May 282017
 

Frigate Peter Willemoes (362) Iver Huitfeldt-Class (MKFI)

Rear Admiral Denmark Frank Trojahn, mengunjungi Indonesia bersama dengan delegasi perusahaan Denmark di sektor angkatan laut (OMT), pada 18 – 19 Mei 2017.

Dalam rangkaian acara init dilakukan pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia, Laksamana Ade Supandi, yang diikuti oleh sebuah seminar kecil, di mana perusahaan Denmark memiliki kesempatan untuk melakukan presentasi solusi pertahanan angkatan laut.

(Defence.PK/ pr1v4t33r)

Rear Admiral Trojahn dan perusahaan Denmark juga bertemu dengan BAKAMLA Coastguard Indonesia dan mempresentasikan solusi maritim multi guna untuk kebutuhan Indonesia.

Dari gambar di atas, Denmark hendak memberikan solusi bagi kebutuhan kapal maritim Indonesia ke depan, dengan menampilkan beberapa desain dan fungsi kapal : Mothes Ship (Absalon class), Coast Guard (Absalon class),  Frigate Iver Huitfeldt-Class dan OPV Knud Rasmussen Class.

Pada hari kedua, delegasi Denamrk pergi ke Surabaya.  Kepala Staf Angkatan Laut dan perusahaan-perusahaan Denmark yang menyertainya, mengunjungi markas Armada Indonesia Timur dan makan siang dengan perwakilan dari kantor administrasi dan pemangku kepentingan maritim di Surabaya, termasuk National Naval Design Center.

Perusahaan Denmark Odense Maritime Technology (OMT) menandatangani MoU dengan Pusat Desain Naval Nasional Indonesia mengenai kerja sama dalam merancang kapal angkatan laut.

Sore hari, delegasi tersebut mengunjungi galangan kapal PT PAL Indonesia. Ini merupakan kesempatan besar bagi perusahaan Denmark untuk melihat fasilitas pertahanan angkatan laut Indonesia dan menyajikan teknologi dan solusi angkatan laut Denmark.

Belum diketahui detil dari MoU kerja sama dalam merancang kapal angkatan laut tersebut.

Namun, untuk mendapatkan perspektif yang lebih jauh, kita simak komentar dari B Stepanus :

Saya pernah menjelaskan bahwa pembelian alutista Indonesia lebih ke arah upaya untuk mengimbangi. Gak ada ceritanya itu beli alutista saat damai kayak beli kacang goreng. Asal ambil saja.

Fungsi dan doktrin yang di susun melalui pengamatan dan kebutuhan harus sesuai dengan lapangan. Kita punya doktrin. Gak bisa sembarang diganti. Lain cerita kalau darurat perang, butuh apa,berapa banyak. Tinggal minta. Karena yang terpenting adalah kedaulatan. Rakyat senin kamis itu adalah resiko perang.

Soal coastguard ya wajib yang gede. Karena yang nabrak kemarin punya Vietnam besar. Yah dipilihlah si Iver. Coastguard adalah penjaga perairan. Yang seharusnya menangani keamanaan perairan ya mereka ini. Jadi tentara ke depannya fokus cuma buat perang.

Doktrin kita niru US semua. Mereka sipil bersenjata dan bila perang mereka juga ikut perang koq. Cuma senjatanya dibatasi di bawah Cal. Tertentu.

Amerika bahkan punya Arleigh Burke class destroyers untuk CG-nya koq. Cal meriamnya 30 mm.

Kalau soal kapal Bu susi kan dulu sudah pernah saya kasih artikel kapal induk. Yah ini Absalon, kapal markas KKP yang kemarin didatangin Bu Susi.

  41 Responses to “Kerjasama Rancangan Kapal Indonesia-Denmark (Analisa)”

  1. Pertaminix

  2. Audh…’kacamaataku dimna?

  3. Nah yang ini nih,kira kira bener gak ya kabarnya kalau Indonesia pesen 6 unit Iver Huitveld?beritanya ane dapat di warung tetangga.

    • Ttg ivernya nih ya…(walopun ngarep banget) tapi kalo melihat progres melengkapi persenjataan pd PKR kok rasanya masih jauh krena persenjataan dan sensor2 pd iver kastanya beberpa tingkat diatas PKR.

      APAR nya aja udah berapa duit tuh?

      Hemat tante, kita tak perlu buru2 ngudag iver…sabar dikit sambil nunggu program pengadaan 15 biji fregat baru AL Kanada (CSC: canadian surface combatant) yang konon juga akan menggunakan frigate iver sebagai platformnya.

      Bedanya dg iver, frigat csc ini mengganti radar putar “smart l-l band” dengan tipe “fixed array-s band/sea master 400″…tentu saja pilihan jenis radar ini sangat sesuai dg. karakter geografis kita yang merupakan negara litoral, dibanding tetap menggunakan radar L band.

      Dengan karakter geografis sbg negara kepulauan yang dibelah oleh beberapa alur pelayaran dan jalur navigasi udara internasional, kita membutuhkan kaprang yang memiliki kemampuan pendeteksian yang mumpuni disesuaikan dg karakter geografis yang kita punyai.

      Radar sea master 400 (s band) walopun memiliki kemampuan deteksi yang lebih rendah dibanding radar smart l (400 km vs 1000 km), namun ia memiliki resolusi yang lebih baik dibanding radar smart l, lebih tahan thd serangan jamming (krn memiliki frekuensi yang lebih tinggi) serta memiliki kemampuan unik yang yaitu bisa memisahkan antara target dengan kondisi lingkungan disekitarnya (pada lingkungan litoral yang crowded (memiliki filter yang lebih baik, shg bisa “mencomot” obyek yang dicurigai dari antara clutter/kebisingan/gangguan/obyek lain ikut terpantau oleh radar).

      Radar Sea master 400 (s band) memiliki karakter bobot yang. Lebih ringan dan konsumsi listrik yang lebih rendah dibanding radar smart l (l. Band) shg bisa menghemat pemakain daya atau bisa dikompensasikan utk menyuplai kebtuhaan listrik bagi peralatan yang lain. Radar berjenis fixed array yang tidak berputar juga terbebas dari resiko. kerusakan mekanik.

      Dipadu dg radar APAR blok 2, kombinasi sea master-400 dan apar akan menjadi sensor yang tajam/peka dan sanggup menampilkan hasil pelacakan target dengan cepat pd kondisi geografis litoral yg penuh dg “clutter” spt dinegara kita.

      • Tante Mirna ane rasa .. Sband udah direncana kok untuk 3unit pertamak gowind melon jngn2 dibocor lagi teknologi asalnya ke FPDA .. tapi lumayan la dari gk punya apa2

        • PKR dan gowindnya malaysia sama2 pake radar smart-s (s band)…tapi masi pake yang generasi Pesa, tapi. yang inipun sudah bagus. Baru kapal lmv milik singapur yang pake ns-200, aesa-s band….horang kaya

  4. Yuk

  5. Tes

  6. Lumayan laa 6unit Heavy frigate al..bisa2 boleh nggk gimbangi gowind malon ??

  7. Iya jangan asal pilih kek kacang goreng tapi juga jgn sampai nunggu perang baru ambil barang bagus. Sebelum sampai barangnya udah digempur duluan

  8. Iver ini paket hematnya mantap loh udah dapet 32 cell vls mk 41
    Buat KKP dan bakamla pake platform Absalon class
    Buat OPV pake platform Knud Rasmuseen class

    Semuanya ditawarin di bangun di Indonesia

  9. sekarang tinggal,…dananya ada ngga??….liat aja skrg,..PKR RE Martadinata,..persenjataany msh bnyak yg kosong,..kaya’ny pngadaany nyicil2….liat jg Bung Tomo class,..tiga2nya VLS nya msh ompong,..jgn2 rudal anti kapalny jg blom komplit…

    mnding, tuk smntara skrg ini,..lengkapin dulu aja prsenjataan kaprang utama TNI AL,..mulai PKR, sigma,.bungtomo class…PKR jg dibanyakin…itu jg deh lumayan, punya 10-15 PKR jg,..ngangkat gengsi TNI AL di kawasan, asal senjatany lengkap!

  10. Yang penting itu platformnya alias kapalnya dulu jadi.

    Soal senjata dan rudal dan amunisi itu lebih cepat diproduksi daripada membuat kapal.

    Jika senjata khusus Navy dan rudal khusus Navy diadakan tapi jika Kapalnya nggak ada mau ditaruh di mana itu rudal dan senjata ?

    Dalam keadaan kepepet, kapal ro-ro pun bisa jadi fregat dengan menaruh senjata dari Angkatan Darat : SPH, SPAAG, MLRS, dan meriam2 tarik, SMB, serta rudal2 ketengan di seluruh kanan kiri body kapal dari depan ke belakang.

    • Yach . . kirain admiral frank trojahn persentasi anti virus Trojan buat kaprang indonesia. Xixixixi

    • TN PHD mau tanya nih, di komentar B Stephanus, ada kalimat, Rakyat senin kamis itu adalah resiko perang, boleh di jelaskan secara matematis? Wkwkwkkk

      • Nggak perlu dijelaskan secara matematis untuk hal ini.

        Resiko perang :
        Rumah rakyat hancur dibom
        Mobil dan motor serta truck dan bus rakyat meledak karena ditembaki.
        Sawah dan kebun terbengkalai, bagaimana mau mengolah sawah dan kebun kalau tiap hari ditembaki.
        Logistik musnah dirudal.
        Rakyat kehilangan pekerjaan dan usaha.

        Dengan hal2 di atas rakyat kalau bisa makan di hari senin dan kamis aja masih untung.

  11. beberapa negara pembuat kaprang ajak kerjasama, masalahnya masih dalam lingkaran kita kaji, kita akan, dlll kita, kesempatan emas jangan lagi dibuang

  12. Klo kita zero enemy, berarti yg utama diurus adalah pencurian ikan, penyelundupan, dan perompakan. CG kita yg hrs diperkuat.

  13. Teori & ngomong’x ter’kesan pintar & jago’an…

    dlm ber’sikap & ber’tindak terhadap pelanggaran” yg di’lakukan negara lain yg jelas” sdh ganggu & me’rugi’kan Indonesia-Kita….????

    Moga” ke’dpn’x Indonesia-Kita punya pemimpin” yg tangguh + berani & tdk prnh utk takut….

  14. Entah!!! Mas sugenk dalu…xixixi
    Gorskov sm gowing jd dibeli ga ya? Andai aja pemerintah baca polling wkt lalu di jkgr, pst mrk pilih buatan russia…klo mrk dgr keinginan rakyatnya sie, klo ga ya kita paksa…hihihi

  15. Belum nyalip..Kalo Indonesia udah beli mistral lengkap dengan destroy nya..baru nyalip bung..hehehe

  16. Semoga memang benar tni Al membela Iver class..Dan dpt tot nya buat kapal light destro sendiri…bahagianya…bisa buat gebuk negara rese’ Ama nenggelemin yg ga mau makan ikan…wkwk

  17. asik… Iver, Absalon…. gedih gedih kapale…

  18. rhan ghoib

  19. Gwedhi, gwedhi kapale

  20. Masih “akan”kah rencana ini?

  21. TNI AL minimal hrs punya 3 Destro dan 18 Fregat utk mengcover Barat, Tengah dan Timur. Setelah itu baru perbanyak KCR 60. Minimal 12 KCR 60 utk tiap wilayah. Jd tiap wilayah akan memiliki 1 Destro, 6 Fregat dan 12 KCR 60. Indonesia pasti bisa ,,, yakin Indonesia mampu ,,,

  22. Masa kita mau TNI maju hanya untuk meladeni Coast Guard negara Vietnam?
    Memang sudah saatnya bakamla yg di utamakan fasilitas, TNI itu cukup berurusan dengan perang bkn untuk menjaga dan mengawal teritori laut.
    Soal dana saya rasa bu susi gak keberatan untuk join alias patungan, karena dulu beliau juga pernah singgung ingin membeli “kapal induk semang” untuk menjaga teritori laut kita dari Pencuri Ikan..

  23. perang sudah jauh,penjajah semakin dekat, jadi tni al juga difungsikan untuk mengamkan wilayahnya termasuk dr maling2 ikan, tapi arhanmilnya/armada pertahanan militernya harus dilengkapi juga seperti kapal kecil cepat patroli samudra yg memiliki radar, kemudian kaamov ka52 yg ditempatkan stanbay di kawahpur/kpl wajah tempur, satelite intai samudra yg semua ini terhubung ke kawahpur, bila mana tim patroli mengalami ancaman besar maka kawahpur akn mengirimkan rudalnya atau helikopternya utk pertahanan tim & dengn begini ikan samudra pujiastuty aman & kita makan ikan gullaiiiiiiiiiiiiiiiiiii

 Leave a Reply