Jun 072019
 

Tepat 25 tahun yang lalu – pada 7 Juni 1994, sebuah kontrak bersejarah ditandatangani untuk memasok 18 jet tempur MiG-29N Rusia ke Angkatan Udara Kerajaan Malaysia.

Nilai kontrak sebesar US$550 juta, jumlah yang terhitung besar pada masa itu untuk Rusia dan untuk perusahaan MAPO (sekarang RSK MiG JSC), bahkan meski pembelian tersebut mengharuskan Rusia untuk membeli minyak kelapa sawit senilai 100 juta dolar dan offset lainnya sebesar US$ 200 juta.

Selain murni nilai komersial, transaksi ini sangat penting secara politis dan simbolis. Sejak saat itu, Rusia pasca-runtuhnya Soviet mulai memasuki pasar senjata dunia sebagai pemain utama yang agresif.

Industri militer Rusia (Soviet) yang sudah terkubur mati tiba-tiba menjadi sangat aktif dan agresif. Untuk pertama kalinya, Rusia berhadapan langsung dengan pasar senjata dunia dengan Amerika Serikat, dan hasil dari kompetisi tanpa diduga bagi semua orang termasuk Rusia sendiri ternyata cukup menggembirakan.

Dalam perjuangan untuk kontrak dengan Malaysia, sistem modern kerja sama militer-teknis pasca Uni Soviet diciptakan dan elemen-elemen negatif yang mencoba memasuki pasar penjualan senjata ini ditekan, dan yang paling penting perjanjian tersebut membuka jalan bagi penjualan pesawat tempur buatan Rusia ke negara-negara lain ke seluruh dunia.

Livejournal

 Posted by on Juni 7, 2019

  3 Responses to “Kilas Balik Pembelian MiG-29 Malaysia”

  1.  

    Singkat padat dan jelas

  2.  

    Masih keren