Nov 132014
 
Perbatasan Indonesia Malaysia (photo: Ahmad Dzakirin)

Perbatasan Indonesia Malaysia (photo: Ahmad Dzakirin)

Jakarta – Anggota DPRD Nunukan Ramli kaget ternyata banyak warga desa di perbatasan RI-Malaysia di Nunukan, Kalimantan Utara memilih menjadi warga Malaysia. Alasannya mereka merasa lebih diperhatikan dan mendapat kesejahteraan.

“Mereka malah senang pindah ke Malaysia,” imbuh politisi PAN ini, Kamis (13/11/2014).

Ramli yang berdialog dengan warga perbatasan, Rabu (12/11) pun hanya bisa geleng-geleng mendengar pengakuan itu. Memang, suplai barang dan pekerjaan lebih menjanjikan di Malaysia. Mereka mendapat gaji yang lumayan, belum lagi pendidikan anak-anak mereka bagus.

“Lapangan kerja di Malaysia memadai, fasilitas dan suplai barang juga bagus,” terang Ramli.

Dia berharap pemerintah pusat tak diam saja soal insiden ini. Segera melakukan tindakan agar mencegah eksodus warga karena bagaimanapun akan mempengaruhi batas wilayah.

“Ada 10 desa yang sebagian penduduknya sudah menjadi WN Malaysia,” tutup dia.

  101 Responses to “Ketika Negara (Lain) Memanggil”

  1.  

    solusinya cuman atu..kayak yg pernah ane bilang, bikin jalan sepanjang perbatasan..secara ada jalan ada kehidupan..

    setelah ntu, pindahin tembok cina ato pagar israel ke semua perbatasan 😀

  2.  

    solusinya cuman atu..kayak yg pernah ane bilang, bikin jalan sepanjang perbatasan..secara ada jalan pasti ada kehidupan..

    setelah ntu, pindahin tembok cina ato pagar israel ke semua perbatasan 😀

  3.  

    dobol adalah anugerah..

  4.  

    Pada pindah?itu wajar jika tdk ada perhatian pemerintah .sebab perhatian pemerintah hanya tertuju pd jawa.jika pemerintah malaysia mau memberi modal dan tempat wira usaha menjadi wna pun tdk masalah.jika pemerintah malaysia mau menyedot para wira usaha muda yg memiliki semangat untuk maju,saya yakin ekonomi malaysia akan bangkit.daripada jiwa wira usaha kami padam dan pemerintah hanya tahu menagih pajak!,pajak!pajak!

  5.  

    kelemahan indonesia di perbatasan adalah infrastuktur yg jelek,dan kurangnya pasokan bhan pokok ke perbatasan semua dsediakan malay,jauh sekali perbandngan malay dg ndo disana,mudahan 2 pembentukan propinsi baru dsana bisa mempercepat pembangunan di perbatasan,klo tdak berarti ada kesalahan di pemdanya,jgn lupa malay membantu menjadikan wrga dsana menjadi wrga malay pasti ada udang di balk batu apalagi niatnya klau bukan mencaplok wlayah disana secara diam2

  6.  

    kata bung Satrio.., jatuh kerena tertiup angin sepoi2.. he..3x

  7.  

    Nasionalisme itu sudah luntur dari pemerintah pusat hingga daerah sehingga mereka menelantarkan masyarakat di perbatasan dan juga masyarakat Indonesia secara umum. Jadi pertanyaannya berapa banyak Nasionalis yang masih tersisa di Republik ini? Karena banyak yang hidup di Indonesia, memiliki surat warganegara dan kependudukan, punya tanah dan aset di Indonesia tapi tidak Nasionalis juga.

    Nasionalis adalah seseorang yang memikirkan dan menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan. Sikap Nasionalis dimulai dari pemimpin Republik ini dan kemudian diwariskan ke anak cucunya, apa kira-kira yang sudah diwariskan pemimpin Republik ini dari masa ke masa? Sikap mementingkan kepentingan bangsa dan negara atau malah sebaliknya lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan golongannya saja?

  8.  

    Merdeka atau mati..(itu tahun 1945) karena kita dibikin lapar susah dan kekurangan.
    tp sekarang Orang mana yang kuat liat anak istrinya kelaparan dan kekurangan?.

    silahkan yang mau jawab?
    ini salah satu forum yang freedom tanpa merugikan orang lain.

  9.  

    titik koordinat perbatasan darat laut dan udara sudah jelas kok, lalo nda percaya datang aja ke Badan Indormasi Geospasial …

    Yang menjadi masalah adanya oknum baik bangsa sendiri ataupun puhak asing yg mencoba menggerogoti NKRI …

    Bersahabat tapi menusuk dari nelakang, ini bahaya yg harus segera ditindak. Awasi betul2 dgn negara yg ngakunya sahabat macam : Singapura, Malaysia, Australia, dan Amerika ..

  10.  

    hei bung untuk apa ribut-ribut tentang marga negara yang exsudus kenegara tetangga ga akan ngerubah keadaan.
    tapi kita punya prinsip nasonalisme yang kita pegang””JANGAN ENGKAU PERTANYAKAN APA YANG NEGARA BERIKAN KEPADAMU TAPI APA SUMBANGSIHMU UNTUK NEGERI TERCINTA INI””

 Leave a Reply