Des 092018
 

Citra komputer jet tempur multiperan EuroFighter Typhoon © Eurofighter.com

JakartaGreater.com – Koalisi pemerintah Austria terpecah atas rencana “apakah akan mempertahankan armada Typhoon-nya”, karena Partai Kebebasan jauh lebih memilih untuk mengganti armada Typhoon dengan pesawat buatan Saab, seperti dilansir dari laman surat kabar online Die Presse pada hari Jumat.

Menteri Pertahanan Austria Mario Kunasek dari Partai Kebebasan pun memerintahkan peninjauan terhadap keputusan pemerintah sebelumnya untuk menghapus armada jet tempur yang dibuat oleh konsorsium Eurofighter, yang termasuk Airbus, BAE Systems dan Leonardo Italia.

Kanselir Sebastian Kurz dari partai konservatif lebih memilih untuk mempertahankan armada itu, meskipun Austria terkunci dalam pertarungan hukum dengan Airbus dan konsorsium. Austria telah menuduh konsorsium menipu dan penipuan yang disengaja sehubungan dengan pesanan Eurofighter seharga $ 2 miliar pada tahun 2003. Namun mereka menyangkal tuduhan Austria.

Sebuah prototipe (purwarupa) jet tempur canggih Gripen NG © Saab.com

Negara netral Austria saat ini mengoperasikan pesawat Saab berumur puluhan tahun selain armada jet tempur Typhoon-nya. Pemerintah belum memutuskan apakah akan terus menggunakan dua keluarga jet tempur atau beralih ke satu jenis saja, lapor Die Presse tanpa menyebutkan sumbernya.

Juru bicara untuk pemerintah dan Kementerian Pertahanan Austria juga tidak bersedia untuk memberikan keterangannya ketika diminta komentar oleh media. Keputusan itu sepertinya tidak akan tercapai pada tahun ini, karena semula diharapkan memberikan ketidaksepakatan antara kedua partai koalisi, tulis surat kabar itu.

Jet tempur JAS 39 Gripen Angkatan Udara Afrika Selatan (RAAF) © Bob Adams via Wikimedia Commons

Dua opsi yang disukai yakni menjaga Eurofighter dan membeli jet tempur Saab Gripen tambahan senilai € 2 miliar euro atau sekitar $ 2,3 miliar akan menghabiskan anggaran yang sama, Die Presse dalam laporannya.

Untuk mempertahankan armada Eurofighter Typhoon di masa depan juga akan tetap membutuhkan berbagai upgrade terhadap armada yang ada, dan sepertinya mereka akan dilengkapi dengan sistem senjata ekstra.

Pesawat jenis kedua yang mungkin juga akan dibeli Angkatan Udara Austria untuk bisa beroperasi di samping Typhoon dan Gripen adalah Leonardo M-345, ini merupakan opsi yang lebih disukai.

Bagikan:

  2 Responses to “Koalisi Pemerintah Austria Ribut Soal Penerus Typhoon”

  1.  

    Eurofighter Typhoon memiliki sayap delta, jarak pandang yang jauh, pesawat tempur udara dekat dengan kemampuan serangan permukaan. Disamping itu, Eurofighter memiliki kemampuan ‘supercruise’ seperti yang dimiliki oleh F-22 Raptor, yaitu dapat terbang pada kecepatan yang berkelanjutan lebih dari Mach 1 tanpa menggunakan afterburner.
    selengkapnya : https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/09/ef-2000-eurofighter-typhoon-super.html

  2.  

    typhoon nggak laris byk syaratnya

 Leave a Reply