Jan 172015
 
Saab Grippen NG

Saab Grippen NG

Oleh: Tengku Noor Shamsiah Tengku Abdullah

Singapura, 13/01/2015 – Perusahaan Pertahanan dan keamanan Saab Swedia telah menandatangani perjanjian baru kerjasama industri pesawat tempur Gripen dengan industri Pertahanan dan Teknologi Malaysia, Deftech, sebuah unit yang bernaung di bawah DRB HICOM Bhd.

Dalam sebuah pernyataan hari Selasa, kepala Saab Malaysia, Thomas Linden, mengatakan perjanjian itu meliputi pemeliharaan dan dukungan atas kegiatan Gripen terkait dengan desain dan pembuatan sistem komposit canggih serta ikatan terhadap transfer teknologi.

“Untuk Saab, perjanjian dengan Deftech merupakan langkah penting dalam melakukan bisnis lebih lanjut di Malaysia dan negara-negara sekitarnya.

“Selain mendukung program pertahanan pemerintah Malaysia dengan solusi yang meningkatkan kemampuan operasional bangsa, perjanjian baru juga akan menciptakan peluang bisnis bagi kedua belah pihak,” kata Linden.

Ia mengatakan pada tahun 2011, kedua perusahaan menandatangani kerjasama dalam kesepakatan industri untuk berkolaborasi pada sistem peringatan dini dan sistem kontrol udara.

“Kerjasama ini lebih diperluas pada Maret 2013 dengan nota kesepahaman meliputi berbagai bidang teknologi,” katanya.

Saab memiliki sejarah panjang dalam memasok alutsita berkinerja tinggi dan hemat untuk Angkatan Bersenjata Malaysia.

Pasokan ini termasuk untuk angkatan laut, radar darat, sistem perlindungan diri udara untuk helikopter dan pesawat tempur, sistem kontrol dan senjata untuk alutsista laut, persenjataan angkatan darat, termasuk senjata anti-tank. (Bernama).

Bagikan Artikel :

  77 Responses to “Kerjasama Saab Gripen dan Deftech Malaysia”

  1. absen dulu

    • Betul sekali, sejarah tempo dulu jgn di ulangi. RI dulu punya bomber TU 16 yg pernah nyusup sampai ke ostrali dan kapal penjelajah KRI Irian 16.000 ton (terhebat di asia di atas china / india). Namun krn kondisi politik semua sirna dan kini kita jauh di bawah China / India utk kemandian alutsista. Ke depan kemandirian harus lebih di utamakan. Percuma tercangkih tergahar tapi hanya sebagai user / konsumen. Lebih bagus medium tapi bisa bikin sendiri lama2 juga hebat.

    • Sorry tni gak tertarik dgn tot gripen

    • Komentar yg hebat dan benar2 brilian … Tanpa ada referensi dan alasan yg masuk akal hanya mengandalkan produk rusia dan ketidak sukaan terhadap USA karena ikut ikutan. Tanpa tau alasannya kenapa melemahkan program TOT … Dummy n moron

      • dummy n moron …rofl

        tidak mau berpikir panjang
        tidak mau berproses
        maunya sim salabim… langsung kuat ..langsung gahar
        diembargo langsung modaarr

        • proses apa bang…..kita sudah bisa bikin N219 dan NMX, serta N250 tanpa ada tat tot…..
          CN235 itu bukan TOT kang….asli kerja bareng indo dg casa…mulai dari nol. Kalau CN212 emang iya.

          tanpa tat tet tot…indonesia tetap bisa jalan kang.
          jangan meremehkan indonesia.

    • tot kok omong kosong

      andai tidak ada tot antara IPTN dan CASA sampeyan pikir Indonesia bisa menguasai teknik kedirgantaraan dan menghasilkan CN-235, N-250 dlsb?

      andai Korsel tidak memburu tot dengan Lockheed Martin sampeyan pikir mereka bisa membuat T-50 yang kita beli satu skuadron?

      andai tidak ada tot Korsel-Jerman sampeyan pikir Korsel bisa membuat kapal selam Changbogo yang kita beli 3 buah?

      andai tidak ada tot Indonesia – Korsel dalam pembuatan LPD sampeyan pikir Indonesia bisa mengekspor 2 LPD ke Filipina?

      andai tidak ada tot India -Rusia sampeyan pikir India bisa membuat Brahmos?

      andai tidak ada tot LAPAN – TU Berlin sampeyan pikir akan ada nano-satelit Tubsat A1 dan A2 yang performanya mengalahkan satelit Razak milik Malaysia yang dibangun dengan biaya jauh lebih besar?

      anda dan teman-teman anda meremehkan tot Gripen apakah tidak melihat bahwa Embraer (pesawat COIN-nya kita pakai satu skadron), pabrik pesawat terbesar ketiga setelah Boeing dan Airbus, justru memburunya?

      tentu saja kita bisa memilih kemandirian dengan tot ataupun self-development. akan tetapi kita juga mesti realistis self-development membutuhkan waktu yang teramat lama. tot kita perlukan untuk mengejar ketertinggalan kita di bidang teknologi.

      apakah anda tidak berpikir berapa devisa kita yang lari ke luar negeri “hanya” karena kita tidak menguasai “teknologi perawatan” produk-produk canggih? bahkan maintenance technology juga tidak bisa kita remehkan

      tot tidak pandang bulu. apakah dia dari Eropa, Rusia, Cina, Amerika Serikat bahkan Korea Utara selama ia bermanfaat dan menguntungkan bagi perkembangan kemandirian alutsista Indonesia kenapa tidak?

    • unggul dalam bidang apa?

      tank twardy …lebih hebat dari leopard kah?
      exocet nya lebih hebat yakhont RI kah?

      KD lekir klas lebih hebat dari KRI bung tomo kelas kah?

      APC mereka yang dari Turki lebih hebat dari MARDER dan BMP3 indonesia kah?

      scropene mereka lebih hebat U2014 atau kilo klas indonesia kah?

      satelit mereka yang hasil kerja sama dg korsel lebih hebat satelit A1 & 2 indo kah?

      atau jangan2 tentaranya yang 100 ribu kurang itu lebih hebat dari pada 450 ribu TNI kah?

  2. 1

    • Mimpi lo Bro, bangun2…. bangun

      • itu bkn mimpi bung itu bro, coba ente baca jgn cuma liat sekilas, yg pertama 6 skuadron itu emang uda ada sedangkan kedua 5 skuad kemungkinan yg akan diadakan yg katanya su-35 penambahan skuadron baru dan gripen pengganti f-5 tiger saya rasa realistis beda klo bung @??? merinci sampe 10 skuadron sekaligus.

        menghayal boleh bro tpi yg realistis masuk akal tpi jgn juga putus harapan pasrah z merasa g’ mungkin.

    • data dari mana?

  3. Solar

  4. malon diam diam menghanyutkhannn..

    • Sesuai dgn semboyan mrk, bersekutu tambah mutu…

      Gk tau kutu apa..kutunya upin ipin jg bs..

      Tapii entah apapun itu..menyadarkan kita bhw pemerintah mrk jg peduli TOT..
      Dan kita hrs instropeksi..

    • Itu sistem sewa atau leasing .. Hehehe cuman tanda tangan perjanjian , indonesia sering sign agreement tapi ga tau jadi apa ga kelanjutannya .. Rusia yg kontrak pmblian lynx kendraan angku serbaguna dari italia sebanyak 1.750 unit dan ternyata dibatalkan dan hanya dikirim 378unit karena penuh korupsi dan rekayasa … Begitu jg deengan mistral .. Kilo indonsia dll dll

  5. Smoga kerjasama antara SAAB dgn PT DI,dan Inalum jauh lebih maju apabila Gripen jadi diakuisisi.

  6. Tot tot tot
    Gripen yees

  7. Mlorot ke 4 Tho..

  8. Mlorot lagi foo?? Haeeduhh!

  9. Cara ini yg paling bagus ,ga usah ngomong ini ngomong itu ,tau2 deal. Pengganti f5 aja dari dlu sampai sekarang ga jelas,teot rudal ga jelas ,coba d itung udah berapa article yang berhub ama pengganti macan ,ga di sini ga d k**k** malah jadi perang dunia ke 3 ( perang seles) .

  10. kalo si gripen sdh kerjasama dg Malaysia + Thailand … trus ngapain kita ikut”an ??? mikir !!!
    ToT tdk hanya urusan alih tekno …
    musti diperhatikan syarat dpt ToT … musti beli banyak jumlahnya.
    setelah dapet ToT oke …artinya kita bisa buat dan produksi … setelah produksi oke kita pake sendiri tapi berapa byk yg mampu diserap negara kita, kemampuan produksi yg sdh dimiliki perlu market konsumen negara lain, kalo gripen sdh dibuat di Malaysia & Thailand trus no jual kemana ? jelas kita bersaing dg tetangga.
    contohlah yg sdh dilakukan PTDI, Pindad, PAL … buat produk yg tetangga blm bisa bust … Korea Selatan beli CN235, Pindad jual munisi ke byk negara, PAL bisa jual LPD ke Philipin dll dst.

    • terkait material komposit kita tertinggal jauh dari jiran kita. ctrm adalah salah satu penyedia material tersebut buat airbus.

      • ilmu komposit sebenernya sdh kita kuasai sejak thn 80-90 an di kota …….. engineer anak bangsa sdh mampu buat bbrp parts utk pesawat cuma sayang keburu krismon, thn 2000an … trus stlh di kombin material nya maka terwujudlah satu bentuk sista yg membanggakan bangsa …

        • Bisa sharing Bung .?

          • komposit pertama kali utk aplikasi pswt di dapat oleh 1 tim kecil yg dikirim ke blok barat sekitar th 1986, mrk belajar teori & praktek, tujuan utama utk bisa buat parts & sdh di aplikasikan disini … selanjutnya dikembangkan diam” utk bantu satu perusahaan swasta (maaf nama proyeknya tdk bisa ane sebutkan) satu personel skrg usia 80 thn & msh berkarya utk bangsa

  11. kerja sama deftech pada hakekatnya bertumpu pada kemampuan ctrm dalam penyediaan komposit. apalagi sekarang dengan berita ini ada kemungkinan pihak saab ditunjuk oleh deftech untuk penaikan taraf / upgrade dan kemampuan berbagi data dari beberapa alutsista malaysia seperti heli, tank dan kemungkinan kapal perang mereka (c4isr).

  12. Sepertinya yg dilskukan malaysia simpel…dan saabpun tdak terlalu bnyak persyaratan ..beli minimum otder dpt tot…patut dopertanyakan kinerja negosiator kita…buat apa dng saab klo psr sdh diambil mereka sendiri…..hadehh..

  13. Oh bangsa ku sadar lah jgn banyak angan angan, orang lain sudah berbuat kita hanya sibuk hanya angan angan akan ini, akan itu, mau ini, mau buat itu, tapi hanya sebatas rencana dan angan angan belaka, kalau mau su 35,su 34, udah cepat teken kontrak, ambil cepat tuh barang, jgn lambat sekarang udah enggak zamannya lagi pakai acara lambat lambat,dan jgn lupa ks kilo ambil yg paket terbaru, s400nya dibungkus juga, untuk kedaulatan jgn pakai lama lama, entar kita ketinggalan jauh sama tetangga tetangga kita yg imut imut itu.

  14. kok beritanya mirip berita samsung atau foxconn dulu ya..? mereka mati-matian ingin memperoleh pabrikan perakitan di indonesia dan hasilnya ialah nihil.
    Naga-naganya eurofighter yang berpeluang ke indonesia nampaknya!?.. kedekatan dengan eads lebih membuka peluang itu. maka pemilihan untuk kelas medium fighter a.k.a swing role a.k.a multirole akan menjadi 2 pilihan saja ..typhoon atau rafale.
    Agak mirip dengan kasus mig 29 waktu lalu, ketika kita concern dengan akuisisi yang kemudian batal..eh…malaysia akhirnya yang justru membeli.
    Memperbanyak f 16 justru akan membebani anggaran TNI. Lalu apa pula yang menjadikan pesawat gen 4 begitu diperlukan saat ini??..
    Sudah kita mahfumi bersama kampanye ifx yang unique tersebut melihat kebutuhan pasar dan teknologi yang usang. Kalau ifx hanya untuk mencapai gen 4 , mengapa tidak mengembangkan pesawat 5- yang murah meriah. Nampaknya, sebelum industri perang belum mengetahui ke arah mana perang diciptakan kancahnya (wilayah asean terlalu berharga untuk dikorbankan beserta aspek pendukungnya) kebutuhan pespur gen 5 berhitung dengan supply dan demandnya. Di luar logika jika AS bertahan dengan proyeksi f 35 yang teramat mahal untuk pespur 5 -, yang mengingatkan pada kasus rah commanche juga mengalami hal yang sama. nasib commanche yang tragis menunjukkan anggaran produksi mahal tidak tercapai tanpa kesediaan konflik intensitas tinggi.
    Maka pespur pengganti f 5 melainkan melulu mengejar reverse enginering. lebih logis pemerintah melihat pengembangan typhoon atau rafale dari kronoligisnya pula konsepsi filosofinya. sebuah ide dasar yang diciptakan melampaui batasan konflik aktual saat itu terhadap rusia merupakan produk yang luar biasa. imho…cmiiw …salam tabik..

    • Komentar bung blaze: 9 out of 10

    • masuk akal bung. berita koar-koar typhoon cuma dicatut nama JK, sementara gripen berkali-kali disebut dalam berita sebagai pengganti. BISA JADI, gripen batal diakuisisi dan lebih memilih Typhoon untuk mendukung IFX. Apalagi PT DI dan Airbus udah lengket banget. Juga typhoon yang ada di jerman kabarnya jarang dipakai alias kilometernya masih kecil. Sedangkan SAAB akan difokuskan untuk kekuatan TNI AL saja. Namun jika tetap memilih Gripen NG, maka komponen komposit akan diimpor dari malaysia dan beberapa bagian non komposit dikirim dari thailand dan brazil, sisanya diambil dari eropa dan dikumpulkan di PT DI untuk dirakit. karena PT DI jago dalam desain dan fuselage, maka kita akan kebagian pembuatan ini saja plus merakitnya sampai bisa terbang. Dengan begitu tidak ada alasan bagi Indonesia, thailand dan malaysia untuk saling bermusuhan.

      • komen’a adem bingit bung kobu… menyejukan…
        tp, apa bisa d terapkan…?? klo si gajah msh okelah… tp si malon…??
        maaf… ane ragu bung.
        salam.

      • salam tabik bung Kobu. Kalau berbanding singapore dalam kampanye NGF next generation fighter memang kita tertinggal cukup lama. Pada saat itu pun dassault, boeing, eurofighter dan lockheed martin sudah bertarung seperti pada kampanye kita saat ini. Minus saab tentu saja! entah karena mereka tidak merasa mampu memenuhi standar permintaan spore atau tidak yang jelas mereka sama sekali tidak hadir. Justru sukhoi sempat menarik hati spore tapi berhubung mengakuisisinya mustahil dan bertentangan dengan wacana persekutuan spore dalam global war on terror 1 maka menghilanglah sukhoi dari list.
        Menariknya, baik dassault maupun eurofighter sangat yakin akan memenangi kampanye ini (cmiiw untuk 2 skuadron..imho?). KSAU sporr sendiri saat itu sendiri sangat tertarik dengan rafale dan marketing pada saat itu begitu mengharapkan akuisisi itu dengan menjanjikan lini produksi dispore dan pengembangan tertentu (bandingkan dengan kasus indonesia, mirip bukan? meskipun kedengarannya sama-sama ketengan). Eurofighter sendiri mengalami beberapa kekurangan dalam akseptasi persenjataan (tentu saja spore mengharapkan persenjataan dari AS dapat dikomromikan) dan keinginan bahwa pesawat dapat berfungsi pula dalam pendidikan pilot dengan ada adanya kursi tandem. Boeing sendiri mendapat nama buruk karena berita manajemennya yang melakukan korupsi telah menjadi preseden buruk sedang Lockheed pada saat itu yakin block 60 nya akan dipilih bersamaan dengan penawaran mereka ke polandia, ceko dan hungary.
        Menariknya justru saab terpilih pada kampanye di polandia,ceko dan hungary di mana AS/NATO menginginkan ketergabungan 3 negara tersebut dengan mengharuskan mereka memilki pesput dengan standarisasi NATO (maka surplus f 16 national guard pun dihibahkan sejumlah pada mereka, dan semakin mirip kasusnya dengan Kita bukan?..)
        Cerita akhirnya rekan-rekan mengetahui F 15 s lah yang dipilih spore karena faktor politik dan teknologi (identik dengan kasus korea yang sebelumnya memilih F 15 k) yang jumlah kemudian terkoreksi mencapai 40 unit itu dari berita jane’s defence weekly!!..
        Jadi gripen tidak layak ditinjau dari proyeksi TNI AU, ketika spesifikasi mereka dipersaingkan dengan f16 block 60,f15k, rafale, typhoon tranche II sekali pun wacana pespur gen 4 dibicarakan saat itu.
        Mengenai TNI AL bung kobu, typhoon sendiri belum terdedikasi bung berbeda dengan rafale yang memang didedikasi diluncurkan dengan arester catapult dari carrier (jika suatu saat indonesia memiliki..). tapi kalau penerbal memang memerlukan pespur yang terdedikasi tentu si cocor lebih pas, tapi itu keluar dari konteks ini. meski pilihan typhoon bagi penerbal adalah pilihan logis.
        Sebagai tambahan kegagalan typhoon pada pesanan spore karena spesifikasi kursi tandem, nampaknya bukan suatu masalah bagi TNI AU menimbang konsepsi sukhoi kita (sukhoi 30 kursi tunggal yang kelak menjadi basis su 27 yaitu su 30 khitay indonesia, su 30 ki ialah moda kuris tunggal)..demikian bung kobu, salam tabik cmiiw…

  15. ga juga bray…mau ngadu 1 vs 1 gimana biar ketauan kemampuannya..matanya rabunnya tulisan gede-gede amat..santai aja bray ga usah menepuk dada..

  16. Klo cuma MOU yaaa blum apa apa. Inget TOT fregat malonsial dengan prancis yg batal krn audit teknis dari prancis menyatakan bahwa industri lokal malonsial tidak akan bisa menerima TOT. Finally bukannya TOT malahan beli jadi frugat itu dari rencana 4 jadi cuma 1.

    Hikmahnya. Kita indonesia harus makin serius di IFX kli perlu jalan sendiri pake sumber lain selain korea.

  17. —deleted—

    Tobatlah ngetrol atau ip anda akan dibanned ## Admin ##

    –Keluarkanlah kata kata yang positif dari otak anda, itu lebih baik —

    • Bung warkop DKI@ sy rasa apa yg di katakan bung frans adalah kebenaran dan sy yakin maksud bung frans agar bangsa kita mau belajar menjadi lebih baik, krn selama ini bangsa kita gengsi klo belajar dri malaysia atw singapor meskipun itu baik buat kita, sementara mereka tidak pernah malu belajar dari kita apapun yg mereka blm mampu, itulah yg bikin negeri ini selalu tertinggal. Maaf, akan lebih baik klo bangsa ini mau menerima kritik dan saran agr jd lebih baik. Percayalah sodara frans adalah org indonesia sprti kita dan menginginkan indonesia menjadi bangsa yg besar, hanya mungkin cara dia menyampaikan opininya beda dg kebanyakan warjager di sini. Salam.

      • sufi muda om@saya jadi terharu komentar anda…seperti tahu bgt isi hati saya sebenernya..indonesia sebenernya jauh lebih bisa..tinggal bgmn mengelolanya,kita punya batam dan pulau2 sktarnya utk meredam singapore,kita punya kaltim,kaltara,kalbar,kalsel dan kalteng utk meredam malaysia..mengapa tidak?

    • Ya itulah kenyataanya. Diterima -> analisa -> perbaikan. Jangan mudah tersinggung.

  18. Byk juga yg tertarik dgn gripen
    Krna biaya operasi murah dn hanya btuh landasan pendek..kita hrus pertimbangkan kesetaraan alutsisa dgn negara tetangga..gripen sdh di thailand..dn malaysia dgn brita ini.jika indo ikut tot gripen..di asean akn ad persaingan dgn ketiga negara..krang bijak klo gripen di pilih untk indo.klo rafale ..pswt prancis mahal..typhoon lbh baik ..asal tdk bekas pakai..jerman d inggris..yg ktanya ad cacat produksi

  19. peluang euro typhoon dan f16 semakin terbuka…

  20. ngga papa lah pespur sama identik, atau apapun, udah kelamaan ini wacana replacement f5..mbulet kok dipiara.

  21. di malaysia gak ada alutsista ghoib ya?

  22. semoga INDONESIA cepat maju, ngaa tertinggal dr tetangga, byk yg di rencanakan INDONESIA tapi nyatanya tetangga kita yg duluan melakukan rencana kita

  23. Baik, sebenarnya mgkin ada yg ngak tau perancangan malaysia kedepan. tau itu MDSTP. MDSTP adalah pusat himpunan syarikatx2 tempatan dan luar negara dalam bidang pertahanan, aeroangkasa, maritim, automotif dan ICT untuk rantau asia tenggara. Tempoh projek 12 tahun pembangunan dgn 3 fasa dgn keluasan 485 hektar, tempat di sungkai perak. Nah di sini nanti akan menempatkan syarikatx2 luar negara dalam industri pertahanan.contoh sperti DCNS, DSNS, THALES, BAE SYSTEM, BOIENG, DSME, FNSS dan lainx2 lagi. kemudahan infratuktur sudah disediakan oleh kerajaan malaysia, tinggal mereka bawa mesin dan teknologi saja. boleh baca disini mengenai MDSTP. http://ww1.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2012&dt=0406&pub=Utusan_Malaysia&sec=Ekonomi&pg=ek_01.htm http://jinggo-fotopages.blogspot.com/2012/04/50000-peluang-pekerjaan-di-sungkai.html

  24. terlalu sibuk berpolitik
    Sibuk menghujat sana hujat sini
    Sibuk kumpul kumpul hasil korupsi
    Sedikit yang murni memajukan bangsa tapi ga ada dukungan pemerintah
    Apa ini hasil demokrasi??

  25. Sales gripen & tipun pada komentar tapi gak pernah baca berita.
    Sudah diulang berkali kali sama panglima bahwa :

    – Pilihan TNI-AU yang utama adalah SU35. (panglima juga)

    – F16 no: 2

    – Gripen no : 3

    – Tipun gak dapet nomer

    masih aja pada usaha… uhuyyy..!!

  26. Waduh kok pada panik ya, amatiran sekali .. :mrgreen:

  27. ambil grippen untuk kemandirian dan ambil su35 untuk deterrent effect.

    untuk malay n thai yg duluan dg grippen ga usah kawatir karena thai dan malay ga punya skill sekelas pt.di

    kedepanya klo tot grippen mulus maka grippen hanya dijadikan dasar untuk lompatan membangun pespur sendiri yg lbh rasa indonesia. berkaca pada ss n anoa

    malaysia long unggul dlm hal alutsista? ga usah terlalu Inferior dg tetangga seblh krn sdm kita dan kelengkapan kita msh lbh bail.

    tapi gpp rasa ga mau klh sama jiran hrs di pupuk karena malaysia bisa bgt Ken has mau klh sama singapore dan indonesia,Pakistan bisa bangkit krn ada persaingan dgn india,korea bisa seperti skrg krn ga mau klh sama bangsa jepang,iran bisa melesat krn manuver manuver barat sehingga slalu waspada dan itu berimplikasi positif pada kemandirian n kemajuan iran

  28. Heran aku. Jika nama Malaysia aja, ramai bener yg ngomentar.
    Iri bangat bangsa ini pada Malaysia ya?

  29. Sekarang serba tidak jelas begini ya, kita masih berkutat dengan program KFX-IFX dan keduluan TOT gripen oleh tetangga sampai saat ini kita belum dapat apa2 masalah TOT keduanya, jika sekarang gengsi dong bila sampai akuisisi gripen.

    Semoga ada kepastian tentang industri pespur dalam negeri kita. Mudah2an bisa konsorsium diproyek PAK-FA xixixixixi…..

  30. Ya…Sudah…teken kontraknya… 2 squadron…Jangan lupa minta transfer of technology….setelah itu …Tetap lengkapi Sukhoi yang ada dgn Sukhoi 35 Flanker…bukan yang lain….kita butuh Sukhoi 35. …titik…

  31. Bung warjager toling dibaca dengan teliti! Yg sy tangkap dari artikel diatas adalah bahwa malaysia akan jadi pemasok komposit ( bahan mentah ) sesuai dengan kriteria dan desain dari gripen . jadi kira2 malysia seperti pemasok semen dan gripen pembuat gedung ! Sedangkan ptdi sudah mampu membuat rumah gedung sendiri dengan bahan2 yg sebagian membuat sendiri ( manufacturing / buat komponen pesawat sendiri ) dan sebagian masih beli bahan2 dari produsen lain ( mesin pesawat ) ! Malaysia belum punya kemampuan untuk buat komponen dan rancang bangun pesawat, mereka baru pada tahap penyediaan bahan mentah yg akan digunakan gripen untuk membuat kompnen pesqwat

  32. kami tak banyak cakap macam indo

 Leave a Reply