Jan 102019
 

Kapal induk helikopter HMS Ocean Angkatan Laut Inggris. © Bernie Henesy via Wikimedia Commons

Inggris telah bergabung dengan Rusia dan Uni Emirat Arab (UEA) dalam perebutan untuk mendirikan pangkalan militer di Somaliland.

Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson pada akhir pekan bertemu Presiden Mouse Bihi di Hargeysa, dan membahas cara-cara untuk memperkuat hubungan antara kedua negara.

Somaliland, bekas koloni Inggris, belum diakui secara internasional.

Kedutaan Somaliland di Nairobi, tidak membantah laporan yang tidak dikonfirmasi bahwa Inggris berusaha untuk mendirikan pangkalan militer di tanduk negara Afrika. Duta Besar Somaliland untuk Kenya Omar Bashe mengatakan bahwa negaranya sangat gembira atas kunjungan Williamson yang membantu dorongan negara itu untuk pengakuan internasional setelah memisahkan diri dari Somalia.

Bashe menjelaskan kunjungan Williamson adalah indikator yang jelas bahwa masyarakat internasional mengakui pentingnya Somaliland.

Kunjungan itu dilakukan seminggu setelah Williamson mengatakan Inggris tertarik untuk membangun pangkalan militer baru di seluruh dunia setelah Brexit. Diyakini kunjungannya ke Somaliland berusaha membahas kemungkinan mendirikan pangkalan di negara tersebut.

Williamson, yang pekan lalu mengunjungi pasukan Inggris di Kenya, mengatakan bahwa Brexit akan memungkinkan Inggris untuk mengubah kebijakan penarikan tahun 1960-an dari daerah ‘sebelah timur Suez.’

Inggris bergabung dengan Rusia yang April lalu mengumumkan niatnya untuk mendirikan pangkalan angkatan laut di Saylac, Somaliland.

Delegasi Rusia mengadakan pembicaraan dengan pemerintah Somaliland untuk pangkalan yang dapat mendukung kapal perang dan kapal selam agar mampu beroperasi di wilayah yang bergejolak dan jalur pelayaran sibuk yang mengangkut sebagian besar barang Eropa.

Uni Emirat Arab juga membangun pangkalan militer di Berbera. Pangkalan UEA, yang akan mulai beroperasi pada Juni, termasuk sistem pengawasan pantai.

UEA meningkatkan kehadiran militernya di Tanduk Afrika untuk melindungi arus perdagangan melalui Bab el-Mandeb, jalur pelayaran utama yang digunakan oleh kapal tanker minyak dan kapal kargo lainnya dalam perjalanan ke Terusan Suez. Pijakan Emirati di Somaliland dan Eritrea memberikan lokasi strategis karena UEA mendukung perang yang dipimpin Arab Saudi melawan pemberontak Houthi di Yaman.

Sumber: Daily Nation

Bagikan:
 Posted by on Januari 10, 2019