Kisah Pilot Helikopter Saat Evakuasi Korban AirAsia

76
73
BBhoTBi
Helikopter jenis Dolphin milik Basarnas yang mengangkut jenazah menuju darat (liputan6.com)

Tantangan besar menanti tim SAR gabungan dalam mengevakuasi korban AirAsia QZ8501 dari KRI Bung Tomo menuju Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Beberapa helikopter yang dikerahkan tidak semuanya sanggup menjalankan misi dengan baik. Hanya helikopter jenis Dolphin milik Basarnas yang bisa mengangkut jenazah menuju darat.

Sang pilot helikopter, Kapten Laut (P) Candra Budiarjo menuturkan sulitnya melakukan evakuasi saat cuaca ekstrem seperti yang terjadi Rabu pagi di perairan sekitar Selat Karimata. Cuaca kala itu terbilang sangat buruk. Awan hujan disertai angin kencang sudah menyambut di depan mata.

Beruntung, helikopter buatan Prancis itu memiliki teknologi tercanggih saat ini. Teknologi radar dan autopilot yang membuat helikopter ini bisa bertahan di tengah terjangan angin kencang perairan Selat Karimata.

“Iya kita tadi waktu menuju ke KRI Bung Tomo untuk melaksanakan evakuasi terkendala cuaca. Tapi saat ini heli kita tercanggih, dilengkapi dengan radar cuaca. Jadi kita dipandu dengan radar dari KRI,” tutur Chandra di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (31/12/2014).

Dengan kondisi cuaca seburuk itu, lanjut Candra, panduan arah dari KRI Bung Tomo membuat dirinya lebih mudah menentukan posisi helikopter agar bisa mendarat dengan baik di KRI Bung Tomo. Yang pasti, cuaca ekstrem saat itu membuat helikopter berguncang cukup hebat.

“Yang penting kita tahu limitasi dari pesawat kita mampu landing di derajat berapa, selama itu masih masuk. Memang ketinggian ombak laut tinggi, habis itu kita punya patokan limit untuk landing keselamatan. Jadi kita punya kemiringan digrit, masih bisa masuk kita masuk, limit kita lihat dulu,” jelas dia.

Dengan kerja sama yang baik antara dirinya dengan KRI Bung Tomo, helikopter berhasil mendarat mulus. 2 Jenazah yang sudah dimasukkan ke kantung mayat hitam milik Basarnas langsung diangkut sekali jalan.

“Kita ambil yang sudah dievakuasi di KRI Bung Tomo. Jadi kita tinggal ambil saja. Langsung ambil 2 kita, sebenarnya ada 3 tapi karena tempat terbatas. Yang jadi kendala ke sana dan pulang ke sini dan terus landing perlu ekstra karena cuaca ekstrem,” ujar dia.

Meski sudah bertugas sejak 2005, Chandra mengaku kondisi cuaca seperti ini termasuk yang paling sulit untuk ditaklukkan. Cuaca ekstrem menjadi salah satu penyebab utama sulitnya proses evakuasi.

“Ini termasuk sulit karena cuaca ekstrem, cuma kita terbantu dengan pesawat yang baru,” tandas dia. (Liputan6.com)

76 KOMENTAR

  1. memupuk rasa nasionalisme tidak harus tidak harus mempercayai hal hal ghoib yg dihembuskan oknum tidak bertanggung jawab,
    apalagi pembohongan publik d jadikan aliran, saya sudah lama tobat…. anda….?
    2015 masih percaya alutsista ghoib….

  2. Yg kebangeten sbnrnya siapa..Pembuat daftar ghoib?? org yg mempercayainya?? org yg tdk mempercayainya??

    Trus yg pinter sbnrnya siapa..pembuat daftar ghoib?? org yg mempercayainya?? org yg tdk mempercayainya??

    Jawabannya memang banyak, tapi..embuuhlaah..

    Numpang Salut niih bwt tim sar..semoga dilancarkanNya segala aktivitas disana..

  3. Sewaktu TNI – AL baru mengoperasikan frigat v. Speijk yg kemudian menjadi AMY klas, di lengkapi dengan helikopter AKS ” Wasp” buatan Wesland, UK.
    Uniknya helipad di kapal frigat tersebut di lengkapi dengan “besi berani” yg berfungsi sebagai penahan badan helikopter apabila melakukan landing, sehingga apabila kapal dalam kondisi yg tidak stabil, karena gelombang air laut, helikopter akan tetap mampu mendarat di helipad dengan aman, karena badan helikopter melekat erat di alat tsb.
    Sayang helikopter AKS “Wasp” tsb sdh di grounded, sedangkan penggantinya tidak ada yg di lengkapi dengan peralatan tsb disamping itu helikopter yg ada sekarang tidak memakai sistim “lipat”= “folding” baik “tail boom” maupun “main rotornya” serta tidak memakai roda castor.

  4. ANGKAT TOPI & DUA JEMPOL UNTUK TIM BASARNAS, TNI, NELAYAN, TIM DVI !!!
    Terus berjuang untuk mengevakuasi seluruh penumpang dan kru ” Airasia “, mengidentivikasi,merecoveri serta memulangkan ke keluarganya, ………….Alloh menyertai kita !!!

  5. Bung Jalo, apakah bombastisnya list A1 tempo hari ada hubungannya dengan political campaign dari pemerintahan yg mau lengser? (bung pernah posting soal unsur politis didalamnya kalau tdk salah) entah ya…sense saya mengatakan begitu, mungkin juga salah. tektokan antara list A1 dan reportase di negeri brunei apakah bernilai sesuatu?