Kerling Tanjung Datuk: SUAR ATAU TO WAR?

128
Pembangunan Suar oleh Malaysia di Tanjung Datuk, Kalbar
Pembangunan Suar oleh Malaysia di Tanjung Datuk, Kalbar

Tidak ada rotan, akar pun berguna. Sebagai sesama bangsa Melayu, mungkin peribahasa inilah yang dipakai Malaysia saat menyatakan niatnya untuk membangun menara suar di perairan Tanjung Datuk, kecamatan Paloh, Kalimantan Barat. Pertumbuhan ekonomi yang kian seret, telah mendorong Malaysia untuk bersikap lebih kreatif, dan tentu saja harus lebih selektif dalam membuat berbagai perencanaan pembangunan yang akan diselenggarakannya. Segala kebutuhan harus terlebih dahulu melalui perhitungan yang matang dan mematuhi rambu-rambu skala prioritas. Zaman serba mudah, sepertinya sudah mulai menjauh dari atmosfer pembangunan Malaysia..!

Pemikiran ini pulalah yang mendasari dibangunnya project menara suar Tanjung Datuk, yang kemudian kita ketahui bahwa project tersebut berhasil dihentikan oleh TNI AL. Pertanyaannya, benarkah apa yang sedang di bangun oleh Malaysia itu adalah sebuah menara suar?

Berikut kesimpulan dari sebuah obrolan siang tadi dengan seorang sahabat berkebangsaan Philipine. Sebut saja dia, Ben..!

Lelaki kekar asal Mindanao ini, sudah lama malang melintang dalam dunia engeneering. Pengalamannya yang luas telah membawanya melanglang buana ke berbagai pelosok dunia. Tak terhitung berapa perusahaan perminyakan lepas pantai yang ia singgahi sebagai tempat bergantung hidup. Sudah puluhan, atau bahkan mungkin ratusan platform rig yang ia bangun di seluruh perairan dunia. Dia juga terlibat pembangunan sebuah platform jacket terbesar di dunia yang dirancang dan dibangun oleh sebuah perusahaan engeneering USA, yang berkedudukan di Batu Ampar, Batam.

Produk yang dihasilkan perusahaannya itu, kemudian dikirim ke perairan Australia. Ada satu hal yang unik di sini. Selama puluhan tahun berpengalaman membangun rig, dia tidak pernah tahu untuk perusahaan mana pekerjaan itu dibuat. Dia hanya berpikir bahwa project yang dikerjakannya adalah untuk perusahaan yang menggajinya. Ciri seorang profesional sejati..! Tidak heran, karena itu pulalah, jika sedang ada project, dalam sebulan dia bisa mengantongi pendapatan bersih hingga puluhan ribu dollar..! Luar biasa bukan..?

Seperti pagi itu, beberapa bulan yang lalu. Dia baru saja kembali dari Philipine, setelah sekian lama tinggal di sana untuk menjenguk saudara-saudaranya yang tertimpa bencana badai topan haiyan. Uang dalam rekeningnya sudah ludes, untuk membiayai pembangunan kembali rumah-rumah saudaranya. Praktis dia hanya bergantung hidup pada penghasilan adiknya yang bekerja sebagai seorang chef pada sebuah restaurant Italia di kawasan wisata dan perbelanjaan terkemuka, Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Bosan dengan hidup sebagai pengangguran, akhirnya dia pun menerima tawaran untuk bekerja di sebuah perusahaan shipyard yang ada di Lumut, negara bagian Perak.

Hal yang membuatnya terkejut adalah ternyata project yang akan dia hadapi bukanlah pengerjaan sebuah konstruksi kapal. Ini adalah sebuah bangunan untuk pengeboran minyak lepas pantai. Namun ketika dia melihat detail arsitekturnya, keningnya mengernyit, karena ada bagian-bagian vital yang tidak tergambar di situ. Dia heran dan bingung, tidak mengerti dari mana minyak akan diambil, dan dimana minyak akan diolah dan disimpan, di sebelah mana kapal pengangkut akan mengambil minyak, dan lain-lain. Bangunan itu tidak seperti bangunan rig sebagaimana biasanya dia buat, tapi lebih mirip dengan sepotong kapal yang terpancang di tengah lautan. Naluri liarnya mulai ngelayap. Dia pun iseng bertanya. Apakah ini pesanan Petronas? Jawaban yang dia dapatkan adalah, ya milik Petronas, untuk MinDef..!

rig-laut

Mendengar jawaban itu, sontak dia terkejut bukan kepalang. Sejak kapan MinDef punya bisnis perminyakan lepas pantai? Namun dia kembali fokus mengamati detail gambar tersebut. Akhirnya dia pun mengerti mengapa bangunan ini dibuat. Hahaha..! Seketika kami tertawa..!

Ada kegundahan yang amat dalam dirasakan oleh para petinggi militer Malaysia, manakala Indonesia, Philipine dan negara ASEAN lainnya tengah sibuk memperkuat armada lautnya. Apalagi China semakin berani dan terang-terangan menyulut api amarah di ruang Laut China Selatan. Keinginan untuk mengakuisi armada tempur matra laut sebanyak-banyaknya, belakangan terasa begitu berat mengingat beban ekonomi yang semakin menghantui. Akhirnya, karena kapal tidak terbeli, apalagi mau beli kapal induk, masih jauuuuh..! Atau mungkin bisa dibilang, mimpi kali ye..? Para petinggi di lingkungan TLDM mengajukan sebuah rancangan pertahanan yang didasarkan pada konsep platform rig jacket seperti mana digunakan dalam industri minyak dan gas lepas pantai. Jangan main-main, ini project serius.

TLDM telah memesan beberapa kapal pendukung untuk setiap rig pertahanan yang dibangun. Selain itu, dalam perhelatan DSA2014 yang baru lalu, pemerintah Malaysia juga memesan beberapa system rudal dari Rusia dan system radar dari Perancis. Lagi-lagi ternyata semua pesanan itu akan di-install pada setiap rig pertahanan yang mereka bangun. Kelas rig pertahanan pun akan dibuat dengan level yang berjenjang. Ada yang sekelas corvet, fregate, atau bahkan ada yang sekelas destroyer. Untuk kelas yang terakhir, bahkan akan dilengkapi dengan pelabuhan submarines terapung dan fasilitas perbaikan kapal. Luar biasa..! Darimanakah semua biaya pendanaan project tersebut..?

Selalu saja ada ranting yang jatuh bilamana ada angin yang berhembus kencang. Seperti angin di siang tadi, ranting yang dijatuhkannya membawa sebuah kabar yang tertinggal oleh merpati yang mungkin tadi hinggap. Indonesia telah menerima bantuan militer yang jumlahnya super besar dari Russia dan China untuk tetap kukuh dengan posisinya sebagai negara yang netral.

Hahaha..! Mungkin ini juga sebuah jawaban atas pernyataan sahabat saya dari Korea yang menyebut Indonesia sebagai otak dagang, dan take it all and run..! Melihat gelagat ini, Malaysia memainkan kartu trufnya. Obama diundang, perjanjian Hishamudin dengan Pentagon direalisasikan, dan bantuan pun cair. Inilah hasilnya, dan tidak lama lagi konon akan menyusul beberapa helicopter tempur untuk menambah kekuatan ketiga matra dalam tubuh ATM, penawaran pespur baru dan atau up grade hornet TUDM. Wallahualam..! Merpati itu tak terlihat lagi, bahkan sangat sulit dibedakan mana kotoran merpati dan mana kotoran gagak. Soalnya di Kuala Lumpur, populasi gagaknya jauh lebih besar daripada merpatinya. Salam hangat bung..! Selamat merenung..! (by: yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 25 May 2014).

219 KOMENTAR

  1. Thanks bung yayan lagi2 anda memberikan info yg menarik lansung dri garis depan
    Itu lah malasia negara serumpun dengan kita tetapi terlalu sombong kpd kita tpi akhirnya kelemahannya hmpir terbuka semua sehingga mereka rela tanpa malu menjual jati diri negaranya ke negara lain hanya demi sebuah pencitraan utk menutupi borok didalam negaranya…
    Sekali lagi thanks bung yayan ditunggu info menarik lainnya dri garis depan hehehe..jaga diri anda dan keluarga di sana bung…salam NKRI

  2. Hallo… Bung yayan!,anda produktif sekali hari ini ikut kasih jempol buat bung yayan.nampaknya mereka ingin membuat pertahanan titik lepas pantai yg kuat ,lebih murah dan hemat waktu daripada beli kapal.cara tepat untuk menyulut perang,tapi tak mudah untuk membangunnya,pasti akan ada gesekan.bantuan banyak?byrnya pake apa ya?mereka kan lagi krisis.mungkinkah harga diri ?atau indonesia?

  3. met malam warjager
    dan salam hangat bung yayan..

    obrolan ringan,penuh arti…

    untuk masalah perbatasan sampai kapanpun sulit terselesaikan karena faktor dasar history “kepemilikan “kedua negera yang berbeda,
    doktrin “ke malaysia an” akan selalu prioritas project di perbatasan seperti telekomunikasi,perdagangan,infrastruktur dsb, seolah tahu betul akan kelemahan pemerintah indonesia yang “masih belum maksimal”, sehingga mengakibatkan ketergantungan saudara kita yang jauh disana.
    sehingga saudara kita disana merasa mereka lebih diperhatikan “tetangga” ketimbang pemerintah kita.

    provokasi perbatasan yang dilakukan hanyalah retorika dimana ingin memancing ketegangan dan bila pemerintah indonesia masuk dalam strategi tetangga,maka pemerintah tetangga akan memblow up ketegangan tersebut melalui expos berita besar2an kedunia internasional pun,sehingga masyarakat internasional akan meminta kedua belah pihak duduk di meja internasional ( perundingan ).
    pada saat itu malaysia sudah melangkah 1 kemenangan.

    strategi tetangga pun dilanjutkan dengan ;
    1.dasar history kepemilikan administratif jaman dahulu (malaysia-british raya, indonesia-belanda)
    2.pembangunan infrastruk dll yang sudah dilakukan malaysia
    3.ketergantungan saudara kita disana dari bisnis(dagang),bahasa,dll

    bagi saya sudah saatnya pemerintah yang akan datang memprioritaskan dana anggaran dalam porsi lebih besar ke daerah2 terluar pada saudara kita yang jauh disana.

    Hei pemerintah RI !!!! jangan engkau ulangi kesalahan terus menerus seperti yang terjadi pada sipadan dan ligitan…!!!

    cuma pendapat
    maaf cucu lancang

  4. Haruskah kata DIPLOMASI selalu dipegang keukeuh oleh pemimpin negeri ini sebagai sebuah hal yang sakti sementara Jiran gak bosan2nya melakukan aksi premanisme di perbatasan bahkan pake gugatan international ? Padahal kalo TNI diberi mandat paling banter dalam 7 hari kerajaan malingsia juga tinggal sejarah ! Negara 7 eyes akan berpikir untuk intervensi karena faktor LCS effect maka China & Russia akan mendukung NKRI

    • Harus dong bung, buktinya sampe sekarang negara tetangga se Asean lebih hormat dan segan kepada kita, sementara memandang rendah malaysia….

      PBB juga sekarang lebih mempercayai tni untuk gugus tugas terdepannya…
      Itu semua karena kita selalu konsisten dengan kekuatan diplomasi, tentunya dengan dukungan militer yang sangat kuat, sebab tanpa beking power yang kuat, ya percuma juga diplomasinya…just IMO.

  5. Bisa ga ya intelegen kita bermain di malaysia. Pengaruhi kebijakan luar negeri mereka spy lebih pro kakaknya. Masukan antek Indonesia kedalam pemerintahannya spy mereka bs lebih berfikir ke jalan kebenaran. Kl emg ga bissa buat rusuh saja negara mereka supaya ada kudeta seperti thailand. Hehehe. Sorry agak ngelantur.

  6. Yah begitulah ujian dan cobaan untuk bangsa yg mulai bangkit dr tidurnya pasti ada saja ujiannya. Proses dari tidak bisa menjadi bisa, dari yg ketergantungan menjadi mandiri, dari lemah menjadi kuat, from nothing to something. Ujian harus dihadapi jika kita lulus dari ujian tsb kita akan menjadi bangsa kuat berdaulat adil dan makmur. Amin.

  7. INDONESIA recana beli F-35???

    Baca ini ——>

    The Defense Ministry said on Monday that future cooperation with Brazilian aerospace conglomerate Embraer SA could be at risk after a seven-month delay in the delivery of four EMB 314 Super Tucano turboprops ordered by Indonesia.

    Defense Minister Purnomo Yusgiantoro said he doubted the ministry would forge a new cooperation with the firm in the future.

    “The delay is not because of us, but them [Embraer],” Purnomo said at the Defense Ministry in Jakarta on Monday.

    “Why it is delayed? If our initial procurement ends up like this, what about our next procurement project?”

    In 2010, the Defense Ministry signed a US$284 million contract with Embraer to build a squadron of Super Tucanos to replace its OV-10 Bronco aircraft, which have been in service for three decades.

    Embraer was obliged by contract to hand over the first batch of eight aircraft by August last year and then another batch in March 2015. So far, however, the ministry has only received four turboprops.

    “The company argued that [the delay] was due to the far distance [between Brazil and Indonesia]. Our main concern is that they fulfill their commitment as stipulated in the contract,” he said.

    Purnomo said that Deputy Defense Minister Sjafrie Sjamsoeddin would fly to Brazil to discuss defense cooperation, including the troubled Super Tucanos procurement project.

    “The deputy minister will visit Brazil, we want to confirm their commitment. [They] have promised to deliver the squadron before Oct. 5,” the minister said, referring to the day of celebration for the Indonesian Military’s (TNI) anniversary.

    To compensate Indonesia for the delay, Embraer has paid the maximum penalty of around $7 million.

    “They have paid the penalty. But, this issue also has political ramifications, especially for the relationship between Brazil and Indonesia,” Purnomo said while acknowledging that the Brazilian Embassy in Jakarta had been supportive in solving the matter.

    The Super Tuscanos procurement fits into Indonesia’s goal to modernize its weapons systems. The country aims to have 128 up-to-date jet fighters by 2024.

    The ministry is in the process of selecting a replacement for its old Northrop F-5 Tiger fighter jets. The Air Force and the TNI have named Lockheed Martin’s F-35 as its top choice, while state aircraft manufacturer PT Dirgantara Indonesia (DI) suggested the Eurofighter Typhoon — manufactured by a consortium of three companies: BAE Systems, Airbus Group and Alenia Aermacchi. PT DI suggested that the consortium would be willing to transfer their technology in producing the aircraft.

    “We must carefully consider many aspects in choosing the F-5 replacement […] that includes price,” Purnomo said when asked about the ministry’s aircraft of choice.

    Also on Monday, Purnomo welcomed the Crown Prince of Brunei, Haji Al-Muhtadee Billah, who was on a visit to the country.

    Earlier in the day, the prince was inducted as a TNI honorary member, receiving berets from three elite forces: the Army Special Forces (Kopassus), the Marine Corps and the Navy’s elite Frogmen Command (Kopaska).

    Purnomo said the honorary title signified the strong defense cooperation between the countries. In the last few years, Indonesia and Brunei have established partnerships on military education and training. Purnomo expressed hope that the defense cooperation would become stronger.

    “The prince will take a look at Indonesian defense industry state-owned arms manufacturer PT Pindad. I also suggested he visit PT DI, which has manufactured many CN 235 and CN 295 helicopters,” Purnomo said.

    Tolong di konfirmasi kebenarannya!!!

  8. Salam kenal Bung Yayan, semoga sehat selalu.

    Sudah beberapa minggu terakhir sering sekali update tulisan dan tidak lupa di tunggu chapter selanjutnya ya!!. Dari isinya sudah terlihat kapasitas anda sebenarnya, tidak mkn hanya seorang chief chef (menurut pendapat ane sendiri… heheheh)

    Hanya mungkin Malaysia sedikit beruntung masih mempunyai merpati yg terbang bebas, walaupun tinggal sedikit. Tidak mungkin kita mau bikin lalapan gagak kan…!!!
    Jadi ingat lalapan di daerah tugu pahlawan, kepengen kesana lagi.

    Semoga masih ada merpati yg akan hinggap dan tidak lupa rantingnya ditinggalkan lagi untuk menambah api di perapian.

    Salam hangat untuk keluarga anda, terima kasih untuk ‘sedikit berbagi dengan kami ditanah air.

    kang bagus…

  9. Artikel yg bgus bung yayan,sya sbagai wni yg tinggal di klimantan bisa waspada,malay dri dulu memang sering buat ulah baik diprbatasan darat dan laut kbetulan paman sya pernah mengurusi masalah itu diperbatassn kaltim,saya harap tni mnambah personil dan alutsistanya di kalimantan,jgn lupa leopard dan apache secepatnya ditaruh di klimantan,dan 1 skuadron pespur juga bisa ditmbah disini ,salam hngat dri kaltim

  10. assalammualaikum wr wb
    ijin melintas sebentar diartikel nya bung yayan
    kejadian di tanjung batu hanya kamuflase bagi sonora mengapa begitu?!!! sebab ada permintaan dan induk semang mereka untuk mengetest alutista matra laut kita.supaya mereka mempunyai dapat mengetahui apa saja yang dimiliki oleh indonesia saat ini.seperti warjag ketahui mengapa armada TLDM kemarin itu lari ketakutan hanya dengan 1 team kecil yang berisikan 5 hantu laut,2 kapur dan 1 layangan.sebelum kapur kita mendekat ternyata armada TLDM sudah kea lock sama hantu laut yang selama ini hanya bernomor lambung 401 dan 402 ( hantu laut yang ini termasuk kelas super duper loh 😀 :mrgreen: ).maaf hanya opini tukang sapu 😀 salam hangat buat bung yayan dan terima kasih atas artikel anda bung.

  11. saya pikir mereka kreatif jg, letakkan sistem pertahanan di wilayah abu-abu, ketika terjadi konflik dg cina ini membahayakan armada cina, dihancurkan akan bersinggungan dg kepentingan sahabatnya indo, namun tidak bisa dibiarkan. cina akan serba salah. maaf para sepuh, ini hanya analisa awam, salam semuanya.

  12. 13 rig, saling berhubungan, berkesinambungan, seperti pagar.
    berfungi sebagai kapal perang, dok kapal, pengisian bbm dll.
    Bahkan mungkin lebih efektif menurut mereka.
    Dan hikmahnya…………………………….
    mereka seolah-olah memberi contoh, coba kalau konsep mereka
    bisa di analisa dengan baik, ambillah sisi positifnya.
    Dengan menjadikan pulau terluar kita menjadi “RIG” alami.
    Salam NKRI

  13. Saya setuju dengan anda bung tampan, tetapi untuk itu saya kira hanya dengan pergantian rejim penguasa di Malaysia saja hubungan kedua negara akan dapat berubah ke arah yng lebih positif. Tetapi berhubung kita ga suka mencampuri politik dalam negeri negara lain.. kita hanya dapat menuggu perubahan mereka dr dalam.

  14. Artikelnya sophisticated Bung Yayan.. Masalah tersebut akhirnya menjadi tebak-tebakan..Kekacauan di Thailand serta diikuti pembatalan bantuan AS senilai 3,5 juta dolar..Perpindahan CSG menurut commandante Nara ke pinoy. Jadi Malay dapat 2 keuntungan, drama sulu berhasil dikondisikan pemunculan kekuatan AS menjadi “wajar” mengantisipasi konflik LCS. “Skenario” titik acu pijakan operasi Amphibi pada Rig tersebut untuk menjadi Stelsel pergerakan marinir Amerika juga jadi daya tawar Malay atas Cina. Dana bantuan yang batal ke Thai yang tersebut bisa “sementara” diperbantukan ke Malay. Keguncangan Thailand menjadikan hambatan kemitraan strategis Cina di sana. Jadi akhirnya memang USA memang melakukan jugling untuk mendapat Straight Flush..

  15. Salam Bung Yayan,
    terima kasih buat artikelnya yang menyingkap tabir yang tak tersurat di media massa . Memang semua yang terjadi antara Indonesia dan tetangga sebelah ini ujungnya dari saling pengertian dan saling curiga . Entah sampai kapan hubungan akan akur dan saling percaya . Tapi bagi saya, sepanjang Sipadan Ligitan belum kembali ke pangkuan NKRI , maka selama itu pula saya tidak mempercayai tetangga sebelah ini .

  16. salam sejahtera bung yayan

    ijin clometan…saya rasa…
    rig tu hanya berkesan kepada alutsista… sedangkan untuk orong2 kita langsung tidak ada kesanya sedikitpun,,,,,saya ulangi langsung tidak ada kesan….setiap hari berapa ratus orang sipil (SIPIL)menyelundup keluar masuk mele ??bahkan ada yg bisa menyelundupkan barang berton-ton beratnya….

    mele membuat sub pangkalan militer ditengah laut salah satu sebabnya karena untuk mengantisipasi sabotaj orong2 kita yg dengan mudah bisa masuk daratanya. karena terpaksa mereka harus menanyai satu persatu untuk memastikan..sebab secara fisik melayu serupa…hal ini mempersulit mereka

    ditambah dengan kesalahan pemerintahan periode lepas yg mengadakan program permohonan IC secara besar2an untuk memenangkan partai….hal ini berhasil dimanfaatkan oleh orong2 kita untuk dapat barbaur dan mempunyai hak yg sama sbg warga negara mele…( dan juga yg sudah dimanfaatkan pasukan sulu )

    untuk memfilter hal itu akhir2 ini gencar diadakan ops pemberantasan preman,,,(walaupun tidak berbuat tindak pidana asal dicurigai langsung bisa ditangkap untuk diintrogasi) dan terbaru pemberantasan teroris

  17. Kalau bicara geram, saya yakin kita semua geram dg ulah Malaysia ini. Tidak menutup kemungkinan Malaysia akan terus melakukan usaha “pencaplokan” seperti ini. Kasus Sipadan-Ligitan dan Ambalat adalah contoh sebelumnya; intinya occupation. Disini kesabaran kita memang terus diuji, karena bukan tidak mungkin Malaysia memang berharap kita yg “memulai”, sehingga Malaysia akan mendapat simpati dan lalu menyalahkan negara kita. Saya yakin Malaysia secara satu lawan satu tdk akan berani face to face dg kita, tapi tetap akan berusaha merongrong kita.

    Hikmah dari ini semua adalah supaya kita lebih siap, sigap dan waspada dlm menjaga keutuhan bangsa dan negara kita. Kasus Sipadan-Ligitan memberi kita kesadaran atas pentingnya penguasaan (termasuk pembangunan dan perberdayaan) atas wilayah kedaulatan NKRI khususnya yg bersinggungan dg negara lain. Kasus Ambalat juga memberi pelajaran dan peringatan kpd kita akan pentingnya perkuatan alutsista; TNI yg tangguh, profesional, dan militan ditopang oleh alutsista yg kuat, besar, dan modern. Anggap saja ulah Malaysia ini supaya kita lebih siap menghadapi ancaman yg lebih besar. 😀

  18. Salam bung yayan, saya tergelitik untuk mengomentari tulisannya krn saya lihat tulisanx bung yayan begitu “fresh and delicious” di mata saya… sama seperti masakan yg anda sajikan hehehe…terima kasih dah mau meluangkan waktux d tengah kesibukan bt bangsa ini.sukses sll bt bung yayan dan keluarga di KL

  19. di malingsial bukan seperti ditanah air tercinta bung pdl+aja ..
    mereka islam, namun kebebasan disana sangat dibatasi.
    ulama harus mendapat legitimasi negara malingsial. kalau berseberangan maka akan di copot status ulama nya.

  20. situasi dan teknologi saat ini memungkinkan benteng laut dibangun modern dgn fasilitas super lengkap yg dibuat untuk sukar ditembus, sekaligus memberikan serangan balik.

    apakah TDM akan sampai sejauh itu? AS membantu dari belakang, jangan meremehkan strategi mereka…

  21. bener_ bener ketahuan memang ada yang mo usil menjelang pemilu ini yah ” colek bung NARA “.
    tapi belum sempat usil udah kita kelitikin duluan yah bung YAYAN.

    smoga allah memberikan pemimpin kita yang cocok dengan kebutuhan dan sejalan dengan kepentingan bangsa ini, dan mengetahui serta melengkapi kelebihan dan kekurangan pemimpin terdahulu.

    smoga juga pemimpin yang terpilih nanti tetap mengawal apa2 yang telah dan di rencanakan oleh dehan terdahulu.

    salam kenal semuanya.
    termikasaih kepada pini sepuh atas cara membuka mata kami dari sisi yang berbeda terhadap kemapuan dan harga diri bangsa ini.