Nov 162017
 

A satellite photograph of Cuarteron Reef in the South China Sea’s Spratly islands, showing a lighthouse, probable communications and radar towers, a probable bunker, and a possible observation post constructed by China. The photo was taken on January 24, 2016. (CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/DigitalGlobe)

Jakarta. Jakartagreater.com – Wakil Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk ASEAN Daniel Shields mengatakan klaim kemaritiman di Laut China Selatan harus sesuai dengan hukum internasional.

“Amerika Serikat memiliki pesan yang konsisten pada semua tingkatan tentang pentingnya Laut China Selatan dan mempertahankan pelayaran bebas dan aturan hukum di Laut China Selatan,” ujar Daniel dalam pengarahan dengan wartawan mengenai partisipasi Presiden Trump di Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN lewat telepon dari Manila di Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, Jakarta, Rabu, 15/11/2017.

Daniel menuturkan pembangunan kawasan Indo-Pasifik juga didukung oleh perdagangan dan pelayaran yang melewati Laut China Selatan.

Oleh karena itu, kejelasan terkait Laut China Selatan juga menjadi salah satu prioritas utama bagi pihaknya.

Dia menuturkan AS tidak pernah mengklaim atau memihak pada klaim teritorial Laut China Selatan dari negara yang bersengketa.

“Tapi kami menekankan bahwa semua klaim maritim harus sesuai dengan hukum internasional,” katanya.

China mengklaim hampir semua Laut China Selatan, perairan yang dilintasi kapal-kapal pengangkut barang dagangan senilai 3 triliun dolar AS tiap tahun.

Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga memiliki territorial yang diklaim di kawasan itu.

Di samping itu, Daniel Shields menuturkan Presiden AS Donald Trump dan timnya mendorong kawasan Indo-Pasifik yang terbuka dan bebas dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN.

“Amerika Serikat mendukung kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka dalam strategi ekonomi untuk mempromosikan perdagangan,” ujarnya.

Selain meningkatkan arus perdagangan, kawasan Indo-Pasifik yang bebas juga mendorong pasar terbuka, pelayaran dan keterlibatan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

Dia mengatakan AS mendorong kemakmuran, perdamaian dan keamanan kawasan.

“Saya di sini untuk memajukan perdamaian, untuk mendorong keamanan, dan bekerja sama dengan Anda untuk mencapai Indo-Pasifik yang benar-benar bebas dan terbuka, di mana kita bangga dan memiliki negara-negara berdaulat, dan kita berkembang, dan semua orang ingin sejahtera,” kata Donald Trump dalam sambutan di KTT KE-5 ASEAN-AS di Manila, Filipina, Senin, yang dikutip dari laman resmi Gedung Putih.

Dia mengatakan AS-ASEAN telah lama menjalin kemitraan yang memasuki usia 40 tahun pada 2017. Kemit

Bagikan :

  8 Responses to “AS : Klaim Kemaritiman LCS Harus Sesuai Hukum Internasional”

  1.  

    Papa hilang broo

  2.  

    Tuhh kan….Korea sudah dingin dikit….malah sekarang si AS cari2 opini soal hukum Internasional LCS….bikin panas lagi….

  3.  

    Kira2 amrik berani merebut lcs dari china kagak ya? … xixixi

  4.  

    China-USA saling berebut SDA dan pengaruh di Asia! Cuma kapan bentroknya nih gak pake kaki tangan dan mengadu domba negara kawasan demi ambisi kedua negara tsb!

    •  

      Amerika punya kepercayaan jika mau mengalahkan china harus ras kayak orang china, kemungkinan dia akan cari jago kayak vietnam, laos, ras non bangsa han, tibet, korea, jepang, philipina dsb

      😀

  5.  

    Negara-negara yang mempunyai perbatasan negara dengan negara kita Indonesia di sebelah utara:
    1. Filipina
    2. Malaysia
    3. Republik Palau
    4. Singapura
    5. Thailand
    6. Vietnam

    tak ada China…
    klaim atas LCS mencoba mengkondisikan Indonesia bertetangga dengan negara China, suatu saat akan menimbulkan gesekan tajam..

 Leave a Reply