Feb 142018
 

Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan menyampaikan bahwa Rakorops TNI merupakan salah satu kegiatan tahunan yang sangat strategis dalam rangka mengevaluasi program yang telah dilaksanakan di tahun 2017.

Jakarta, Jakartagreater.com – Tugas Pokok TNI dilaksanakan melalui Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), dan untuk menjamin keberhasilan tugas pokok ini diperlukan kesiapsiagaan semua unsur satuan TNI melalui pembinaan operasi dan latihan.

Hal tersebut dikatakan Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. dihadapan 109 peserta Rapat Koordinasi Operasi (Rakorops) TNI tahun 2018, dengan tema “Melalui Rakorops TNI Kita Wujudkan TNI Yang Kesatria, Militan, Loyal, Profesional, Modern dan Manunggal Dengan Rakyat Demi Tercapainya Tugas Pokok TNI”, pada Selasa 13 Februari 2018 bertempat di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.

Terkait dengan tugas-tugas TNI, Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan menjelaskan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI secara eksplisit disebutkan bahwa Tugas Pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan dan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD RI tahun 1945, sekaligus atau serta melindungi segenap bangsa serta tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa Indonesia.

Menurut Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, dengan di gelarnya pelaksanaan latihan TNI tahun ini dan tahun mendatang adalah untuk meningkatkan kemampuan prajurit menjadi lebih profesional dalam pertempuran di medan perang, baik darat, laut maupun udara. “Latihan yang dilaksanakan harus sejalan dengan Tugas Pokok TNI dan dinamika lingkungan strategis yang berkembang saat ini,” katanya.

Disisi lain pengarahannya, Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan menyampaikan bahwa Rakorops TNI merupakan salah satu kegiatan tahunan yang sangat strategis dalam rangka mengevaluasi program yang telah dilaksanakan di tahun 2017 dan sekaligus menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan.

“Di dalamnya ada bahan masukan, koreksi ataupun evaluasi yang dapat dipertimbangkan guna melaksanakan kegiatan program kerja bidang operasi tahun anggaran 2018,” ujar Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan.

Mengakhiri pengarahannya, Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan memberikan penekanan, sebagai berikut :

  1. Pertama, laksanakan kegiatan ini secara sungguh-sungguh dan dilandasari dengan semangat tanggung jawab yang tinggi agar tujuan dapat menghasilkan output yang bernilai bagi pelaksanaan tugas operasi serta samakan persepsi dalam menghadapi permasalahan yang terjadi saat ini.
  2. Kedua, laksanakan latihan kesiapsiagaan dan pemberdayaan berbagai potensi yang ada, sehingga setiap saat dapat digerakkan dalam mengantisipasi berbagai hal yang berkaitan dengan OMP dan OMSP.
  3. Ketiga, wujudkan koordinasi dan sinkronisasi antar unsur satuan yang terlibat operasi dengan instansi terkait sesuai tugas peran dan fungsi masing-masing, sehingga dapat diperoleh satu tujuan dengan keberhasilan operasi yang baik.
  4. Keempat, tingkatkan terus disiplin loyalitas dan dedikasi prajurit, sehingga solidaritas dan soliditas dapat terwujud demi suksesnya Tugas Pokok TNI.
  5. Kelima, lakukan perawatan semestinya secara maksimal terhadap Alutsista dan sarana prasarana lainnya untuk mengoptimalkan pelaksanaan operasi.
  6. Keenam, perhatikan kerja sama Trimatra Terpadu dalam setiap melaksanakan tugas operasi.
  7. Ketujuh, lakukan pengawasan melekat pada setiap pelaksanaan operasi dan setiap latihan sesuai dengan level kewenangannya masing-masing.

(Puspen TNI).

  41 Responses to “Kesiapsiagaan Unsur TNI Melalui Pembinaan Operasi dan Latihan”

  1.  

    Hadueehhhh….berita2 dlm negeri ini2 tok beritanya,,,ga ada yg menarik..,bosen!!!

  2.  

    Tanggungjawab berat dipundak TNI bisa dipikul dg kerja keras dan loyal kepada NKRI. Bravo TNI

  3.  

    Sukhoinya manaaaaaaa….ini udah tanggung bulan ?!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    •  

      Horeeeee,,.sukhoi telah tiba, sukhoi telah tiba ,,,hati ku gembira….horeeeeee yeeeeeeee

      •  

        2 su 35 akan tiba bln oktober 2018.
        Kontrak Pengadaan Diteken, Sukhoi Su-35 Tiba di Indonesia Oktober
        Sucipto
        Kamis 15 Februari 2018 – 14:19 WIB
        Kontrak Pengadaan Diteken, Sukhoi Su-35 Tiba di Indonesia Oktober
        Sukhoi SU-35, pesawat tempur canggih produksi Rusia akan tiba di Indonesia pada Oktober mendatang. Penandatanganan kontrak kerja sama pengadaan pesawat tersebut sudah dilakukan pada 14 Februari 2018. Foto/wall.alphacoders.com

        JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) akhirnya menandatangani kontrak pengadaan pesawat tempur buatan Rusia, Sukhoi Su-35.

        “Sudah (tanda tangan kontrak-red) pada Rabu 14 Februari 2018, di Indonesia,” ujar Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Publik, Kemhan Brigadir Jenderal TNI Totok Sugiharto, kepada SINDOnews, Kamis (15/2/2018). (Baca juga: 2019, Sukhoi Su-35 Akan Mengudara di Langit Indonesia)

        Rencananya dua pesawat tempur canggih ini tiba pada Oktober mendatang dengan persenjataan lengkap.

        “Insya Allah, full combat,” katanya.

        Seperti diketahui, pembelian pesawat Sukhoi Su-35 ini bertujuan untuk menggantikan F-5 Tiger yang sudah tidak layak terbang. “Sebanyak 11 pesawat Sukhoi Su-35 full combat,” tegas mantan Kapendam V/Brawijaya ini.

        Alasan memilih Sukhoi Su-35 untuk memperkuat pertahanan Indonesia, pernah diungkap Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, Agustus tahun lalu.

        Menurut dia, pesawat tempur jenis terbaru ini memiliki kemampuan mengunci target. “Dari jauh, dia (Sukhoi SU-35) sudah bisa tahu ada berapa target dan menyiapkan peluru ya untuk menembak,” kata Ryamizard di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa 22 Agustus 2017. (Baca juga: Pilih Sukhoi Su-35, Menhan: Kami Ingin Pesawat Tercanggih!)

        •  

          Bentar bung n’zie zf…

          Saya masih bingung dg petikan wawancara diatas…karena Pak Kapuskomnya hanya berkata :

          K: “Sudah…pada Rabu 14 Februari 2018, di Indonesia,”

          K: “Insya Allah, full combat,”

          K: “Sebanyak 11 pesawat Sukhoi Su-35 full combat,”

          Jangan-jangan wartawannya salah dengar pembicaraan Kapuskom…?

          Soalnya kemarin beritanya “Bolanya” ada ditangan kemendag…

        •  

          Jangan dipinjemin kayak dulu Apache nongol 2014 waktu peringatan ulang tahun TNI. Apalagi tuh Sukhoi kabarnya datang bulan Oktober kan.. mau dipamerin buat tanggal 5 Oktober kali. Hhhhhhhhhh

  4.  

    sekarang tugasnya PT. LEN gmna caranya tu su35 bsa ngobrol sma f16 nya biar bsa PDKT,
    #serirequestwarjager

  5.  

    Pecah telor juga tuh Sukhoi setelah drama 5 tahun. Ane mau bawain karpet merah di Soetta buat penumpang pesawat yg terbang langsung dari Siberia atas nama: Jimmy Sullivan. Wah ketawa ngakak dipojokkan nih. Si Jimmy sambil ngitung komisi. Gak sia2 disuruh nyadap karet sehari semalam. Noh si Yuli, FNC, Huha, Andre Colibri, Lingkar Ama Ruskye diajak party sekalian ya Jimm. Jangan lupa Ama Temen2 Ente tuh.

    Sekali lagi selamat ya Russian Fanboys atas kedatangan Su-35. Jangan lupa kasih tau si Dark Rider kalo si Super Flanker mau datang. Ane selow aja, soalnya orderan ke pabrik Ane lagi Ane siapin dulu. Hhhhhhhhhh

    PS: Bung Hari, Bung TN, Bung WI. Kita tunggu Indonesia dapat ToT apa aja dari Rosoboronexport.

  6.  

    Tetap aja jatah potongan kuenya lebih banyak ke LM dgn pembelian F16V. SU-35 cuma 11unit yg terpublikasi.

 Leave a Reply