JakartaGreater.com - Forum Militer
Mar 052018
 

Anggota Yonif Raider 515 Kostrad yang dipimpin langsung oleh Lettu Inf Rahmat Hidayat  turut menjadi tenaga pengajar di SMA Muhamadiyah Mamala Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

Mamala Leihitu, Jakartagreater.com – Satgas Yonif Raider 515 Kostrad turut berpartisipasi terhadap program pemerintah dalam percepatan kemajuan pendidikan, yakni dengan membantu kegiatan belajar di SMA Muhammadiyah Mamala Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

Sedikitnya ada 3 orang anggota Yonif Raider 515 Kostrad yang dipimpin langsung oleh Lettu Inf Rahmat Hidayat dan diikuti sebanyak 50 siswa dan siswi SMA Muhammadiyah Mamala Leihitu, kali ini turut menjadi tenaga pengajar di SMA Muhamadiyah Mamala Leihitu, adapun materi yang diajarkan antara lain adalah membangun karakter generasi muda melalui wawasan kebangsaan. Kegiatan mengajar tersebut dimulai pada pukul 08.00 s.d pukul 11.00 WIT.

Kegiatan sebagai tenaga pengajar yang dilaksanakan di SMA Muhammadiyah Mamala Leihitu sebagai bentuk kepedulian Satgas Yonif Raider 515 Kostrad yang sedang bertugas di daerah Mamala Leihitu, hal ini juga bertujuan untuk pembinaan mental, jiwa korsa/kebersamaan kepada masyarakat, serta loyalitas yang tinggi, menanamkan jiwa patriotisme cinta terhadap bangsa dan tanah air Indonesia.

“saya sangat senang dapat mengajarkan sedikit ilmu yang saya miliki, dan rasa senang itu semakin besar dengan antusiasme murid-murid yang sangat tertib saat pelaksanaan mengajar. Hal tersebut membuat materi yang diajarkan dapat diterima dengan baik dan dapat berguna nantinya”, Lettu Inf Rahmat Hidayat .

“Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini dapat membantu mengatasi keterbatasan sumber daya dalam hal pendidikan di daerah Mamala Leihitu, Maluku Tengah ini”, jelas anggota Satgas Yonif Raider 515 Kostrad Lettu Inf Rahmat Hidayat.  (Penkostrad)

Bagikan:

  3 Responses to “Ketika Satgas Yonif Raider 515 Kostrad, Menjadi Tenaga Pengajar”

  1.  

    Jempol 2 buat Yonif 515 Kostrad !

  2.  

    Inilah salah satu penyebab persebaran guru yg tdk merata dan dwi fungsi tni yg kebablasan

  3.  

    Jadi pingin duduk di bangku sklh lg..

 Leave a Reply