Aug 032017
 

Pasar Ikan (@susipudjiastuti)

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung Provinsi Sulawesi Barat untuk mengembangkan ekonomi berbasis sektor perikanan sebab mempunyai kekuatan sumber daya kelautan yang luar biasa besar.

“KKP menyimpan perhatian besar untuk Sulawesi Barat, ini terbukti dari berbagai program KKP yang banyak kami alokasikan di Sulawesi Barat,” kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dalam siaran pers yang diterima pada Rabu 2 Agustus 2017 di Jakarta.

Sebagaimana diketahui, Dirjen Perikanan Budidaya KKP menemani jajaran Komisi IV DPR yang melaksanakan kunjungan kerja pada Senin 31 Juli 2017 ke Mamuju, Sulawesi Barat.

Menurut Slamet Soebjakto , Sulbar mempunyai keunggulan komparatif yang tinggi di sektor perikanan sehingga penting menjadikannya sebagai input utama sumber perekonomian daerah.

Namun demikian, Slamet Soebjakto menegaskan bahwa alokasi dukungan program KKP juga tergantung dari komitmen Pemerintah Daerah sehingga program yang ada benar-benar menghasilkan.

“Komitmen pemerintah daerah akan menjadi tolok ukur kami dalam memberikan sokongan. Ini penting sebab meskipun potensi besar, tetapi jika tidak ada komitmen, sebesar apapun usaha yang diberikan tidak dapat memberikan dampak apa-apa,” jelas Dirjen Perikanan Budidaya KKP.

Pada tahun ini, KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya sudah mengalokasikan sokongan program prioritas perikanan budidaya di Propinsi Sulawesi Barat.

Berbagai program tersebut antara lain untuk program pakan mandiri di Kabupaten Polewali Mandar senilai Rp 100 juta, bantuan pakan di Kabupaten Mamuju Tengah sebanyak 1 ton, sebanyak 300 ribu ekor benur Udang Vaname di Mamuju Tengah dan sebanyak 4 unit Escavator di Mamuju Utara dan Mamasa.

Selain itu, kata Slamet Soebjakto, juga terdapat program revitalisasi tambak di Mamuju Utara dan sebanyak 1,5 juta ekor Udang Windu untuk restocking di Mamuju dan Polewali Mandar.

Untuk bidang perikanan tangkap, KKP tahun 2016 sudah mengalokasikan sokongan  asuransi nelayan di Sulawesi Barat yang diperuntukkan bagi sebanyak 4.050 orang nelayan dengan nilai mencapai lebih dari Rp 708 juta.

“Kami meminta kerja sama dengan stakeholders terkait termasuk perguruan tinggi untuk menyokong penerapan Iptek dan membantu mengawal program-program KKP,” kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP.

Dengan demikian, lanjut Slamet Soebjakto, maka berbagai hal itu juga akan efektif menumbuh-kembangkan kawasan pertumbuhan ekonomi berbasis sumberdaya perikanan Sulawesi Barat.

Apalagi, Slamet Soebjakto juga menyatakan bahwa sekarang ini, 80 persen lebih anggaran KKP digelontorkan ke daerah dalam rangka memberdayakan masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan di seluruh Indonesia. Dirilis Antara 2 Agustus 2017.

  12 Responses to “KKP Dukung Sulbar Kembangkan Ekonomi Perikanan”

  1. Indonesia negara besar dan sumber pendapatannya sangat banyak.. belum lagi jika nanti saham freeport sudah dikuasai 51% dijamin uang anggaran pertahanan bisa ditambah jadi 250-300 Triliyunan..

  2. Banyak makan ikan badan sehat otak cerdas. Jangan percaya yg mengatakan makan ikan bisa cacingan.

    • hahaha…itu bung jimmy bung, si pemakan cacing kt suhu…hahaha…jimmy2 yg cacingan kawannya, ehh sushi dan sashimi yg di blg bikin cacingan…hahah, dasar si jim otak onta…bahlul edan!,,

  3. Sulbar sangat layak menggantikan DKI jkrta sebagai ibukota negara yg baru.

  4. ya allah dulu sepi ikan besar sekarang era SUSI di aman mana ikan besar SAMPE PADA BINGUNG MENJUALNYA

  5. Wakakakak… kenapa lon?? iri ya?? wkwkwkk

  6. iri WKWKWK indon semua mahu beli satu hari cerita hoax mahu beli itu ini kesian sama indon hari2 buat cerita hoax

  7. Maaf bukannya sok ya, itu kapal selam sudah dibeli kok..
    Sudah deal dan sudah siap kirim ..
    Jadi kata” anda sepertinya anda kurang update ya orang malaysia..
    Maaf orang malaysia selalu berkata kasar, suka meremehkan orang Indonesia..
    Itu urusin saja skandal pembelian scorpane kalian

  8. Alhamdulillah pembelian kapal selam baru Indonesia tidak ada skandal korupsi, murni tender dengan cara sehat..
    Dan tidak menyusahkan Negara pembuat sampe harus ngurusin skandal korupsi Negara pembelinya..

  9. Tank Medium buatan Indonesia Turki sudah memasuki tahap persiapan untuk diproduksi massal di tahun 2018 ini…. PT. Pindad sudah mempersiapkan peralatan produksi nya.. bagaimana dengan malon???

 Leave a Reply