Oct 092018
 

Jet tempur multiperan Su-35S Angkatan Udara Rusia © Dmitriy Pichugin via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Rusia akan mulai mengirim jet tempur Su-35S ke Indonesia tidak lebih awal dari tahun 2019, menurut sumber diplomatik militer kepada media TASS. Surat kabar Rusia, The Kommersant sebelumnya mengatakan, bahwa Rusia terpaksa menunda pengiriman pertama jet tempur Su-35 ke Indonesia karena adanya tekanan AS kepada Jakarta, seperti dilansir dari laman Air Recognition.

Menurut surat kabar itu, pesawat Su-35S yang pertama seharusnya tiba di Indonesia pada bulan Oktober 2018, namun rencana tersebut tidak terjadi.

“Berdasarkan ketentuan kontrak pengiriman jet tempur Su-35S pertama untuk Indonesia akan dimulai dari tahun depan. Tidak ada kesepakatan yang memungkinkan untuk mengirim pesawat terbang itu ke Indonesia pada bulan Oktober”, kata sumber tersebut.

Dia menambahkan bahwa ada masalah tertentu dengan kesepakatan karena sanksi AS yang dikenakan kepada para pelanggan RosOboronExport tetapi mereka tidak kritis.

Perusahaan perdagangan senjata RosOboronExport menolak berkomentar lebih lanjut kepada TASS, baik untuk informasi yang terakhir diterima dari sumber ataupun artikel di Kommersant.

Layanan Federal Rusia untuk Kerjasama Militer-Teknis belum mengeluarkan komentar apa pun mengenai hal tersebut.

Kabar bahwa Rusia dan Indonesia telah menandatangani kontrak untuk mengirimkan 11 (sebelas) unit pesawat Su-35S ke Indonesia mulai ramai sejak awal tahun 2018 ini. Indonesia adalah negara kedua setelah China yang membeli jet tempur Su-35.

  15 Responses to “Kiriman Su-35 Pertama ke Indonesia Tertunda Hingga 2019”

  1.  

    Semoga tidak ada penundaan lgi.

  2.  

    Pengajuan dan pembelian selalu dalam tekanan dari AS, mengapa demikian? karena AS memahami sendiri bahwa kemampuan superior SU35S memang tidak sebanding dengan F35 maupun F22 Raptor. Itulah sebabnya, jika Pilot Indonesia sudah mahir dan menguasai medan tempur udara dengan SU35S, maka tidak di pungkiri, kemampuan tempurnya sebanding dengan pilot senior Rusia. Oleh sebab itu, kenapa beberapa tempo yg lalu pemerintah AS memberikan hibah F16 kepada Indonesia, supaya pilot tempur tidak hijrah ke teknologi siluman dengan perangkat elektronik tempur yg bisa bikin gagal paham musuh di udara dan darat.

  3.  

    Setelah su 35 kita lanjut ke su 57.

  4.  

    Amrik,Nunggu Kepastian Indonesia u Beli F16 Viper (atau yg Alustista yg berimbang nilainya)
    .Sebagai syarat tdk kena sangsi.

  5.  

    sepertinya kt juga tdk nge blok kemanapun , F 16 Viper juga mo dibeli atau F 35

  6.  

    janggal sekali ya, beritanya.
    kontrak efektifnya saja tahun 2018 an.
    dan pengiriman batch pertamanya diperhitungkan tahun 2019 an, bukan tahun 2018, oktober.

 Leave a Reply