JakartaGreater.com - Forum Militer
Feb 242017
 

Pesawat tempur Tejas India (Venkat Mangudi)

Hasil sementara Polling yang dilakukan JakartaGreater tentang pesawat pengganti F-5 Tiger TNI AU, cukup mengagetkan. Tanpa diduga jet tempur Tejas menyalip Dassault Rafale Prancis, Eurofighter Typhoon dan F-16 Viper.  Padahal tiga pesawat ini telah memiliki pamor di dunia internasional. Lebih mencengangkan lagi, posisi F-16 Viper, menjadi pilihan terakhir. Pesawat F-16 Viper paling tidak diminati. Hal ini mungkin pengaruh seringnya kita dengar pesawat F-16 mengalami kecelakaan atau terjatuh, di berbagai negara.

Posisi Gripen NG yang menempati posisi dua juga mencengangkan, karena berhasil menyalip popularitas pesawat Eurofighter Typhoon yang merupakan andalan Eropa, Rafale andalan Prancis dan F-16 Viper yang sedang digadang-gadang oleh Amerika Serikat.

SAAB beberapa kali datang ke Indonesia dan siap melakukan transfer teknologi, jika Indonesia memilih pesawat ini. Pendekatan SAAB tersebut tampaknya mendapat simpati dari pemilih yang ikut voting.

Yang mengejutkan adalah posisi Tejas yang mendapatkan 75 suara dan bertengger di nomer ketiga.  Tejas sebenarnya sempat disebut pesawat bermasalah. Nama Tejas muncul, setelah media India baru baru ini mengabarkan Indonesia melalui jalur resmi meminta kepada pemerintah India tentang rincian jet tempur buatan dalam negeri India.

Pesawat Tejas India mulai dibangun pada tahun 1985 dan direncanakan bergabung dengan Angkatan Udara pada tahun 1994.  Namun proyek itu kemudian tertunda akibat berbagai hal dan baru terbang perdana tahun 2001. Meski telah terbang, Angkatan Udara India tidak mau menggunakannya karena dianggap tidak memenuhi kualifikasi dasar yang dipatok India, alias masih lemah dan didera berbagai masalah.

India akhirnya mendapatkan pertolongan dari Israel untuk urusan radar multi mode Elta 2032, penargetan sasaran yang advanced, pod laser dan rudal udara ke udara Derby. Namun kesadaran itu mereka dapatkan setelah 25 tahun bergelut mengutak atik pesawat tempur HAL Tejas.

Setelah 30 tahun berlalu, India memutuskan 18 pesawat tempur Tejas akan bergabung dengan IAF pada tahun 2018, walau sejauh ini baru dua pesawat yang diserahkan. Pada tahun 2022 ditargetkan menggantikan armada pesawat MiG India. Kini India terus membenahi pesawat Tejas, agar dapat diekspor ke negara lain, terutama ke negara dengan anggaran militer pas-pasan.

Setelah membenahi Tejas, India mengklaim pesawat tempur buatan dalam negerinya itu sebanding dengan Dassault Rafale buatan Perancis.

“Tejas kami memiliki kualitas yang sama dengan Rafale. Meskipun Tejas termasuk dalam kategori (pesawat) ringan, jangkauannya juga setengah dibandingkan dengan Rafale, namun dalam hal avionik, elektronik dan persenjataan tidak kalah dari Rafale, “ungkap Menteri Pertahanan India Manohar Parrikar.

Jet Tempur Tejas India (photo : Venkat Mangudi)

Posisi pertama ditempati Sukhoi Su-35 tidak mengejutkan dan sudah diduga. Pesawat ini mampu mengangkut persenjataan dalam jumlah banyak. Sukhoi Su-35 memiliki manuver luar biasa, dapat mencapai kecepatan maksimum Mach 2,25 (sama dengan F-22 dan lebih cepat daripada F-35 atau F-16) dan memiliki akselerasi yang sangat baik. Jet tempur Su-35 juga didukung oleh sejumlah perangkat elektronik canggih seperti sistem perangkat peperangan elektronik L175M Khibiny. Dan pesawat ini memiliki teknologi yang sangat dekat dengan pesawat generasi kelima.

Namun Rusia jangan senang dulu. Jet tempur Gripen NG atau Tejas, siap menyalip ditikungan, jika memiliki kesempatan.

Hingga saat artikel ini dibuat, jumlah peserta polling sebanyak 2.932 suara.

Bagikan :

  40 Responses to “Ketika Tejas Menyalip Rafale, Typhoon dan F-16 Viper”

  1.  

    Bung Diego, kok siluman Cina nggak diajak ikutan?

  2.  

    sudah sepantasnya Indonesia dinobatkan sebagai negara paling Demokratis di bumi
    ketika pengadaan Alutsista strategis juga diikutkan pemilu di forum-forum militer.

  3.  

    “Pesawat F-16 Viper paling tidak diminati. Hal ini mungkin pengaruh seringnya kita dengar pesawat F-16 mengalami kecelakaan atau terjatuh, di berbagai negara”.

    Saya pikir alasannya lebih ke masalah embargo.
    Tentang kecelakaan F-16 yang dikatakan sering, itu sangat kecil dibanding populasi pesawat ini yang jumlahnya sangat besar di dunia.
    F-16 pesawat sangat bagus. Tapi saya nggak tertarik untuk vote pesawat ini.

  4.  

    SU35 sebagai pesawat air superiority idaman saya menang mutlak
    tapi pespur workhorse multirole idaman saya…………
    Xixixixi,,, F16 viper saya kesalip tejas..
    memang setiap orang punya pandangan berbeda..

    walau belum selesai polling,,,,
    secara ksatria dan lapang dada, saya mengakui kekalahan saya dalam ajang pilpengpespurF5ger

  5.  

    ahh kayaknya 2014 bung succy dah komen?!!!!??

  6.  

    Kalau mau register nama lain silakan diisi di : http://jakartagreater.com/wp-login.php

    Atau kirim nickname dan email ke : [email protected] nanti dibantu

    Salam

  7.  

    Sepertinya ini efek sinetron.
    Mau bagaimanapun tetep su35.

  8.  

    tuh kan menurut artikel diatas … Tejas buat negara² yg anggaran militernya terbatas, jadi gak cocok buat kita … gengshi donk

  9.  

    Tejas nyalip mgkn krna cuma iseng poling hahaha..

  10.  

    Aku pilih tejas…iseng memang cuma bermaksud sbg symbol kemandirian dan niat bangsa yg ingin mandiri..mengejar teknologi..

  11.  

    hahahahahaha….ada2 sj bung bhisma ini…
    jakarta greater sering tak bisa loding.

  12.  

    Oom tes oom ..

  13.  

    Oom tes oom …
    Oom loading terus oom..

  14.  

    SU-35 sebagai pengganti F-5
    Gripen NG sebagai tambahan skuadron tempur karena pesawat ini memiliki cost operasional yang rendah dan juga memiliki berbagai senjata yang mematikan, tampaknya dalam waktu dekat ini akan ada kabar yang Bagus tentang penandatanganan kontrak pespur, jangan percaya orgnya ngelindur
    #Salamwarjager

  15.  

    Pengganti F-5, berbeda fungsi dengan Tejas, Viper, Gripen maupun IFX. Pespur kelas berat, harusnya mempunyai daya jelajah yang jauh dan penggotong amunisi berat.
    Multirole LCA, untuk pengganti skuadron Hawk atau penambahan skuadron baru diperbatasan (direncanakan 2 skuadron).
    Pengganti F5, selain SU-35 bisa Rafale, Typhoon, F-15 atau F-35.
    Mari kita diskusikan…

  16.  

    Horeee akhirnya jualan Shukoi saya paling unggul dr pesawat jet lain nya … mudah2an indonesia beli 16 unit ,, 2017 beli nya 10 unit , 2018 beli nya 6 unit !! Pass dehh 1 skuadron tempur

  17.  

    Itu artinya ketiga posisi diatas menjdi penambahn skadron baru yg diinginkan menhan…semoga1

  18.  

    Boleh F16V bahkan F15SE klu dijual ke Indonesia, tapi harus dengan syarat perjanjian anti Embargo atau produksi bersama dlm negri walau muskil, klu itu tdk bisa no way to American Product! SU-35 dan T50 Pak fa is the best untuk Indonesia!

  19.  

    Tejas bagian bawah bodi pespur bagus bentuknya.

    Bagian atas juga lumayan.

    Kalau bentuk hidung seperti bentuk golden eagle family.

    Yang jelek itu bentuk sayapnya rada2 wagu gitu.

  20.  

    Saya salah satu yg milih Tejas… alasanya, unik saja bila Pesawat yg masih diklaim underdog mencuat ke papan atas

 Leave a Reply