Apr 242017
 

Rotating Marine Radar (Amada44)

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tertarik untuk mengadopsi radar Jepang dalam mengawasi laut Indonesia. Menurut, pengamat sektor kelautan dan perikanan Abdul Halim, ketertarikan itu perlu diimbangi dengan penguatan sumber daya manusia.

“Penguatan aspek pengawasan dengan memanfaatkan perangkat teknologi bisa berjalan efektif apabila didukung dengan SDM yang mumpuni,” ujar Abdul Halim di Jakarta, Senin, 24/4/2017.

Menurut dia, saat ini yang lebih dipermasalahkan terkait sumber daya manusia sektor kelautan dan perikanan nasional adalah lebih kepada permasalahan kualitas dibandingkan kuantitas.

Dia mencontohkan, saat ini BMKG telah memiliki data mengenai cuaca setiap harinya, tetapi pada saat yang bersamaan masih banyak pula nelayan yang hilang atau meninggal saat sedang melaut karena cuaca buruk.

Seharusnya, menurut Abdul Halim yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, SDM KKP dapat menerjemahkan data-data BMKG dan menyebarluaskannnya sesuai dengan kebutuhan nelayan di berbagai daerah.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia, melalui kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ke Jepang beberapa waktu lalu, menyatakan RI mengadopsi teknologi radar pengawasan sektor kelautan dan perikanan Negara Jepang.

“Saya berada di Wakatobi beberapa waktu lalu, dan melihat radar buatan Jepang di sana. Saya berharap, Indonesia bisa memiliki radar setidaknya di empat tempat di Indonesia,” ujar Menteri Susi Pudjiastuti dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Menteri Susi mengemukakan ketertarikannya terkait teknologi radar Jepang saat bertemu President Director of Japan Radio Co (JRC) Kenji Ara, 12 April 2017.

Antena JRC RADAR 3000 (Krzysztof Maria Ró?a?ski)

Dalam pertemuan itu, Kenji Ara menjelaskan, JRC memiliki enam perusahaan perwakilan di Indonesia yang mempekerjakan 3.200 orang tenaga kerja Indonesia.

“Kami sangat senang mendengar Ibu Menteri memiliki ketertarikan terhadap sistem pengawasan yang dikeluarkan JRC. Kami akan senang hati berdiskusi dan berkontribusi mengenai sistem radar di Indonesia, mungkin memang bukan saat ini, tetapi nanti,” janji Ara.

Menurut Menteri Susi, Indonesia membutuhkan radar pengawas untuk meningkatkan teknologi pengawasan yang dimiliki KKP, agar pencegahan masuknya kapal pencuri ikan dapat berjalan lebih maksimal.

Menteri Susi tertarik dengan radar yang dimiliki JRC karena mampu mengawasi kapal asing yang masuk ke Indonesia hingga radius 150 kilometer. “Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan penjajakan teknologi pengawasan terkini yang mungkin bisa dan tepat digunakan di Indonesia,” ujarnya.

Antara

  24 Responses to “KKP Siapkan Teknologi Radar Jepang Awasi Laut”

  1. Pertamak +++

  2. Bung Diego.
    Bahas pesawat yg mau dibeli bu Susi donk.

    • SUSI AIR yo mas ?? Yang rute cilacap – halim..?? Hahaha

    • Kalau Pesawat kan sudah ada Pesawat TNI AU yang jaga Maritim,,, Mending Beli Kapal Yang besar yang bisa digunakan untuk Kapal Induk Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan, jadi disamping bisa Mengawasi Pencurian Ikan dan bisa meningkatkan Hasil Pendapatan Nelayan Lokal (Buat / Beli 8 dan di Sebar di Titik-Titik Strategis. Fungsinya Seperti Rumah Terapung tapi didalamnya ada Fasilitas Riset dan Penelitian Perikanan dan Kelautan yang bisa di sandari Kapal-Kapal Patroli.

  3. kok gambarnya bisa muter2 sekarang, muga2 artikelnya juga ga muter2 hihihi

  4. siiiiiip

    bu susi

    memang josssss….. lanjut bu ….

  5. Tinggalkan jejak !!!

  6. Bentar ini radar apaan dulu, statusnya kek apa pinjaman, sewa, hibah atau beli nyicil?
    Jgn2 kaya filipin dikasih sewa rudal dan radar, cuma ga dikasih rudalnya cuma dikasih peluncur doang 😆

  7. GUK……….GUKK…GUKKK…GUKK..ASAL…GUK…GUKKK.GUKKKK JANGAN.GULKKK….GUKKK..GUKKK…NGETENG…GUK…GUK..GUKKK.LAGI…GUKK..GUKK..GUK

  8. Nanggung cuma 150 km, punya rusia bisa lebih jauh..300 km, 400 km, 500 km pluss rudal penghancur…wkwkwk.. waaww..

    Usul saja Bu Susi…Mengawasi pencuri penyelundup kriminal aseeng..lewat laut….kalo bisa dideteksi saat mereka mau masuk ke zee indonesia…

    Terus gimana coba kalo pencuri juga punya radar canggih..nahh lohh…ketika KRI masih jauh asik mencuri..ketika KRI datang kabur duluan..ketika KRI pergi..balik lagi jarahhhh…

    Nahh lohh.

    • Gobiss : “Usul saja Bu Susi…Mengawasi pencuri penyelundup kriminal aseeng..lewat laut….kalo bisa dideteksi saat mereka mau masuk ke zee indonesia…”

      Susiyy : Inyong yo pengene ngono lek…duite mbahmu piye ??

  9. Seharusnya, menurut Abdul Halim pengamat sektor kelautan dan perikanan yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, SDM KKP dapat menerjemahkan data-data BMKG dan menyebarluaskannnya sesuai dengan kebutuhan nelayan di berbagai daerah.

    Gak nyambung, yang diomongin bukan radar cuaca…

    Menurut Menteri Susi, Indonesia membutuhkan radar pengawas untuk meningkatkan teknologi pengawasan yang dimiliki KKP, agar pencegahan masuknya kapal pencuri ikan dapat berjalan lebih maksimal.
    Menteri Susi tertarik dengan radar yang dimiliki JRC karena mampu mengawasi kapal asing yang masuk ke Indonesia hingga radius 150 kilometer.

  10. gambar di atas tuh RADAR shipborne klo perlu buat surveylance yang jangkauan jauh mending tempatin di darat bu sus…RADAR JRC yang ane tau kebanyakan shipborne Navigating

  11. Yang buat ane bingung kok balang2 dali aceng yg ilegal bersileweran dri dlu sampai sekarang Aaaa

  12. yang katanya radar bekas itu yah?
    bekasnya brg japan masîh bagus loh.

  13. Secanggih apapun radar klu mental aparatnya blm benar tetap aja maling selonongboy bs mencuri ikan, menyelundupkan barang haram cukup ks setoran bulanan lancar jaya! Maka mental aparaturnya jg perlu diupgrade buk Susi!

 Leave a Reply