Aug 312017
 

Jet Tempur Su-35 (photo : Vitaly V. Kuzmin)

Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan, panganan kerupuk tidak termasuk ke dalam komoditas yang akan dibarter dengan pesawat Sukhoi Su-35 dari Rusia.

“Tidak. Saya bilang daftarnya banyak seperti crumb rubber (karet olahan), Crude Palm Oil (CPO), kopi, teh, bahan makanan,” ujar Enggartiasto, Rabu 30-8-2017 di Jakarta, kepada Kompas.com.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sedang menunggu keputusan Rusia yang membahas secara internal terkait barter 11 pesawat Sukhoi SU-35 dengan komoditas nasional Indonesia.

“Kita beri kesempatan untuk membahas di internal mereka,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dirilis Antara, 28/8/2017.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia dan Rusia telah sepakat untuk melakukan imbal beli 11 pesawat Sukhoi SU-35 dengan sejumlah komoditas nasional.

Barter itu terjadi setelah ditandatangainya Memorandum of Understanding (MOU) antara BUMN Rusia, Rostec, dengan BUMN Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Dalam nota kesepahaman yang telah disepakati, Rostec menjamin akan membeli lebih dari satu komoditas ekspor Indonesia, dengan pilihan berupa karet olahan dan turunannya, CPO dan turunannya, mesin, kopi dan turunannya, kakao dan turunannya, tekstil, teh, ikan olahan, alas kaki, furnitur, kopra, plastik dan turunannya, resin, kertas, rempah-rempah, produk industri pertahanan, dan produk lainnya.

Pola kerja sama dagang serupa itu telah diatur dalam UU Industri Pertahanan, selain juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2014 tentang Mekanisme Imbal Dagang dalam Pengadaan Alat peralatan Pertahanan dan Keamanan dari Luar Negeri.

Menteri Perdagangan meminta agar Pemerintah Rusia tidak melirik impor minyak kelapa sawit (CPO) dari negara selain Indonesia sebagai imbal dagang pembelian 11 pesawat tempur Sukhoi SU-35 senilai 1,14 miliar dolar Amerika Serikat.

Pembelian 11 pesawat tempur Sukhoi SU-35 dari Rusia senilai 1,14 miliar dolar AS memberikan potensi ekspor ke Rusia bagi Indonesia sebesar 50 persen dari pembelian tersebut atau senilai 570 juta dolar AS.

  23 Responses to “Kerupuk Tidak Masuk Komoditas Barter Sukhoi 35”

  1. Kerupuknya buat S-500 besok

  2. Yaaaah kagak seru.

    Xixixixixi

    • Ya ga papa bung tn, drpd bikin malu negara, mending ga usah, masa beli jet trmpur pake kerupuk, dmn harga diri jet tempur canggih itu ditaruh? pasti bakal banya negara yg membully…klo sawit, dan jenis rempah2 lain msh noemal jaya sih, tp kerupuk lho? org rusia ga soyan kerupuk bung…yg bener aja !!!

    • Tumben bung edo, kok ente malah dukung gerakan stop eksport krupuk.
      Biasanya yg kayak gini malah sales gripen yg teriaknya kenceng. Xixixi….
      #maklum gw pengalaman…..wkwkk

      • he he he…sy bkn mihak salah satu sales lho bung…tp kurang sreg aja beli su35 cuma 8 biji dituker sm kerupuk, spt nya kurang greget deh pemerintah kita beli jet tempur ini…kyk di anak tirikan gitu, klo f16 pake uang cash, tucano jg cash dan t50i cash…giliran su35 pake karet dan kerupuk…?? apa kata dunia bung…xixixi peace

  3. Wah sayang juga ya, padahal krupuk bisa jadi bahan bakar bio krupuk, yg bisa dipakai utk mengompori hater barat.

  4. Klu gak dgn krupuk diganti terasi/belacan gmn pak? Kan termasuk produk dr perikanan jg turunannya!he3

  5. Mana ada sih BUMN ngaku untung?…

  6. coba barter dgn emas dari freeport, …… !!!

  7. mungkin rengginang pihak rusia mau.. wkwkwk

  8. Krupuk kan enak bs bwt seblak wkwk

  9. PTPN jg byk merugi dr dulu bung! Sementara Socfin dan Lonsum dll sama2 perusahaan perkebunan bs mendapat untung yg tdk sedikit! Intinya terlalu banyak permainan dr atas sampai kebawah alias korupsi!

  10. yang penting Rusia beli CPO harus dari Indonesia, tidak boleh beli dari tetangga bung Colibri … wkwkwk

  11. Ya sudah lah intinya BELI dan nantinya PUNYA /Masih-Akan . . . Keh Keh Keh

 Leave a Reply