Jan 242018
 

A-10, pesawat yg dikenal sebagai “Warthog” karena desain hidungnya, mampu terbang lamban dan merobek sasaran dengan bom dan meriam 30 mm. © US Air Force

JakartaGreater.com – Amerika Serikat telah mengirim skuadron pesawat tempur A-10 untuk menggempur target Taliban, sebagai bagian dari strategi baru Presiden Trump untuk memusnahkan laboratorium obat bius yang telah mendanai teroris.

Seperti dilansir dari Wahshington Examiner, pesawat tersebut akan bergabung dengan pesawat terbang tanpa awak (PTTA) MQ-9 Reaper untuk “overwatch” dan pengintaian, serta helikopter HH-60G Pave Hawk untuk misi pemulihan personil.

“Di bawah otoritas yang diberikan dalam Kebijakan Asia Selatan, serangan presisi dengan A-10 akan menyerang Taliban di tempat yang paling rentan, aliran dana dan keuntungan mereka dari pengembangan serta penjualan narkotika ilegal”, kata sebuah rilis dari Operation Resolute Support.

A-10, dikenal dengan nama “Warthog” karena desainnya yang berhidung mancung dan dianggap sebagai standar emas untuk dukungan udara dekat, karena kemampuannya untuk terbang rendah dan lamban serta menyerang ke sasaran dengan bom maupun tembakan dari meriam 30 mm.

Sikorsky HH-60 Pave Hawk. © Military.com

Pesawat ini juga merupakan favorit bagi para pilot karena A-10 sulit ditembak jatuh dan kokpitnya terlindungi dengan liner titanium anti peluru.

“Dalam beberapa minggu mendatang, operasi A-10 akan diintegrasikan ke dalam gabungan kampanye udara AS dan Afghanistan untuk memberikan senjata presisi yang merusak sebagai pengirim pesan yang berdampak kuat kepada Taliban”, kata Brigjend Lance Bunch dari Angkatan Udara AS.

A-10 Warthog hampir menghadapi kepunahan dibawah pemerintahan Obama, namun perlawanan di Kongres, terutama oleh Martha McSally, anggota senat perwakilan dari Arizona, yang juga mantan komandan skuadron A-10, menyelamatkan pesawat yang dimuliakan untuk bertarung di lain hari.

“Tujuan kami adalah menyimpan A-10 dalam persediaan. Saya pikir kita membutuhkan lebih banyak skuadron bukan mengurangi”, demikian menurut Heather Wilson, Sekretaris Angkatan Udara AS.

Penambahan armada A-10 ke teater Afghanistan terjadi karena jumlah serangan udara telah meningkat secara dramatis di bawah strategi Trump. Dalam empat bulan terakhir di tahun 2017, AS telah menjatuhkan 1.874 bom atau rudal di Afghanistan, meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam kecepatan operasi dibanding tahun 2016.

A-10 Warthog akan bergabung dengan armada udara Amerika yang sudah tersusun melawan Taliban, termasuk pesawat siluman F-22, jet tempur F-16, pesawat pembom B-52 dan jet tempur F/A-18.

  12 Responses to “AS Kirim Pesawat A-10, Drone dan Helikopter ke Afghanistan”

  1.  

    Tua-tua keladi, pesawat tua masih jadi idola.

  2.  

    cepat bukan berarti segalanya kan…contoh nii pesawat keungulannya malah karna dia bisa lambat…xixixizzzZ…!!!

  3.  

    CUKUP BILANG KE MATTIS STOCK A10 THUNDERBOLT MASIH ADA ?? MUMPUNG LAGI NGOPI DI INDONESIA…

  4.  

    Ini.. Pesawat pelornya segede botol,,

  5.  

    Hayooo..ini mesti masalah jumlahkan..hahahaha

  6.  

    Kita udah punya tukino..fungsinya sama..

  7.  

    Lah, Katanya mo di ganti jadi siapa penggantinya??Diganti Textron scorpion atau masih ada lagi kah calonnya??

  8.  

    Dipakai untuk mengebom eks anak didik AS sendiri, padahal bisnis Opium dsn adalah bisnis gelap CIA. Masih maling teriak maling!

  9.  

    Sayang sekali A-10 Thunderbolt II gak dikirim ke Suriah. Kan lumayan bisa buat jadiin T-90 sansak baru. Apalagi kalo ada Armata, wah bisa lebih seru lagi tuh. Seberapa hebat sih Armata buat ngadepin Warthog. Hhhhhhhhhh