JakartaGreater.com - Forum Militer
Feb 022015
 
Kapal Induk China Liaoning yang bergerak ke Laut China Selatan (photo; PLA Navy)

Kapal Induk Liaoning China (photo; PLA Navy)

Xu Zengping untuk pertama kalinya mengungkapkan bagaimana negosiasi di balik pembelian kapal induk Liaoning untuk Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) dan rahasia di balik mesin yang digunakannya.

Misi yang diemban Xu ini berbeda dari skema pembelian senjata lainnya. Sebagai buntut dari runtuhnya Uni Soviet, seorang pengusaha yang ‘dipersenjatai’ dengan uang dan latar belakang bisnis dunia kasino mengejutkan dunia karena akan membeli kapal induk Ukraina yang belum selesai dibangun yang nantinya akan menjadi pusat kekuatan Angkatan Laut PLA.

Xu Zengping bersama desainer kapal induk Varyag buatan Uni Soviet di Mykolaiv, Ukraina, Januari 1998. Foto: SCMP

Xu Zengping bersama desainer kapal induk Varyag buatan Uni Soviet di Mykolaiv, Ukraina, Januari 1998. Foto: SCMP

Berbicara kepada media untuk pertama kalinya, pengusaha yang jantung usahanya berlokasi di Hongkong ini mengungkapkan kisah di belakang layar tentang pengembaraan China dalam mewujudkan impian lamanya untuk memiliki kapal induk tersebut.

Xu Zengping, sebelumnya adalah seorang mantan anggota tim basket Komando Militer Guangzhou. Ia kemudian didekati oleh petinggi Angkatan Laut PLA untuk membeli kapal induk atas namanya, tapi Xu harus membelinya dengan uangnya sendiri dan tanpa dukungan dari Beijing. Sebelumnya juga dikabarkan bahwa Xu membeli kapal induk tersebut untuk dijadikan kasino terapung, namun tampaknya ini hanya dalih Angkatan Laut PLA untuk memuluskan pembelian kapal induk tersebut, terutama dari tekanan Barat.

Xu mengungkapkan bahwa mesin asli kapal induk militer Uni Soviet tersebut masih ada saat Ukraina menjualnya pada bulan April 1998. Hal ini jelas bertolak belakang dengan apa yang Beijing ungkapkan kepada dunia kala itu. Empat mesin kapal induk Varyag masih dalam keadaan sempurna dan dilapisi pelumas setelah pekerjaan pembangunannya terhenti pada tahun 1992.

Kondisi kapal induk Varyag saat dibeli oleh Xu. Gambar: Wiki Common

Kondisi kapal induk Varyag saat dibeli oleh Xu. Gambar: Wiki Common

Ini untuk pertama kalinya seseorang yang terkait dengan kesepakatan pembelian kapal induk tersebut mengungkapkan kepada publik bahwa mesin Varyag masih berada di tempat saat pembelian terjadi. Laporan-laporan sebelumnya mengatakan bahwa mesin kapal telah dilucuti di galangan kapal Ukraina di Laut Hitam berikut jaringan elektronik dan persenjataan sebelum Xu membelinya pada tahun 1998 dengan harga sebesar USD 20 juta.

“Ketika saya dibawa ke ruang mesin kapal induk oleh chief engineer galangan kapal, saya melihat empat mesin yang masih baru dan dilapisi pelumas, harga asli per-mesinnya adalah USD 20 juta dolar,” kata Xu. Xu menambahkan bahwa proses melengkapi kembali Varyag selesai pada tahun 2011 dan empat mesinnya telah siap untuk dioperasikan. Pekerjaan galangan kapal Ukraina untuk membangun kapal induk itu kala itu baru mencapai dua per tiga, yang terhenti akibat runtuhnya Uni Soviet. Lambung kapal pun terlantar hingga Xu membelinya. Xu mengatakan bahwa galangan kapal setuju menjualnya akibat gejolak politik dan krisis ekonomi hebat yang telah menelantarkannya.

Sekarang, di tangan Angkatan Laut PLA kapal induk Varyag Kelas Kuznetsov yang saat dibeli hanya berupa lambung dan mesin tersebut kini telah menjadi kapal induk yang sesungguhnya dengan nama baru Liaoning.

“Pihak China sengaja merilis informasi palsu mengenai mesin yang telah dilucuti untuk memudahkan pembeliannya,” seorang sumber yang mengaku mengenal kesepakatan pembelian tersebut berkata kepada South China Morning Post.

Media Barat juga melaporkan bahwa Amerika Serikat menekan Ukraina agar melucuti segala sesuatu yang ada di kapal induk tersebut, hanya menyisakan lambung untuk dijual ke China, sumber tersebut menambahkan.

Seorang pensiunan Kolonel Angkatan Laut PLA mengatakan bahwa sangat mungkin Liaoning saat ini masih menggunakan mesin asli Ukraina. “Teknologi mesin Ukraina lebih baik dari China,” kata mantan Kolonel tersebut.

 Liaoning saat latihan Juli 2013. Gambar: Osimint

Liaoning saat latihan Juli 2013. Gambar: Osimint

Membeli kapal induk Varyag hanyalah awal. Butuh waktu empat tahun dan biaya sebesar USD 30 juta bagi China untuk membawanya dari galangan kapal Mykolaiv, Ukraina ke galangan kapal Dalian di Provinsi Liaoning, dan butuh waktu lebih dari satu dekade untuk melengkapinya hingga menjadi seperti saat ini.

Pengamat militer Antony Wong Dong di Macau mengatakan bahwa setelah perundingan bertahun-tahun, galangan kapal Ukraina akhirnya juga mentransfer teknologi mesin mereka ke China’s Harbin Turbine Company, perusahaan China yang mengkhususkan diri dalam boiler, turbin, dan peralatan uap untuk militer.

Butuh empat tahun untuk membawanya ke China

Galangan kapal Ukraina telah menegaskan bahwa mereka tidak bertanggung jawab untuk pengiriman kapal tersebut dari Laut Hitam ke galangan kapal Dalian di Provinsi Liaoning, China. Xu kemudian menggunakan jasa  International Transport Contractors (ITC) Belanda untuk membawa kapal tersebut, dan pada 14 Juni 1999, empat bulan setelah pembayaran, kru dan ITC mengangkat sauh. Perjalanan mereka mulus hingga mencapai Selat Bosphorus, selat yang membelah Turki menjadi Barat dan Timur, sekaligus memisahkan Eropa dan Asia.

Hubungan antara China dan Amerika Serikat memburuk dalam beberapa minggu sebelum kru Xu meninggalkan pelabuhan Ukraina. Pada tanggal 7 Mei, AS membom kedutaan China di Belgrade selama kampanye udara NATO atas Yugoslavia, memicu protes anti-Amerika di China.

Turki, yang merupakan anggota NATO yang dipimpin oleh AS, tidak bersedia membiarkan kapal induk tersebut melintasi selat. Para kru Xu menunggu selama satu bulan, tapi Turki tetap bersikeras dan akhirnya kapal induk itu dibawa kembali ke Ukraina dan mendekam di sana selama 15 bulan.

“Saya merasa sangat tidak berdaya ketika kapal ini terkatung-katung di mulut Selat Bosphorus. Di satu titik, saya sudah siap untuk skenario terburuk. Kami lebih suka kapal raksasa itu tenggelam di bawah selat daripada membiarkannya jatuh ke tangan negara yang bermusuhan dengan Beijing, seperti Jepang,” kata Xu.

Pada bulan April 2000, Presiden Jiang Zemin mengunjungi Ankara, Turki. Dia berjanji untuk mendorong wisatawan China untuk mengunjungi Turki dan membuka pasar untuk barang-barang Turki di China. Trik China ini rupanya meluluhkan ‘hati’ Turki. Akhirnya pada tanggal 25 Agustus 2001, Turki mengizinkan kapal induk tersebut melewati wilayahnya.

Kapal induk kemudian keluar lagi berlayar ke Laut Hitam untuk menuju Selat Bosphorus. Pihak berwenang Turki menutup selat pada tanggal 1 November untuk membiarkan kapal induk dan pendampingnya 11 kapal tunda (towboat) dan 15 kapal darurat melewatinya.

 Varyag ditarik melewati Jembatan Bosphorus di Istambul Turki, 1 November 2001. Foto: AFP

Varyag ditarik melewati Jembatan Bosphorus di Istambul Turki, 1 November 2001. Foto: AFP

Namun dalam perjalanan berikutnya, badai mengakibatkan masalah pada tali (dilaporkan putus) yang menghubungkan kapal induk ke kapal tunda, menjadikan perjalanan menjadi berbahaya. Kapal kemudian terombang-ambing selama empat hari di Laut Aegea dekat Pulau Skyros sebelum akhirnya kapal tunda mampu mengendalikannya kembali.

Menghabiskan tahun 2001, kapal induk dan serangkaian kapal tunda berjalan ‘merangkak’ melintasi Mediterania, Selat Gibraltar, dan keluar ke Atlantik. Mengitari Tanjung Harapan Afrika hingga ke Selat Malaka, dan pada tangal 3 Maret 2002, kapal induk ini tiba di Dalian, China. Sampainya kapal induk ke Dalian membuat Xu sangat senang, dia mengungkapkan seperti melihat “anak hilang yang telah menemukan jalan pulang.”

“Tapi saya belum merasa lega hingga ia secara resmi ditugaskan oleh Angkatan Laut PLA 12 tahun kemudian. Rasanya seperti melihat anak saya tumbuh dan menikah,” ungkap Xu.

Sebagian ahli angkatan laut mengatakan bahwa bantuan Xu ini telah menghemat penelitian Angkatan Laut PLA untuk membantu membangun kapal induk setidaknya untuk 15 tahun penelitian.

Ada indikasi bahwa mesin Liaoning telah diupgrade

Pengamat militer Antony Wong Dong mengungkapkan bahwa: “Sistem propulsi asli yang dirancang untuk Liaoning (Varyag) sama dengan kapal induk kelas Kuznetsov Rusia dengan kecepatan tertinggi 32 knot. Tapi Liaoning 6.000 ton lebih berat sehingga logikanya akan lebih lambat. Tapi uji coba baru-baru ini menunjukkan bahwa kecepatan tertinggi Liaoning mencapai 32 knot, hal ini mengindikasikan bahwa sistem propulsinya telah ditingkatkan.”

Kapal induk Varyag berganti nama menjadi Liaoning setelah resmi diserahkan kepada Angkatan Laut PLA pada 25 September 2012, dan sejauh ini hanya digunakan untuk pelatihan kru dan uji coba pesawat berbasis kapal induk China.

Nomor pennant Lioaning adalah 16. “Apakah Anda tahu mengapa kapal induk Liaoning bernomor 16 (bukan no 1)?” tanya Xu Zengping. “Itu karena kami menghabiskan waktu selama 16 tahun untuk menyelesaikannya, mulai dari pembelian hingga pembangunan kembali kapal induk tersebut.”

Sumber: The South China Morning post,Wikipedia,want china times

Pengirim: Alto Daris, Biro JakartaGreater Jabodetabek

Berbagi

  47 Responses to “Kisah Xu Zangping, Pembeli Kapal Induk untuk Tiongkok (PLA)”

  1.  

    andaikan Haji Sukri juga membelikan kita kapal induk 😆

  2.  

    Perjuangan dari seorang anak bangsa China yg luar biasa … demi negara.
    seandainya ada seorang anak bangsa Indonesia yg spt Xu Zengping …

  3.  

    Jadi inget kisah gmna kerja kerasnya bapak Habibie dalam membangun IPTN semoga akan ada lagi putra putri bangsa ini yg melanjutkan perjuangannya

  4.  

    tidak ada perjuangan minimal untuk pencapaian yg maksimal

  5.  

    ini Ukraina hebat juga yah… banyak teknologi tinggi yang bisa di dapat dari negeri ini…. Mungkinkah kita belajar dari ukraina?? atao memang sudah ada program belajar teknologi alutsista disana?…..

  6.  

    Amerika gemetar :v

    •  

      Belumlah bung 🙂 Sekedar gambaran kekuatan US Navy: Seluruh kekuatan AL di dunia ini mulai dari yang terkuat no 2 di dunia (Russia) sampai no 15 di dunia kalau digabungkan semua masih kalah dengan US Navy

      Suka tidak suka itu adalah fakta 🙂

      •  

        Prove me if I’m wrong; ) kalo cm ngomong sotoy ga bisa buktiin saya salah, berarti saya benar

      •  

        gw pernah lihat foto kuburan pesawat Amrik…ternyata pesawat itu masih bisa dipakai tinggal dipasangin mesin …utak atik sedikit terbang deh…spt yg difilm independence day itu lokasinya…kalo china masih jauhlah…

  7.  

    Kata Asu biarkan si lioning mengambang sampai beranak pinak entar akan digebuk oleh Asu..Berapa kekuatan jepang dulu lebih hebat akan menguasai asia saja nyerah padahal sudah ada kapal induk lebih dari satu dan sudah menghajar pear harbor..kenyataanya kalah..apalagi tehnologi Asu sudah akan beradaptasi dengan laser bila pecah perang konvisional..

  8.  

    Andai Indonesia punya org spt dia dan jg didukung pemerintah..pasti woow banget..

  9.  

    saya jadi bertanya-tanya, kok ga lewat terusan Sues, malah putar tanjung harapan ya???

    •  

      tidak cukup untuk kapal sebesar itu om ,terusan Suez itu sempit

      •  

        terusan Suez spek :
        panjang : 193 km
        lebar. : 200+ mtr
        dalam : 24 mtr
        (average)

        •  

          The typical deadweight of a Suezmax ship is about 160,000 tons and typically has a beam (width) of 50 m (164.0 ft). Also of note is the maximum head room—”air draft”—limitation of 68 m (223.1 ft), resulting from the 70 m (230 ft) height above water of the Suez Canal Bridge. Suez Canal Authority produces tables of width and acceptable draft, which are subject to change.From 2010 the wetted surface cross sectional area of the ship is limited by 1006 m2, which means 20.1 m (66 ft) of draught for ships with the beam no wider than 50.0 m (164.0 ft) or 12.2 m (40 ft) of draught for ships with maximum allowed beam of 77.5 m (254 ft 3 in).

          Liaoning
          Length: 304.5 m (999 ft) o/a
          270 m (890 ft) w/l
          Beam: 75 m (246 ft) o/a
          35 m (115 ft) w/l
          Draft: 8.97 m (29.4 ft)

        •  

          jangan lupa lebar kapal di atas masih harus ditambah kapal tunda samping kanan-kiri

    •  

      sangat beresiko kalo via Suez … kapal induk China dalam keadaan off & kemudi di control penuh pake kapal tunda … perlu jarak utk sling kabel nya, ukurannya yg besar dan sangat lambat bisa menghambat lalu lintas kapal di Suez dan pasti ditolak ma otoritas Suez

  10.  

    Ada beberapa informasi yang menarik diantaranya ; untuk mendapatkan kapal, china melancar kegiatan intelijen di berbagai aspek, selanjutnya pembelian kapal menghemat waktu penelitian 15 tahun (betapa pentingnya ToT), China memiliki visi yang jelas dalam membangun kekuatan militernya dan hal ini tak mungkin hanya dukungan alutsista semata. Betapa strategisnya wilayah laut Indonesia yang dilewati sepertiga aktifitas perdagangan dunia, betapa tingginya posisi tawar jika Kita memaksimalkan keunggulan ini dari sisi geopolitik, geoekonomi dll. Kalau kurang silahkan ditambah

  11.  

    Tambahannya…bualan anda yg merajalela bung. Negara tidak pernah menipu rakyatnya. Yg ada oknum rakyat indonesia seperti anda yg sering menipu negara demi kepentingan pribadi.
    Koment anda tak pernah bagus utk negeri ini. Emangnya apa yg sudah anda perbuat utk negeri ini.? Sadar lah bung….berkaryalah yg terbaik buat bangsa ini.
    Salam NKRI.

    •  

      terus ente ngapain dimari ‘tong ?

      paling banter komen ‘kan ?

      tajuk rencana di koran, talkshow di tv apa itu semua cuman omong doang ?

      bukan sumbangan pemikiran ?

      •  

        Hallo bung danu…
        saya suka koment ente. Terutama kalo udah ngajak debat….wuiiihhh…luar biasa bualannya.
        Apa kabar madam ente sekarang.? Masih jd penentu kebijakan presiden kita.?
        Trus gmn kelanjutan pak BG sang calon kapolri itu.? Apa si madam Masih ngotot supaya sang calon diilantik.? Ceritain donk. Biar warjager pada paham.
        Danu….danu…sadarlah bung..
        Saya ada disini bukan urusan ente bro.
        Danu…danu…jadi kasihan sama ente.

        Somoga Indonesia bisa mengejar ketinggalan dlm hal teknologi dan bisa sejajar dng negara2 maju. Semoga
        Salam NKRI

    •  

      Cocotmu sok nasionalis kamu sdh berbuat apa juga utk bangsa ini

  12.  

    @bang ruskyie ralat oknum pejabat Indonesia, emangnya apa yg telah saya buat utk negeri ini, maksud anda mungkin ini” jgn kau tanya apa yg telah negeri ini beri padamu tanya lah apa yg telah kau beri pada negeri ini” melihat realitas di Indonesia saat ini sebenarnya mutiara kata tadi ngaa cocok utk di adopsi di Indonesia, itu hanya cocok di usa dimana mutiara kata tadi berasal, sebab saya amati yg sering ucapin kata” ini para pejabat, ini senjata mereka kalo ada rakyat kecil yg protes, kapasitas saya sebagai rakyat kecil udah menaati apa yang jadi kewajiban saya, dan semampu saya untuk menjaga lingkungan saya agar ngaa terjadi hal” yg ngaa diinginkan

  13.  

    kl masalah strategi negeri sun tzu adl ahlinya,

  14.  

    liaoning itu ibarat sampah diantara kapal2 induk amerika…nggak ada artinya..lebih miris lg,utk memiliki kapal induk segede tug boat aja harus melalui jalan berliku belasan tahun,itupun kapal yg terbengkalai hampir menjadi besi tua…lantas bgmn china bs menandingi kekuatan laut amerika,sangat mustahil!

  15.  

    Horas NKRI, kita tidak usah buru buru mau punya kapal induk, negeri kita banyak memiliki pulau pulau, nah pulau2 itu kita modifikasi jadi area sub koormabar dan koormatim, tongkorongkan aja kapal sekelas KRI Usman Harun plus rudal darat ke permukaan plus darat ke udara, Tulang Sam (tulang=paman) pasti mikir, apalagi china, Jalesveva Jaya Mahe..!!!

  16.  

    eah…dari duit judi rupanya

  17.  

    Asal pemerintah ada kemauan, orang macam itu bisa dibuat.

    Klu menurut ane sih roket dan rudal dulu yg harus dikejar dan dikebut, baru kemudian kapal induk, tp itupun jgn tanggung2, sekalian buat yg tenaga nuklir, tdk pusing bahan bakar, keren dan gahar. Hhh!

  18.  

    Bung diego, boleh donk bahas wilayah indonesia sebelah selatan. Alias samudera hindia, pengen tau ada gak urgensi pertahanan wilayah selatan kita. Semua lg pd sibuk sekitaran lcs aja. Hehe

    Thanks

  19.  

    salut sama perjuangan mereka.

 Leave a Reply