Dec 212014
 
Presiden Jokowi meninjau pencurian ikan ditemani Menko Kemaritiman, KSAD dan KSAU (Detik.com)

Presiden Jokowi meninjau pencurian ikan ditemani Menko Kemaritiman, KSAD dan KSAU (Detik.com)

Jakarta – Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo mengaku melihat dan menyaksikan kapal asing mencuri ikan di laut Arafura, Maluku. Ia menyaksikan pencurian ikan dari kapal intai TNI AU.

Saat itu, ia terbang bersama Presiden Jokowi serta didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Ida Bagus Putu Dunia.

Informasi pencurian ikan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

“Waktu itu ditelpon Bu Susi. Dia bilang ada pencurian ikan di Laut Arafura. Saya minta bantuan skuadron intai TNI AU. Kita pakai pesawat Boeing 737 TNI. Dari penelusuran itu, ketemu 22 kapal. Itu kapal ikan Tiongkok bendera Indonesia. Sama beliau (Presiden) dilihat saja,” kata Indroyono di Kemenhub, Jakarta, Jumat(19/12/2014).

Saat pengintaian memakai pesawat khusus TNI AU tersebut, ia bersama Presiden Jokowi tidak menemukan kapal patroli TNI AL. Padahal di sana banyak berkeliaran kapal pencuri ikan.

Alhasil Presiden Jokowi hanya mengabadikan hasil tinjauan tersebut. “Sama beliau dilihat saja dan diambil fotonya. Karena di sana kapal patroli TNI AL nggak ada di situ,” jelasnya.

Melihat fenomena tersebut, TNI AU mengusulkan ide untuk memodifikasi pesawat jet agar bisa mendarat dan terbang di laut. Tujuannya adalah agar cepat bisa menindak kapal pencuri ikan. “Diusulkan kembangkan jet amphibi yang bisa mendarat di air. KSAU usulkan 3 biji. Mereka punya pesawat Boeing yang bisa dimodifikasi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Presiden Jokowi setuju menambah anggaran BBM untuk patroli TNI AL. Namun presiden mengajukan syarat agar tambahan anggaran sejalan dengan tingkat penindakan terhadap kapal asing pencuri hasil laut di perairan Indonesia.

“TNI AL kebutuhan BBMnya Rp 5 triliun. Beliau setuju untuk kasih bahan bakar Rp 5 triliun. Tapi kata beliau, dia ingin lihat ada hasilnya,” sebutnya.

Menko Kemaritiman Indroyono pada kesempatan tersebut mendorong wadah coast guard atau Badan Koordinasi Keamanan Laut. Badan ini akan didorong sebagai koordinator lembaga keamanan laut yang membawahi Bea Cukai Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Kemenhub, Polisi hingga TNI AL.

Secara teknis sistem radar dan kapal patroli akan dikoordinasikan di bawah payung Bakorkamla.

“Coast guard organisasi Bakorkamla. Itu unsur KPLP, Bea Cukai, polisi, KKP. Kriminal di laut polisi, TNI AL jaga kedaulatan NKRI di laut,” ujarnya. (Detik.com).


Be-200, salah satu jenis pesawat yang diusulkan untuk diakusisi demi memerangi pencurian ikan di Indonesia lebih maksimal

http://youtu.be/7Sui26PR-bY

Bagikan Artikel :

  100 Responses to “Ketika Presiden Jokowi Menyaksikan Langsung Pencurian Ikan”

  1. nyimak

  2. Salam NKRI !!!!!!!!!!!!

  3. sikat pencuri ikan boss,biar jera

    • sr…seharusnya jkw juga cepat koordinasi dengan dpr untuk membuat payung hukumnya agar tni tidak segan2 melakukan penghancuran kapal asing yg menurut jkw “mencuri”, karena ada kesan tni khususnya tni al tidak menuruti kemauan jkw…..buat dulu dasar hukum payungnya yang jelas…..berikut anggarannya yang baru……harusnya jkw juga blusukan uunya…..

  4. TNI AU Mengusulkan memodifikasi jet agar bisa terbang dan mendarat di laut..

    Fungsi Asli pesawat adalah pendaratan dan lepas landas di laut perlu di catat pesawat tidak akan bisa mengejar, menindak bahkan bermanufer pun lambat

    Mungkin ide ini perlu di kaji lebih mendalam

  5. taro ajh kapal flying dutchman, biar pencuri.a pada takut ! hehehe 😀

  6. Sikattttttt

  7. Mantap, kalo bisa jet amphibi yang bisa bawa searider buat penyerbuan kapalnya. Takutnya kalo langsung dihadang pake kapal terbang, bisa ditabrak pesawatnya sama kapal nelayan.

  8. He…he…he…….emang mudah “melawan” para pencuri ikan di laut Arafura?

    Secara teknis, diatas kertas mudah secara operasional belum tentu, bro.
    Dukungan logistik KRI kita saja belum tentu mencukupi, untuk mendukung operasi penangkapan kapal pencuri ikan yg sdh terorganisir secara mangkus.

    Bagaimana peranan pesawat PATMAR kita yg baru CN – 235 punya TNI – AL./ AU, yang tidak pernah terdengar berita aktivitasnya dalam operasi pengamatan / surveillance di atas laut.

    Kalau pesawat PATMAR TNI – AU Boeing 737-200 dpt terbang mendadak, ya wajar di persiapkan dengan seksama, karena yg akan naik kan Panglima Tertinggi TNI di dampingi Kasau, Kasad dan Menko Maritim, other wise?????

    Belum masalah teknis koordinasi lewat alkom – siskom yg sdh biasa di jamming oleh Australia, yg membuat alkam-siskom TNI di pesawat maupun KRI kita jadi bisu & tuli.

    Di samping itu, faktor alam juga menjadi obstacle sendiri, dimana semua para pelaut sangat memahami karakter laut Arafura yg tergolong ganas sehingga hanya kapal patroli dengan tonase besar yang dapat mengatasinya.
    ( Cerita yg saya dengar bgm LST yg mengangkut logistik untuk peresmian Lanal Merauke, hampir seluruh material keramik, piring, cangkir dan gelas hancur berantakan karena dampak ombak ganas di laut Arfura)

    TNI – AL cuma berapa kapal besarnya, yg siap operasi di laut Arafura secara terus menerus, dalam menghadapi serbuan kapal -kapal pencuri ikan yg demikian banyak, dan di dukung dengan Logistik dari “Mother Ship” yg juga di lengkapi dengan fasilitas pengalengan ikan, serta freezer yg besar dan modern.

    So,…………butuh kebijakan tersendiri dalam hal ini, di samping penyiapan sarana dan prasarana modern lain di samping sistim lain yg relevan dalam hal ini.
    Mau…….?????

    .

    • banyak alesan, :metal:
      laksanakan saja perintah pangti, sudah 3x perintah ini

    • Tolong bung bolo kasih input…solusinya bung…itu lebih bermanfaat spertinya….salam kenal ????

    • Eh ada mbah Bole selamat datang mbah ! 😀

    • Bung boler apa kabar…
      Bung boler sesepuh lama nih…

    • Mbah bole apa kabar… ada disini skrg..
      memang….klo sekedar memberikan perintah itu gampang. Namun dengan demikian rakyat indonesia menjadi tau ternyata masih byk kendala yg dihadapi bangsa ini untuk menghalau para pencuri. Banyak sekali sarana dan prasarana yang harus dipersiapkan. PR besar buat pemerintah … ! Namun jgn lupa masih banyak hal lain yg lebih penting yg harus dikerjakan juga. Jgn berkutat di maling ikan saja. Jadi terpikir .. mengapa di era SBY isu masalah pencurian ini tidak terlalu diagendakan untuk diselsaikan atau diblow up dimedia…. karena ternyata kita masih byk kelemahanya.
      Perkuat dulu sistem dan sarananya baru hajar …
      Sekarang kita malah jadi bahan tertawaan negara lain. Teriak2 tengelamkan ..mo nangkep aja susah !

  9. klo mau lbh tegas dan keras,langsung saja di tembak sm nelayan2nya..pswt tempur jg bs bantu utk nenggelamkannya kan

  10. Kok terkesan aneh yahh bahasanya… pesawat jet DIMODIFIKASI?
    anggaplah itu pesawat amfibi.. penindakannya bagaimana yahh? Liat kapal pencuri ikan, identifikasi trus dekati? Berarti landing di aer/laut?
    Misalkan nihh misalkan… si nelayan pencuri bawa senjata berat, anggaplah bawa RPD dan RPG.. dushhhh ratatatatattatatt ditembak itu pesawat amfibi, selesai donk ceritanta

  11. melihat pencuri tanpa ada penindakan sama saja membiarkan kejahatan,,dan mungkin ini sudah terjadi selama puluhan tahun,,kalau memang bakamla belum memiliki kapal patroli yg cukup, ini berarti tugas pemgawasan masih menjadi tanggung jawab TNI-AL,,tetapi kenapa tidak ada patroli sama sekali,,bbm slalu dijadikan alasan, kalau memang tugas penting kan bisa hutang dulu, untuk parade saja ga sayang walau hutangnya banyak tapi untuk tugas justru malah nyantai,,duh miris,,,

    • Bener bung….parade lebih diutamain spertinya…

    • Bukan tidak penindakan.

      Namun masalahnya, apapun kekuatan Yuridis Formil yg ada, tidak memungkinkan TNI- AL dalam melakukan penyidikan dan penyelidikan, juga sekaligus dapat membuat keputusan hukum yg “inkract” thd bukti pelanggaran dhi. ini adalah Kegiatan Pencurian Ikan di wilayah kedaulatan RI.

      Selama tumpang tindih hukum masih seperti sekarang nyaris keputusan yg jatuh akan tetap menguntungkan para pemilik kapal-kapal ikan tersebut.

      Apabila hal itu di lakukan / di laksanakan oleh Bakamla yg Nota bene adalah “Cost Guard Indonesia “, maka secara Yuridis akan mampu memberi keputusan secara mangkus, karena apapun yg di lakukan / di laksanakan oleh Bakamla sdh sesuai dengan Hukum International di bidang pelanggaran hukum di wilayah laut yg di jaganya.

      Dengan demikian peranan ; TNI – AL, Pol – Air, BC, Kemen KP akan terkonsentasi pada tupoksinya dan tidak terjadi tumpang tindih.

      Sayang Indonesia baru saja mempunyai Bakamla yg tadinya Bakorkamla, dan belum di lengkapi dengan fasilitas yg memadai untuk melaksanakan tupoksi-nya.

      Dan perlu yang di waspadai, bahwa thd penindakan yg se-mena-mena, akan mengakibatkan konskwensi wajar di bidang di plomatik dari mulai Nota Protes hingga tidak tertutup kemungkinan pengawalan kapal penangkap ikan oleh aparat bersenjata negara tersebut atau membekali kapal tsb dengan senjata.

      Mengapa???

      Yang pertama, ini urusan klasik yaitu masalah “Kampung Tengah” = Perut,
      Yang kedua adalah mereka tentu akan melawan dan akan berani melawan, karena mereka sudah memperhitungkan kemampuan negara kita dalam masalah perlindungan dan penjagaan kedaulatan negara kita.
      Dengan hadirnya ratusan kapal Ikan itu, tentu akan membuat “Pusing” aparat penindakan kita dalam melakukan fungsi asasinya.

      So,……….????.

      Walau kita di lengkapi “Drone” atau puluhan pesawat Patmar modern, kalau tidak ada alat penindakan kejahatan di laut, ya, itu material diatas sekedar “JJS” = Jalan – jalan Sore.
      Untuk menyiapkan sarana dan Prasarana yg ideal spt Kapal Patroli dsb-nya membutuhkan waktu, pilihan serta kajian dan dukungan anggaran yg “Huge” di samping dukungan ops yang besar pula.
      Mampukah kita????

      So,????

      • Like..this comment..mengungkap realita scr halus tanpa mengarahkan opini..

        Masih banyak PR menuju laut Indonesia yg bersih dr maling ikan ternyata..

      • Memang agak bingung juga soal penanganan illegal fishing ini. Bakamla dibentuk, ya untuk mengejar dan melakukan penindakan atas aktivitas illegal fishing. Namun lembaga ini baru terbentuk. Lebih parah lagi, kapal pun tak punya/ hanya sedikit.

        Kini urusan penanganan illegal fishing, didorong-dorong ke TNI, yang sebenarnya lebih ke fungsi tempur. Jadi lucu juga, Kapal perang TNI yang mahal dan canggih-canggih disuruh kejar kapal nelayan asing. Hal ini sebenarnya sudah sempat disampaikan panglima, tapi tidak ada yg menggubris.

        Waktu penenggelaman kapal nelayan di Anambas, ada kapal Bakorkamla (kini Bakamla) yang dilengkapi dengan senjata mesin. Namun saat, penindakan terhadap kapal ikan asing tersebut, tetap saja minta bantuan TNI AL.

        Kini berseliweran, lembaga yg berada di laut: Pol Airud, untuk mencegah tindakan kriminal, penyelundupan, dll. DKP berurusan dengan aturan main: wilayah tangkapan,apa yang ditangkap dan pakai apa: yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan. TNI AL: berurusan dengan penegakan kedaulatan, terkait masuknya kapal negara asing.

        Seharusnya Bakamla diperkuat dulu atau aturan main diperjelas, daripada teriak-teriak… itu ada maling ikan….

        • Tu namanya nafsu kuat tenaga ngempoosss…itulah perlu goodwill, visi maritim bagus… cm implementasinya kok masih serampangan yah, ilustrasi beriev atau sebanding jet ampibhi nipon…. boleh juga tuh diangjat sbg referensi teknologi di Warjag…

        • Izin menanggapi Bung Diego…. Saya cenderung untuk berpikir sederhana saja mengenai masalah ini. Ada baiknya kita tdk lg berbicara mengenai siapa yg paling bertanggungjawab dlm penanganan ilegal fishing. Kita cari solusi penangananya. Masalah ini dipandang sangat penting oleh presiden karna begitu besar potensi kekayaan negara yg hilang karna kegiatan ilegal fishing ini. hal ini berkaitan dengan kepentingan nasional. kl kepentingan nasional kita terusik oleh pihak lain siapapun mereka. Presiden berhak untuk memerintahkan penggunaan seluruh aset2 negara yg ada untuk mencegahnya. termasuk memerintahkan kekuatan TNI dlm masalah ini aset2 yg dimiliki TNI AL dan AU lah yg paling efektif diberdayakan. Hirarki komando udah jelas. Harusnya KASAL dan KASAU tdk hrs bertele-tele menterjemahkan perintah. Just do it. Contoh kasus bagaimana usaha Australia mengusir pendatang ilegal ke negara mereka. seluruh aset negara dikerahkan untuk menyelesaikan masalah ini. Setelah panglima tertinggi mereka memberi perintah.

        • masak tni harus dibawah bakorkamla aneh

        • Bung Diego, mohon pencerahan. Klo yg masuk ke perairan kita/melanggar kedaulatan, itu dibedakan antara sipil dan militer? Sehingga ke depannya biar jelas penindakannya. Moga sehat2 semua, mohon maaf jika salah

      • nangkap para pencuri ikan di perairan kita seperti mission impossible..SELAMA kita masih kekurangan kapal,para petugas kita malah dibikin kucing2an dan diketawain ama tu pencuri…nasib..nasib..punya negara KATANYA hebat tapi kok dari dulu dikadali mulu ama negara lain..dari dijajah,ada yg bilang pesiden dan politik kita disetir,aset negara dikuasai asing,sampe yg menggelikan nangkep pencuri ikan dinegeri sendiri kewalahan..bahkan TNI harus diturunkan utk ikut buser sang pencuri yg notabene adalah NELAYAN…wkwwkwwwk apa kata dunia???…

  12. Maantab TNI jaya

  13. katanya mo nutup alki segala dari ujung zona zee, gimana ini tindakannya kok lolos melulu?? nelayan aja lolos gimana man of war negara lain

  14. Klo emang urusan logistik terutama bbm yg jadi alesan,presiden dah nyangggupin.. Bagus lah..!!! Tambahin sekalian pak.presiden,kapal”nye..ga kebayang klo perang terjadi, lautnye masih bolong” ga kejaga… :mewek2 :mewek2 :mewek2 ..

    ….NKRI HARGA MATI….

  15. APANYA APANYA !!!!!!!!!!!!!!!!

    KAPAN BBM TURUN,
    SUKANYA NGURUSIN YANG NGAK PENTING PENTING SAJA.

    RAKYAT KAPAN BISA MAKAN ROTI ?
    KOK RAKYAT DI SURUH HIDUP SENGSARA TERUS DENGAN KEBIJAKAN KENAIKAN BBM DAN TDL YANG MENJERAT LEHER RAKYAT MISKIN.

    RAKYAT MISKIN BUTUH BAHAGIA,

    NGAK NGURUS IKAN MAU DI CURI JUTAAN TON PUN NGAK NGURUS !!!!!!!

    • Ni Orang Bahasan nya Itu Mululu.., Pikiran nya Pasti blom nyampe deh klo buat diskusi..!
      pastinya ni masih anak kecil ini, Blom dewasa bgtz,
      org lgi ngebahas Bakorkamla..eh URUSAN perut lagi….
      disini bukan tempat buat Ngantri RASKIN ya anak keciiiiill…!
      :cd:
      dasar CACAD..!

  16. NGAK NGURUS IKAN MAU DI CURI !!!
    NGAK NGURUS HUTAN MAU DIGUNDULI !!!!
    NGAK NGURUS……

    KAPAN OUTSOURCHING DI HAPUS DARI MUKA BUMI INDONESIA YANG TERCINTA INI ???

    KOK KEBIJAKAN PERBUDAKAN MODERN INI DIBIARKAN DI ERA REFORMASI MENTAL ????

    KATANYA RAKYAT MAU DIREVOLUSI MENTALNYA ?

    RAKYAT NGAK PERLU DAN NGAK NGURUS REVOLUSI MENTAL

    REVOLUSI DULU SANA PEJABAT KORUP DAN PENGUSAHA HITAM YANG MEMANFAATKAN JASA OUTSOURCING !!!!!

    NGAK NGURUS BLAS POKOKNYA.

    PERCUMA DI URUS.

    • mbah bowo,,tadi pak jokowi bilang dia gk sanggup merubah mental mbah,,biar d timpuk uang sekarung tetap akan jd pengemis gk mau yg lain.saya bilang sama pak jokowi hati2 sama mbah dia agen PLA,,ntar kerjasama TOT rudal c705 bisa gagal..

      • INI LAGI INI LAGI

        PERCUMA PAK MENYAKSIKAN TERUS, BLUSUKAN TERUS ?

        TINDAKANNYA APA ?

        MASAK 3 KALI NYURUH BAWAHAN NGAK DI GUBRIS ?

        • jangan di tanggapi omongan bowo, kalau dari bahasannya membosankan, selalu under estimate sama pemerintah, ngak jelas maksud dan tujuannya dan bosenin komentarnya, kaya orang ngak sekolah……. wo wo…… bangun kerja, jangan jadi pemalas…….

    • kakean cangkem kowe wo,
      dasar wong males,
      mergane urip ojok cuman nek jowo,
      ben eroh sorone uwong luar jowo,
      nek jowo ki wes penak katene nendi” gampang dalane,
      lek nek indonesia timur angel wo…..
      kakean njagakne pemerintah sampean,
      podo ae lek awkmu ra tau kerjo,
      kapan kuat tuku beras, bbm, awkmu ae ra tau kerjo?…
      gayane ae berpolitik, tapi politikmu cuman menghasut wo + mencerca tok isomu

    • saya suka forum ini ada yg :2thumbup ada yg :mewek2 ada yg :marah :ngakak :hoax pokoke macem macemlah

  17. Terimakasih sama pak jokowi….dulu sebelum nya…belum tentu ada indikasi nya..mgkn juga di biarkan aja…puluhan tahun…bayang kan..baru sekarang ada…itu pun banyak yang protess..dari hal..kecil itu lebih baek..dari pada tidak sama sekali…lama2..mereka akan berpikir..mau maling ikan di indonesia..maju terus NKRI..jangan takut…

  18. presiden melihat langaung kapal pencuri ikan tp tak melihat kapal patroli AL,,beliau hanya bisa terdiam..
    Klo sudah d tambah anggaran solar nya masih sperti ini ,ya…wasalam..

  19. saya berharap beliau blusukan ke dalam turbin 737 tsb saat take off, kali aja ada yg gak layak didalamnya… #eh

  20. ide ga masuk akal tuh.. Menurut ane nih setiap 50km persegi atau lebih,taruh tu 1 atau 2 KRI dilaut,jd swaktu2 ada pencuri ikan dilaut,tinggal nindak aja, lbh efisien,ga bolak balik ke dermaga yang jaraknya jauh pake banget.

  21. Ada suatu rumusan dr negeri jauh. Dalam kondisi bahwa kebaikan pun sdh bs ditawar dgn uang maka untuk mengusir maling, kita cukup memelihara maling yg lain. Contohnya, org2 kaya klo gk pingin kemalingan rumahnya justru menjadikan maling sbg pnjaga rumahnya. Tentunya maling tsb sdh dibrainstorming dulu. Juga dgn upah yg layak.
    Logikanya., maling yg jd pnjaga rumah akan paham psikologi permalingan dan sdh kenal dgn maling2 yg lain shg tau cara antisipasi shg rumah mjd aman.

    Cara2 spt itu scr luas jg sdh dipergunakan dlm kontra politik, kontra intelejen dsb..

    So., salah satu solusi rahasia…bajak laut yg sdh ditangkap lebih baik dididik, trus dilepasin aja trus disuruh ngisruh dan ngerjain para maling ikan..
    Tangkap bajak laut lainnya untuk disuruh bantu teman2nya..
    Lakukan sampai maling2 ikan itu merasa sangat takut masuk wilayah Indonesia..

    Murah meriah.. 😀

  22. Kapal TNI AL gak ada yg patroli di laut Arafura pada saat kejadian ? Hmmm…

  23. Saya percaya pak jokowi dan bu susi adalah orang yg cinta damai dan tegas, bahkan bu susi sudah panggil dubes tiongkok terkait kapal tiongkok yg ditangkap sy yakin beliau akan penuhi janjinya untuk diselesaikan dgn cara kekeluargaan, tiongkok dan indonesia punya hubungan yg sangat baikt

  24. Coba kita pikir lagi. Sebenarnya, lembaga mana yang bertanggung jawab atas illegal fishing ?. Apakah tindakan ini dianggap mengancam negara, atau semata kejahatan biasa. Dalam pikiran saya, TNI AL akan dikerahkan, jika hal itu sudah berurusan antar negara, atau kejahatan extracordinary.

    Kalau TNI AL disibukkan menangkapi illegal fishing, berarti kapal-kapal perang yang mereka beli, tidak tepat lagi.

    Bayangkan saya korvet atau FPB digerakkan untuk mengejar kapal nelayan asing. Isi pasukan di kapal tempur itu korvet = 80 orang dan FCB; 40 orang. Mereka semua memiliki tugas dan tidak ada job desk menangkap nelayan asing.

    Bakamla harus segera direvitalisasi. Saya hanya mencoba melihat dari sudut pandang lain, soal kasus ini

    • Bener Bung diego, Mbah sangat mendukung komentar bung Diego.

      Masak kapal corvet dan fregat suruh ngejar nelayan asing pencuri ikan,

      Sia-sia pak Kapal canggih dipersenjatai bagus-bagus, kerjaanya cuma ngejar ngejar nelayan miskin pencuri ikan.

      Masak Rakyat disuguhi Tontonan Beginian Terus.

      KAPAN BBM TURUN PAK ????

    • Pantesan dr kmrn2 serasa ada yg kurang sreg..seakan TNI AL malah jd ngurusi “sipil”. Ternyata bung Diego bs membahasakan yg kurang sreg tsb. Trims bung Diego.. :sup2:

    • RI butuh COAST GUARD? …artinya ini kebutuhan mendesak. Karena ga cuma ikan2an, narkoba, traficking, dll bisa tercover dengan baik. Perfectlah

    • Nah tuh kan..apa kata dunia??..TNI disuruh nguber2 nelayan maling ikan??..ada2 saja nih ulah siJok..mudheng po ra wong iki..

    • Salam bung diego

      Copy dari tanggapan Bung
      Cupax says:
      December 21, 2014 at 10:44 pm

      Izin menanggapi Bung Diego…. Saya cenderung untuk berpikir sederhana saja mengenai masalah ini. Ada baiknya kita tdk lg berbicara mengenai siapa yg paling bertanggungjawab dlm penanganan ilegal fishing. Kita cari solusi penangananya. Masalah ini dipandang sangat penting oleh presiden karna begitu besar potensi kekayaan negara yg hilang karna kegiatan ilegal fishing ini. hal ini berkaitan dengan kepentingan nasional. kl kepentingan nasional kita terusik oleh pihak lain siapapun mereka. Presiden berhak untuk memerintahkan penggunaan seluruh aset2 negara yg ada untuk mencegahnya. termasuk memerintahkan kekuatan TNI dlm masalah ini aset2 yg dimiliki TNI AL dan AU lah yg paling efektif diberdayakan. Hirarki komando udah jelas. Harusnya KASAL dan KASAU tdk hrs bertele-tele menterjemahkan perintah. Just do it. Contoh kasus bagaimana usaha Australia mengusir pendatang ilegal ke negara mereka. seluruh aset negara dikerahkan untuk menyelesaikan masalah ini. Setelah panglima tertinggi mereka memberi perintah.

  25. Minggu pagi ini saya antar istri ikut belanja untuk keperluan memasak dan tidak lupa beli ikan kembung menu favorit hehehe…

    Saya heran maling ikan banyak yang tertangkap dengan puluhan tonbarang bukti ikan kok harga ikan malah melambung tinggi ya???

    Terlintas pikiran saya apakah pemerintah selama ini hanya konsentrasi terhadap malingnya saja dan tidak berpikir meningkatkan daya tangkap nelayan kita???

    Sungguh buang2 waktu jika seperti itu.
    :sorry

  26. RAKYAT NGAK BUTUH PENCITRAAN PAK,

    RAKYAT BUTUH KERJA NYATA.

  27. mbah bowo kakean camkem/..!!!kakean tuntutan..

  28. Mungkin harus pesan kapal selam nuklir yang dimodifikasi bisa mengangkut sea rider. bisa meronda tanpa lelah dan murah ongkos operasionalnya. setelah ketemu kapal pencuri baru naik ke permukaan dan keluarkan sea rider yang akan mengamankan kapal maling. Jika ada yg mau lari SUNDUL aja……

  29. bung buni pernah ditilang satpol pp?
    gak pernah kan? semua ada tugas masing2.

    • lho kok tilang, masalahnya ini kedaulatan bung, sekarang nelayan (lolos pula), besok2 kalo yg nyusup kaprang/lontong asing (nuklir umpama+diledakkan pula) bung epret mo ngomong apa?? kopdar warjag di padang mahsyar??

  30. bung diego,,,yg menindak ilegal fishing katanya BAKAMLA,yg d dalamnya terdapat unsur dari kkp,polair,AL,
    Malah AL menghibahkan beberapa kapalnya utk BAKAMLA,brarti bukan tni al beserta alutsista gaharnya yg menindak langsung,,gitu..

  31. Bung chaos…klo pake boat diterjunkan Laut…dan jaraknya jauh Dari pantai boatnya bisa kehabisan bbm…nelayanya kabur lagi…Karena kemampuan jarak tempuh boat terbatas bung…

    • Bung kresno…. boat yang udah diterjunkan nggk usah balik ke pantai nanti dijemput kaprang yg menyusul ke tkp

      Boat yg d drop dari pesawat pada lokasi kapal pencuri ikan, fungsinya untuk mengontrol tkp dengan cepat, dan mencegah kapal yg berusaha kabur.

  32. jika kapal2 patroli TNI-AL tidak boleh dipakai untuk mengatasi ilegal fishing, apa itu berarti TNI-AL harus nyantai saja, para maling2 ikan ini berjumlah ribuan dan setiap hari menjarah kekayaan laut indonesia, ini sama saja dgn penjajahan yg sudah jelas2 berhubungan dgn kedaulatan negara, untuk mengatasi teroris yg berjumlah ga seberapa saja mesti menerjunkan anggota TNI, apalagi mengatasi penjahat ikan yg jumlahnya ribuan, bakamla baru dibentuk jelas belum mampu mengatasi ilegal fishing secara keseluruhan dan menunggu tercapainya bakamla dalam memenuhi kebutuhan alutsistanya, jelas membutuhkan waktu yg tidak sebentar, apapun alasannya memang TNI-AL dan TNI-AU yg harur berusaha semaksimal mungkin mengatasi ilegal fishing, lagi pula negara dalam kondisi damai jadi bertempurlah mengatasi penjahat2 ikan ini karena maling sama saja dgn musuh negara,,TNI-AD juga prajurit tempur tp mereka juga kadang di gerakkan membangun jalan bahkan membantu membangun rumah pemduduk yg tidak layak huni padahal itu bukan tugas mereka, jadi sudah jelas siapa yg seharusnya mengatasi ilegal fishing untuk saat ini yg sebenarnya tidak ada alasan untuk menunggu ini dan itu, jadi pilih mana? mau lautan aman dan kekayaan bisa dimanfaatkan nelayan lokal atau lautan tetap dijarah seperti sebelumnya dan negara sama sekali ga ada wibawa
    nya,,??

  33. Semua butu proses,,,gag semudah membalikan telapak tangan,,semua urusan gag butuh instan,,ada proses,,,,pemerinta dan khususnya tni sudah mengerti apa yg di lakukan,,,untuk mengatasi pencurian ikan.,qta sebagai rakyat hanya bisa mendukung,,,jangan seperti mbah bowo,,,orang gag punya eetika,,bisa mencela terus

  34. betul kata bung @Antasena; sambil nunggu Bamkala siap semua, sementara AL memang harus di gerakan. kalau 10 sampai 100 tikus gak masalah. ini jelas jelas ribuan tikus apa gak keteteran.
    300 triliun bung gak main main. kalau buat ngidupin rakyat 250 juta cukup tuh setahun?

  35. Sederhanya, biarpun kita sebagai bos/punya pangkat lebih tinggi, jika lihat sampah gak harus suruh tukang sapu. kalau tukang sapunya banyak gak masalah. ini tukang sapunya cuman 7 biji suruh sapu 1 hektar tanah.

  36. Knp gk pk hovercraft militer aj y, spt punya rusky, dah cepat, persenjataannya memadai n yg pasti lbh irit bbm. Klo pk pesawat agtur nya lbh mahal

  37. Maksud sy aftur bukan agtur, miss typo

  38. Mau tni al, polairud apa apaajalah yg penting maling2 itu bersih dari laut Indonesia

    Kenapa malah repot tugas siapa
    Giliran ngawal tanker atau solar illegal aja rebutan

    Semua udah dpt dari juragan ikan jd takut nindak

  39. Yg punya perlengkapan memadai saat ini hanya TNI AL, tidak ada salahnya utk di BKO kan membersihkan kapal pencuri ikan ASING, kalau sudah bersih dari KAPAL ASING, serahkan kembali ke BAKAMLA. gitu aja koq repot, mau dibuat sulit atau mudah sih. xixixxixixi.

  40. Pakai drone yang berpeluru kendali atau memiliki senapan tempur, berdaya jangkau tinggi serta memiliki waktu yg lama dalam sekali operasi. Atau serahkan saja tugas ilegal fishing ke polair karena berkaitan dgn pencurian. Tapi dgn syarat polairnya harus anti suap. hehehe

  41. kATANYA punya alutsista GHOIB kenapa gak digunakan, jelas2 negara di jarah maling kok cuma melongo doang ???

  42. numpang ikutan diskusi bung diego.

    untuk kasus ilegal fishing ini memang kita masih dlm proses menuju penanganan yg benar. baik proses hukum nya, sarana nya, BBM nya dan msih bnyk hal lain yg hrs dg segera di matang kan sesuai konsep ” maritimiyah “. selama bakamla belum bisa 90% kerja optimal, memang ada baikny TNI AL membantu bakamla untum menindak para maling ikan ini yg jumlaah nya ratusan. sampai benar2 bakamla bisa berdiri sendri, 90% berdiri sendiri. koordinasi antara bakamla dan TNI AL pun baiknya ttp terjaga kusus nya untuk ilegl fising ini. jdi TNI ttp akan mensuport segala bentuk pengamanan wilyah Indonesia apapun bntuk nya pelanggaran itu. krna intinya kedaulatan negara di jaga bersama2.

    kita dukung aja segala ide, kegiatan, tindkan yg memang untuk menjaga negara kita ini dari jajahan bangsa lain.

    maturnuwun

  43. * Atraksi SOLO pak Jokowi ..curhat *

    Dalam konteks POROS MARITIM, mari kita bertanya :

    1.Sudahkah Pak Jokowi berkampanye dlm skema membentuk suatu badan milik negara baru yg akan mengelola industri kelautan ini secara terpadu lengkap dengan segala payung hukumnya dalam sebuah renstra.(atau memperkuat jika sudah eksis) ?
    2.Sudahkah Pak Jokowi berkampanye dlm skema memajukan/modernisasi Nelayan Tradisional kita dengan menghadirkan armada kapal nelayan dalam jumlah besar..?
    3.Sudahkah Pak Jokowi memobilisasi perkuatan pengamanan laut yg efektif.?
    4.Sudahkah Pak Jokowi membuat link dengan Bulog dlm pengembangan TOL LAUT dari barat sampe timur nkri..?

    jawaban2 dari pertanyaan diatas, yg paling sering kita dengar adalah masalah ILEGAL FISHING diikuti rencan pembentukan Bakorkamla sebagai coastgurd.

    ILEGAL FISHING
    ————————-
    Drama menghajar nelayan asing dgn menyodorkan TNI AL menjadi simalakama,
    mengandung resiko kesalahpahaman antar militer dikawasan.

    – Apakah pencegahan ILegal Fishing suatu keharusan.? sangat wajib malah.
    – Apakah 0% nya ilegal fishing oleh pihak asing otomatis membawa manfaat bagi nelayan tradisional kita.? belum tentu, lihat saja perlengkapan yg dimiliki nelayan tradiosional.
    – Pihak mana yg paling siap menggantikan peran yg dilakoni oleh para Ilegal fishing ini..??
    tentu saja para pengusaha yg berkantong tebal dengan aset armada kapalnya.. silahkan masing2 bisa menebak pengusaha dari kalangan mana itu ..hehe.
    – Secara pribadi, gue tetap tidak bisa menerima model/gaya pemerintahan yg seakan2 MEMPERMALUKAN salah satu lembaga negara (matra laut), ini sudah vulgar, tidak hanya masyarakat negara ini tapi dunia pun melihatnya, seorang pemimpin menunjukan ketidakharmonisan timnya adalah aib tersendiri terutama bagi dirinya, gue tetap memahami kepemimpinan yg baik itu yg memiliki kemampuan mengorganisir tim kerja sendiri, pemimpin yg dicintai bawahan serta rakyatnya, bukan sekedar media darling.

    Tidakah kita membaca sisi lain, dimana ada pihak dgn kuat mendorong tni al untuk mendeploy kapal perangnya secara massive..? mau disensus apa ya.. 😀

    Rakyat pastinya akan mendukung kinerja pemerintah jika Pemrintah sendiri membangun industri kemaritiman yg bermuara kesejahteraan rakyat banyak khususnya nelayan tradisional bukan pengusaha kakap…semacam tewe.

  44. Nah klo sekarang seorang panglima tertingginya sendiri melihat secara langsung bahwa ada tindak pencurian ikan tapi para aparatnya gak bisa ngapa2in trus mo gimna? Kan sudah menjadi tugas TNI-AL menjaga kedulatan laut NKRI lha trus apa wilayah laut yg berdaulat itu klo ada maling masuk terus kita diam kan begitu saja hanya krn menangkap maling ikan bukan tugas utama TNI-AL…memangnya berlebih kah klo Fregrat ato KCR TNI-AL mengejar maling ikan krn itu yg kita punya skrng, kan KRI/KAL TNI-AL dibeli juga menggunakan uang rakyat jadi klo rakyat meminta bantuan TNI-AL ngejar maling ikan juga sah2 juga kan krn saat ini TNI-AL lah yg mempunyai alat yg paling lengkap kecuali klo Cost Guard Indonesia sudah terbentuk lengkap baik personil dan alat kelengkapanya nah TNI-AL kembali ke fungsi utamanya bertempur

  45. Ini Pak Jokowi kok diam saja melihat illegal fishing terjadi di laut arafura..?? segera perintahkan instansi terkait untuk menindaklanjuti, jangan hanya diam saja…bisa berabe…..jadi mikir juga apakah beliau kemarin-kemarin sudah memerintahkan langsung ke anak buahnya untuk menindak illegal fishing…

  46. Perintah langsung ke anak buah…bukan melalui media..lalu membuat rencana cetak biru pengamanan ikan laut Indonesia serta pemberdayaan nelayan dan pengusaha ikan Indonesia untuk mengambi, mengolah dan memanfaatkan kekayaan ikan yang ada di laut Indonesia…

 Leave a Reply