panser/tank ringan pindad (sambil kerjasama dgn turki) << /quantitas ?

    Utk laut permukaan :
    Kapal Sigma , Rudal Yakhont << Deterjen/Qualitas
    Kcr , Rudal C 802/205 (sambil ToT dgn China) << Quantitas

    Kapal Selam :
    ?????? << Deterjen/Quantitas ??
    Changbogo (sambil ToT dgn Korea)

    Lanjutkan ToT dgn Korea ….. tp Akuisisi jg Amur sbg deterjen.
    Maju terus Indonesia !!

  12. Gan pabrik aki ns…proyek dgn pemerintah untuk pembuatan aki ns untuk kapal selam sampe taun 2025 untuk 18 kapal selam….mohon pencerahan….klo bener (berita bener sih) waduh kawasan asteng bukan panas dingin demam tapi sudah taraf stroke level 4

  13. ***Silakan dicermati berita terbaru dibawah ini perihal jumlah ks-nya :

    Nipress Kembangkan Aki untuk Tank dan Pesawat

    Bogor, KompasOtomotif – PT Nipress Tbk, produsen merek aki NS juga sedang mengembangkan baterai untuk kendaraan militer. “Visi kami berubah sejak 2008. Kami tak ingin hanya disebut pemroduksi aki mobil dan sepeda motor, tetapi all about batteries. Selain baterai lithium untuk mobil listrik, kami juga sedang mengembangkan baterai untuk kendaraan militer,” Richard Tandiono, Direktur Operasional, beberapa hari lalu.

    Tank dan Kapal Selam

    Saat ini, Nipress sudah menjadi penyedia baterai motive battery (baterai yang menggerakkan alat) selain untuk kendaraan sehari-hari. Di samping golf car, Richard menyebut pihaknya sudah berkolaborasi dengan TNI AL untuk mengembangkan baterai kapal selam. Produksinya sudah berjalan dan rencananya pada 2025 sudah selesai memroduksi 18 baterai masing-masing seberat 240 ton untuk 18 kapal selam.

    Kerjasama juga dijalin dengan TNI AD dan AU dengan penyediaan baterai khusus untuk tank, kendaraan amfibi, dan pesawat terbang. “Kami juga dipercaya memroduksi baterai untuk menggerakkan torpedo yang akan kami realisasikan di 2016. Sedangkan baterai untuk helikopter dan pesawat di 2015,” tegas Richard.

    Selain itu, perusahaan juga mengembangkan stationary battery (baterai untuk penyimpanan energi), misalnya cadangan energi untuk emergency lighting gedung, BTS berbagai provider, atau untuk mem-back up energi di data centre yang tak boleh sekali pun berkedip. Nipress juga sudah siap dengan penyediaan baterai untuk energi terbarukan seperti peranti penyimpan energi matahari atau pun angin.

    Di industri otomotif sendiri (mobil dan sepeda motor), aki NS sudah berhasil meraih pangsa pasar 20 persen.

    (Kompas)

    sekali lagi jumlah yang ingin disupply battery ksnya = 18 buah

    • Bateray untuk KS mempunyai Life time untuk jangka waktu tertentu harus diganti karena performanya menurun.
      Pembelian Bateray KS sampai 18 unit tidak berarti semua untuk KS baru,,tetapi juga untuk mengganti bateray KS yang kita punya yang perlu untuk diganti.
      Pertimbangan lainnya mungkin membeli dalam jumlah banyak harga lebih murah,,atau peraturan dari pihak produsen tentang minimum order (tuk menan ongkos produksi) yang harus dipenuhi oleh pemesan.

      Kalau kita berpikir realistis tidak gampang kaget(ojo kagetan),,dan tidak gampang heran (ojo gumunan)..akan gampang mencerna suatu berita dengan baik.
      salam

    • Waduh, kok vendornya bebas banget ngomong tentang segala jenis battery yang dipesan TNI? Harusnya ada semacam Agreement on Mutual Protection of Secret Information antara TNI dan vendor ini.

      Atau ini disinformasi jilid berikut? 🙂

      • Siap2 aja kalau koordinat pabrik vendor ini diam2 masuk database tetangga belakang rumah.

        (Kalau situasi memanas, koordinat kaitannya bisa ke JDAM 🙂 )

        • Maksutnya promosi bung danu kalau sudah mendapat kepercayaan dari TNI kita dengan pembelian yg banyak dlm jangka panjang.

          Kali kali aja negara tetangga kawasan yang mengoperasionalkan KS bisa sekalian pesen dari pada jauh jauh kalau kualitasnya sama dan harga lebih murah.

  14. “Berita yang menghebohkan tetangga dekat dan tetangga jauh” 180 sukhoi dan 40 ks

    Indonesia’s attainment of political respectability has yet to be matched by a corresponding increase in strategic power. Jakarta has made clear its hopes of changing this, but whether it has the political will to fund the military transformation remains to be seen.

    Turning the country’s armed forces, the TNI, into an effective military by regional standards will involve costly investments in the navy and air force, as well as the enactment of bold reforms, so far avoided by the government, to reduce the autonomy of local military commanders and divest them of their off-budget income sources. Procurement has received far more attention than reform, although both are needed.

    Growing public awareness of the air force’s dreadful safety record has helped push aircraft procurement up the national agenda. In February the US, having rehabilitated Indonesia as a defence partner, agreed to sell the country 24 second-hand F-16A/Bs to supplement the 10 new Sukhoi fighters (Su-27s and Su-30s) already in the air force’s inventory. The announcement in April of the purchase of 16 KAI T-50 advanced trainer aircraft from South Korea for USD400 million, following on from a late 2010 order for eight EMB-341 Super Tucano trainer/light attack aircraft (with a second tranche of eight likely to follow), should help the TNI to realise the potential of its fighter fleet.

    The trajectory of Indonesia’s air force development lies somewhere between the cautious “minimum essential force” outlined in general terms by Air Chief Marshal Imam Sufaat and the overambitious 180-strong Sukhoi fleet aspired to by Defence Minister Purnomo Yusgiantoro. In April the Indonesian press quoted a senior air force officer as saying that his service aimed to field 10 modern fighter squadrons by 2025 (giving them seven more to procure, or just five if the T-50s and Super Tucanos are deployed in dual fighter-trainer roles). The potential purchase of 24 Eurofighter Typhoons – about which Jakarta has reportedly contacted the UK government – would signal Indonesia’s seriousness about achieving this target and mark a step-change in the TNI’s horizons, although it would add yet another aircraft type to an inventory which, like Malaysia’s, is beginning to contain an unruly mix of kit. “Purnomo is really talking about aspirations; there is a huge gap between desired needs and what Indonesia can realistically achieve,” says Dewi Fortuna Anwar, a former assistant minister of foreign affairs and now of the Indonesian Institute of Sciences (LIPI). “At the level of real procurement, the government will still be aiming only for the minimum.”

    In any case, fighter procurement may be curtailed by an urgent need to update the TNI’s airlift capability. In January the TNI announced that it was to spend USD64 million modernising five of its C-130Bs and discussions continue with the US and others about procuring additional, second-hand C-130s.

    The air force’s targets are achievable, but only if the government follows through on promises to ramp up investment in defence. The Indonesian economy has been growing strongly at around 6 per cent per year and Jakarta has increased the 2011 defence budget to USD6.5 billion in line with that. However, the defence budget has yet to break through the 1 per cent of gross domestic product (GDP) threshold, despite presidential assurances that it would top 1.5 per cent by 2014. The forecast 2014 defence budget of around USD8.8 billion would be more in the 1.2 per cent range.

    As with dreams of a 180-aircraft fighter fleet, the navy’s ambitions for a 40-boat submarine force as outlined in 2010 by the navy’s deputy chief are highly implausible. The recognition that an island nation such as Indonesia requires an effective navy – naval investment is the highest priority of all, according to Anwar – is, however, resulting in much-needed investment coming on stream. An order for two submarines (Russian or South Korean) is expected to be placed in 2011. As the navy prepares to scrap many of its ageing warships, it is aiming to add to its fleet of four new Diponegoro-class corvettes by procuring up to 20 frigates, as well as 30 to 40 corvettes and fast patrol craft. Domestic shipbuilder PT Pal and Dutch partner Damen Schelde Naval Shipbuilding are expected to begin construction of the first new frigate in 2011, but it is unclear whether the navy’s full requirement of 20 ships is currently envisaged.

    Indonesia’s urgent need to rejuvenate its offshore patrol capability has yet to yield the kind of numbers required to effectively monitor the country’s vast coastline. However, the domestic construction of a new fleet of Lürssen PB-57 large patrol craft is continuing and negotiations with Italy about the construction of fast patrol boats are expected to conclude in 2011. This all indicates progress, but the TNI needs 300 new surface ships, Anwar argues, if it is to monitor and control Indonesia’s territorial waters effectively.

    Though army procurement will generally take a backseat to the costly process of re-equipping the air force and navy, army aviation in particular has seen some investment. A mix of 12 Mil Mi-35M ‘Hind’ attack helicopters and Mi-17 ‘Hip’ transport helicopters ordered from Russia in 2003 have now been delivered and PT Dirgantara Indonesia finalised a USD250 million deal at the end of 2010 to license-produce 20 Bell 412EP utility helicopters.

    The government plans to build a modern defence industry to help justify its military spending and Indonesia’s first defence offset policy is expected to come into effect in 2011 (it will require 30-40 per cent of contracted work to be carried out domestically). Industrial partnerships – especially the burgeoning defence relationship with South Korea – will make or break these aspirations. However, the determination to bankroll TNI modernisation will be most essential of all. When the defence budget finally kracks 1.5 per cent of GDP, it will be time to take Indonesian ambitions seriously.

    Reference: Trefor Moss (Jane’s), 6th May 2011.

    kalau dibandingkan ambisi TNI AL yang 40 unit ks, MEF yang 12 unit belum seberapakan ?

  15. A ceremony to commemorate the completion of the Indonesian submarine’s basic design was held on 18th March. It is Korea’s first submarine export so DSME received a great deal of media attention when signing the contract.

    DSME had 50 basic design drawings approved by the Indonesian Navy and began the structure and production design. The Indonesian submarines will be constructed entirely by DSME instead of depending on German technology. DSME will also carry out the design and material supply autonomously.

    During the ceremony, an Indonesian representative said, “DSME and the Indonesian Navy have a good relationship through the submarine depot maintenance. We deeply trust DSME’s technology.”

    Di dalam pernyataan di atas bisa menimbulkan bermacam-macam pengertian. apakah basic desain yang 50 item itu berbeda konstruksi dasar ataukah hanya detail dari bagian yang lebih kecil. sebagai contoh pembuatan pabrik ada fungsi hidran, kompresor, sanitary dan lain-lain. pihak pembuat pasti sudah mengajukan pattern ke pelanggan. mungkin pelanggan sudah menyetujui secara system yang ditawarkan, hanya saja terkait detail peralatan tertentu belum disetujui pelanggan. misalnya warna toilet, cat interior, komposisi ruangan dan hal kecil lainnya. Otomatis bagian lain yang tidak terkena perubahan design sudah bisa dikerjakan sejak dilakukan kick off meeting. Jika penanda tanganan kontrak di tahun 2012 dan harus diserahkan di tahun 2014 maka waktu yang tersedia akan sangat ketat. apalagi ada beberapa detail yang baru approval di tahun 2013 sehingga mengakibatkan terganggunya proses pembelajaran. mungkin dari sanalah munculnya istilah “Learning by Seeing”. untuk kondisi yang sebenarnya mungkin Tuhan dan mereka yang terlibat yang tahu.

  16. Keraguan-keraguan yang muncul di salah satu forum militer terkemuka di Indonesia adalah terkait moncong depan ks. Dari forum tersebut “Diduga pihak kontraktor belum menguasai teknologi tersebut” Ada beberapa kemungkinan mengenai hal tersebut,
    – bisa jadi pihak kontraktor memesan ke pihak yang lebih berkompeten misalnya Jerman/Turki atau kontraktor lain sesuai desain drawing mereka.
    – Atau sesungguhnya mereka kelebihan stock pada saat pembuatan cbg class
    – Kontraktor tersebut sudah menguasai teknologi proses dari moncong ks tersebut dengan beberapa catatan bahan baku tetap dari Jerman atau bahkan pihak kontraktor sudah menemukan pihak di dalam negeri mereka sendiri untuk menyediakan bahan baku tersebut.

    mengenai rekayasa design badan kapal sendiri pihak kontraktor sudah membuktikan dengan keberhasilan refurbish duet ks kita. Sedangkan design kapal kita yang baru, pihak kontraktor juga melibatkan pihak luar yang punya kemampuan dalam rekayasa design karena terlibat dalam pembuatan ks di inggris. marilah kita berdoa agar proyek tersebut lancar dan mendapatkan keberhasilan.

  17. barusan saya ke forum militer… kata salah satu member, indonesia mempunyai perjanjian kerahasian pembelian alutsista dengan rusia dan jerman

    saya googling tentang perjanjian tersebut dan hasilnya… (itu perjanjian rahasia indonesia dan jerman tapi sudah ketahuan)

    http://www.watchindonesia.org/Panzer_ind.htm

    nah yang menjadi permasalahan… perjanjian rahasia dari rusia saya belum ketemu….

  18. Gan yg kemarin nerobos pertahanan ausie ks cakra merk n jenis mana ya….sampe motoin pangkalan as di ausie….mohon pencerahan berhubung disini banyak ahli sekaligus….pengamat untuk konsumsi militer di luar tni….

 Leave a Reply