Mar 292018
 

Pertemuan Kim Jong Un dan Xi Jinping di Beijing (photo : KCNA)

Dalam kunjungan yang dirahasiakan ke Beijing, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, mengukuhkan komitmennya untuk denuklirisasi Semenanjung Korea dan terlibat dalam pembicaraan dengan Korea Selatan dan AS, dirilis VOA Indonesia, 28-3-2018.

Kantor berita pemerintah China Xinhua, melaporkan, Kim dan istrinya Ri Sol Ju, melakukan kunjungan tidak resmi ke Beijing dari hari Minggu hingga Rabu, serta menghadiri acara jamuan makan malam resmi di Balai Besar Rakyat di mana Presiden Xi Jinping dan istrinya Peng Liyuan menjadi tuan rumahnya. Xinhua juga mengunggah foto-foto Kim yang sedang bersama Xi.

 

Kedua pemimpin menegaskan kembali pentingnya aliansi erat China-Korea Utara yang akhir-akhir ini menegang karena uji nuklir dan misil balistik Pyongyang.

Xi mendukung sanksi-sanksi yang lebih keras yang digagaskan AS untuk menekan Kim agar kembali ke meja perundingan untuk mengakhiri program nuklirnya dengan imbalan penghapusan sanksi ekonomi, peningkatan bantuan dan penyediaan jaminan keamanan. Pada beberapa bulan terakhir, Kim telah memperlunak sikapnya yang sulit dinegosiasikan bahwa negaranya adalah negara bersenjata nuklir.

Ia malah berusaha mengurangi ketegangan dengan menghentikan untuk sementara waktu uji misil dan nuklirnya, berpartisipasi dalam Olimpiade musim dingin di Korea Selatan dan menawarkan diri untuk melangsungkan pembicaran mengenai nuklir dengan Presiden Korea Selatan, Moon-Jae-in pada bulan April 2018 dan dengan Presiden Donald Trump pada bulan Mei 2018.

 

Menurut Xinhua, Kim bahkan mengatakan kepada Xi, ia siap menyelesaikan isu denuklirisasi sepanjang Korea Selatan dan AS menanggapi usaha negaranya dengan itikad baik, menciptakan iklim perdamaian dan kestabilan, serta mengambil langkah-langkah progresif dan terkoordinasi untuk merealisasikan perdamaian.

Kantor berita pemerintah Korea Utara (KCNA), Rabu28 Maret 2018, juga melaporkan kunjungan Kim ke China itu namun tidak menyebutkan janji Kim untuk melakukan denuklirisasi atau melangsungkan pertemuan tingkat tinggi dengan Korea Selatan dan AS.