Aug 172017
 

Kim Jong Un Periksa Persiapan Komando Pasukan Strategis (KCNA)

Pyongyang – Pemimpin tertinggi Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) Kim Jong Un pada 14/8/2017 memuji pasukan strategis negerinya karena membuat rencana terperinci untuk melancarakan serangan rudal ke wilayah AS, Guam.

Kantor Berita Sentral Korea (KCNA) 15/8/2017 menyatakan, Kim Jong Un memeriksa Komando Pasukan Strategis Tentara Rakyat Korea (KPA) pada Senin, 14/8/2017 dan mendengarkan laporan dari pasukan tersebut mengenai persiapannya untuk melaksanakan rencana “menyelimuti Guam dengan api”.

Kim memuji Pasukan Strategis KPA karena menyusun “rencana yang seksama dan lengkap” dan “memeriksa persiapan penembakan untuk pamer kekuatan” di pos komandonya, kata KCNA, dikutip Xinhua.

Kim Jong Un mengatakan untuk meredam ketegangan, AS harus segera menghentikan semua perbuatan provokasi dan membuat “tuntutan sepihak” terhadap Korea Utara.

“Jika para Yankee berkeras dalam aksi sembrono mereka, yang sangat berbahaya, terhadap Semenanjung Korea dan sekitarnya, menguji kesabaran DPRK, Pyongyang akan membuat keputusan penting sebagaimana yang sudah diumumkannya,” kata laporan KCNA, yang mengutip pernyataan Kim.

Ia merujuk kepada pengumuman DPRK pekan lalu untuk menyerang wilayah AS di Pasifik, Guam, kalau AS terus mengeluarkan provokasi seperti mengirim pesawat pembom strategis ke Semenanjung Korea.

Presiden AS Donald Trump juga telah mengancam DPRK dengan “tembakan dan kemarahan seperti yang tak pernah disaksikan dunia sebelumnya” jika DPRK tak berhentikan mengeluarkan semua provokasi terhadap AS dan sekutunya.

Reaksi Merkel

Menanggapi situasi yang memanas tersebut, Kanselir Jerman Angela Merkel 16/8/2017 mengatakan bahwa kekhawatiran tentang kemelut Korea Utara hanya dapat diselesaikan dengan perundingan dan dia akan melakukan segalanya untuk mencapai penyelesaian secara damai.

“Saya benar-benar menentang retorika persenjataan yang digunakan semua pihak. Tidak ada penyelesaian secara militer untuk kemelut ini. Masalah ini harus diselesaikan melalui perundingan,” ujar Merkel dalam menanggapi pertanyaan tentang Korea Utara dalam wawancara di YouTube.

Merkel mengatakan senang melihat pemimpin Amerika Serikat dan China berbicara melalui telepon.

“Kita harus menggunakan cara seperti itu. Kita dapat menghindari malapetaka dan kita harus melakukan segala kemungkinan untuk melakukan itu. Saya setidak-tidaknya melakukan semua yang saya bisa,” ujar Merkel.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Jim Mattis mengatakan jika Korea Utara menembakkan peluru kendali ke Amerika Serikat, maka keadaan dapat meningkat menjadi perang. “Jika mereka menembak ke Amerika Serikat, itu bisa meningkat menjadi perang dengan sangat cepat,” kata Menteri Pertahanan AS.

Mattis mengatakan, Amerika akan mengetahui lintasan peluru kendali Korea Utara “dalam beberapa saat” dan jika peluru kendali dinilai bisa menyerang Guam, “kami akan menjatuhkannya”. Reuters/Xinhua/Antara.