Agu 162017
 

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (People’s Daily,China)

Seoul – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menerima laporan dari tentaranya mengenai rencana untuk menyerang daerah sekitar Guam dan mengatakan akan mengamati sikap Amerika Serikat untuk sementara waktu, sebelum mengambil keputusan, ujar kantor berita Korea Utara, Selasa, 15/8/2017.

“Amerika Serikat adalah yang pertama yang membawa banyak peralatan nuklir strategis di dekat kita, pertama yang harus membuat keputusan tepat dan menunjukkannya melalui tindakan, jika mereka ingin mengurangi ketegangan di semenanjung Korea dan mencegah bentrokan militer yang berbahaya,” ujar Kim sebagaimana dikutip KCNA.

Kim Jong-un memerintahkan tentara selalu siap menyerang jika dia mengambil keputusan bertindak, kata laporan KCNA.

Sementara itu, wakil menteri pertahanan Korea Selatan Suh Coo-suk mengatakan Korea Utara belum sepenuhnya menguasai teknologi peluru kendali antarbenua dan butuh waktu satu atau dua tahun tambahan, meski kemampuan Korea Utara dalam memasang hulu ledak nuklir berkembang sangat cepat.

Yang belum dikuasai Pyongyang adalah teknologi melindungi peluru kendali saat senjata itu memasuki kembali atmosfer setelah terbang ke luar angkasa.

Kekhawatiran akan keberhasilan Korea Utara dalam mengembangkan peluru kendali nuklir, yang mampu menyasar daratan Amerika Serikat, memicu ketegangan kawasan dalam beberapa bulan belakangan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan mengancam menyiagakan pasukannya jika Korea Utara melakukan tindakan gegabah.

Wakil Menteri Pertahanan Korea Selatan mengatakan, Korea Utara akan terus melakukan provokasi, termasuk di antaranya uji nuklir. Namun dia tidak melihat ancaman serangan dari negara tetangganya tersebut.

Direktur badan intelejen Amerika Serikat, CIA, Mike Pompeo, sepakat bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan kembali menggelar uji coba senjata.

“Saya yakin dia akan terus mengembangkan program rudal, jadi tidak akan mengejutkan jika ada percobaan lagi,” ujar Pompeo kepada “Fox Sunday News”.

“Saya mendengar percakapan soal kemungkinan perang nuklir. Tapi saya tidak menerima laporan intelejen yang mengindikasikan hal itu akan terjadi dalam waktu dekat,” katanya.

Korea Utara akhir-akhir ini terus menggelar uji coba rudal.

Kepala staf militer gabungan Amerika Serikat, Joseph Dunford, kini sedang mengunjungi Seoul untuk mendiskusikan ketegangan kawasan menjelang latihan militer bersama kedua negara yang dijadwalkan akan digelar pada akhir bulan ini.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Lee Jin-woo, mengatakan latihan bersama itu akan terus dilaksanakan sesuai dengan rencana, meski ditentang oleh tetangganya di Utara.

“Pelatihan itu sesuai dengan hukum dan akan berpusat pada pertahanan serta bagaimana meminimalkan provokasi dari Korea Utara,” ujarnya. Reuters/Antara.

  10 Responses to “Kim Jong Un Amati AS Sebelum Bertindak”

  1.  

    kim jong un & donal trump saling mengamati, wallaaaahh, kapan perangnyaaaa

  2.  

    kim jong un & donal trump saling mengamati, kapan perangnyaa

  3.  

    Klo takut ya takut aja…ga usah cari alasan memantau lah, memeriksa lah…pengecut ente kim!!! as kok dilawan, negara seupil bertingkah lagaknya sebesar negara rusia…rusia aja ga sombong2 amat, udah negara terisolasi, rakyat kelaparan, kok nuklir diperbanyak….dasar korut jahat!!!

  4.  

    Luar biasa itu si Kim Jong Un, badan boleh imut, muka jenaka persis Gareng namun jangan ditanya jika menyangkut adu mulut dg sohibnya, Donald Trump. Mas Kim sedemikian garang menantang Donald Trump yg berbobot jauh lebih bongsor. Laksana singa yg 12 hari belum sarapan, mas Kim sangat galak meraung sambil menyeringai pd Donald Trump. Sementara pak Donald yg merasa menjadi pemimpin negara adi daya, tidak bisa melalaikan begitu saja raungan mas Kim yg bernada ancaman. Sebagai pemimpin negara besar, tentu pak Donald merasa gengsi jika menanggapi tantangan mas Kim hanya sekedar dg bahasa diplomatik standar, demi keamanan dan perdamaian dunia.

    Pak Donald tdk mau menjatuhkan reputasi negaranya yg terbiasa mendikte dan menghancurkan para pemimpin negara dunia ketiga yg berani mbalelo dg keinginan Amerika dan sekutunya. Melalui mentri pertahanannya, pemerintahan pak Donald Trump mengingatkan mas Kim akan konskwensi pembalasan melalui perang jika Korut nekad meluncurkan rudal antar benuanya menuju Guam, suatu wilayah Amerika dilautan Pasifik. -Ya iyalah, wong wilayahnya dikirimi peluru tentu Amerika akan menyatakan perang terhadap negara bersangkutan, apalagi yg dikirim berupa peluru kendali antar benua berhulu ledak nuklir-. Lucu juga itu menhan Amerika, anak buah pak Donald Trump.

    Namun harapan ane, jangan perang nuklir dululah, cicilan kredit rumah, mobil, motor sampai kompor blm pd lunas je ..

  5.  

    tenang dulu Bung Kim, nyruput kopi dulu sembari siram2 anggrek..hehe

  6.  

    sudah kuduga kang kim masih setia duduk didepan tombol merahnya di temani segelas kopi juga srutu y, hheee

  7.  

    kim jong un & donal trump saling mengamati, wallaaaahh,

    sadap android
    cara internet gratis