Sep 242018
 

Sistem rudal permukaan-ke-udara jarak menengah KM-SAM alias Cheolmae II atau Cheongung © Courtesy Youtube

JakartaGreater.com – Kementerian Pertahanan Korea Selatan memprakarsai program untuk mengembangkan rudal permukaan-ke-udara tingkat menengah, dengan nama kode M-SAM, pada tahun 1998 dengan tujuan untuk mengaktifkan rudal baru untuk mencegat target kecil seperti rudal.

M-SAM yang juga dikenal sebagai Cheolmae II atau Cheongung atau KM-SAM adalah sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) jarak menengah Korea Selatan yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan Pertahanan (ADD) dengan dukungan teknis dari Almaz-Antey, Rusia, berdasarkan teknologi dari rudal 9M96 yang digunakan untuk sistem rudal S-350E Vityaz serta S-400 Triumf.

Sistem rudal permukaan-ke-udara jarak menengah S-350E Vityaz © Vitaly V. Kuzmin via Wikimedia Commons

Radar dikembangkan oleh Lucky Goldstar, sistem data tempurnya dibuat bersama oleh Lucky Goldstar dan Ssangyong. Rudal dan peluncur dikembangkan oleh Samsung. Sistem KM-SAM ini direncanakan untuk mengantikan sistem HAWK yang ada.

Korea Selatan meminta bantuan teknologi Rusia dalam pengembangan KM-SAM, terutama dalam bidang bimbingan elektronika. Program KM-SAM bertujuan untuk mengembangkan rudal yang memiliki jangkauan antara 30 – 60 km.

Setelah uji peluncuran rudal Taepo-dong oleh Korea Utara, anggota parlemen Korea Selatan menuntut peningkatan kemampuan serangan anti-rudalnya. Rencana awalnya menyerukan investasi total sebesar 200 hingga 300 miliar won dalam pengembangan KM-SAM di tahun 2008.

Korea Selatan mencoba untuk meniru sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-300 Rusia dalam pengembangan KM-SAM. Produk akhir akan seperti S-300 tetapi lebih pendek dalam hal jangkauan. Korea Selatan dan Rusia telah membuat perjanjian transfer teknologi dalam bidang militer.

Baterai rudal permukaan-ke-udara jarak menengah KM-SAM Korea Selatan © Courtesy Global Security

Pada tahun 1997, Kongres AS menyuarakan keprihatinan yang mendalam atas kemungkinan bahwa Korea Selatan mendapatkan sistem S-300 Rusia untuk pertahanan udara dan bertolak belakang dengan sistem Patriot AS. Mereka berpendapat bahwa Patriot memiliki kemampuan radar dan keterlibatan yang unggul dan membutuhkan lebih sedikit tenaga untuk beroperasi dan pemeliharaan.

Yang paling penting, akuisisi Patriot memastikan interoperabilitas dengan aset lainnya yang ditugaskan untuk Pasukan AS Korea Selatan dan meningkatkan keamanan keseluruhan serta efektivitas tempur pasukan AS dan sekutu, menurut Senat AS.

Pada bulan Juni 2006 dilaporkan bahwa Korea Selatan mengumumkan bahwa mereka akan memulai proyek senilai 625 miliar won untuk mengembangkan rudal permukaan-ke-udara jarak menengah, dengan kode “KM-SAM”.

Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) menyetujui proyek tersebut, yang akan memasuki layanan pada tahun 2010. Rudal itu akan dikembangkan bersama oleh sekitar 15 perusahaan pertahanan Korea Selatan dan Rusia yang akan memberi bantuan teknologi di bidang-bidang seperti bimbingan elektronika.

Program KM-SAM, yang dimulai pada tahun 1998. Untuk mengatasi ancaman yang semakin berkembang dan ditimbulkan oleh rudal balistik Korea Utara, Angkatan Udara Korea Selatan juga berencana untuk membeli 48 pencegat rudal Patriot canggih untuk menggantikan rudal Nike Hercules yang ada.

Sementara itu, Angkatan Laut Korea Selatan (ROKN) tertarik mengembangkan Cheolmae-2, alias KM-SAM berbasis kapal permukaan. Rudal Cheolmae-2 itu sendiri adalah varian dari rudal 9M96 yang digunakan di sistem S-400 Rusia termasuk radar kendali tembak X-band.

Pada bulan April 2017, pejabat militer Korea Selatan mengungkap bahwa sistem pertahanan rudal berbasis Cheongung berada di tahap akhir pembangunan. Memodifikasi SAM standar dengan teknologi hit-to-kill memungkinkannya untuk mencegat rudal balistik yang datang di ketinggian sekitar 20 km (66.000 kaki). Produksi massal direncanakan akan dimulai pada tahun 2018 dengan penyebaran pada tahun 2019.

Dirangkum dari berbagai sumber: Wikipedia, Al-Dustour, IHS Jane, Defense Update

Bagikan:

  7 Responses to “KM-SAM, S-350E Vityaz Cita Rasa Korea Selatan”

  1.  

    Oh… belajar dari Rusia juga ternyata..

  2.  

    S-350E Vityaz Surface-to-Air Defence Missile System

    https://www.youtube.com/watch?v=tid8y1BRjjw

  3.  

    Korsel adalah pengguna air defense weapon Amerika, mereka punya Patriot dan Hawk. Korsel tentunya bisa membandingkan kemampuan kedua sistem. Dengan memiliki 10 baterai K-SAM (korsel juga punya 8 baterai patriot), dan ketertarikan AL Korea pada K-SAM, secara tidak lagsung korsel mengakui kemampuan Hanud berbasis teknologi Russia..

  4.  

    Korea harus bersyukur..dpt bantuan teknologi rudal dari rusia

  5.  

    Korsel dapat tot dari russia. Kok indonesia nggak? Xixixi

  6.  

    Nah masalahnya kan sekarang CAATSA lagi terus di gembor sm asu… Berarti nanti pengembangan KM sam terbaru yaitu Chelomae 4H yg digadang stara S -400 terancam berhenti dong mengingat kerja sm nya dng Almaz antey sih…

 Leave a Reply