Mar 232016
 

Agensi ekportir senjata negara Rusia, Rosoboronexport, berencana untuk membahas kerjasama Rusia-India untuk memodernisasi industri pertahanan India. Hal itu akan dibahas dalam kerangka program ‘Make in India’.

Wakil Direktur Rosoboronexport, Sergei Goreslavsky, mengatakan bahwa India telah bersedia untuk mengembangkan industri pertahanan dalam negeri sesuai dengan program ‘Make in India’. “Kami siap untuk mengusulkan proyek-proyek baru berskala besar untuk diimplementasikan dalam kepentingan semua layanan militer dengan melibatkan bisnis terluas di India. Kami akan melakukan transfer teknologi yang relevan dan mengorganisasikan produksi bersama beserta dengan lisensinya.

Diskusi kedua negara akan berlangsung pada tanggal 28 hingga 31 Maret mendatang, dalam ajang Defexpo India 2016 International Land and Naval Systems Exhibition di Naqueri Quitol, negara bagian Goa.

T-90MS Tagil, the new improved version of the best Russian MBT.

T-90MS Tagil, the new improved version of the best Russian MBT.


Rosoboronexport akan menampilkan tank tempur T-90MS, kendaraan tempur infanteri BMP-3, senapan serbu Kalashnikov seri 100, sistem pertahanan udara, termasuk yang dipasang pada chassis Tata buatan India, serta berbagai vessel angkatan laut.

Rusia dan India telah menjalin hubungan strategis yang saling menguntungkan, khususnya di bidang pertahanan dan kerjasama militer, sejak tahun 1960-an.

Sputnik News

Bagikan :

  15 Responses to “Kerjasama Modernisasi Industri Pertahanan Rusia-India”

  1.  

    Sukses yaa..

    •  

      Iri ngelihatnyaa.. ngeness bangettt kapan punya bramoss,s400. Biar tetangga panass meriang..justru bangsa indonesia meriang ulah tetangga ngeklem batas wilayah batas perairan batas udara…

    •  

      klo ada uang boleh juga tuh rudal brahmos dibeli minimal 100 biji buat membela destroyer china kombinasi yakhont versi kapal-bastion versi darat dan brahmos versi pesawat tempur dijamin kapal coast guard dan destroyer china hancur berkeping-keping.

      klo dilihat rusia sebenarnya tidak mw ikut campur urusan negara yg membeli senjatanya baik itu china dgn vietnam atau china dgn india yg sedang bersitegang. yg jelas anda punya uang kami layani.

  2.  

    kapan kita pnya dana.?

    •  

      Dana tidak penting, yang penting barangnya sudah ada. Anda tidak nasionalis, selalu menganggap remeh kekuatan TNI seakan-akan tanpa dana tidak bisa beli 32 Rafale, 2 Mistral, 2 Astute, 8 S-300 dsb. Percaya, kita sudah kuat. China saja tidak berani sama kita di Natuna.

  3.  

    Dua negara ini memang kayak orang pacaran ae. Kadang menjauh tp waktu agak jauh salah satunya bakalan mendekan dan akhirnya mesra lg. Hhe”

  4.  

    Smoga kerjasamanya adalah mengenai pesawat peringatan dini yg sedang d kembangkan DRDO yg mampu mengkoneksikan data link dari prod barat dengan prod rusia

  5.  

    kerja sama industri nuklir dan satelit antara rusia dan indonesia… baru mantaaappp bung diego…
    wkwkwkwkwk….

  6.  

    Kapan ya dapat pemimpin yg serius buat up grade alutsista…

  7.  

    India berkembang pesat. Indonesia belum siap

  8.  

    Baiklah…besok kita jadi Pimpinan Negeri…agar tercapai cita2 semoga semua menjadi puas2..puas,,,urutan pertama…: RI, AS, RUS, CHIN…..dst..tetangga sebelah yg paling terakhir.

 Leave a Reply