Jul 152014
 
Pertemuan Dubes Pakistan  Attiya Mahmood dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, di Cilangkap, Jakarta (photo: TNI.mil.id).

Pertemuan Dubes Pakistan Attiya Mahmood dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, di Cilangkap, Jakarta (photo: TNI.mil.id).

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Moeldoko didampingi Kasum TNI, Koorsahli Panglima TNI, Asintel Panglima TNI, Asops Panglima TNI, Kapuspen TNI, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Pakistan untuk Indonesia, Attiya Mahmood yang didampingi Atase Pertahanan Kolonel Muhammad Shahid Siddeeq di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (14/7/2014).

Dalam pertemuan tersebut, Panglima TNI dan Dubes Pakistan untuk RI membahas peningkatan kerjasama militer kedua Negara yang telah lama terjalin.

Jenderal Moeldoko menegaskan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Pakistan dibuka tahun 1950 dengan didirikannya Representative Office Indonesia di Karachi, Ibukota Pakistan pada waktu itu.

Pada bulan September 1967 KBRI yang berlokasi di Karachi dipindahkan ke Islamabad sehubungan dengan perubahan ibukota negara Pakistan dari Karachi menjadi Islamabad. Selanjutnya pada tahun 1971, kantor perwakilan RI yang ada di Karachi dijadikan kantor konsulat RI.

“Pembukaan hubungan diplomatik Indonesia-Pakistan merupakan bagian dari upaya diplomasi aktif Pemerintah RI dalam memperoleh dukungan politik terhadap perjuangan memperoleh kemerdekaan dan kedudukan Pakistan yang pada saat itu sangat strategis, yakni sebagai lintas jalur internasional baik darat maupun laut”, tegas Panglima TNI.

Hubungan kerjasama pertahanan dan militer RI-Pakistan telah berlangsung lama dan berjalan baik hingga sekarang. Peningkatan dari wujud kerja sama ini telah dituangkan dalam Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Islamic Republic of Pakistan on Cooperative Activities in the Field of Defence (Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Islam Pakistan tentang Kegiatan Kerjasama di Bidang Pertahanan) yang ditandatangani oleh Menhan kedua negara pada tanggal 21 Juli 2010 di Jakarta.

Adapun lingkup kerjasama tersebut meliputi: dialog dan konsultasi bilateral tentang isu-isu strategis dan keamanan yang menjadi perhatian bersama, pertukaran informasi terkait kelembagaan dan masalah-masalah pertahanan termasuk mengenai organisasi, doktrin dan kebijakan, kerjasama ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertahanan melalui pertukaran personel, kunjungan-kunjungan, pelatihan, serta bentuk-bentuk kerjasama teknis lainnya berdasarkan prinsip timbal balik dan saling menguntungkan, mempromosikan pengembangan sumber daya manusia pada lembaga-lembaga pertahanan dan Angkatan Bersenjata kedua Pihak melalui pendidikan/pelatihan, saling kunjung, latihan bersama, pertukaran pengamat militer untuk menyaksikan latihan dan pertukaran tenaga ahli bidang pendidikan, penyediaan peralatan dan kegiatan lain yang terkait, dan kerjasama di bidang lain yang menyangkut kepentingan bersama. (tni.mil.id).

  34 Responses to “Kerjasama Militer Indonesia Pakistan”

  1. 5 bsar kh?

  2. Gandoss

  3. past no empat

  4. absen dl

  5. Lumayan

  6. Artikel yg bagus, selamat pagi semua…

  7. Met pagi…slamat shaum ramadhan.

  8. Ok sama Pakistan latihan guerilla anti guerrilla..kan sering lawan taliban

  9. Hadir

  10. absen dlu sblm brngkt…

  11. Indonesia Pakistan adalah sahabat lama yg telah teruji waktu. Wajib utk dibina terus hubungannya.

    • jd igt wktu perang india – pakistan bung pitik…2 kasel qt yg dpinjm al pakistan sat itu bs bwt india keder

      • tp sy jg brhrap qt bs krjasama prthann dgn india..pgn bgt indonesia bs buat rudal skelas brahmos,,,,

      • kalo menurutku india gak keder kok, kita sebenarnya berteman erat dgn kedua negara (pakistan dan india)…nah kita sebenarnya waktu itu sedang melakukan diplomasi ‘perdamaian’ dgn cara melakukan latihan perang dgn Pakistan, waktu itu alutsista yg dikirim adalah pesawat MiG-19 dan kasel. nah dgn hadirnya kita di Pakistan membuat India jadi segan melakukan serangan sehingga akhirnya menghentikan (utk sementara waktu) perang India-Pakistan. Selesai latihan armada kasel kita pulang tapi armada MiG-19 kita tinggal di Pakistan (kayaknya di hibahkan ato di jual ke Pakistan)… maap siap salah

  12. permisi..salam kenal semuanya

  13. Sepertinya Pakistani tidak mau ketinggalan kerjasama dengan Indonesia dibidang hankam seperti Iran-Indonesia.

  14. kemana sales JF Sulfur ini yah 🙂

  15. absenn…17….baru branjak dewasa

  16. ajib

  17. Nyimak

  18. Kirain Paki jual JF sulfurke Indo hahaha 😀

  19. Berkat bapa SBY indonesia jadi incaran negara2 lain untuk jalin kerjasama,, karena indonesia penuh daya pikat mulai dari SDM yg melimpah,, dan paling di minati SDA nya yg melimpah.

  20. ko’ bisa yah kerjasamanya sama pakistan tapi dapat TOT-nya si agni, hehehe

  21. @Neng Okelah … where are you…
    ni lg bahas Kerjasama Militer Indonesia Pakistan

  22. karena selalu dalam posisi siaga perang maka angkatan bersenjatan pakistan selalu memperoleh peralatan perang yang terbilang modern baik dari produksi sendiri maupun impor; setidaknya teknologi peroketan dan peluru kendali mereka cukup bagus, syukur-syukur mau belajar cara buat bom nuklir ….

  23. mumet mikerne

  24. Prmsiii..hee maaf oot…seumur2 ane bru liat heli sgede gaban trbang rendah diatas daerah lenteng agung tdi siang skitar jam14 .00 mnuju arah halim.. Warna agak gelap/hitam dan pintu kabin blakang terbuka..adakah yg tau heli jnis apa ya..trimkasih..

  25. berita kemaren sama Iran, sekarang sama Pakistan……. duuuuuuummmmm asap jamur

  26. Absen dulu…NKRI

 Leave a Reply