Kesepakatan Jet Tempur Generasi Kelima India-Rusia Kandas

Desain jet tempur generasi kelima (FGFA) rancangan India-Rusia. © HAL

India dan Rusia kembali menghadapi rintangan lain dalam melangkah maju pada salah satu proyek pertahanan bersama yang paling bergengsi oleh kedua negara,  pengembangan dan produksi Sukhoi/HAL Fifth Generation Fighter Aircraft (FGFA), yang juga dikenal sebagai Perspective Multirole Fighter (PMF) di India, seperti dilansir dari The Diplomat.

Seorang pejabat senior Angkatan Udara India, pekan lalu menyebut bahwa Rusia meminta harga yang tak terjangkau untuk pesawat terbang tersebut. Menurut pejabat itu,  Moskow diduga meminta US $ 7 miliar dari India dalam pembangunan jet tempur generasi kelima, mengingat bahwa kesepakatan pembagian kerja dalam negosiasi yang sekarang mencakup alih teknologi pertahanan Rusia yang sangat sensitif.

“India tidak dalam posisi unutk membayar uang semacam ini, tampaknya proyek pesawat itu telah kandas”, kata pejabat tersebut.

India selama ini telah mengajukan penawaran cukup alot dan komentar dari pejabat militer India mungkin dimaksudkan untuk memperkuat posisi tawar New Delhi terhadap Rusia.

Pejabat India pada bulan Mei juga mengumumkan bahwa kesepakatan tersebut tidak akan mencakup transfer teknologi. “Kami adalah co-developer. Jadi tidak ada yang disebut alih teknologi dalam proyek ini”, kata seorang pejabat pemerintah.

Alih teknologi pertahanan yang sensitif dari Rusia ke India telah menjadi salah satu isu yang paling diperdebatkan antara kedua belah pihak sejak awal.

Pada bulan Maret, India menginginkan adanya jaminan bahwa akan dapat mengupgrade jet tempur di masa depan tanpa dukungan dari Rusia, yang memerlukan “source code” dari Moskow. Sebagai tambahan, India ingin agar FGFA secara langsung mendukung program Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA), yaitu proyek jet tempur generasi ke-5 India yang terpisah.

Pada awal bulan Mei lalu, masalah tersebut tampaknya telah diselesaikan, menurut India, meskipun Rusia menolak memberikan komentar mengenai perundingan tersebut.

Setelah resmi diluncurkan pada 2007 lalu, kedua negara menyimpulkan kontrak $ 295 juta untuk desain awal dan pengembangan bersama FGFA/PMF pada tahun 2010. Memang dari awal, kedua belah pihak terus berselisih. Penundaan terjadi disebabkan oleh New Delhi dan Moskow tidak setuju dalam banyak aspek fundamental,  termasuk pembagian kerja,  biaya, teknologi, serta jumlah pesawat yang dipesan.

Setelah mengevaluasi purwarupa pertama Sukhoi T-50, Angkatan Udara India (IAF) ingin lebih dari 40 perubahan yang berkaitan dengan mesin, fitur siluman dan persenjataan yang akan diusungnya.

India dan Rusia juga belum setuju mengenai jumlah pesawat yang akan diproduksi.

Rusia pada akhir 2015 mengumumkan bahwa mereka hanya akan memproduksi 1 skuadron jet tempur siluman PAK FA, dan menginginkan lebih banyak jet tempur Su-35. Kesepakatan awal menyebut Rusia yang memiliki 250 unit dan India 144 unit PMF dengan biaya sekitar US $ 30 miliar pada tahun 2022.

Akhirnya India mengancam akan meninggalkan proyek secara keseluruhan. Sehingga Rusia pada akhirnya membuat sejumlah konsesi, termasuk tawaran untuk mengurangi kontribusi keuangannya dari US $ 6 menjadi US $ 3,7 miliar untuk tiga purwarupa T-50 PAK FA serta transfer teknologi yang substansial.

Menurut pejabat pertahanan senior, Angkatan Udara Rusia mungkin bisa mulai menerima jet tempur generasi ke-7 Sukhoi T-50 (PAK FA) generasi pertama yang diproduksi secara massal pada tahun 2018.

Tinggalkan komentar