May 012014
 
Dua Helikopter Eurocopter Tiger H61 ikut serta dalam pertunjukan udara pada pameran dirgantara Paris Air Show, di bandara Le Bourget, Prancis (17/6). REUTERS/Pascal Rossignol.

Dua Helikopter Eurocopter Tiger H61 ikut serta dalam pertunjukan udara pada pameran dirgantara Paris Air Show, di bandara Le Bourget, Prancis (17/6). REUTERS/Pascal Rossignol.

TEMPO.CO, Jakarta – TNI Angkatan Laut akan mendatangkan helikopter anti-kapal selam jenis AS565 Panther. Helikopter ini lebih hebat dibanding helikopter lain milik TNI. Kelebihan pesawat ini adalah kekuatan jelajahnya yang tinggi dan daya jangkau deteksi keberadaan kapal selam musuh yang lebih luas. Helikopter ini juga memiliki stabilitas yang baik untuk mendarat di atas kapal perang.

Bagi penerbang militer, helikopter buatan Eurocopter ini sulit ditaklukkan. Pilot harus bisa mendaratkan kapal ketika kondisi kapal tak stabil akibat ayunan gelombang laut ataupun yang tengah melaju. “Jadi, pilot harus menyelaraskan gerakan kapal, makanya helikopter untuk kapal perang harus memiliki sistem pendaratan berupa roda seperti Panther, karena ada suspensi yang menahan hentakan saat mendarat,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati kepada Tempo, Senin, 28 April 2014.

TNI AL berencana mendatangkan satu skuadron atau 16  helikopter  baru  Eurokopter. Saat ini Angkatan Laut sangat membutuhkan helikopter anti-kapal selam tersebut. Sebab, TNI AL belum punya helikopter anti-kapal selam yang mumpuni.

Untung berharap helikopter tebaru ini bisa mengawali pembangunan kekuatan udara milik TNI AL. Sebab, tahun 1950-1970, TNI AL punya kekuatan udara terbesar di Asia Tenggara.

Pada masa itu, TNI AL sudah memiliki pesawat anti-kapal selam Fairey AS. 4 Gannet buatan Inggris. Pesawat ini tergolong hebat sebagai pembunuh kapal selam. Lebih seram lagi, TNI AL sempat punya pesawat jet pengebom IL-28T Beagle buatan Uni Soviet. “Masih ada beberapa pesawat dan helikopter lainnya,” katanya. (TEMPO.CO)

Angkatan Laut Tambah 16 Helikopter Baru

TEMPO.CO, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut akan menerima alat utama sistem persenjataan baru berupa helikopter anti-kapal selam jenis AS565 Panther. Angkatan Laut sudah mengajukan permohonan pengadaan helikopter tersebut ke Kementerian Pertahanan.

“Kami mintanya satu skuadron (16 buah), dan di Kementerian Pertahanan saya dengar hampir kontrak. Kapan datangnya, kami belum tahu,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati kepada Tempo, Senin, 28 April 2014.

Menurut Untung, Angkatan Laut sangat membutuhkan helikopter anti-kapal selam tersebut. Sebab, saat ini TNI AL belum punya helikopter anti-kapal selam yang mumpuni. Helikopter Panther ini dinilai punya kemampuan yang bagus untuk mendeteksi kapal selam musuh yang bersembunyi di dalam laut. Helikopter buatan Eurocopter ini juga mampu menembakkan torpedo untuk mengandaskan kapal selam musuh dari atas permukaan laut.

Sesuai rencana, helikopter Panther akan ditempatkan di atas dek kapal perang milik TNI AL. Sebab, fungsi helikopter anti-kapal selam ini merupakan perpanjangan mata dan tangan dari sebuah kapal perang. “Jadi bisa dibilang filosofi helikopter kami berbeda dengan Angkatan Udara,” katanya.   (TEMPO.CO)

  35 Responses to “Keunggulan Helikopter Baru TNI AL, Anti-Kapal Selam”

  1. pertamax kah?

    • TNI Angkatan Laut akan mendatangkan helikopter anti-kapal selam jenis AS565 Panther koq gambar diats malah Eurocopter Tiger H61 apa sama yaa???

      maap lagi telmi!! mohon penjelansan

      • Buat sesepuh warjag sy mw nanya perbedaan eurocopter panter sama tiger fungsi dan peruntukannya?apa indonesia mengakuisasi semua?bung satrio,bung jajan,bung gue tolong jelasin donk.

  2. keduax

  3. Dukung terus industri pertahanan dlm negri…

  4. Lam knl sesepuh .mantap

  5. shefuluh besar dah

  6. ke enam kah ??? lumayan sepuluh besar,.,

  7. Horreeeeeeeeyyy….
    bakal ada minuman panter.

  8. Pengadaan 1 skuadron sekaligus walaupun datangnya bertahap jgn beli ketengan/bijian kae sukhoi 1 skuadron butuh waktu 10 tahun.

  9. Skalian borong erocopter tiger jangan penter aja maju terus hidup tni kira2 persenjataan tiger h61 apa ya salam trim

  10. lumayan10 besar…!

  11. Nu penting pertahanan negara mkn gaharrrrr…. …… jgn d lecehkan rumput tetangga

  12. Minta tolong dibahas tentang kemampuan sensor untuk mendeteksi kapal selam, apa perbedaannya dengan heli anti KS lainnya? Lalu bagaimana dengan kemampuan torpedonya? Ini beneran torpedo kan? Bukan ‘torpedo’ nya komandan? He he he he … Kabur …

  13. Mantab…. jangan lupa TOT -nya Dan

  14. Lumayan keren seh. Mudah2an stlh ini Destroyer jd skala prioritasnya… Amin.

    Trus TNI AU kok blom ada kbr cetar membahana ya…??? Bbrp artikel ttg pengadaan pesawat tempur mulai dari Om Su tiga lima, mas rafa, Pakde Taipun, Paklek Gripen, smua msh wacana. Kpn neh giliran TNI AU dpt mainannya Bung Para Sesepuh dan Ahli??? Alutsista anti rudal, Es tiga ratus, pentil, Buk Minah jg kapan yaaaa…??? Mhn pencerahannya dan infonya yg cetar menggemaskan. Klo yg muncul gituan mulu jd bosan jg neh. Mending info Hoax hoex GAHAR lbh bisa mendidihkan darah nasionalisme, patriotisme dr pd info2 Alutsista upil2 gt…

  15. Lho, bukannya yg dipesan untuk saat ini 11 heli AKS? Tuh kayak yg diliput ARC.

    Btw, wartawan sekarang (bahkan sekelas Tempo) sering banget salah tulis berita (keliatan banget kejar setoran).

    • Bener gan. Udh jelas2 datanya hanya 11 heli AKS, kok jdinya 16. Mungkin yg 5 unit wartawannya yg mau nombokin, ha..ha.

      • Kalau beli impor cuma dapet 11 pcs heli, kalau beli lewat DI dpt 16 pcs helicopter anti kapal selam

        Pilih yg mana, terserah user dan menhanya, mereka pasti lebih cerdas dlm hal seperti ini

  16. Jales Veva Jaya Mahe, si KS ghaib akhirny pny tmen spermainan.

  17. yang satu ada kubah radarnya diatas baling2ngya yg satunya kok gk ada, tolong pencerahanya om om senior warjag……

  18. Kenapa ilustrasinya eurocopter tigre, bukan panther?semoga saja lengkap dengan full sensor juga terpedonya tentu menyertakan PT. DI minimal instal sensor dan perakitan akhir, agar tidak berkutat pada helicopter angkut saja

  19. maaf keluar topik Heli apache bisa ditaruh di LPD kita juga kan ?

  20. Yg pnting msih ada tangan2 anak bangsa yg merakit alutsista biarpun lisensi dr LN

  21. satrio says:
    February 24, 2013 at 11:04 am (Edit)

    Untuk Hely yang digunakan angkatan laut harus mempunyai spektek tinggi..karena efek salinasi yang tinggi terutama disaat “HOVER” diatas permukaan laut.
    Angkatan laut lebih senang dengan helikopter yang rotor blade nya bisa di lipat.(folding).dan menyukai heli yang beroda..bila memakai heli yang tidak memakai roda akan memakan tempat dan sangat riskan disaat landing pada kapal yg posisinya berlayar..

    TNI Al dulu mempunyai helli AKS MI-4 dan WASP Westland (bawaan dari fregart vanspilk).dimana pada saat helli landing maka geladak kapal dihellipad fregart van spielk akan mengeluarkan magnet yang fungsinya akan langsung mencekram dasar frame hely…
    Hal ini sangat berguna pada saat helli landing disaat kapal berlayar dlm kondisi tidak stabil..sehingga heli tsb bisa landing dengan selamat dan aman..
    Saat ini TNI AL menggunakan heli bell 412 ep dan BO-105 tidak bisa memakai standart tersebut diatas.
    PIlot Penerbal memakai bell 412 dan BO dalam melakukan landing dan hover sangat sangat memeras tenaga dan harus konsentrasi penuh.karena bisa celaka kalau lengah sedikit dan kurang perhitungan…dan pilot penerbal kita sangat jagoaan sekali.
    ————————————————————————————————————————-
    koment ane diatas Perasaan mirip penjelasannya ama komentnya pak Untung diartikel atas
    berarti gak salah dunk ulasanan ane tahun lalu
    hehehehe

  22. Mesti diperhitungkan secara bijak, karena disadari bahwa kita masih lemah bila harus dihadapkan pada peperangan bawah laut, oleh karenanya TNI perlu menambah kapal induk class helikopter destroyer seperti : http://en.wikipedia.org/wiki/Izumo-class_helicopter_destroyer
    Termasuk didalamnya nanti adalah Helikopter Anti Kapal Selam

    Dan kapal induk Class Helicopter Destroyer itu nanti bisa buatan karya anak bangsa sendiri yg melibatkan PT. PAL dan PT. Lundin ataupun pengadaannya didatangkan dari negara2 sahabat melalui anggaran alusista TNI yang ada…

  23. Mesti diperhitungkan secara bijak, karena disadari bahwa kita masih lemah bila harus dihadapkan pada peperangan bawah laut, oleh karenanya TNI perlu menambah kapal induk class helikopter destroyer seperti :

    http://en.wikipedia.org/wiki/Izumo-class_helicopter_destroyer

    Termasuk didalamnya nanti adalah Helikopter Anti Kapal Selam

    Dan kapal induk Class Helicopter Destroyer itu nanti bisa buatan karya anak bangsa sendiri yg melibatkan PT. PAL dan PT. Lundin ataupun pengadaannya didatangkan dari negara2 sahabat melalui anggaran alusista TNI yang ada…

  24. ne helikopter mirip yg punya Basarnas. apa emg dari parbrik yg sama?

 Leave a Reply