Jul 192015
 
Reaktor Nuklir bawah laut DCNS Perancis

Reaktor Nuklir bawah laut DCNS Perancis

Duta Besar Perancis Corinne Beutze dan Menteri Koordinator Kelautan Indonesia Indroyono Soesilo membuat tiga perjanjian Perancis-Indonesia, yakni : pertukaran keahlian dalam pembangunan pembangkit listrik karbon rendah antara PLN, EDF dan AFD, kedua kerjasama antara perusahaan badan nuklir DCNS dan BATAN (Indonesia) dan ketiga, kerjasama antara perusahaan Sabella SAS dengan dua bisnis lokal Indonesia yang bergerak di Marine Energy, 13/02/2015.

Mereka akan bekerja di kepulauan Indonesia, yang terdiri dari 17.000 pulau yang membentang di atas wilayah laut 6.000 hingga 2.000 kilometer.

Sabella SAS melakukan perjanjian kemitraan industri dengan PT. Prima Langkah Pratama (PLP) dan PT Meindo Eland Indah (MEINDO) untuk memasarkan turbin Sabella D10.

Sabella SAS bertanggung jawab atas rekayasa dan penyediaan turbin, PLP bertanggung jawab dalam manajemen proyek dan bantuan teknis, MEINDO untuk konstruksi logam set dan bekerja di operasi laut.

Ini adalah penandatanganan pertama yang penting untuk Sabella dalam ekspansi internasional dan memberikan sukses nyata bagi mereka. Menurut direktur komersial Sabella SAS, Jean-Christophe Allo, air pasang surut Indonesia memiliki potensi yang lebih besar dari 5 GW.

Tujuan dari PLP, Meindo dan Sabella SAS adalah untuk menanamkan di Indonesia untuk turbin kekuatan 50 kW hingga 2 500 kilowatt dengan mengeksploitasi arus laut dan juga akan menciptakan lapangan kerja lokal yang signifikan.

Reaktor tenaga nuklir DCSN Perancis

Reaktor tenaga nuklir DCSN Perancis

DCNS

Untuk DCNS, perusahaan ini telah menandatangani perjanjian dengan BATAN oleh Manager Energi dan Infrastruktur yang dipimpin oleh Thierry Kalanquin. Mereka membuka perspektif baru dalam proyek Flexblue yang diluncurkan pada tahun 2011 oleh Patrick Boissier, mantan CEO dari DCNS.

Setelah dilatih dengan pembangunan boiler kapal selam nuklir, DCNS ingin menciptakan tenaga nuklir bawah air 50-250 MW listrik, yang disebut Flexblue yang dibentuk oleh silinder dengan panjang seratus meter, diameter 15 sampai 20 meter dan bobot 12 000 ton.

DNCS menyajikan proyek sebagai berikut “Unit ini akan terendam antara 60 sampai 100 meter, beberapa kilometer dari pantai.” Unit ini akan melayani negara untuk mendapatkan reaktor nuklir daya kecil dan menengah dengan biaya beberapa ratus juta euro “.

Duta Besar Perancis Corinne Beutze dan Menteri Koordinator Kelautan Indonesia Indroyono Soesilo

Duta Besar Perancis Corinne Beutze dan Menteri Koordinator Kelautan Indonesia Indroyono Soesilo

Geopolitik

Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan mitra penting bagi Perancis di Asia. Dengan pembentukan kemitraan strategis pada 2011, situs Kementerian Luar Negeri Perancis menyebutkan bahwa hubungan terikat ini, untuk meningkatkan dan mendukung pembangunan Indonesia, negara-negara berkembang dan yang terlibat dalam isu-isu global seperti perubahan iklim atau G20.

Pada tahun 2011, Menteri Perdagangan Luar Negeri, Pierre Lellouche telah menandatangani kesepakatan kerja sama di bidang energi dan sumber daya mineral, yang mulai berlaku pada 07/01/2011. Indonesia merupakan mitra dagang terbesar keempat kami di wilayah ASEAN.

Selama kunjungan resmi pertamanya pada Agustus tahun 2013, yang menandai kesediaan Perancis dalam memberikan dorongan baru bagi hubungan antara Perancis dan Asia Tenggara, Laurent Fabius menekankan bahwa pengembangan “hubungan kita dengan negara-negara Asia Tenggara harus ditempatkan pada tingkat yang sama sebagai mitra besar kami yang lain di Asia seperti Cina, India dan Jepang.

” Wawancara dengan otoritas politik telah menunjukkan kemauan umum untuk secara efektif melaksanakan kemitraan strategis bilateral yang ditandatangani pada tahun 2011.

Penguatan hubungan ekonomi adalah prioritas, dan Indonesia bagian 40% dari PDB ASEAN. Saat ini sedang dilakukan negosiasi untuk menghindari eksekusi mati terhadap warga Prancis yang terlibat perdagangan narkoba.

energiesdelamer.eu

Bagikan :

  31 Responses to “Kerjasama Nuklir Indonesia dan DCNS Perancis”

  1.  

    Lanjutkan

  2.  

    Eheeem.. Kaya kita.

  3.  

    apakah kreasi anak bangsa dipakai jg ? listrik tenaga gelombang laut ?

  4.  

    Mantappppp…

  5.  

    Lanjutkan.

  6.  

    Senang rasanya Indonesia bekerjasama energi nuklir dengan Russia dan Perancis….alhamdulillah harapanku terkabul.

  7.  

    Pengeksploitasi an panas bumi slah satu penyebab pmanasan global,panas bumi yg diambil lbih besar dari yg di hsil kan.

    •  

      Yakin? Bukan eksploitasi. Tapi eksplorasi. Mengubah panas bumi menjadi energi dan turunanya. Bukannya malah adem?? Zat kimia golongan perusak ozon, dalam batrai misalnya bisa diganti atau diolah secara ahli nuklir kita jago dalam manajemen sampah.

  8.  

    Pertama nuke buat pembangkit listrik, kedua nuke buat kapal selam. Apa mungkin ya yg ketiga nuka buat rudal balistik antar benua bikinan indonesia?kaya di game2 rts macam CNC (Command and Conquer) hehe

    •  

      Lebih mudah buat warhead nuklir daripada PLTN. Tapi cuman sedikit yg mau TOT warhead nuklir

      •  

        oh ya bung @AutoVeron, apa mungkin bisa warhead nuke diinstal pda rocket udara ke darat di pespur?

        •  

          Bisa bung pake depleted uranium seperti yang dipakai didalam peluru tank amrik. Tapi setau ane du udah gak boleh dipake lagi karena efeknya yang kejam

      •  

        Rasanya lebih mudah menyiapkan bahan nuklir untuk pltn dibandingkan warhead nuklir karena pengayaan isotop utk pltn hanya perlu sekitar 4-5% tapi untuk warhead (bom) perlu sekitar 90%. Utk depleted uranium kalo gak salah tujuannya agar mampu menembus sasaran yg tebal karena kekuatan logan uranium…bukan karena ledakannya. Imho….

  9.  

    Pntesan tawaran dari Russia diabaikan gara2 ini toh? Bener?

    •  

      Jgn salah ini Juga senjata rahasia – walau PLTN selem nuklir ngak bisa jalan tapi kalo di kirim (Di kerek) ma si 401-402 BISA nyampe ke laut maloy and singpon juga

  10.  

    Barter ama terpidana narkoba nihh..

  11.  

    Yakin menurut sya bung,kalo link kurang yakin,krn link menrut sya mudah untuk penggiringan opini publik,kok bisa?blajar dr sejarah bung,

  12.  

    ya hati2 saja berhubungan dengan negara model gini…sistem hukum positif negara lain aja buat komoditas politik.sejenis ausi ama brasil…

  13.  

    waspada proxy war

  14.  

    “Saat ini sedang dilakukan negosiasi untuk menghindari eksekusi mati terhadap warga Prancis yang terlibat perdagangan narkoba.”


    Bukannya ini api dalam sekam. Pertanyaan awam saya.. hal nuklir kenapa ga fokus dengan Rusia.

  15.  

    Bisa kena embargo tidak ya…? entar gara2 wargaya di hukum mati presiden prancis ngambek lagi

  16.  

    Reaktor yg sangat menarik.
    Apa reaktor bawah laut inilah yg akan dibangun oleh Batan dan DCNS?
    Ayo Batan! Seraplah semua ilmunya utk kemajuan Indonesia!
    Berasal dari teknologi boiler kasel. Hehehe!
    Klu bgt, mk bs dong dikembalikan keasalnya. Ane tunggu pengembaliannya itu scptnya, sbb patroli bawah laut yg hemat biaya sangat diperlukan. Cbg. Wkkkkk!

  17.  

    Kayaknya.. Ni teknologi bisa diaplikasikan untk tenaga penggerak dikasel ataupun di kapal2 permukaan deh.. Menambah endurance tu kapal untk berlayar.. MengHemat pengeluaran lagi (untk bbm nya) semoga segera terwujud.. Amen.. 🙂

  18.  

    haha ternyata bekerja sama dengan pembangkit tenaga listrik juga seperti PLN….
    hayo dong, suruh 1 atau dua orang ke kota tanjungpinang .. karena sana masih mati lampu mulu … gak tanggung jawab PLNnya.

    KEKUATAN SUPER ALUTSISTA INDONESIA/MILITER

  19.  

    Sama Rusia saja berani oneprestasi dengan Mistralnya, padahal tidak langsung mempunyai masalah…Bagaimana dengan indonesia ? Seandainya cuma gara2 yunani telp joko mau minjem duit trus kaga ngasih, eh die ngadu ke gangnya…harus ada penilaian/level/grade sama negara2 seperti ini sebelum melangkah dan antisipasi, jgn sampai mangkrak

  20.  

    kalau menurut GG ketakutan PERANCIS terhadap USA derajatnya melebihi keberanian PERANCIS terhadap RUSIA …

    kalau GG salah ya GG minta maaf …

 Leave a Reply