Feb 022018
 

Jet tempur F-16i “Sufa” Angkatan Udara Israel. (photo : Major Ofer, Israeli Air Force via commons.wikimedia.org)

JakartaGreater.com – Militer Kroasia kini berada diambang pemilihan jet tempur F-16i yang digunakan Israel untuk menggantikan armada jet tempur MiG-21 warisan Soviet yang kian menyusut, hanya 6 (enam) yang diperkirakan masih beroperasi, seperti di lansir dari laman media Times of Israel.

Kroasia mengundang AS, Israel, Korea Selatan, Swedia dan Yunani untuk berpartisipasi dalam kompetisi tersebut untuk memasok pesawat tempur gelombang berikutnya di bulan Juli tahun lalu. Zagreb telah melirik F-16i Fighting Falcon baru atau bekas dari Israel, AS ataupun Yunani, termasuk FA-50 Korea Selatan dan JAS-39 Gripen Swedia.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan rekan dari Kroasia Andrej Plenkovic telah mencapai kesepakatan untuk mendorong maju kesepakatan tersebut, tandanya F-16 Netanyahu kemungkinan akan segera memenangkan kontrak menurut Times of Israel pada hari Jumat.

“Perkembangan ini merupakan ekspresi lain dari hubungan mesra antara kedua negara. Kesepakatan atas 30 unit F-16 itu bisa bernilai hingga $ 500 juta, namun persyaratan potensial belum selesai”, menurut keterangan pemerintah Israel.

Angkatan Udara Israel menghentikan opersional dari armada F-16A/B pada 2016 yang lalu, namun masih menggunakan banyak jet tempur F-16C/D yang telah di modifikasi. Tidak jelas apa komposisi pesawat yang ditawarkan Netanyahu untuk dijual ke Zagreb, namun media Kroasia melaporkan bahwa Swedia memberi kesepakatan manis dengan menawarkan untuk menyediakan jet tempur F-16C/D yang lebih modern.

Seorang analis militer Kroasia mengatakan bahwa saat ini tidak lebih dari 6 jet tempur MiG-21 yang layak terbang. Ini adalah pesawat yang hebat pada perang kemerdekaan Kroasia tahun 1991-1995, namun ia benar-benar tidak mampu melawan jet tempur modern atau sistem pertahanan udara.