“Kesepakatan Patriot” Akan Berakhir Jika Turki Menerima S-400 – Pejabat A.S.

JakartaGreater.com – Pejabat tinggi Amerika Serikat menyatakan bila “AS akan menarik diri dari Suriah, tidak ada keraguan tentang itu”, katanya. Namun, jika Turki mengambil S-400, maka proses “kesepakatan Patriot” juga akan berakhir, seperti dilansir dari laman NTV Haber pada hari Kamis, 7 Februari.

Sementara situasi diwilayah itu terus berkembang diikuti oleh keputusan A.S. untuk menarik diri dari Suriah, pernyataan yang signifikan datang dari pejabat senior Amerika.

Pejabat senior AS tersebut mengatakannya dalam pertemuan dengan delegasi Turki di Washington.

“Tidak ada keraguan tentang penarikan AS dari Suriah”, katanya.

Pejabat tingkat tinggi AS juga menyebutkan apabila sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 resmi diterima dari Rusia, maka negosiasi yang sedang berlangsung dengan sistem pertahanan udara Patriot AS juga dievaluasi.

S-400 Triumf, sistem pertahanan udara jarak jauh generasi baru buatan Rusia. © Vitaliy Ragulin via Wikimedia Commons

“Pembelian Turki atas sistem S-400 membahayakan partisipasinya pada proyek jet tempur F-35, proses penjualan Patriot berakhir dan mereka akan memberi sanksi”, katanya.

Ankara sebelumnya menandatangani telah perjanjian pinjaman dengan Moskow untuk pengiriman sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia ke Turki pada bulan Desember lalu.

Pemerintah AS telah berulang kali menyatakan keprihatinannya atas keputusan Turki untuk melanjutkan pembelian sistem pertahanan rudal buatan Rusia, mengancam akan memblokir pengiriman jet tempur generasi kelima F-35 ke Ankara.

Baru-baru ini, sebuah delegasi AS membuat penawaran resmi ke Turki untuk membeli sistem pertahanan udara Patriot buatan AS, menurut kantor berita Anadolu. Termasuk 4 unit radar AN/MPQ-65, 10 unit tiang-antena, 20 stasiun peluncuran M903 dan peralatan uji tercantum dalam penawaran ini.

Tinggalkan komentar